Cari Artikel

 

Referensi Islam

media

Media Kajian

Sarana belajar Agama Islam melalui video dan audio kajian dari Asatidz Indonesia yang bermanhaj salaf...
 
artikel

E-book Islami

Bahan bacaan penambah wawasan berupa artikel online maupun e-book yang bisa diunduh.
offline

Download

Beberapa bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan secara offline....
  • Ahlan Wasahlan

    Ahlan Wasahlan

    Selamat datang di Al-Qur'an Sunnah dot com, situs alternatif penyedia informasi Agama Islam yang bermanhaj Salaf, Insya Alloh...
    Jika antum menemukan kesalahan, mohon kiranya untuk mengingatkan kami...
    Kami sampaikan Jazaakumullohukhoiron atas silaturahmi antum wabarokallohufiikum...
    Read More
  • Al-Qur'an Karim

    Al-Qur'an Karim

    Al-qur'an adalah firman Allah Subhaanahuwata'aala. Muncul dari zat-Nya dalam bentuk perkataan yang tidak dapat digambarkan.
    Diturunkan kepada Rasul-Nya dalam bentuk wahyu.
    Orang-orang mukmin mengimaninya dengan keimanan yang sebenar-benarnya. Mereka beriman tanpa keraguan... Read More
  • Media Kajian

    Media Kajian

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,"Karena hati itu diciptakan untuk diketahui kegunaannya...
    maka mengarahkan penggunaan hati (yang benar) adalah (dengan cara menggunakannya untuk) berfikir dan menilai…”.
    Itulah dzikrullah dan tha’atullah, sebagai kunci utama untuk membuka hati seseorang dalam merealisasikan kepuasan hati... Read More
  • Haji dan Umrah

    Haji dan Umrah

    Ibadah haji adalah salah satu kewajiban dan salah satu ibadah yang paling mulia dalam Islam.
    Oleh sebab itu Allah Subhannahu wa Ta'ala menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam
    yang dengannya Islam tetap tegak di muka bumi ini.... Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • All
  • Artikel
  • Download
  • Kajian
  • Media
  • Default
  • Title
  • Date
  • Random
  • Alhamdulillah artikel yang telah terkumpul sejak tahun 2008, dapat menjadi alternatif sarana referensi Islam dari sumber yang benar. Biidznillah...
    Read More
    • Artikel
  • Al-qur'an yang merupakan firman Allah Subhaanahuwata'aala. Berisi ta'rif Al-Qur'an, kumpulan audio maupun image yang bisa didownload.
    Read More
    • Artikel
    • Download
    • Media
  • Media, Artikel dan Materi yang berkaitan dengan Haji dan Umrah. InsyaAllah sangat membantu bagi saudara-saudarakuku yang baru pertama kali berkunjung
    Read More
    • Artikel
    • Download
    • Media
load more hold SHIFT key to load all load all

Syarhus Sunnah Poin 161-170

29 Nov 2011
  1. Tha'mah bin Amr128 dan Sufyan bin Uyainah berkata: "Barangsiapa diam (tidak menilai mana yang lebih baik) antara Utsman dan Ali berarti ia pengikut Syi'ah, tidak bisa dianggap adil, tidak bisa diajak berbicara dan tidak bisa dijadikan teman duduk-duduk. Dan barangsiapa mengutamakan Ali daripada Utsman berarti ia termasuk dari kelompok Rafidhah dan mereka telah menolak atsar para sahabat Rasulullah.
  2. Barangsiapa mengutamakan tiga sahabat (Abu Bakar, Umar dan Utsman) di atas semua sahabat namun tetap mendoakan rahmat kepada semua para sahabat serta berdiam diri dari kekeliruan mereka maka ia berada di atas jalan yang istiqamah dan petunjuk dalam perkara ini.
  3. Termasuk bagian dari sunnah (aqidah), bahwa para sahabat sepuluh yang mendapat jaminan dari Rasulullah masuk surga, benar-benar mereka nanti berada dalam surga.
  4. Janganlah membaca shalawat untuk orang per orang kecuali hanya kepada Rasulullah dan keluarganya saja.129
  5. Ketahuilah bahwa Utsman terbunuh secara aniaya dan yang membunuh adalah orang yang dzalim.
  6. Barangsiapa mengakui dan beriman terhadap isi buku ini lalu menjadikan sebagai petunjuk hidup dan tidak ada kebimbangan sama sekali dalam menerima serta tidak mengingkari meskipun satu huruf saja berarti ia termasuk Ahli sunnah wal Jamaah secara sempurna dan perkara sunnah telah sempurna pada dirinya.
  7. Barangsiapa mengingkari satu huruf saja dari isi buku ini atau ragu-ragu atau bimbang atau tidak mengambil sikap, ia termasuk Ahli bid'ah.130
  8. Barangsiapa bersikap ingkar atau ragu-ragu terhadap satu huruf saja dari Al-Qur'an atau sebagian ajaran Rasulullah Sholallohu’alaihi wasallam maka nanti bertemu Allah Subahanahu wata’aala dalam keadaan sebagai orang yang mendustakan. Bertakwalah kepada Allah Subahanahu wata’aala, waspadalah dan jagalah imanmu.
  9. Termasuk bagian dari sunnah (aqidah) hendaklah anda tidak membantu orang untuk berbuat maksiat baik kepada seorang pemimpin atau orang biasa sebab tidak ada ketaatan kepada manusia dalam rangka bermaksiat kepada Allah Subahanahu wata’aala. Janganlah menampakkan kecintaan kepada setiap pelaku maksiat bahkan hendaklah anda membenci mereka dalam rangka mencari ridha Allah Subahanahu wata’aala.
  10. Beriman bahwa taubat berhukum wajib bagi setiap hamba dan hendaklah mereka bertaubat kepada Allah Subahanahu wata’aala dari dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil.
  11. Barangsiapa tidak menyaksikan kepastian masuk surga setiap orang yang disaksikan Rasulullah masuk surga maka ia termasuk Ahli bid'ah dan pelaku kesesatan sebab dia ragu terhadap apa yang telah disabdakan Rasulullah.
  12. Malik bin Anas berkata: "Barangsiapa tetap di atas sunnah dan tidak menghujat salah seorang sahabat Rasulullah lalu meninggal dunia maka ia bersama para Nabi, As Shiddiqin, As Syuhada' dan orang-orang yang shalih meskipun ada beberapa kekurangan dalam amaliyah-nya."

