Larangan Berbuat Dholim

Larangan Berbuat Dholim

Dari Abu Dzar Al-Ghifari rodhiallohu ‘anhu dari Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda meriwayatkan firman Alloh ‘azza wa jalla, bahwa Dia berfirman, “Wahai hamba-hambaku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku mengharamkannya pula atas kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai hamba-hambaKu, kalian semua tersesat, kecuali orang yang Aku beri h...

Bersuci adalah Separuh Keimanan

Bersuci adalah Separuh Keimanan

Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu, Dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘subhanalloh walhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, sholat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti, kesabaran itu merupakan sinar...

Laksanakan Syariat Islam

Laksanakan Syariat Islam

Dari Abu Abdillah Jabir bin Abdullah Al-Anshori rodhiallohu ‘anhu. Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam, “Apa pendapatmu bila aku telah sholat lima waktu, berpuasa Ramadhan, aku menghalalkan yang halal, dan mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambah amalan selain itu, apakah aku akan masuk surga?” Nabi menjawab, “Ya” (HR Muslim) ...

Istiqomahlah

Istiqomahlah

Dari Abu Amr - ada yang mengatakan Abu Amrah - Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi rodhiallohu ‘anhu. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, Katakanlah kepadaku suatu perkataan tentang Islam, yang tidak mungkin aku tanyakan kepada siapa pun selain kepadamu.” Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Katakanlah: “Aku beriman kepada Alloh, lalu istiqomahlah.” (HR Muslim) Kedu...

Milikilah Sifat Malu

Milikilah Sifat Malu

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al-Anshari Al-Badri rodhiyallohu ‘anhu Dia berkata: Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Sesungguhnya sebagian ajaran yang masih dikenal umat manusia dari perkataan para nabi terdahulu adalah: ‘Bila kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu.” (HR Bukhari) Malu, Ajaran Para Nabi Yang Tak Pernah Sirna Ajaran para nabi, sejak nabi p...

Mintalah Pertolongan Kepada Alloh

Mintalah Pertolongan Kepada Alloh

Dari Abul Abbas Abdulloh bin Abbas rodhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Suatu hari aku berada di belakang Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam Lalu beliau bersabda , “Nak, aku akan ajarkan kepadamu beberapa patah kata: Jagalah Alloh, Niscaya Dia akan senantiasa menjagamu. Bila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Alloh, dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada ...

Iringi Kesalahan dengan Kebaikan

Iringi Kesalahan dengan Kebaikan

Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Mu’adz bin Jabal rodhiallohu ‘anhu, bahwa Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Bertakwalah kamu kepada Alloh di mana pun kamu berada, iringilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya dan pergaulilah semua manusia dengan budi pekerti yang baik.” (HR Tirmidzi. Ia berkata, “Hadits ini h...

Berbuat Baik dalam Segala Urusan

Berbuat Baik dalam Segala Urusan

Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus rodhiallohu ‘anhu, Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Sesungguhnya Alloh mewajibkan (kalian) berbuat baik terhadap segala sesuatu, maka bila kalian hendak membunuh orang (dalam peperangan ataupun yang lainnya), bunuhlah dengan cara yang baik, dan bila kamu menyembelih (binatang), maka sembelihlah dengan cara yang baik, hendaklah...

Jangan Marah

Jangan Marah

Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu, ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah!” Dia bertanya berulang-ulang dan tetap dijawab, “Jangan Marah!” (HR Bukhori) Kedudukan Hadits Hadits ini berisi tentang adab yang sangat penting. Rahasia Di balik Jawaban Ras...

Berkata yang Baik atau Diam

Berkata yang Baik atau Diam

Dari Abu Hurairoh rodhiallohu ‘anhu, sesungguhnya Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat hendaklah ia mem...


Move
Display 0 | 5 | 10 | 15 Stories

Artikel

Topics
Top Story

Mencari Berkah

Mencari Berkah

Ngalap (mencari) berkah merupakan kecenderungan manusiawi semenjak nenek moyang bangsa manusia generasi...

