Pembahasan Kitab Tauhid

18 Okt 2011
Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan dan Team Ahli Tauhid

Bila kita hendak menanam jagung, maka kita harus membersih-kan terlebih dahulu rumput-rumput, ilalang dan bebatuan di lahan yang akan kita tanami. Itulah penafian. Lalu kita tanam bibit jagung. Itulah itsbat (penetapan). Insya Allah dengan demikian akan menghasilkan panen yang baik. Demikian tamsil kehidupan untuk memudahkan pemahaman kita tentang perlunya memberantas segala bentuk kemusyrikan, khurafat, bid'ah dan sejenisnya lalu menetapkan tauhid yang murni. Insya Allah dengan demikian akan membentuk mukmin yang teguh imannya.

Buku ini di hadapan pembaca, adalah di antara buku terbaik dalam pembahasan tauhid menurut paham Ahlus Sunnah wal Jama'ah untuk kalangan masyarakat umum. Ia sarat dengan pembahasan tauhid yang sangat perlu diketahui oleh umat Islam. Pembahasannya padat, sistematis/manhaji dan menyeluruh. Buku ini adalah jilid pertama dari tiga jilid buku yang disusun. Insya Allah dengan memahami buku ini, wawasan tauhid kita akan menjadi luas dan lurus. Maka, buku ini sangat baik untuk materi pengajaran tauhid di pesantren-pesantren, sekolah-sekolah, masjid-masjid, majelis-majelis ta'lim, halaqah-halaqah ilmu, atau untuk bacaan pribadi. Karena itu tidak mengherankan jika edisi bahasa Arab buku ini menjadi materi terpilih dalam Daurah nasional tentang materi dan metodologi pengajaran tauhid pada tanggal 7-12 Rabi'ul Awal 1419 H/1-15 Juli 1998 M di salah satu Pondok Pesantren di Bogor.

Edisi berbahasa Arab buku ini juga telah dijadikan kurikulum tauhid di puluhan pesantren di Indonesia. Dan terjemahannya yang kini ada di tangan pembaca telah ditetapkan sebagai kurikulum kajian Islam jarak jauh oleh Yayasan al-Sofwa Jakarta yang pesertanya dari seluruh pelosok tanah air. Dan tentu, ia juga akan menjadi referensi penting bidang akidah dan koleksi kepustakaan Anda.

 

Kitab Tauhid Jilid 1

 

tauhid1

  • 1. Makna Aqidah Dan Urgensinya Sebagai Landasan Agama >

    Aqidah Secara Etimologi Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti pengikatan. Kalimat “Saya ber-i’tiqad begini” maksudnya: saya mengikat hati terhadap hal tersebut. Aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Jika dikatakan “Dia mempunyai aqidah yang benar” berarti aqidahnya bebas dari keraguan. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya Read More
  • 2. Sumber-sumber Aqidah Yang Benar dan Manhaj Salaf dalam Mengambil Aqidah >

    Aqidah adalah tauqifiyah. Artinya, tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil syar’i, tidak ada medan ijtihad dan berpendapat di dalam­nya. Karena itulah sumber-sumbernya terbatas kepada apa yang ada di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sebab tidak seorang pun yang lebih mengetahui tentang Allah, tentang apa-apa yang wajib bagiNya dan apa yang harus Read More
  • 3. Penyimpangan Aqidah Dan Cara-Cara Penanggulangannya >

    Penyimpangan dari aqidah yang benar adalah kehancuran dan kesesatan. Karena aqidah yang benar merupakan motivator utama bagi amal yang bermanfaat. Tanpa aqidah yang benar seseorang akan menjadi mangsa bagi persangkaan dan keragu-raguan yang lama-kelamaan mungkin menumpuk dan menghalangi dari pandangan yang benar terhadap jalan hidup kebahagiaan, sehingga hidupnya terasa sempit Read More
  • 4. Makna Tauhid Rububiyah dan Kefitrahannya serta Pengakuan Orang-orang Musyrik Terhadapnya >

    Tauhid adalah meyakini keesaan Allah dalam rububiyah, ikhlas beribadah kepadaNya, serta menetapkan bagiNya nama-nama dan si­fat-sifatNya. Dengan demikian, tauhid ada tiga macam: tauhid rububi­yah, tauhid uluhiyah serta tauhid asma’ wa sifat. Setiap macam dari ketiga macam tauhid itu memiliki makna yang harus dijelaskan agar menjadi terang perbedaan antara ketiganya. Pertama: Read More
  • 5. Pengertian Rabb Dalam Al-Qur’an Dan As-Sunnah >