  13. Bisyr bin Harits131 berkata: "Al Islam adalah sunnah dan Sunnah adalah Islam."132
    Fudhail bin Iyadh berkata: "Apabila aku sedang melihat salah seorang dari Ahli sunnah, seakan- akan aku sedang melihat salah seorang sahabat Rasulullah Sholallohu’alaihi wasallam dan ketika aku melihat salah seorang Ahli bid'ah seakan-akan aku sedang melihat salah seorang munafik."
    Yunus bin Ubaid berkata: "Suatu perkara yang sangat menakjubkan adalah masih ada orang yang mau mengajak kepada sunnah namun lebih menakjubkan lagi masih ada orang yang memenuhi ajakan sunnah lalu menerimanya."133
    Ibnu Aun ketika menjelang ajal tiba berkata: "Tetaplah kalian di atas sunnah dan waspadalah terhadap kebid'ahan hingga mati."134
    Ahmad bin Hambal135 berkata: "Salah seorang sahabatku meninggal dunia lalu aku melihatnya dalam mimpi berkata: 'Katakanlah kepada Abu Abdullah agar selalu berpegang teguh dengan sunnah sebab pertanyaan pertama kali yang ditanyakan oleh Allah Subahanahu wata’aala kepadaku adalah tentang sunnah.' Abu Aliyah136 berkata: "Barangsiapa meninggal di atas Sunnah dia termasuk orang yang terpelihara lagi jujur."
    Dikatakan bahwa berpegang teguh dengan sunnah merupakan jalan keselamatan.
    Sufyan Ats Tsauri berkata: "Barangsiapa pasang telinga untuk mendengarkan ucapan Ahli bid'ah berarti telah keluar dari perlindungan Allah Subahanahu wata’aala dan tergantung dengan kebid'ahan tersebut."137
    Daud bin Abu Hindun138 berkata: "Allah Subahanahu wata’aala telah memberi wahyu kepada Musa bin Imran berbunyi: 'Janganlah anda duduk-duduk dengan Ahli bid'ah dan jika anda duduk-duduk bersama mereka maka hatimu terpengaruh dengan ucapan mereka sehingga anda masuk ke dalam Neraka.'139
    Fudhail bin Iyadh berkata: "Barangsiapa duduk-duduk bersama Ahli bid'ah maka Allah Subahanahu wata’aala tidak memberikan hikmah kepadanya."140 Fudhail bin Iyadh berkata: "Janganlah anda duduk-duduk bersama Ahli bid'ah sebab saya khawatir laknat Allah Subahanahu wata’aala turun kepadamu."141 Fudhail bin Iyadh berkata: "Barangsiapa mencintai Ahli bid'ah, Allah Subahanahu wata’aala akan menghapus kebaikannya dan mengeluarkan cahaya Islam dari hatinya."142 Fudhail bin Iyadh berkata: "Apabila anda sedang melihat seseorang sedang duduk-duduk bersama Ahli bid'ah maka lewatlah pada jalan lain." 143
    Fudhail bin Iyadh berkata: "Barangsiapa mengagungkan Ahli bid'ah, dia telah membantu untuk menghancurkan Islam,144 barangsiapa tersenyum di hadapan Ahli bid'ah, dia telah meremehkan apa yang diturunkan oleh Allah Subahanahu wata’aala kepada Muhammad, dan barangsiapa menikahkan mahramnya dengan Ahli bid'ah dia telah memutuskan hubungan kerabatnya, dan barangsiapa menghantarkan jenazah Ahli bid'ah ia berada dalam kemurkaan Allah Subahanahu wata’aala hingga kembali pulang."145
    Fudhail bin Iyadh berkata: "Saya masih mau makan bersama orang Yahudi dan Nashrani namun aku sangat benci makan bersama Ahli bid'ah dan saya sangat senang sekali bila di antara aku dengan Ahli bid'ah ada tembok pembatas yang terbuat dari besi."146
    Fudhail bin Iyadh berkata: "Jika Allah Subahanahu wata’aala mengetahui ada seorang hamba membenci Ahli bid'ah, Allah Subahanahu wata’aala akan mengampuni dosa-dosanya meskipun amalnya sedikit.147 Tidak mungkin seorang Ahli sunnah berbasi-basi terhadap Ahli sunnah kecuali ada kemunafikan dalam hatinya.148 Siapa yang berpaling dari Ahli bid'ah Allah Subahanahu wata’aala akan memenuhi hatinya dengan keimanan, siapa yang mengusir dan menghardik Ahli bid'ah Allah Subahanahu wata’aala akan menjadikan keamanan pada hari goncangan yang sangat dahsyat (hari kiamat), dan siapa yang menghina Ahli bid'ah Allah Subahanahu wata’aala akan mengangkatnya seratus derajat dalam Surga. Dan janganlah sekali-kali anda menjadikan suatu kebid'ahan dalam agama Allah Subahanahu wata’aala.149

________________________________________________________

  1. Dia adalah Al Ja'fary Al Amiry Al Kufy, seorang yang jujur dan ahli ibadah dan dia memiliki beberapa komentar dalam AsSunnah, wafat tahun 169H. H. (AtTahdzib 5/13) dan Aljarh wa Tadil karya Ibnu Abu Hatim (4/496)
  2. Begitu juga membaca shalat untuk para nabi dan rasul. Lihat penjelasan masalah ini dalam Jalaul Afham, Ibnu Qayyim (Hal.345),Tafsir Ibnu Katsir (3/516-517), Fathul Bari (11/169) dan Al Qaulul Badi (81-87) As Sakhawi
  3. Lihat Penjelasan masalah ini dalam mukaddimah buku ini
  4. Dia adalah Bisyr bin Al Harits yang dikenal dengan Bisyr Al Hafi seorang imam, zuhud, dan wara', wafat tahun 227 H. (Siyar 10l 469).
  5. Saya tidak menemukan asal usul atsar ini..
  6. Dikeluarkan oleh Abu Nu'aim dalam "Al Hilyah' (3/21), Ibnu Baththah dalam "Al Ibanah Al Kubra" (20) dan Al Lalika'i dalam As Sunnah' (21,22,23) dengan sanad yang hasan
  7. Saya tidak menemukan sumber atsar ini
  8. Dalam teks asli tertulis Abu Abdullah Ghulam Khalil
  9. Dia adalah Rufai' bin Mihran, Abu Aliyah Ar Rayyahi, seorang imam terpercaya dan seorang ulama panutan, wafat tahun 90 H. {Siyar 4/207)
  10. Dikeluarkan oleh Abu Nu'aim dalam Hilyatul Auliya' (VII/26), Ibnu Bathah dalam Al Ibanah Al-Kubra (444) dari Sufyan, lihat dalam Syiaru 'Alamin nubala (VII/261).
  11. Dia adalah Al Qusyairy, Al Bashry, seorang imam dan hafidz yang terpercaya, wafat tahun 140 H. (Siyar 6/ 376)
  12. Dikeluarkan oleh Ibnu Wadhdhah dalam Al Bida'(Hal 49) dari Muhammad bin Aslam. Al Ajiri dalam "As Syari'ah" (Hal.57), Ibnu Baththah dalam "Al Ibanah Al Kubra" (556) dari Khushaif bin Abdurrahman Al Jazry, Al baihaqi dalam "As Syu'ab' (7/60) dari Bisyr Al Harits
  13. Dikeluarkan oleh Al Lalikai dalam As Sunnah (263-1149), Ibnu Baththah dalam Al Ibanah Al Kubra (439) dan Al Baihaqi dalam "AsSyua’b (7/64)
  14. Dikeluarkan oleh Al Lalikai dalam As Sunnah (263-1149), Ibnu Baththah dalam Al Ibanah AlKubra(441-451) dengan sanad yang sahih.
  15. Dikeluarkan oleh Al Lalikai dalam As Sunnah (263-1149), Ibnu Baththah dalam Al Ibanah Al Kubra (441-451) dan Abu Nu'aim dalam "Al Hilyah' (8/103) Ibnu Jauzi dalam Talbisul Iblis (Hal.16) dengan sanad yang shahih
  16. Dikeluarkan oleh Abu Nu'aim dalam "Al Hilyah' (8/103), Ibnu Baththah (493) dan Ibnu Jauzi dalam Talbisul Iblis (Hal. 16) dengan sanad yang sahih.
  17. Ada sebuah hadits yang semakna dengan atsar ini namun lemah dan tidak bisa diterima sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Syaikh Al AlBani dalam Silsilah Dhaifah Nomor: 1862
  18. Dikeluarkan oleh Abu Nu'aim dalam "Al Hilyah' (8/103), Ibnu Jauzii dalam Talbisul lblis (Hal. 16) hingga ucapan beliau "Berarti telah memutus hubungan kerabatnya" dengan sanad yang sahih. Namun ungkapan yang berbunyi: "Barangsiapa tersenyum...." Tidak ada.
  19. Dikeluarkan oleh Al Lalikai dalam As Sunnah (1149), Abu Nu'aim (8/103) dan Ibnu Baththah dalam Al Ibanah Al Kubra (470) dengan sanad yang sahih
  20. Dikeluarkan oleh Abu Nu'aim dalam 'Al Hilyah" (8/103) dengan sanad yang sahih, di dalamnya, saya mengharapkan dia diampuni.
  21. Dikeluarkan oleh, Abu Nu'aim (8/104) dengan sanad yang sahih dan dikeluarkan oleh Ibnu Baththah dalam Al Ibanah Al Kubra (470) dengan Sanad yang bisa diterima.
  22. Saya tidak menemukan sumber atsar ini

