ulama

Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah

07 Jan 2009
Beliau adalah Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan, salah seorang anggota Badan Ulama besar (Hai’ah Kibar al-’Ulama), anggota al-Lajnah ad-Da’imah Li al-Buhuts al-’Ilmiyyah Wa al-Ifta’ (Lembaga Tetap Pengkajian Ilmiah dan Penggodokan Fatwa) serta imam dan khatib Masjid Raya Emir Mut’ib bin Abdul Aziz di Riyadh. Di antara jabatan yang pernah beliau pegang adalah sebagai direktur Ma’had ‘Ali (Per-guruan Tinggi) Peradilan.

Beliau belajar kepada banyak ulama, di antaranya yang paling terkenal adalah Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Syaikh Muhammad al-Amin asy-Syinqithi dan Syaikh Shalih al-Bulaihi.

Selengkapnya: Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah

Syaikh Ibnu Jibrin hafidzahullah

07 Jan 2009
Beliau adalah Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Ibrahim bin Fahd bin Hamad bin Jibrin.

Syaikh Ibnu Jibrin dilahirkan pada tahun 1352 H di salah satu perkampungan daerah al-Quwai’iyyah dan tumbuh berkembang di kota ar-Rin. Beliau mulai belajar pada tahun 1359 H sekalipun terlam-bat menyelesaikan studinya dari waktu yang semestinya karena tidak adanya madrasah tingkat lanjutan di sana. Akan tetapi, beliau dapat menekuni al-Qur’an saat berusia 12 tahun, belajar menulis dan kaidah imla’ secara tradisional. Kemudian beliau mulai menghafal al-Qur’an sehingga berhasil mengkhatamkannya pada tahun 1367 H. Sebelum itu, beliau sudah belajar dengan metode al-Qira’ah dasar-dasar ilmu dan beliau memulainya dari ayahnya, yaitu awal kitab al-Ajrumiyyah dalam ilmu Nahwu. Demikian juga, Matn ar-Rahbiyyah di dalam Ilmu Faraidh, kitab al-Arba’in an-Nawawiyyah di dalam Ilmu Hadits secara hafalan dan kitab ‘Umdah al-Ahkam di dalam Ilmu Fiqh dan berhasil menghafal sebagiannya. Setelah sempurna hafalan al-Qur’annya, be-liau mulai belajar dengan metode yang sama kepada guru beliau, Syaikh Besar Abdul Aziz bin Muhammad Abi Habib asy-Syatsri, setelah itu kepada Syaikh Shalih bin Muthlaq dan Syaikh Muhammad bin Ibrahim Ali Syaikh.

Selengkapnya: Syaikh Ibnu Jibrin hafidzahullah

Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahullah

07 Jan 2009
Nama dan Nasab
Beliau adalah Abu Abdillah, Muhammad bin Shalih bin Muhammad bin Utsaimin, al-Muqbil al-Wuhaibi at-Tamimi.

Kelahiran Dan Perkembangannya
Syaikh Abu Abdullah ini dilahirkan di kota ‘Unaizah, salah satu kota besar yang berada di wilayah Qashim pada tanggal 27 Ramadhan tahun 1347 H dalam lingkungan keluarga yang dikenal agamis dan istiqamah.

Beliau berguru kepada sebagian anggota keluarga besarnya sendiri, seperti; kepada kakeknya dari pihak ibu, Syaikh Abdurrahman bin Sulaiman Ali Damigh rohimahullah. Beliau belajar membaca al-Qur’an padanya dan menghafalnya. Kemudian beliau menuntut ilmu dan belajar kaligrafi, ilmu hisab dan sebagian seni sastra.
 
Beliau dianugerahi oleh Allah kecerdasan, semangat serta antusiasme yang tinggi untuk menimba ilmu dan meramaikan majlis-majlis pengajian para ulama dengan menghadirinya, di antara majlis yang amat digandrunginya adalah majlis yang diajarkan oleh Syaikh al-’Allamah, Ahli Tafsir dan Fiqh, Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rohimahullah.

Selengkapnya: Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahullah

Syaikh Ibnu Baz rohimahullah

06 Jan 2009

Beliau adalah yang mulia asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abdullah bin Baz rohimahullah. Dilahirkan di kota Riyadh, pada tanggal 12 Dzulhijjah tahun 1330 H di tengah keluarga yang mayoritasnya dikenal sebagai para penuntut ilmu.

Penglihatan Samahah asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahullah ketika masih kecil normal, namun baru pada tahun 1336 H beliau mengalami gangguan pada kedua matanya sehingga penglihatannya kurang baik dan kemudian sama sekali tidak dapat melihat pada permulaan bulan Muharram tahun 1350 H.

Beliau tumbuh di bawah naungan tarbiyah agama yang mengutamakan Kitabullah dan Sunnah NabiNya shollallaahu’alaihi wasallam dan di bawah gemblengan sebagian tokoh panutan keluarga. Al-Qur’an adalah nur yang menerangi hidup beliau dimana pada permulaan langkahnya menuntut ilmu dibarengi dengan menghafal Kitabullah sehingga ketika masih kecil dan belum mencapai usia baligh, beliau sudah menghafalnya di luar kepala.

Selengkapnya: Syaikh Ibnu Baz rohimahullah