    Rabb adalah bentuk mashdar, yang ber­arti “mengembang­kan sesuatu dari satu keadaan pada keadaan lain, sampai pada keadaan yang sempurna”. Jadi Rabb adalah kata mashdar yang dipinjam untuk fa’il (pelaku). Kata-kata Ar-Rabb tidak disebut sendirian, kecuali untuk Allah yang menjamin kemaslahatan seluruh makhluk. Adapun jika di-idhafah-kan (ditambahkan kepada yang lain), maka Read More
  • 6. Alam Semesta Dan Fitrahnya Dalam Tunduk Dan Patuh Kepada Allah >

    Sesungguhnya alam semesta ini: langit, bumi, planet, bintang, hewan, pepohonan, daratan, lautan, malaikat, serta manusia seluruh-nya tunduk kepada Allah dan patuh kepada perintah kauniyah-Nya. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “…padahal kepadaNya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa …” (Ali Imran: 83) “… bahkan Read More
  • 7. Manhaj Al-Qur’an Dalam Menetapkan Wujud dan Keesaan Al-Khaliq >

    Manhaj Al-Qur’an dalam menetapkan wujud Al-Khaliq serta kee­saanNya adalah satu-satunya manhaj yang sejalan dengan fitrah yang lurus dan akal yang sehat. Yaitu dengan mengemukakan bukti-bukti yang benar, yang membuat akal mau menerima dan musuh pun menyerah. Di antara dalil-dalil itu adalah: 1. Sudah menjadi kepastian, setiap yang baru tentu ada Read More
  • 8. Tauhid Rububiyah Mengharuskan Adanya Tauhid Uluhiyah >

    Hal ini berarti siapa yang mengakui tauhid rububiyah untuk Allah, dengan mengimani tidak ada pencipta, pemberi rizki dan pengatur alam kecuali Allah, maka ia harus mengakui bahwa tidak ada yang berhak menerima ibadah dengan segala macamnya kecuali Allah Subhannahu wa Ta’ala . Dan itulah tauhid uluhiyah. Tauhid uluhiyah, yaitu tauhid ibadah, Read More
  • 9. Makna Tauhid Uluhiyah, Dan Bahwa Ia Adalah Inti Dakwah Para Rasul >

    Uluhiyah adalah ibadah. Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan para hamba berdasarkan niat taqarrub yang disyari’atkan seperti do’a, nadzar, kurban, raja’ (pengharapan), takut, tawakkal, raghbah (senang), rahbah (takut) dan inabah (kembali/taubat). Dan jenis tauhid ini adalah inti dakwah para rasul, mulai rasul yang pertama hingga yang terakhir. Allah Subhannahu Read More
  • 10. Makna Syahadatain, Rukun, Syarat, Konsekuansi Dan Yang Membatalkannya >

    Pertama: Makna Syahadatain A. Makna Syahadat “La ilaaha illallah” Yaitu beri’tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah Subhannahu wa Ta’ala , menta’ati hal terse-but dan mengamalkannya. La ilaaha menafikan hak penyembahan dari selain Allah, siapa pun orangnya. Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk Read More
  • 1
  • 2
  • 3

 

Kitab Tauhid Jilid 2

 

kitab-tauhid-jilid-2

  • 1. Makna Iman >

    Definisi Iman Menurut bahasa iman berarti pembenaran hati. Sedangkan menurut istilah, iman adalah: membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan. Ini adalah pendapat jumhur. Dan Imam Syafi’i meriwayatkan ijma para sahabat, tabi’in dan orang-orang sesudah mereka yang sezaman dengan beliau atas pengertian tersebut. Penjelasan Definisi Iman Read More
  • 2. Hakekat Iman >

    Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang jika disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada Read More
  • 3. Rukun Iman dan Cabang-cabangnya >

    Rukun-rukun Iman Yang dimaksud rukun iman adalah sesuatu yang menjadi sendi tegaknya iman. Rukun iman ada enam: 1. Iman kepada Allah 2. Iman kepada para malaikat 3. Iman kepada kitab-kitab samawiyah 4. Iman kepada para rasul 5. Iman kepada hari Akhir 6. Iman kepada takdir Allah, yang baik maupun yang Read More
  • 4. Hal-hal yang Membatalkan Iman >