Syarhus Sunnah Poin 141-160

29 Nov 2011
  1. Jika anda mendengar seseorang berkata: "Si Fulan adalah seorang musyabihah atau si Fulan berbicara tentang masalah tasybih," maka tuduhlah bahwa ia seorang Jahmiyah, bila seseorang berkata: "Si Fulan termasuk Nashibiyah" maka ketahuilah bahwa ia seorang Rafidhah, bila anda mendengar seseorang berkata: "Berbicaralah tentang tauhid atau jelaskan kepadaku tentang hakekat tauhid," ketahuilah ia seorang Khawarij atau Mu'tazilah86
  2. Jika seseorang berbicara masalah Ijbar atau Jabriyah atau ia mempersoalkan keadilan Allah Subahanahu wata’aala, ketahuilah ia seorang Qadariyah, sebab nama-nama di atas termasuk perkara baru yang diada- adakan para pengikut hawa nafsu atau Ahli bid'ah.87
  3. Abdullah bin Mubarak berkata: "Janganlah sama sekali anda mengambil penjelasan tentang masalah Rafidhah dari penduduk Kuffah, penjelasan tentang pedang dari penduduk Syam, penjelasan tentang Takdir dari penduduk Bashrah, penjelasan tentang irja' dari penduduk Khurasan, penjelasan tentang hukum Sharf dari penduduk Mekkah dan penjelasan hukum nyanyian dari penduduk Madinah. Jangan sekali-kali kalian mengambil penjelasan hukum dan masalah-masalah di atas dari mereka.88
  4. Jika anda menyaksikan seseorang mencintai Abu Hurairah, Anas bin Malik, Usaid bin Hudhair, ketahuilah ia seorang Ahli sunnah insya Allah Subahanahu wata’aala. Dan jika anda melihat seseorang mencintai Ayyub,89
  5. Ibnu Aun',90 Yunus bin Ubaid,91 Abdullah bin Idris Al Audy,92 As Sya'by,93 Malik bin Mighwal,94 Yazid bin Zurai',95 Muadz bin Muadz,96 Wahb bin Jarir,97 Hamad bin Salamah,98 Hamad bin Zaid,99 Malik bin Anas dan Al Auza'i100 serta Zaidah bin Qudamah,101 ketahuilah ia seorang Ahli sunnah. Apabila anda melihat seseorang mencintai Ahmad bin Hambal, Hajaj bin Minhal102 dan Ahmad bin Nashr.103 sementara ia menyebut-nyebut kebaikan mereka dan sering mengutip pendapat mereka, ketahuilah ia seorang pengikut Ahli sunnah.104
  6. Jika anda melihat seseorang duduk-duduk bersama Ahli bid'ah, berikanlah peringatan keras dan jelaskanlah kepadanya tentang kepribadiannya. Apabila ia tetap duduk-duduk bersama Ahli bid'ah setelah ia mengetahuinya maka jauhilah ia karena ia termasuk pengikut hawa nafsu (Ahli bid'ah).105
  7. Jika anda menyampaikan sebuah atsar kepada seseorang lalu menolaknya dan ia menginginkan Al- Qur'an maka tidak diragukan bahwa ia seorang yang telah mengidap virus zindiq, maka beranjaklah darinya dan tinggalkan.
  8. Ketahuilah bahwa semua bentuk bid'ah membawa bencana dan mengajak kepada peperangan.106
  9. Ahli bid'ah yang paling buruk dan paling kufur adalah Rafidhah, Mu'tazilah dan Jahmiyah karena mereka mengajak manusia kepada pemikiran ta'thil dan zindiq.
  10. Ketahuilah bahwa siapa yang mencela salah seorang sahabat Nabi maka pada hakekatnya ia telah mencela Nabi Muhammad dan berarti ia telah menyakiti Nabi di alam kuburnya.
  11. Jika anda melihat suatu kebid'ahan pada seseorang, jauhilah dia sebab yang dia sembunyikan darimu lebih banyak dari yang ia perlihatkan kepadamu.107
  12. Jika anda menyaksikan salah seorang dari Ahli sunnah buruk perangai dan perilakunya, fasik lagi jahat, maka dia itu disebut pelaku maksiat yang dhalim namun ia tetap di atas sunnah maka silahkan anda bergaul dan duduk-duduk bersamanya sebab kemaksiatannya tidak membahayakanmu.
  13. Jika anda melihat seseorang bersungguh-sungguh dan serius dalam ibadah, namun ia itu Ahli bid'ah maka janganlah anda duduk-duduk dan bergaul bersamanya, mendengar ucapannya dan berjalan bersama dalam satu jalan karena saya khawatir anda akan mengikutinya sehingga anda hancur bersamanya.108 Yunus bin Ubaid pernah melihat putranya keluar dari majelis salah seorang Ahli bid'ah maka ia berkata kepadanya: "Wahai anakku, dari manakah anda datang?" la menjawab: "Dari si Fulan."109 la berkata: "Wahai anakku, Seandainya aku melihatmu keluar dari rumah waria (banci) lebih aku senangi daripada aku melihatmu keluar dari rumah si Fulan. Dan jikalau anda bertemu dengan Rabbmu dalam keadaan berzina lagi fasik, atau mencuri lagi berkhianat lebih aku cintai daripada engkau bertemu dengan Rabbmu dengan membawa pendapat Si Fulan dan si Fulan."110 Yunus bin Ubaid sangat faham bahwa waria tidak akan menyesatkan agama anaknya sementara Ahli bid'ah pasti menyesatkan hingga membuatnya kafir.
  14. Waspadalah dan waspadalah terhadap setiap orang yang hidup bersamamu, lihatlah siapa teman duduk-dudukmu dan dari mana anda mendengar dan siapa orang yang anda jadikan teman bergaul sebab seseorang hampir terperangkap dalam kemurtadan akibat teman kecuali orang yang telah dijaga oleh Allah Subahanahu wata’aala.
  15. Perhatikanlah, apabila anda mendengar orang yang menyebut-nyebut nama Ibnu Abu Duad111, Bisyr Al Marisy,112 Tsumamah,113 Abu Hudzail,114 Hisyam Al Futhy atau salah seorang pengikut atau pendukung mereka maka berhati-hatilah sebab ia termasuk Ahli bid'ah dan mereka berada di atas kemurtadan.
  16. Tinggalkanlah orang yang menyebut-nyebut kebaikan mereka dan siapa saja orang-orang yang disebut dari golongan mereka.
  17. Menguji orang dalam Islam termasuk perbuatan bid'ah dan zaman sekarang orang cukup diuji dengan Sunnah berdasarkan sabda Rasulullah:
  18. "Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, lihatlah dari-mana anda mengambil agamamu."115

    Nabi bersabda:

    "Janganlah kalian menerima hadits kecuali dari orang yang diterima kesaksiannya116

    Perhatikanlah, jika ia dari Ahli sunnah dan memiliki pengetahuan tentang riwayat lagi jujur, anda boleh menulis riwayat darinya. Dan bila tidak seperti itu maka tinggalkan dia.
  19. Jika anda menginginkan istiqamah di atas kebenaran dan jalan Ahli sunnah sebelummu, waspadalah dari ilmu kalam dan para penebar ilmu kalam, jauhilah dari berbantah-bantahan, berbicara tanpa dalil, qiyas dan adu argumentasi dalam agama sebab jika anda mendengar ucapan mereka akan menimbulkan keragu-raguan dalam hati meskipun dengan disertai penolakan.
  20. Sikap seperti itu sudah cukup dianggap menerima pemikiran mereka sehingga anda celaka. Tidaklah muncul zindiq, bid'ah, hawa nafsu, kesesatan kecuali dari ilmu kalam dan berbantah-bantahan, berbicara tanpa dalil dan qiyas. Semua perkara di atas menjadi pintu masuk segala macam kebid'ahan, keraguan dan zindiq.
  21. Bertakwalah kepada Allah Subahanahu wata’aala dan hendaklah tetap berpegang teguh dengan atsar dan para pengikutnya serta bersikap taklid, sebab agama hanya dibangun di atas dasar taklid yaitu taklid (yakni Ittiba-red) kepada Nabi dan para sahabat serta kepada orang-orang sebelum kita yang tidak mengajak kepada kerancuan aqidah. Maka ikutilah mereka anda pasti akan merasa tenang dan janganlah melampaui atsar dan para pengikutnya.
  22. Berhentilah ketika anda berada di hadapan ayat-ayat mutasyabihat dan jangan sekali-kali menggunakan qiyas dalam hal tersebut.
  23. Janganlah anda mencari-cari alasan dari dirimu untuk menolak dengannya atas Ahli bid'ah, sesungguhnya anda hanya diperintahkan untuk berdiam diri dari mereka dan jangan sekali-kali memberi kesempatan mereka untuk mengusai dirimu.
  24. Bukankah anda sudah mengetahui bahwa Muhammad bin Sirin dengan ketinggian ilmunya, tidak mau menjawab pertanyaan Ahli bid'ah sama sekali walaupun hanya satu masalah dan beliau juga tidak mendengar satu ayatpun dari mereka. Beliau ditanya tentang itu? Maka beliau menjawab: "Saya takut ia menyelewengkan sesuatu sehingga kotoran syubhat masuk ke dalam hatiku."117
  25. Jika anda mendengar ketika seseorang mendengar atsar Rasulullah lalu berkata: "Saya hanya mengagungkan kalamullah," ketahuilah ia termasuk kelompok Jahmiyah, dengan pernyataan tersebut ia ingin berusaha menolak dan membuang atsar Rasulullah - Dia hendak mengagungkan Allah Subahanahu wata’aala Subahanahu wata’aala dengan cara menjauhkan Allah Subahanahu wata’aala dari beberapa sifat-sifat ketika mendengar hadits ru'yah, nuzul atau yang lainnya. Bukankah ia telah menolak atsar Rasulullah Sholallohu’alaihi wasallam.