Menghindari Hutang

Menghindari Hutang

Berhutang merupakan kenyataan yang melanda hampir setiap rumah tangga muslim. Apalagi ketika menjelang...

10 Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang memberikan hidayah demi hidayah. Shalawat dan...

Dan... Salaf pun Berdandan...

Aku Berdandan Untuk Istriku Seperti Aku Suka Istriku Berdandan Untukku[1] Sesungguhnya Alloh azza wajalla...

Mengimani Syafa’at Allah - Termasuk Prinsip Dasar Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah

Syafa’at dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Menurut Pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ahTulisan berikut...

Adab dan Manfaat Menuntut Ilmu

Sunnahnya Menggunakan Nama Kunyah

Kesesatan Syiah - Refleksi Penyerbuan Syiah terhadap Markaz Daarul Hadits

Mengenal Hakekat Sufi (Tasawuf)

Keutamaan Bulan Muharram

Khutbah Jum'at: Fitnah Syubhat dan Syahwat

Sembelihan untuk Selain Allah

Puasa Sunah pada Hari Sabtu

Hukum-hukum yang Berkaitan dengan Kurban

Bahaya Isteri yang Durhaka

Move
Display 0 | 5 | 10 | 15 Stories

Ulama

Topics
Top Story

Biografi Syaikh Muqbil Rahimahullah

Biografi Syaikh Muqbil Rahimahullah

Nama dan Nasabnya Beliau adalah Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Abu Abdirrahman Muqbil bin Hadi bin...

Mengganti Nama setelah Haji dan Memberi Gelar Haji/Hajjah

Mengganti Nama setelah Haji dan Memberi Gelar Haji/Hajjah

Di antara kebiasaan jama’ah haji Indonesia sepulang dari haji adalah mengganti nama yang menurut mereka...

Fatwa-fatwa tentang Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Dalil-dalil tentang Puasa Syawal Dari Abu Ayyub radhiyallahu anhu: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi...

Hukum Bersumpah Atas Nama Selain Allah

Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum bersumpah atas nama selain Allah...

Biografi Imam Ahmad bin Hambal

Nasab dan Kelahirannya Beliau adalah Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad...

Biografi Imam az-Zahabi

Imam Al Barbahari rahimahulloh

Fatwa-fatwa tentang Hukum Merayakan Tahun Baru Islam

Fatwa-fatwa Seputar Zakat Profesi

Syaikh Ali Bin Hasan al-Halabi al-Atsari

Biografi Imam Bukhari

Hukum Takbir Jama'i

Puasa Tapi Tidak Shalat

MENGKOMERSILKAN JARINGAN INTERNET UNTUK BERDAKWAH..?

Menshalati Mayit yang Dahulu Tidak Shalat

Move
Display 0 | 5 | 10 | 15 Stories

Haji

Topics
Top Story

Selamatan Berangkat Haji

Selamatan Berangkat Haji

Tinggal menghitung hari lagi saudara-saudara kita kaum muslimin yang mendapatkan rahmad dari Allah...

50 Pelajaran Berharga dari HAJI

Oleh: Syeikh Aqil bin Salim Asy-Syammari Segala puji bagi Alloh… sholawat dan salam atas Nabi...

Bekal untuk Jamaah Haji

Kasih Sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap Hamba Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam...

SEBELAS ALASAN TIDAK MELAKUKAN UMRAH BERULANG KALI DI SAAT BERADA DI MEKKAH

Ada satu fenomena yang umum disaksikan pada kalangan jamaah haji Indonesia dan juga negara lainnya. Saat...

