Cari Artikel

 

Referensi Islam

media

Media Kajian

Sarana belajar Agama Islam melalui video dan audio kajian dari Asatidz Indonesia yang bermanhaj salaf...
 
artikel

E-book Islami

Bahan bacaan penambah wawasan berupa artikel online maupun e-book yang bisa diunduh.
offline

Download

Beberapa bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan secara offline....
  • Ahlan Wasahlan

    Ahlan Wasahlan

    Selamat datang di Al-Qur'an Sunnah dot com, situs alternatif penyedia informasi Agama Islam yang bermanhaj Salaf, Insya Alloh...
    Jika antum menemukan kesalahan, mohon kiranya untuk mengingatkan kami...
    Kami sampaikan Jazaakumullohukhoiron atas silaturahmi antum wabarokallohufiikum...
    Read More
  • Al-Qur'an Karim

    Al-Qur'an Karim

    Al-qur'an adalah firman Allah Subhaanahuwata'aala. Muncul dari zat-Nya dalam bentuk perkataan yang tidak dapat digambarkan.
    Diturunkan kepada Rasul-Nya dalam bentuk wahyu.
    Orang-orang mukmin mengimaninya dengan keimanan yang sebenar-benarnya. Mereka beriman tanpa keraguan... Read More
  • Media Kajian

    Media Kajian

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,"Karena hati itu diciptakan untuk diketahui kegunaannya...
    maka mengarahkan penggunaan hati (yang benar) adalah (dengan cara menggunakannya untuk) berfikir dan menilai…”.
    Itulah dzikrullah dan tha’atullah, sebagai kunci utama untuk membuka hati seseorang dalam merealisasikan kepuasan hati... Read More
  • Haji dan Umrah

    Haji dan Umrah

    Ibadah haji adalah salah satu kewajiban dan salah satu ibadah yang paling mulia dalam Islam.
    Oleh sebab itu Allah Subhannahu wa Ta'ala menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam
    yang dengannya Islam tetap tegak di muka bumi ini.... Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • All
  • Artikel
  • Download
  • Kajian
  • Media
  • Default
  • Title
  • Date
  • Random
  • Alhamdulillah artikel yang telah terkumpul sejak tahun 2008, dapat menjadi alternatif sarana referensi Islam dari sumber yang benar. Biidznillah...
    Read More
    • Artikel
  • Al-qur'an yang merupakan firman Allah Subhaanahuwata'aala. Berisi ta'rif Al-Qur'an, kumpulan audio maupun image yang bisa didownload.
    Read More
    • Artikel
    • Download
    • Media
  • Media, Artikel dan Materi yang berkaitan dengan Haji dan Umrah. InsyaAllah sangat membantu bagi saudara-saudarakuku yang baru pertama kali berkunjung
    Read More
    • Artikel
    • Download
    • Media
load more hold SHIFT key to load all load all

Berkah

14 Apr 2009

Majalah Syir'ah, Tahannus, Februari 2004
Oleh Mujtaba Hamdi

Ternyata dalam ingatan kita makna berkah memiliki porsi tersendiri . Saat kata berkah hadir dalam sebuah percakapan, misalnya, tiba-tiba dalam memori kita muncul gambar sebuah keberlimpahan yang bersifat murni kehendak Ilahi. Berkah berupa rezeki: gambar yang segera timbul di benak kita adalah duit yang banyak, berlimpah ruah, atau setidaknya uang yang punya manfaat berlipat. Berkah berupa ilmu: memori kita seakan melayang ke sosok yang pengetahuannya banyak berguna bagi masyarakat.

Sebaliknya, rezeki tidak berkah atau ilmu tidak berkah mengingatkan kita akan sebuah ketidakbergunaan dan kesia-siaan. “Rezekinya tidak berkah. Lihat saja, meski berduit, anak-anaknya badung,” begitu kata orang. “Ia pandai, tapi ilmunya tidak berkah. Buktinya, pikiran-pikirannya sesat, menyeleweng dari syariah,” ini juga ungkapan yang biasa terdengar.

Ingatan kita tentang berkah, yang berasal dari kata al-barakah, seolah-olah ada begitu saja. Kita hampir tak pernah bertanya sejak kapan gambaran macam itu tumbuh di kepala. Barangkali, kita juga tidak menyadari bahwa kisah tentang berkah yang disampaikan kepada kita selalu yang itu-itu juga. Kisah Rasulullah di masa Perang Tabuk ini, contohnya. Syahdan, para Sahabat dilanda kekurangan bahan makanan. Mereka pun mengusulkan kepada Rasulullah, “Ya Rasul, izinkanlah kami menyembelih unta-unta itu untuk kami makan.”