  26. Jika ia berkata: "Kami mengagungkan Allah Subahanahu wata’aala dengan menafikan bahwa Allah Subahanahu wata’aala turun dari satu tempat ke tempat lain," maka ia telah mengaku lebih tahu tentang Allah Subahanahu wata’aala dari selainnya. Waspadalah terhadap mereka, sebab kebanyakan orang awam dan yang lainnya bersikap demikian maka berikanlah peringatan keras kepada semua orang dari pengaruh mereka.
    Apabila salah seorang bertanya tentang isi buku ini dalam rangka mencari kebenaran, berikanlah penjelasan dengan baik, akan tetapi bila datang ingin mengajakmu berdebat tentang isi buku ini, waspadalah darinya sebab berbicara tanpa dalil, berbantah-bantahan, adu argumen, dan berdebat sangat dilarang keras dan menjauhkan dari jalan kebenaran.
    Tidak pernah para Ahli fikih dan ulama sunnah berbantah-bantahan, adu argumentasi dan berdebat sama sekali.
    Hasan Al Bashry berkata: "Orang bijak tidak pernah berbantah-bantahan dan tidak pernah berbasi-basi dalam menyampaikan hikmah, ia sampaikan apa adanya, bila diterima ia memuji Allah Subahanahu wata’aala dan bila ditolak juga tetap memuji Allah Subahanahu wata’aala."118
    Ada salah seorang datang kepada Hasan Al Bashry lalu berkata: "Saya ingin mengajak anda berdebat dalam masalah agama," Hasan berkata: "Saya sudah mengetahui agamaku. Maka jika anda tersesat dalam agamamu silahkan pergi untuk mencarinya."119
    Suatu ketika pernah Rasulullah mendengar dari arah pintu kamarnya salah seorang berkata: "Alif Lam Mim, Allah Subahanahu wata’aala telah berfirman seperti ini," temannya berkata: "Bukankah Allah Subahanahu wata’aala telah berfirman seperti ini?" Maka beliau keluar dalam keadaaan marah lalu bersabda: "Apakah kalian diperintah seperti ini ataukah aku diutus kepada kamu untuk membawa misi seperti ini, kalian membenturkan Kitabullah satu sama lain120
    Maka beliau melarang mereka berdebat.
    Ibnu Umar, Malik bin Anas dan orang-orang sebelum dan sesudah mereka hingga sekarang sangat melarang berbantah-bantahan dalam urusan agama.121 Dan ternyata firman Allah Subahanahu wata’aala Subahanahu wata’aala lebih keras daripada ucapan makhluk maka Allah Subahanahu wata’aala berfirman:

    "Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah Subahanahu wata’aala, kecuali orang-orang yang kafir. " ( Al-Mu'min: 4)

    Ada salah seorang bertanya kepada Umar bin Khaththab Radhiyallohu’anhu tentang An Nasyithaati Nasythal Maka beliau berkata: "Seandainya anda bercukur gundul maka aku pasti memenggal lehermu.122
    Nabi bersabda:

    "Orang mukmin tidak berbantah-bantahan dan aku tidak memberi syafaat kepada orang yang berbantah-bantahan pada hari kiamat maka tinggalkanlah be-bantah-bantahan (karena hanya sedikit kebaikannya).123

  27. Tidak boleh seorang muslim berkata: "Si Fulan seorang Ahli sunnah," hingga benar-benar melihat bahwa orang tersebut telah menunjukkan perangai Ahli sunnah dan tidak boleh seorang dikatakan Shahibus Sunnah hingga benar-benar semua sunnah telah lengkap menghiasi dirinya.
  28. Abdullah bin Mubarak berkata: "Akar kebid'ahan ada empat firqah kemudian berakar menjadi tujuh puluh dua cabang bid'ah. Adapun akar bid'ah yang empat, Qadariyah, Murji'ah, Syi'ah dan Khawarij." 124

  29. Barangsiapa mendahulukan Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali di atas para sahabat Rasulullah dan tidak menyebut-nyebut para sahabat selain mereka kecuali kebaikan maka ia telah terbebas dari seluruh bentuk At Tasyayu' (mendukung Syi'ah).
    Barangsiapa mengatakan: "Iman adalah ucapan dan perbuatan bisa bertambah dan berkurang berarti ia telah terbebas dari seluruh pemikiran Irja'. Siapa yang tetap shalat di belakang imam, baik pemimpin tersebut seorang yang shalih atau jahat, dan berjihad bersama pemimpin, tidak keluar dari pemimpin dengan pedang, maka selalu mendoakan bagi mereka kebaikan, maka sebab ia telah terbebas dari pengaruh pemikiran Khawarij."
    Barangsiapa menyatakan bahwa semua takdir baik yang bagus atau yang buruk berasal dari Allah Subahanahu wata’aala , memberi petunjuk dan menyesatkan siapa saja yang la kehendaki maka Allah Subahanahu wata’aala terbebas dari seluruh pemikiran Qadariyah dan termasuk Ahli sunnah.
  30. Barangsiapa menampakkan bid'ah kekufuran kepada Allah Subahanahu wata’aala dan ia secara terang-terangan menyatakannya, tidak diragukan lagi bahwa ia telah kafir. Barangsiapa beriman terhadap pemikiran Raj'ah dan menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib akan kembali hidup sebelum hari kiamat dan juga Muhammad bin Ali125, Ja'far bin Muhammad,126 dan Musa bin Ja'far,127 dan memperbincangkan masalah ini dan bahwa mereka mengetahui perkara ghaib maka waspadalah dari mereka dan setiap orang yang mengikuti pemikiran tersebut sebab mereka telah kafir terhadap Allah Subahanahu wata’aala.