Menunaikan Haji, Antara Sunnah dan Kungkungan Tradisi

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan DZULHIJJAH Dan Amalan Yang Disyariatkan

Tempat Niat dalam Hati

Tentang Shalat Dua Rakaat Ihram

Masalah Miqat dan Ihram

Ihram Dari Jedah

Larangan Ihram

Pakaian Umrah (Ihram)

Masalah Ihram

Masalah Bersenggama Dalam Haji

Buku: Tanya Jawab Masalah Nikah, dari A sampai Z PDF Cetak E-mail
Oleh Admin   
Sabtu, 14 Januari 2012 08:10

masalah-nikahPenulis: Syaikh Abu Abdillah Mustahafa al-Adawi
Judul Asli: Ahkam An Nikah wa Az Zifaf
Penerbit: Media Hidayah

Resensi:

Buku yang ada di hadapan pembaca ini adalah terjemahan dari kitab Ahkam An Nikah wa Az Zifaf karya Abu Abdillah Mushthofa bin Al Adawi. Buku ini membahas permasalahan nikah dan masalah-masalah yang terkait dengannya yang disajikan dalam bentuk tanya jawab.

Beberapa kaidah yang ada di buku ini, antara lain memuat pertanyaan sebagai berikut:

Tanya: Bagaimanakah sifat wanita (calon isteri) yang seharusnya diperhatikan oleh seorang lelaki yang ingin menikah?

Jawab : Secara umum, sifat-sifat yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

1. Memiliki agama yang baik1. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wata’ala yang artinya kurang lebih demikian:

 “Sesungguhnya hamba sahaya (budak) yang mukminah (beriman) itu lebih baik daripada wanita musyrik walaupun dia menyenangkan hatimu.” (QS. Al-Baqarah:221) Allah Subhanahu wata’ala berfirman yang artinya kurang lebih demikian: “Wanita-wanita yang baik-baik itu untuk lelaki-lelaki yang baik-baik dan lelaki baik-baik itu untuk wanita-wanita yang baik-baik.” (QS. An Nur:26) Allah Subhanahu wata’ala berfirman yang artinya kurang lebih demikian: “Oleh karena itu wanita yang shalilhah adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allah telah memelihara (mereka).(QS. An Nisa’:34)

 
Mencari Berkah PDF Cetak E-mail
Oleh Ahmas Faiz bin Asifuddin   
Minggu, 08 Januari 2012 15:40

ngalap_berkahNgalap (mencari) berkah merupakan kecenderungan manusiawi semenjak nenek moyang bangsa manusia generasi pertama. Bahkan berkah adalah kebutuhan setiap insan. Demam ngalap berkah menjadi trend turun temurun disemua lapisan penduduk bumi hingga kini, di zaman moderen yang super canggih dan hubungan lintas dunia semakin global. Adakah ajaran Islam sejalan dengan arus tradisi ini dan memperkenankan orang ngalap berkah?.

Pengertian Berkah

Berkah berasal dari bahasa Arab `barakah`. Artinya, memiliki banyak kebaikan dan bersifat tetap -terus menerus-. Diambil dari kata `birkah` yang berarti tempat berhimpunnya air. Dan itu berbeda dengan tempat mengalirnya air karena dua hal : 1- jumlahnya yang banyak dan 2- sifatnya yang tetap.[1]

Sementara ada juga yang mengatakan, barakah/berkah ialah adanya kebaikan ilahi secara tetap pada sesuatu. Demikian yang dikatakan oleh ar-Raghib al-Ashfahani.[2] Dengan demikian, apabila sesuatu dikatakan berkah, artinya sesuatu itu memiliki banyak kebaikan yang bersifat tetap, karena dijadikan demikian oleh Allah.

Dan ngalap/mencari berkah, berarti mencari kebaikan atau manfaat melalui sesuatu yang diduga banyak memiliki berkah. Sesuatu itu bisa berbentuk pribadi manusia, benda, tempat atau waktu. Persoalannya, bisakah kegiatan tersebut dibenarkan oleh Islam?.