    Pembatal iman atau “nawaqidhul iman” adalah sesuatu yang dapat menghapuskan iman sesudah iman masuk didalamnya yakni antara lain: 1. Mengingkari rububiyah Allah atau sesuatu dari kekhususan-kekhususanNya, atau mengaku memiliki sesuatu dari kekhususan tersebut atau membenarkan orang yang mengakuinya. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Dan mereka berkata, ‘Kehidupan ini tak lain Read More
  • 5. Hukum Pelaku Dosa Besar >

    Dosa Terbagi Menjadi Dosa Besar Dan Kecil 1. Dosa Besar (Kabirah) Yaitu setiap dosa yang mengharuskan adanya had di dunia atau yang diancam oleh Allah dengan Neraka atau laknat atau murkaiNya. Adapula yang berpendapat, dosa besar adalah setiap maksiat yang dilakukan seseorang dengan terang-terangan (berani) serta meremehkan dosanya. Contoh dosa Read More
  • 6. Dampak Maksiat Terhadap Iman >

    Maksiat adalah lawan ketaatan, baik itu dalam bentuk meninggalkan perintah maupun melakukan suatu larangan. Sedangkan iman, sebagaimana telah kita ketahui adalah 70 cabang lebih, yang tertinggi adalah ucapan “la ilaha illallah” dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan. Jadi cabang-cabang ini tidak bernilai atau berbobot sama, baik yang berupa Read More
  • 1

 

Kitab Tauhid Jilid 3

 

Kitab_Tauhid_3

Kitab Tauhid 3 Bab1

  • 1.1. Penyimpangan dalam Kehidupan Manusia >

    Pada asalnya, manusia adalah bertauhid. Dan bertauhid merupakan fitrah yang dikaruniakan Allah Subhanahu waTa’ala untuk manusia. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman, Artinya:"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah." (Ar-Rum: 30). Dan Nabi shallallaahu Read More
  • 1.2. Syirik, Definisi dan Jenisnya >

    A. Definisi Syirik Syirik yaitu menyamakan selain Allah ‘Azza waJalla dengan Allah ’Azza waJalla dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah Subhanahu waTa’ala, seperti berdoa kepada selain Allah Ta’ala di samping berdo’a kepada Allah Subhanahu waTa’ala, atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar, berdoa dan sebagainya kepada selainNya. Karena Read More
  • 1.3. Kufur, Definisi dan Jenisnya >

    A. Definisi Kufur Kufur secara bahasa berarti menutupi. Sedangkan menurut syara', kufur adalah tidak beriman kepada Allah Subhanahu waTa’ala dan RasulNya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya. B.Jenis Kufur Kufur ada dua jenis: Kufur Besar dan Kufur Kecil KUFUR BESAR Kufur besar bisa mengeluarkan seorang dari agama Islam. Kufur besar Read More
  • 1.4. Nifaq, Definisi dan Jenisnya >

    A. Definsi Nifaq Nifaq secara bahasa berasal dari kata النّافِقَاءُ (nafiqa') yaitu salah satu lobang tempat keluarnya yarbu (hewan sejenis tikus) dari sarangnya, di mana jika ia dicari dari lobang yang satu maka akan keluar dari lobang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata النفق (nafaq) yaitu lobang tempat Read More
  • 1.5. Penjelasan Hakikat Jahiliyah, Kefasikan, Kesesatan Keluar dari Keislaman (Riddah), Macam-macam dan Hukumnya >

    A . Jahiliyah Jahiliyah adalah keadaan yang ada pada bangsa Arab sebelum Islam, yakni kebodohan tentang Allah, para RasulNya dan syariat agama. Ia berasal dari kata al- jahl (kebodohan) yaitu ketiadaan ilmu. Jahiliyah terbagi menjadi dua macam: Pertama, Jahiliyah 'Ammah (Jahiliyah Umum). Yaitu yang terjadi sebelum diutusnya Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam Read More
  • 1


Kitab Tauhid 3 Bab 2

  • 2.1 Mengaku Mengetahui Ilmu Ghaib dengan Membaca Telapak Tangan, Cangkir atau Lainnya >

    Yang dimaksud "ghaib" adalah apa yang tersembunyi dari manusia tentang perkara-perkara yang akan datang atau yang telah lalu dan apa yang tidak mereka lihat. Ilmu ghaib ini khusus milik Allah Subhanahu waTa’ala semata, Allah Subhanahu waTa’ala berfirman, Artinya:"Katakanlah, 'Tidak seorang pun di langit dan bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, Read More
  • 2.2 Sihir, Perdukunan dan Peramalan >