Rasulullah langsung saja mengiyakan. “Lakukanlah,” kata beliau. Tapi, Umar bin al-Khaththab tiba-tiba bersuara. “Ya Rasul,” kata Umar, “kalau engkau mengizinkan maka semakin berkuranglah kendaraan kita. Tapi serulah mereka, para pasukan, untuk mengumpulkan sisa-sisa bekal. Lalu, berkatilah, doailah sisa-sisa bekal itu dengan doa berkah sehingga Allah benar-benar menurunkan berkah.”

Syukurlah, Rasulullah menyetujui usulan Umar. Beliau kemudian membentangkan selembar kulit. Dan diserulah para Sahabat untuk mengumpulkan sisa-sisa bekal mereka. Lalu satu orang memberikan segenggam sorgum. Datang seorang lagi membawa segenggam kurma. Yang lain-lain cuma mengumpulkan sedikit-sedikit saja.

Hingga kemudian, terisilah bentangan kulit itu dengan sisa-sisa bekal yang tak banyak. Rasulullah segera memberi doa pada makanan itu dengan doa berkah. “Ambillah dengan masing-masing wadah kalian,” seru Rasulullah kemudian. Para pasukan pun segera mengambil wadah-wadah makanan mereka, dan mengisi semuanya hingga tak ada satu pun wadah yang kosong. “Mereka lalu menyantapnya hingga kenyang, dan itu pun masih meninggalkan sisa,” tutur Abu Sa’id Al-Khudri yang meriwayatkan hadis ini.

Kisah yang tercatat dalam Shahih Muslim ini menjadi kegemaran para mubalig saat berdakwah tentang berkah. Kisah-kisah serupa lain yang juga kerap diceritakan biasanya tentang Sahabat yang menyambut tamu. Sahabat tersebut semula hanya punya persediaan makan untuk dua orang, tapi karena berkah menjadi cukup untuk lima orang. Juga kisah tentang seorang Sahabat yang mendapat untung berlimpah dari dagangannya. Singkatnya, kisah-kisah ini menjadi “penjaga ingatan” kita tentang berkah: sebuah keberlimpahan murni dari Ilahi.

Dan kita nyaris tak tahu lagi bahwa al-barakah, kata yang kita terjemahkan menjadi berkah itu, bermula dari imaji tentang unta yang mendekam. Orang Arab dahulu jamak mengatakan ba-ra-ka al-ba’îr, unta itu mendekam. Biasanya, ketika unta kekenyangan setelah menghabiskan pakan, ia segera menekuk lututnya untuk kemudian mendekam di pepasiran dalam waktu yang lama. Atau ketika merasa badannya terlalu panas oleh sengatan matahari, ia pun segera turun ke air, dan mendekam di sana. Unta itu menetap di sana.

Imaji ini lalu berkembang, dan setiap sesuatu yang “mendekam” dan “menetap” diungkapkanlah dengan kata ba-ra-ka. Maka, tak heran jika al-barakah suka didefinisikan khairât tsâbitah, nikmat yang “menetap”. Keuntungan hasil perdagangan adalah sebuah nikmat, tapi dia tidak dikatakan berkah jika tidak “menetap” di sana. Jika muncul lalu hilang, itu berarti tidak berkah. Al-Zarqâni dalam syarahnya atas Muwaththa’ Imam Malik, dan tentu banyak ulama lain, sering kali menerangkan bahwa al-barakah berarti al-tsubût wa al-luzûm, menetap-di-sana, ada dan berlama-lama di sana.

Kemudian kita tahu al-barakah tak hanya diartikan al-tsubût wa al-luzûm tapi lebih dari itu: al-numuw wa al-ziyâdah, bertumbuh dan bertambah. Sebuah nikmat yang murni Ilahi tak cukup hanya “menetap” saja, tapi “menetap dan terus bertumbuh”. Dan itulah berkah yang kita kenal. Keberlimpahan pun menjadi pandangan umum ulama-ulama saat menerangkan pengertian al-barakah. Ibnu Abbas menjelaskan al-barakah sebagai al-katsrah fi kulli khair, kelimpahruahan yang ada pada tiap nikmat baik. Al-Zarqâni juga mengutip pandangan ulama-ulama bahwa ­al-barakah adalah al-ziyâdah min al-khair wa al-karâmah, kenikmatan dan kemurahan yang bertambah-tambah.

Al-Quran sendiri ketika mau menggambarkan sebuah nikmat Ilahi yang meruah, juga memakai kata ba-ra-ka. Dalam al-Isrâ’ (17): 1, misalnya, disebutkan, “… al-masjidi al-aqshâ al-ladzî bârakna haulahu … ”, Masjid al-Aqsha yang telah Kami berkati sekelilingnya. Gambaran tentang Palestina yang mendapat nikmat karena nabi-nabi diturunkan di sana, dan sekaligus bertanah subur, disampaikan dengan kalimat “yang telah Kami berkati”.