 
Audio Kajian: Hukum Perayaan Tahun Baru PDF Cetak E-mail
Oleh Admin   
Jumat, 24 Desember 2010 14:12

Diantara kebiasaan orang dalam memasuki tahun baru di berbagai belahan dunia adalah dengan merayakannya, seperti begadang semalam suntuk, pesta kembang api, tiup terompet pada detik-detik memasuki tahun baru, wayang semalam suntuk bahkan tidak ketinggalan dan sudah mulai ngetrend di beberapa tempat diadakan dzikir berjama’ah menyongsong tahun baru. Sebenarnya bagaimana Islam memandang perayaan tahun baru?

Bolehkah Merayakannya?

Tahun baru tidak termasuk salah satu hari raya Islam sebagaimana ‘Iedul Fitri, ‘Iedul Adha ataupun hari Jum’at. Bahkan hari tersebut tergolong rangkaian kegiatan hari raya orang-orang kafir yang tidak boleh diperingati oleh seorang muslim.

tahun-baruSuatu ketika seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menanyakan kepadanya: “Apakah disana ada berhala sesembahan orang Jahiliyah?” Dia menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya, “Apakah di sana tempat dirayakannya hari raya mereka?” Dia menjawab, “Tidak”. Maka Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tunaikan nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap Allah dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam”. (Hadits Riwayat Abu Daud dengan sanad yang sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan terlarangnya menyembelih untuk Allah di tempat yang bertepatan dengan tempat yang digunakan untuk menyembelih kepada selain Allah, atau di tempat orang-orang kafir merayakan pesta atau hari raya. Sebab itu berarti mengikuti mereka dan menolong mereka di dalam mengagungkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Perbuatan ini juga menyerupai perbuatan mereka dan menjadi sarana yang mengantarkan kepada syirik. Apalagi ikut merayakan hari raya mereka, maka di dalamnya terdapat wala’ (loyalitas) dan dukungan dalam menghidupkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Akibat paling berbahaya yang timbul karena berwala’ terhadap orang kafir adalah tumbuhnya rasa cinta dan ikatan batin kepada orang-orang kafir sehingga dapat menghapuskan keimanan.

 
Menghindari Hutang PDF Cetak E-mail
Oleh Abdullah Hadrami   
Jumat, 30 Desember 2011 16:23

debtBerhutang merupakan kenyataan yang melanda hampir setiap rumah tangga muslim. Apalagi ketika menjelang lebaran, hajatan atau acara lain yang menyita dana lebih. Agar Anda terhindar dari jerat hutang dan tidak menyesal karenanya, praktikkanlah nasihat-nasihat di bawah ini:

Renungkanlah selalu hadits-hadits tentang akibat hutang

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi seorang laki-laki (yang meninggal dunia) untuk dishalatkan, maka beliau bersabda, artinya: "Shalatkanlah teman kalian, karena sesung-guhnya dia memiliki hutang." Dalam riwayat lain disebutkan: "Apakah teman kalian ini memiliki hutang? Mereka menjawab, 'Ya, dua dinar'. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mundur seraya bersabda, 'Shalatkanlah teman kalian!' Lalu Abu Qatadah berkata, 'Hutang-nya menjadi tanggunganku'. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Penuhilah (janjimu)!, lalu beliau men-shalatkannya." (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih).

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  "Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung karena hutangnya, sampai ia dibayarkan." (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih).
Dari Abdullah bin Amr, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua dosa orang yang mati syahid diampuni, kecuali hutang." (HR. Muslim).

"Demi jiwaku yang ada di TanganNya, seandainya ada seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian ia dihidupkan lagi, lalu terbunuh lagi, kemudian dihidupkan lagi dan terbunuh lagi, sedang ia memiliki hutang, sungguh ia tidak akan masuk Surga sampai hutangnya dibayarkan." (HR. An-Nasa'i, hasan).

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 79

Silakan Pilih

Add Site to FavoritesAdd Page to FavoritesMake HomepageShare This PageEmail This Page
Back to Top

Langganan Artikel

Tamu Online

Terdapat 41 Tamu online

Video Kajian

Get the Flash Player to see this player.

Keluarkan Playerbox (pop up)