______________________________________________________

  1. Yang dimaksud oleh penulis dengan Tauhid adalah tauhid Mu'tazilah karena firqah Mu'tazilah memiliki lima dasar di antaranya adalah Tauhid yang artinya menafikan sifat-sifat dari Allah Subahanahu wata’aala . Lihat Risalah Al Mu'tazilah wa Usuluhum Al Hamsah wa Mauqif Ahli Sunnah Minha, Syaikh Awad Al Mu'tiq (Hal.81-150) dan kitab "Bayan talbisul Jahmiyah" Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. (1/132-134)
  2. Imam Abu Hatim Ar Razy rahimahullah berkata: "Tanda-tanda ahli bid'ah suka mencela ahli atsar dan tanda-tanda zindiq memberi sebutan ahli sunnah dengan Hasyawiyah, yang dimaksud membatalkan atsar, ciri-ciri Jahmiyah memberi sebutan ahli sunnah Musyabbihah, ciri-ciri Qadariyah memberi sebutan ahli atsar dengan Mujbirah, ciri-ciri Murji'ah memberi sebutan ahli sunnah penentang atau Nuqshaniyah dan ciri-ciri Rafidhah memberi sebutan ahli sunnah dengan Nashibah. Sementara ahli sunnah hanya mungkin memiliki satu sebutan tidak mungkin semua sebutan di atas bisa disandang oleh ahli sunnah." (dikeluarkan oleh Al Lalika'i dalam "As Sunnah" (1/179) dengan sanad yang sahih.
  3. Saya tidak menemukan riwayat ini dari sumber aslinya. Arti 'Sharf adalah menjual emas dengan perak atau perak dengan emas,disebut dengan sharf karena dua sebab; karena menjauh dari kebiasaan akad jual beli, tidak boleh berpisah sebelum terjadi serah terima barang, dan tidak boleh menjual dengan salah satu barangnya ditangguhkan. Dan kedua dari Sharifihima yaitu menyamakan dalam timbangan sebab penjualan emas dengan emas atau perak dengan perak disebut saling Murathalah. Ucapan Abdullah bin Mubarak banyak menyerupai beberapa atsar dari ulama salaf: "Dari Ma'mar bin Rasyid dan Muhammad bin Yahya Al Qaththan, Ibrahim bin Abu 'Ablah sebagaimana yang telah dinukil dalam kitab Masa'il Imam Ahmad Abdullah bin Ahmad. (1632) dan kitab Al amru bil Ma'ruf wan Nahyi Anil Mungkar, Khallal (Hal.87-88), Siyar DZAhabi (3/391-324) dan lihat risalah Zajrus Sufaha'an Tatabu'i Rukhasil Fu qaha', Syaikh Ad Duwaisiry, sementara Ibnu Qayyim juga mengupas masalah ini secara bagus dalam kitab"MadarijusSalikin"', (2/57058).
  4. Ayyub bin Kaisan As Sakhtiyani, Abu Bakar Al Bashry, seorang imam panutan dan penegak hujjah. Beliau termasuk pembesar ahli zuhud dan ahli fikih. Wafat tahun 131 H
  5. Abdullah bin "Aun Al Bashry, seorang imam terpercaya, tokoh yang disegani dan seorang yang wara'. Wafat tahun 139.(SiyarDzahabi, 6/364)
  6. Yunus bin Ubaid Al Abdy Al Bashry, seorang imam panutan, seorang yang teguh dan pemilik hujjah, wafat tahun 139 H. (Siyar 6/288)
  7. Dia seorang imam panutan sebagaimana yang dikatakan oleh imam Ahmad bahwa dia seorang yang istimewa dan sangat teguh membela sunnah, wafat tahun 192 H. (Siyar 4/294).
  8. Amir bin Syarahil As Sya'by, Abu Amr Al Hamady, seorang imam panutan dalam ilmu sunnah , wafat tahun 105 H. {Siyar 4/294)
  9. Abu Abdullah Al Bajali Al Kufi, seorang imam terpercaya lagi hafidz wafat tahun 159 H. (Siyar 70/174)
  10. Abu Mu'awiyah Al Aisyi Al Bashry, seorang imam panutan dan terpercaya, wafat tahun 182 H. (Siyar 8/296).
  11. Abu Mutsanna Mu'awiyah Al Anbary, Al Hafidz, terpercaya, wafat tahun 206 H. Siyar (9/442)
  12. Abu Abbas Al Azdy, Al Hafidz, jujur dan terpercaya, wafat 206 H. (Siyar 9/442)
  13. Ibnu Dinnar. Abu Salamah Al Bashry, seorang imam panutan dan syaikhul Islam, wafat tahun 167 H. (Siyar 7/555).
  14. Ibnu Dirham, Abu Ismail Al Bashry Al Azdy, Al Allamah, Al Hafidz dan seorang yang teguh serta ahli hadits pada zamannya, wafat 179 H. (Siyar, 7/456)
  15. Abdurrahman bin Amr, Abu Amr As Syamy, seorang imam panutan, Syaikhul Islam, tokoh ulama di daerah Syam, wafat tahun 157 H. (Siyar 7/107)
  16. Abu Shalt At Tsaqafi Al Kufi, seorang imam teguh dan Al Hafidz, wafat tahun 160 H. (Siyar 7/375)
  17. Abu Muhammad Al Bashry, Al Anmathi, Al Hafidz, seorang imam panutan dan ahli ibadah serta hujjatul Islam, wafat tahun 217 H.(Siyar 10/352)
  18. Ibnu malik Al Khuza'i, seorang imam panutan, As Syahid, Wafat tahun 231 H (Siyar 11/166).
  19. Dalam teks asli disebutkan bahwa Al Hajjaj bin Minhal, Ahmad bin Hambal, Ahmad bin Nashr termasuk ahli sunnah Insya Allah Subahanahu wata’aala.
  20. Abu Daud As Sajistani berkata bahwa saya berkata kepada Abu Abdullah Ahmad bin Hambal: "Saya menyaksikan seorang ahli sunnah selalu bersama ahli bid'ah, apakah saya tinggalkan perkataannya?" Beliau menjawab: "Tidak, atau anda harus memberitahu kepadanya bahwa laki-laki yang bersamanya adalah meninggalkan perkataannya maka anda bergaullah dengannya dan bila tidak, maka anggaplah dia termasuk bagian darinya," sebagaimana ucapan Ibnu Mas'ud: "Seseorang tergantung teman karibnya." (dituturkan oleh Ibnu Muflih dalam Al Adabus Syar'iyah (1/263).
  21. Ibnu "Aun berkata: "Orang yang duduk-duduk bersama ahli bid'ah lebih bahaya daripada ahli bid'ah sendiri." (dikeluarkan oleh Ibnu Baththah dalam Ibanah Al Kubra 486). Dalam kitab Tabaqatul Hanabilah karya "Ibnu Abu Ya'la (1/233-234) bahwa Ali bin Abu Khalid berkata: "Saya bertanya kepada Ahmad bahwa sesungguhnya Syaikh ini selalu hadir bersama kami yang telah aku larang untuk mendekati seseorang namun dia ingin mendengar komentar anda tentang seorang yang bernama Harits Al Qashir atau Hants Al Muhasiby," anda melihat saya telah bersamanya selama beberapa tahun dan anda berkata kepadaku: "Janganlah anda duduk-duduk bersamanya dan janganlah berbicara dengannya, dan hingga saat ini saya tidak pernah berbicara dengannya sementara Syaikh ini duduk bersamanya." Bagaimana komentar anda dalam masalah ini? Maka saya melihat muka imam Ahmad memerah dan urat syaraf dan Matanya menegang yang tidak pernah sama sekali aku melihat seperti itu sebelumnya, lalu beliau mulai memberi bantahan dan berkata: "Dia seorang yang telah diperingatkan oleh Allah Subahanahu wata’aala, tiada orang yang mengenalinya kecuali orang yang tahu secara persis tentang dia, jauhilah dia, jauhilah dia dan jauhilah dia, tiada seorang yang mampu mengenalinya kecuali seorang yang dekat dengannya, telah duduk-duduk bersamanya Al Maghazili, Ya'qub dan si Fulan sehingga mereka berubah menjadi pembela madzhab Jahmiyah lalu mereka hancur karenanya." Lalu Syaikh tersebut bertanya kepadanya: "Wahai Abu Abdullah dia seorang perawi hadits, pendiam dan sangat khusyu' ? Abdullah sangat marah dan berkata: "Janganlah anda tertipu dengan kekhusu'an dan kelembutannya." Dan beliau berkata: "Anda jangan terkecoh dengan kepala yang sering menunduk sebab dia seorang yang buruk, dan tiada yang mampu mengenalinya kecuali orang yang telah berpengalaman, janganlah anda berbicara dengannya sebab tiada kemuliaan baginya." Apakah setiap orang meriwayatkan hadits Rasulullah boleh bagi anda untuk duduk- duduk bersamanya?! jelas tidak, sebab dia tidak memiliki kemuliaan dan tidak menenangkan mata. Dan dia seperti itu.