    Sihir, perdukunan dan peramalan adalan perkara-perkara syaithaniyah dan diharamkan. Perkara-perkara itu bisa mengurangi kesempurnaan akidah atau membatalkannya, karena berbagai hal tersebut tidak terjadi kecuali dengan perkara kemusyrikan. A. Sihir Sihir secara bahasa berarti sesuatu yang halus dan lembut sebabnya. Disebut sihir karena ia terjadi dengan perkara yang tersembunyi yang tidak Read More
  • 2.3 Mempersembahkan Kurban, Nadzar atau Hadiah untuk Tempat-tempat yang Diziarahi, Kuburan serta Mengagungkannya >

    Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam telah menutup segala pintu yang mengakibatkan kepada kemusyrikan serta memperingatkan dari padanya dengan peringatan yang sangat keras. Di antaranya adalah masalah kuburan. Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam telah menetapkan beberapa ketentuan untuk menjaga agar kuburan tidak disembah dan agar orang-orang tidak berlebihan terhadap mereka yang dikuburkan, di Read More
  • 2.4 Mengagungkan Berhala-berhala dan Patung-Patung Peringatan >

     اَلتَّمَـاثِيْلُ adalah bentuk jama' dari تِمْثَـال yaitu gambar fisik dalam bentuk manusia atau hewan atau makhluk lainnya yang memiliki ruh. Sedangkan وَالنُّصُـبُ pada asalnya maknanya adalah tanda dan batu-batu yang dahulu orang-orang musyrik Arab mempersembahkan kurban di sisinya. Sedang yang dimaksud والنُّصُبُ التِّذْكَارِيَّـةُ (patung-patung peringatan) adalah patung-patung dan gambar-gambar yang Read More
  • 2.5 Mengolok-olok Agama dan Melecehkan Kehormatannya >

    Mengolok-olok agama hukumnya adalah murtad dan keluar dari agama secara keseluruhan. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman, Artinya:"Katakanlah, 'Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman." (At-Taubah: 65-66). Ayat ini menunjukkan bahwa mengolok-olok Allah Subhanahu waTa’ala adalah kekufuran, mengolok-olok Rasul Read More
  • 1
  • 2
  • 3


Kitab Tauhid 3 Bab 3

  • 3.1 Kewajiban Mencintai dan Mengagungkan Rasul dan Larangan Berlebihan dalam Memujinya serta Kedudukan Beliau >

    A. Kewajiban Mencintai dan Mengagungkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Pertama-tama, wajib bagi setiap hamba mencintai Allah ’Azza wazalla, dan ini merupakan bentuk ibadah yang paling agung. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman, Artinya:"Dan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah." (Al-Baqarah: 165). Karena Dia Subhanahu waTa’ala adalah Rabb yang memberi anugerah kepada Read More
  • 3.2 Kewajiban Menaati dan Meneladani Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam >

    Kita wajib menaati Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dengan menjalankan apa yang diperitahkannya dan meninggalkan apa yang dilarangnya. Hal ini merupakan konsekuensi dari syahadat (kesaksian) bahwa beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah utusan Allah Subhanahu waTa’ala. Dalam banyak ayat al-Qur'an, Allah Subhanahu waTa’ala memerintahkan kita untuk menaati beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam . Di Read More
  • 3.3 Dianjurkan Bershalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam >

    Di antara hak Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam yang disyariatkan Allah Subhanahu waTa’ala atas umatnya adalah agar mereka mengucapkan shalawat dan salam untuk beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman, Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." Read More
  • 3.4 Keutamaan Ahlul Bait dan kewajiban Kepada Mereka Tanpa Menguranginya atau Berlebih-lebihan >

    Ahlul bait adalah keluarga Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam yang diharamkan bagi mereka untuk menerima shadaqah (zakat). Mereka adalah keluarga Ali radiyallaahu ‘anhu, keluarga Ja'far, keluarga Aqil, keluarga al-Abbas, keturunan al-Harits bin Abdil Muththalib serta isteri-isteri Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dan putera-puteri beliau. Hal itu berdasarkan firman Allah Subhanahu waTa’ala, Artinya: Read More
  • 3.5 Keutamaan Para Sahabat dan yang Wajib Diyakini tentang Mereka serta Madzhab Ahlus Sunnah dalam Peristiwa Mereka >

    A. Yang Dimaksud Sahabat dan yang Wajib Diyakini Tentang Mereka Sahabat ( الصَّحَابَـةُ ) adalah bentuk jama' dari shahabi (صَحَـابِيْ), sahabat adalah orang yang bertemu dengan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, beriman kepadanya dan meninggal dalam keadaan demikian. Yang wajib diyakini tentang mereka yaitu bahwa para sahabat adalah sebaik-baiknya umat dan generasi, karena Read More
  • 3.6 Larangan Mencaci Sahabat dan Para Imam >