Begitu juga saat menggambarkan tanah Syam yang subur, berkah menjadi bahasa-penyampai. Dalam al-Anbiya’ (21): 71 tercatat, “ … al-ardhi al-latî bârakna fîhâ … ”, sebuah negeri yang Kami berkati, untuk menunjuk Syam. Tentang Syam ini juga direkam dalam Saba’ (34): 18 dengan bahasa, “ … al-qurâ al-ladzî bâraknâ … ”, negeri-negeri yang telah Kami limpahkan berkah padanya.

Dan gambaran-gambaran semacam ini tanpa kita sadari telah membentuk pikiran kita tentang berkah. Tahu-tahu, sudah ada begitu saja di kepala kita bahwa berkah adalah sebuah nikmat berlimpah yang murni Ilahi, tak tersentuh kekotoran manusiawi. Gambaran ini mau tak mau lalu memberi arah pada harapan-harapan kita. Allahumma bârik lanâ fîmâ razaqtanâ … , ya Allah berilah berkah pada rezeki kami …. Berkah selalu memenuhi sudut-sudut kata dalam doa-doa kita.

Namun, kita tak ingat lagi bahwa berkah yang kerap menjadi kunci dalam doa itu ternyata bermula dari imaji yang begitu profan dan sederhana dari kehidupan gurun.*

 

Artikel Pilihan

  • Do'a dan Dzikir
  • Online E-book
  • Ulama
  • Penting

Do'a dan Dzikir dua kata yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang muslim. Berdzikir kepada Allah merupakan kesibukan yang terbaik, dan cara yang paling utama bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah yang Mahasuci dan Mahatinggi.

pagi petang

Dzikir Pagi dan Petang

Dzikir yang selayaknya dibaca setiap pagi setelah subuh dan petang sebelum maghrib.

 
doa sholat

Dzikir Setelah Sholat

Dzikir setelah Sholat yang benar sesuai contoh Rasulullah Sholallohu'alaihi wasallam.

Demikian juga do'a-do'a dalam sholat malam.

tidur

Do'a dan Dzikir sebelum Tidur

Beberapa dzikir dan do'a yang diamalkan sebelum tidur.

Dan beberapa do'a yang diambil dari Al-Qur'an.

 
*) Klik pada gambar untuk membuka link Read More

Online E-book dari beberapa kitab yang masyhur di kalangan penuntut ilmu, dalam bentuk chm online. Akan tetapi hanya bisa dibaca melalui perangkat komputer. Untuk membaca menggunakan handphone belum tersedia.

bulughul maram

Bulughul Maram

Kitab yang masyhur dari Ibnu Hajar al-'Asqalani rahimahullah.

 
syarhus sunnah

Syarhus Sunnah

Syarhus Sunnah: Kupas Tuntas Tentang Islam adalah Sunnah dan Sunnah adalah Islam.

Imam Abu Muhammad Al Barbahari rahimahullah.

kitab tauhid

Kitab Tauhid

Tiga jilid kitab yang dikarang oleh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan dan Team Ahli Tauhid.

Dan beberapa kitab lainnya...

 
Read More
biografi ulama

Ulama Ahlul Hadist

Berisi Ulama Ahlussunnah dari zaman sahabat hingga sekarang.

fatwa ulama

Biografi Ulama

Beberapa artikel tentang biografi ulama.

 
fatwa ulama

Fatwa Ulama

Beberapa fatwa ulama yang dapat dijadikan rujukan.

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang berpendapat tentang Al-Qur’an dengan akal fikirannya dan ternyata benar maka dia telah salah”.

Kewajiban berfatwa dengan bersandarkan pada ilmu syari termasuk kaidah yang telah ditetapkan (oleh para ulama).

 

 

Read More

 

Kasyfu subhat

Kasyfu Syubhat

Kitab Kasyfu Syubuhat adalah kitab dalam masalah penetapan tauhid dan pengingkaran terhadap syirik dan penjelasan hakikat keduanya.

 
10 kunci rezeki

10 Kunci-kunci Rezeki

Pembuka Kunci-kunci Rezeki Berdasarkan kitab Al-Qur’an dan As-Sunnah.

 
bidah sesat

Bid'ahSesat

Berpegang teguh dengan Al-Kitab dan As-Sunnah adalah kunci keselamatan

dari terjerumusnya kepada bid’ah dan kesesatan.

pembatal islam

10 Pembatal IslamPembatal Islam

"Al-Qaulul Mufid fi Adillati At-Tauhid," sepuluh sebab yang menyebabkan batalnya keislaman seseorang.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washabi.

 
Read More

Langganan Artikel

Hubungi Kami

  • Ahlan wasahlan... khusus bagi antum yang ingin memberikan saran, masukan, kritik dan nasehat yang membangun. Silakan tinggalkan pesan ... Read More
    Admin Al-Quran Sunnah
  • 1

Kajian Terbaru

Radio Dakwah

Klik 'tuk 'ndengerin radio online

banner_60_150

Video Kajian

Get the Flash Player to see this player.

Keluarkan Playerbox (pop up)

 

Video Kajian Lengkap

Tamu Online

Saat ini ada 458 tamu online.