  22. Abu Qilabah berkata: "Tidaklah suatu kaum membuat suatu kebid'ahan melainkan telah mengobarkan peperangan." Abu Qilabah rahimahullah berkata: "Sesungguhnya ahli bid'ah pelaku kesesatan dan tidak ada tempat baginya kecuali Neraka, buktikanlah, tiada seorangpun dari mereka yang mau menggunakan hadits, hingga perkara mereka berakhir dengan pedang, sebab kemunafikan itu ber-macam-macam lalu beliau membaca firman Allah Subahanahu wata’aala: "Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah Subahanahu wata’aala." ( At Taubah: 74) dan firman Allah Subahanahu wata’aala: "Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) zakat;" ( At taubah: 58) dan firman Allah Subahanahu wata’aala: "Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi." (At Taubah: 61). Ucapan-ucapan munafikin itu beragam, namun mereka bersepakat dalam keraguan dan kedustaan, mereka berbeda pendapat namun bersepakat dalam mengobarkan peperangan, dan tidak ada tempat akhir yang paling layak kecuali Neraka. (Dikeluarkan Ad Darimy (1/44) dengan sanad yang sahih.
  23. Penulis rahimahullah dalam kitab Tabaqatul Hanabilah (2/44) dan Al Manhaj Al Ahmad (2/37) berkata: "Perumpamaan ahli bid'ah seperti kalajengking, mengubur kepala dan badannya dalam tanah namun mengeluarkan ekornya, ketika ada kesempatan mereka menyengatkan bisanya." Begitu juga ahli bid'ah yang selalu menyembunyikan jati dirinya dari manusia, ketika mereka punya kesempatan mereka menebarkan kebid'ahan sesuai yang mereka inginkan.
  24. Imam Syafil rahimahullah berkata: "Jikalau seorang hamba bertemu Allah Subahanahu wata’aala dengan membawa setiap macam dosa selain syirik lebih baik daripada bertemu Allah Subahanahu wata’aala dengan membawa suatu kebid'ahan." (H.R Baihaqi dalam "Al I'tiqad'(Hal 158). Imam Ahmad dalam "Tabaqatul Hanabilah (1/184) berkata: "Kuburan pelaku dosa besar ahli sunnah bagaikan taman, sementara kuburan seorang yang zuhud dari ahli bid'ah bagaikan lubang Neraka," kaum fasik dari kalangan ahli sunnah adalah wali Allah Subahanahu wata’aala dan ahli zuhud dari kalangan ahli bid'ah adalah musuh Allah Subahanahu wata’aala.
  25. Yang dimaksud adalah Amr ibnu Ubaid Al Bashriy. Seorang ahli zuhud dan ahli ibadah, Qadariyah, dan pemuka dan tokoh Mu'tazilah, mati tahun 143 H. (Lihat Siyar 6/104)
  26. Dikeluarkan Abu Nu'aim dalam Al Hilyah (3/ 20-21) dan Al Khaththib dalam Tarikh Baghdad'(12/172-173) serta Ibnu Baththah dalam Al Ibanah Al Kubra (464) dengan sanad yang sahih
  27. Ahmad bin faraj, seorang Jahmiyah dan mengobar fitnah Al-Qur'an adalah makhluk, mati tahun 240 H. {Siyar 11/169)
  28. Bisyr bin Ghayyats Al Marisy, penggagas pemikiran Jahmiyah pada zamannya dan tokoh umat firqah Jahmiyah, para ulama ahli sunnah banyak yang menghujat bahkan mengkafirkannya, mati tahun 218 H. {Siyar (10/199)
  29. Tsumamah bin Usyrah termasuk pemuka dan tokoh Mu'tazilah yang mengatakan Al-Qur'an adalah makhluk. {Siyar 10/203)
  30. Muhammad Al Hudzail Al "Allaf Al Bashry, tokoh ahli bid'ah dan juru dakwah kepada bid'ah pada zamannya, mati tahun 227 H.{Siyar 10/542)
  31. Dikeluarkan Ibnu Ady dalam Al Kamil (1/155) dan As Sahmi dalam Dalam "Tarikh Jurjan' (473) dan Ibnu Jauzi dalam "Al Wahiyaat' (1/131) dari Anas secara Marfu'. Dengan sanad yang sangat dhaif karena terdapat Khalid bin Duluj dan dia sangat lemah sekali sebagaimana yang dituturkan dalam "Al Mizan' (1/663) Qatadah As Sadusy Mudallis dengan An'an. Ibnu Jauzi dalam Al Wahiyat dan Al Manawi dalam "At Taisir" (1/352-353) dan Al Bani dalam Dhaiful Jami1'(2021). Yang benar berasal dari ucapan Muhammad bin Sirin: "Dikeluarkan oleh Muslim dalam Muqaddimah (1/41) Ibnu Ady dalam Al Kamil (1/155) dan Abu Nu'aim dalam Al Hilyah (2/278) serta Khaththib dalam Al Kifayah (Hal.161) Ramaharmuzi dalam Al Muhaddits Al Fashil, (Hal.414)
  32. Dikeluarkan oleh Ramaharmuzi dalam kitab "Al Muhadits Al Fashil' (Hal.411), Ibnu Ady dalam "Al Kamil' (1/159, 2/798), Al Khaththib Baghdadi dalam "Al Kifayah" (Hal.125-126), dan Ibnul Jauzi dalam kitab "Al Wahiyaat' (1/131).Adapun hadits yang dikabarkan oleh Al Qadhy Abu Umar Qasim bin Jafar Al Hasyimi sebagaimana lafadz hadits di atas dengan sanad sebagai berikut: Shalih bin Hassaan menyendiri dalam riwayatnya dan dia termasuk perawi yang sepakat tidak boleh berhujjah dengan haditsnya karena hafalannya buruk dan sedikit. Beliau meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Ka'ab terkadang secara muttasil dan terkadang secara mursal atau terkadang secara marfu', dan terkadang secara mauquf kemudian beliau memaparkan beberapa riwayat di atas.
  33. Dikeluarkan oleh Ad Darimy (1/91), Ibnu Wadhdhah dalam Al Bida', (53), Al Ajiry dalam "Syari'ah' (Hal.57), Al Lalika'i dalam "AsSunnah (242) dan Ibnu Baththah dalam "Al Ibanah Al Kubra" (398-399) dengan sanad yang sahih
  34. Dikeluarkan oleh Nu'aim bin Hammad dalam "Az Zawaid ala Az Zuhud' Ibnu Mubarak (30) dan Ibnu Baththah dalam "Al Ibanah Al Kubra" (611) dengan sanad yang dhaif karena ada perawi yang sangat lemah
  35. Dikeluarkan oleh Al Ajiri dalam "As Syari'ah' (57), Al Lalika'i dalam "As Sunnah' (215) dan Ibnu Baththah dalam "Al Ibanah Al Kubra" dengan sanad yang sahih.
  36. Atsaryang sahih, dikeluarkan oleh Ahmad (2/195-196), Ibnu Majah dalam Mukaddimah, bab Qadar (85) dan Al Lalika'i dalam As Sunnah (1118-1119). Disahihkan oleh Al Bushairy dalam Zawaid Ibnu Majah (1/14) dan Al Bani dalam Hasyiah syarah Thahawiyah (Hal.218)
  37. Sunan Ad Darimy (1/77), As Sunnah, Al Lalika'i, Ibnu Baththah dalam "Al Ibanah Al Kubra" (483- 549) dan Baghdadi dalam "Al Faqlh Wal Muttafaqqih" (1/230) dan Al Ashfahani dalam "Al Hujjah" (1/311).
  38. Orang yang datang kepada Umar bernama Shabigh dan kisah ini sangat masyhur. Dikeluarkan oleh Ad Darimy (1/51, Ibnu Wadhdhah dalam Al Bida (Hal.56), Al Ajiri dalam "As Syari'ah" (Hal.73), Al Lalika'i dalam As- Sunnah (4/634-636) dan Ibnu Baththah dalam "Al Ibanah Al Kubra (27489-490). Karena kalau dia bertanya seperti itu, terus keadaan dia gundul, beliau memastikan bahwa orang itu dari khawarij (Pen).
  39. Hadits ini sangat lemah. Dikeluarkan oleh At Thabrani dalam "Al Kabir" (8/178-179), Al Ajiri dalam As Syari'ah' (Hal.55-56), Ibnu Baththah dalam "Al Ibanah Al Kubra" (2/489-490) dan Abu Ismail Al Harawi dalam "Dzammil Kalarrf' nomor 57. Al Haitsami dalam Majma'Zawaid' (1/156-159) berkata: "Katsir bin Marwan sangat lemah sekali." Dalam (1/106) beliau mengatakan: "Katsir di- nyatakan pendusta oleh Yahya dan Daruquthni." Lihat Mizanul I'tidal Dza-habi (3/409). Peringatan: "Terdapat kesalahan penulisan nama Katsir bin Marwan dalam kitab "As Syari'ah' Ajiri yang ditulis dengan nama "Hukaim bin Marwan
  40. Dikeluarkan oleh Ibnu Baththah dalam " Al Ibanah Al Kubra" (278)
  41. Dia adalah Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib atau Ja'far Al Baqir, seorang imam yang terpercaya, wafat tahun 113 H. (Siyar 4/401)
  42. Dia adalah Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib, yang dikenal dengan As Shaadiq, seorang imam yang faqih wafat pada tahun 148 H. (Siyar 6/255)
  43. Dia adalah Musa bin Ja'far, Abul Hasan Al Hasyimi, yang dikenal dengan sebutan Al Kadzim, seorang yang jujur dan ahli Ibadah, wafat tahun 183H. (Siyar 6/270).