    A. Larangan Mencela Sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam Salah satu prinsip-prinsip utama yang dimiliki oleh Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah (kewajiban) selamatnya hati dan lidah mereka (dari mencela) sahabat-sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana yang telah disifatkan oleh Allah Subhanahu waTa’ala dalam firmanNya, Artinya: "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka Read More
  • 1


Kitab Tauhid 3 Bab 4

  • 4.1 Definisi Bid'ah, Macam-macam dan Hukum-hukumnya >

    A. Pengertian Bid'ah Bid'ah dalam bahasa: diambil dari kata الْبِدْعُ, artinya membuat sesuatu yang baru tanpa ada contoh sebelumnya, misalnya Allah Subhanahu waTa’ala berfirman, Artinya: "(Allah) Pencipta langit dan bumi." (Al-Baqarah: 117). Maksudnya: Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman, Artinya: "Katakanlah, 'Aku Read More
  • 4.2 Timbulnya Bid'ah dalam Kehidupan Kaum Muslimin dan Penyebab-penyebabnya >

    A. Timbulnya Bid'ah dalam Kehidupan Kaum Muslimin Dalam hal ini ada dua permasalahan: Pertama, waktu timbulnya Bid'ah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah berkata, "Ketahuilah bahwa semua bid'ah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan ibadah, terjadi pada umat Islam ini masa akhir-akhir kepemimpinan Khulafa'ur Rasyidin, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi Read More
  • 4.3 Sikap Terhadap Pelaku Bid'ah dan Manhaj Ahlus Sunnah dalam Menyanggah Pelaku Bid'ah >

    A. Sikap Ahlus Sunnah wal Jama'ah Terhadap Pelaku Bid'ah Ahlus Sunnah wal Jama'ah senantiasa membantah dan menentang para pelaku bid'ah dan selalu mencegah mereka untuk melakukannya, Perhatikanlah beberapa contoh di bawah ini: 1. Dari Ummu ad- Darda radiyallaahu ‘anhaa, Dia berkata, "Abu ad-Darda' radiyallaahu ‘anhu datang menemuiku dalam keadaan jengkel. Read More
  • 4.4 Beberapa Contoh Bid'ah Masa Kini >

    Di antaranya adalah: A. Perayaan bertepatan dengan kelahiran Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pada bulan Rabi'ul Awal. B. Tabarruk (mengambil berkah) dari tempat-tempat tertentu, barang-barang peninggalan, dan dari orang-orang yang baik, yang hidup atau pun yang sudah meninggal. C. Bid'ah dalam hal ibadah dan taqarrub kepada Allah Subhanahu waTa’ala. Bid'ah-bid'ah modern Read More
  • 1


Kitab Tauhid 3 Bab 5

  • 5.1 Madzhab Salaf Mengenal Para Wali >

    Di antara prinsip dasar Akidah Ahlussunah wal jama'ah adalah meyakini dan membenarkan adanya karomah bagi para wali Allah Subhanahu waTa’ala. Karomah adalah hal atau peristiwa luar biasa (khawariqul 'adah) yang diberikan oleh Allah Subhanahu waTa’ala kepada para waliNya. Karomah itu adalah merupakan perkara yang terjadi di luar kebiasaan, tidak biasa Read More
  • 5.2 Karakteristik Ahlus Sunnah wal jama'ah >

    Di antara karakteristik Ahlus Sunnah wal jama'ah adalah : 1. Menempuh jalan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan menelusuri jejaknya secara lahir dan bathin. Beda halnya dengan kaum munafiqin yang hanya secara lahiriyah saja mengikutinya, sementara batinnya tidak. Jejak Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam itu adalah sunnahnya, yaitu segala sesuatu yang diriwayatkan dan Read More
  • 5.3 Akhlak dan Budi Pekerti Ahlus Sunnah Wal Jama'ah >

    Ahlus Sunnah wal Jama'ah selalu memperindah diri mereka dengan akhlaqul karimah dan budi pekerti yang mulia yang merupakan penyempurna akidah. Dan di antara buahnya adalah: 1. Selalu beramar ma'ruf dan nahi munkar, sebagaimana Allah Subhanahu waTa’ala ungkapkan tentang mereka, seraya berfirman, Artinya:"Kamu adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk umat manusia, Read More
  • 1