Syarhus Sunnah Poin 121-140

26 Nov 2011
  1. Ketahuilah tidak halal harta seorang muslim kecuali telah diberikan dengan kerelaan hatinya. Jika pada seorang muslim terdapat harta haram maka ia telah menanggungnya, tidak boleh seorangpun mengambil sesuatu apapun darinya kecuali atas izinnya sebab bisa jadi ia bertaubat dan hendak mengembalikan harta-harta tersebut kepada pemiliknya maka anda bisa dianggap telah mengambil harta haram.
  2. Segala bentuk usaha berhukum mutlak, apa yang nampak bagimu keabsahannya maka hukumnya adalah mutlak hingga nampak rusaknya. Jika usaha tersebut rusak maka anda harus menahan diri dan tidak boleh mengatakan: "Saya tinggalkan usaha yang rusak dan saya mengambil apa yang telah diberikan kepada saya," sebab cara demikian tidak pernah dikerjakan para sahabat dan para ulama hingga zaman kita sekarang bahkan Umar bin Khaththab berkata: "Bekerja yang mengandung sedikit unsur kehinaan lebih mulia daripada selalu merasa butuh kepada orang lain.77
  3. Shalat wajib lima waktu boleh dikerjakan di belakang setiap orang yang pernah shalat di belakangmu kecuali Jahmiyah sebab mereka termasuk mu'athilah (meniadakan sifat Allah Subahanahu wata’aala), dan jika anda terpaksa shalat di belakangnya maka hendaklah anda mengulanginya. Apabila ia (jahmiyyah itu) seorang pemimpin lalu menjadi imam shalat jum'at maka shalatlah di belakangnya dan anda harus mengulangi shalat tersebut. Akan tetapi bila seorang imam shalat baik seorang pemimpin atau bukan dari kalangan Ahli sunnah, shalatlah di belakangnya dan tidak perlu mengulanginya.78
  4. Beriman bahwa Abu Bakar, Umar rahmatullah 'alaihima telah di kubur di sisi Rasulullah Sholallohu’alaihi wasallam di kamar Aisyah dan bila anda datang berziarah wajib79 memberi salam kepada keduanya setelah Rasulullah.
  5. Amar ma'ruf nahi mungkar adalah wajib kecuali terhadap orang yang anda takut pedang dan kekuasaannya.80
  6. Dianjurkan mengucapkan salam kepada seluruh hamba Allah Subahanahu wata’aala.
  7. Barangsiapa meninggalkan shalat jum'at dan shalat jamaah di masjid tanpa udzur berarti ia seorang mubtadi' (Ahli bid'ah). Di antara bentuk udzur adalah sakit yang tidak mampu pergi ke masjid atau takut kepada seorang pemimpin yang dzalim, maka selain itu tidak bisa dianggap udzur baginya.
  8. Barangsiapa shalat di belakang imam, terus ia tidak mengikutinya maka ia tidak sah shalatnya.
  9. Amar Ma'ruf nahi mungkar bisa dilakukan dengan tangan, lisan dan hati tanpa dengan pedang."
  10. Orang yang mastur dari kaum muslimin adalah orang yang tidak tampak perilaku yang meragukan.
  11. Setiap ilmu yang diklaim oleh orang-orang bahwa itu adalah dari ahlu batin yang tidak ada dalam Al Kitab dan As Sunnah maka hal itu termasuk bagian dari kebid'ahan dan kesesatan, dan tidak boleh seorangpun mengamalkan dan mendakwahkan ilmu tersebut.
  12. Wanita mana saja yang menghibahkan dirinya kepada seorang laki-laki maka wanita tersebut tidak halal baginya, bahkan keduanya terkena sanksi bila telah bersetubuh kecuali melalui akad nikah dengan seorang wali dan dua orang saksi yang adil serta membayar mahar.
  13. Jika anda melihat orang yang menghujat salah seorang sahabat Nabi, ketahuilah ia seorang penebar pemikiran sesat dan pengikut hawa nafsu karena Rasulullah bersabda:
  14. "Jika disebut-sebut sahabatku maka kendalikanlah (dirimu)."81

    Sebab Nabi telah mengetahui kekeliruan yang akan menimpa mereka sebelum beliau wafat namun beliau tidak berkomentar tentang mereka kecuali kebaikan sebagaimana sabda beliau:

    "Biarkanlah sahabatku dan janganlah berkomentar tentang urusan mereka kecuali tentang kebaikan."82

    Jangan sekali-kali membicarakan kekeliruan dan tentang peperangan mereka. Jangan bertanya- tanya tentang sesuatu yang tidak ada ilmunya padamu atau janganlah mendengar orang yang menuturkan keburukan mereka sebab jika anda mendengarnya pasti hatimu tidak sehat.
  15. Jika anda mendengar seseorang mencela atsar atau menolak atsar atau menginginkan selain atsar maka jadikanlah ia seorang yang tertuduh dalam Islam dan janganlah anda ragu-ragu menganggap ia sebagai seorang pengikut hawa nafsu dan Ahli bid'ah.
  16. Ketahuilah kedhaliman para pemimpin tidak mengurangi pelaksanaan kewajiban agama yang telah difardhukan oleh Allah Subahanahu wata’aala melalui lisan Nabi-Nya, kedhalimannya kembali pada diri mereka sendiri, sementara kebaikan dan amal shalih yang anda kerjakan bersama mereka tetap utuh dan sempurna insya Allah Subahanahu wata’aala, yaitu baik berupa shalat jum'at, shalat jamaah, jihad dan segala bentuk ketaatan. Maka bergabunglah bersama mereka dan anda akan mendapat balasan pahala sesuai dengan niatmu.83
  17. Jika anda melihat orang yang berdo'a buruk kepada seorang pemimpin, ketahuilah bahwa ia termasuk salah seorang pengikut hawa nafsu, namun bila anda melihat orang yang berdoa untuk kebaikan seorang pemimpin, ketahuilah bahwa ia tergolong seorang Ahli sunnah insya Allah Subahanahu wata’aala.
  18. Fudhail bin lyadh berkata: "Jikalau aku mempunyai doa baik yang dikabulkan, maka semua akan aku persembahkan bagi para pemimpin." Saya adalah Ahmad bin Kamil berkata bahwa telah bercerita Husain bin Muhammad Ath Thabari dari Mardawaih As Shabigh84 berkata bahwasannya aku mendengar Fudhail berkata: "Jika aku tahu mempunyai doa baik yang dikabulkan maka akan aku persembahkan bagi para pemimpin." Ia ditanya: "Wahai Abu Ali jelaskan maksud ucapan tersebut?" Beliau berkata: "Bila doa itu hanya aku tujukan bagi diriku, tidak lebih hanya bermanfaat untuk diriku, namun bila aku persembahkan kepada pemimpin dan ternyata para pemimpin berubah menjadi baik maka semua orang dan negara merasakan manfaat dan kebaikannya."85 Kita diperintahkan untuk mendoakan mereka dengan kebaikan bukan keburukan, meskipun ia seorang pemimpin yang dzalim lagi jahat karena kedzaliman dan kejahatan akan kembali kepada diri mereka sendiri sementara bila mereka baik maka mereka dan seluruh kaum muslimin akan merasakannya.
  19. Janganlah kalian menyebut-nyebut para Ummahatul Mukminin (para isteri Nabi) kecuali kebaikan mereka.
  20. Jika anda menyaksikan seorang muslim menunaikan shalat fardhu berjamaah bersama pemimpin atau bukan pemimpin, ketahuilah ia termasuk Ahli sunnah insya Allah Subahanahu wata’aala, namun bila anda menyaksikan seorang muslim bersikap acuh terhadap shalat fardhu berjamaah walaupun bersama seorang pemimpin maka ia termasuk Ahli bid'ah.
  21. Perkara yang halal sesuatu yang telah engkau saksikan dan engkau bersumpah bahwa perkara itu halal dan begitu juga perkara yang haram, dan apa yang ada keraguan dihatimu maka itu perkara syubhat.
  22. Orang yang tidak dikenal adalah orang yang tidak dikenal jati dirinya, dan seorang yang tercela adalah orang yang nyata-nyata nampak tercela.

________________________________________________________

  1. Dikeluarkan oleh Ibnu Abu Dunya dalam kitab "Ishlahul Mal nomor (321) dan Waqi' bin Al Jarrah dalam "Kanzul 'Ummal' (4/122) serta Ibnu Jauzi dalam Manaqib Umar(Hal.l94) dengan sanad yang bisa diterima.
  2. Litiat kitab "Al Masail war Rasail Al Marwiyah anil Imam Ahmad Fil Aqidah (2/412/415) dan Majmu' Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (23/354-355).
  3. Maksud Penulis: "Ditekankan sekali."
  4. Hadits dari Abu Said Al Khudry berkata bahwa saya mendengar Rasulullah bersabda: "Barangsiapa melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, bila tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya dan bila tidak mampu maka rubahlah dengan hatinya dan itulah selemah- lemahnya iman." (H.R Muslim dalam kitab Al Iman, bab Kaunun Nahyi anil Munkar minal Iman. (49).
  5. Hadits hasan
  6. Saya tidak mendapatkan teks hadits lengkap seperti ini namun berasal dari penggalan beberapa hadits. Sabda nabi" Biarkanlah sahabatku" (H.R Bazzar 3/290 dalam kitab Kasyful Astar dengan sanad hasan) dan lafadz " Tinggalkan sahabatku karenaku" dan sabda beliau "''janganlah berkomentar tentang urusan mereka kecuali tentang kebaikan" dikeluarkan oleh Khaitsamah bin Sulaiman dalam Fadhailus Sabahah sebagaimana bagian dari penggalan hadits "Janganlah kalian menghujat sahabatku (Ibnu Hajar dengan sanad yang dhaif).
  7. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa (22/61) berkata: "Para pemimpin tidak boleh diperangi hanya sekedar fasik, meskipun boleh jadi sebagian orang dihukum bunuh karena perbuatan fasik seperti zina atau yang lainnya, tidak setiap perbuatan yang mengharuskan hukuman mati membolehkan seorang pemimpin diperangi karena melakukan perbuatan fasik serupa, sebab kerusakan yang timbul dari peperangan lebih berbahaya daripada kerusakan yang diakibatkan pemimpin melakukan dosa besar. Lihat kitab "Muamalatul Hukkam Fi Dhauil kitab wa As Sunnah" karya Syaikh Abdus Salam Al Barjis. (4/444).
  8. Abdus Shamad bin Zaid sahabat Al Fudhail bin lyadh, seorang yang jujur dan termasuk ahli sunnah serta sangat wara', wafat tahun 235 H. Lisanul Mizan 4/23-24.
  9. Dikeluarkan oleh Abu Nu'aim dalam "Al Hilyah" (8/91) dari jalan MARdawaih As Shabigh dan sanad Abu Nu'aim sahih. Dan dikeluarkan juga oleh Al Khallal dalam "As Sunnah" dengan sanad yang sahih.

Artikel Pilihan

  • Do'a dan Dzikir
  • Online E-book
  • Ulama
  • Penting

Do'a dan Dzikir dua kata yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang muslim. Berdzikir kepada Allah merupakan kesibukan yang terbaik, dan cara yang paling utama bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah yang Mahasuci dan Mahatinggi.

pagi petang

Dzikir Pagi dan Petang

Dzikir yang selayaknya dibaca setiap pagi setelah subuh dan petang sebelum maghrib.

 
doa sholat

Dzikir Setelah Sholat

Dzikir setelah Sholat yang benar sesuai contoh Rasulullah Sholallohu'alaihi wasallam.

Demikian juga do'a-do'a dalam sholat malam.

tidur

Do'a dan Dzikir sebelum Tidur

Beberapa dzikir dan do'a yang diamalkan sebelum tidur.

Dan beberapa do'a yang diambil dari Al-Qur'an.

 
*) Klik pada gambar untuk membuka link Read More

Online E-book dari beberapa kitab yang masyhur di kalangan penuntut ilmu, dalam bentuk chm online. Akan tetapi hanya bisa dibaca melalui perangkat komputer. Untuk membaca menggunakan handphone belum tersedia.

bulughul maram

Bulughul Maram

Kitab yang masyhur dari Ibnu Hajar al-'Asqalani rahimahullah.

 
syarhus sunnah

Syarhus Sunnah

Syarhus Sunnah: Kupas Tuntas Tentang Islam adalah Sunnah dan Sunnah adalah Islam.

Imam Abu Muhammad Al Barbahari rahimahullah.

kitab tauhid

Kitab Tauhid

Tiga jilid kitab yang dikarang oleh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan dan Team Ahli Tauhid.

Dan beberapa kitab lainnya...

 
Read More
biografi ulama

Ulama Ahlul Hadist

Berisi Ulama Ahlussunnah dari zaman sahabat hingga sekarang.

fatwa ulama

Biografi Ulama

Beberapa artikel tentang biografi ulama.

 
fatwa ulama

Fatwa Ulama

Beberapa fatwa ulama yang dapat dijadikan rujukan.

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang berpendapat tentang Al-Qur’an dengan akal fikirannya dan ternyata benar maka dia telah salah”.

Kewajiban berfatwa dengan bersandarkan pada ilmu syari termasuk kaidah yang telah ditetapkan (oleh para ulama).

 

 

Read More

 

Kasyfu subhat

Kasyfu Syubhat

Kitab Kasyfu Syubuhat adalah kitab dalam masalah penetapan tauhid dan pengingkaran terhadap syirik dan penjelasan hakikat keduanya.

 
10 kunci rezeki

10 Kunci-kunci Rezeki

Pembuka Kunci-kunci Rezeki Berdasarkan kitab Al-Qur’an dan As-Sunnah.

 
bidah sesat

Bid'ahSesat

Berpegang teguh dengan Al-Kitab dan As-Sunnah adalah kunci keselamatan

dari terjerumusnya kepada bid’ah dan kesesatan.

pembatal islam

10 Pembatal IslamPembatal Islam

"Al-Qaulul Mufid fi Adillati At-Tauhid," sepuluh sebab yang menyebabkan batalnya keislaman seseorang.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washabi.

 
Read More

Langganan Artikel

Hubungi Kami

  • Ahlan wasahlan... khusus bagi antum yang ingin memberikan saran, masukan, kritik dan nasehat yang membangun. Silakan tinggalkan pesan ... Read More
    Admin Al-Quran Sunnah
  • 1

Kajian Terbaru

Radio Dakwah

Klik 'tuk 'ndengerin radio online

banner_60_150

Video Kajian

Get the Flash Player to see this player.

Keluarkan Playerbox (pop up)

 

Video Kajian Lengkap

Tamu Online

Saat ini ada 336 tamu online.