Sunnah-Sunnah Thawaf.

07 Jul 2009
 ketika thawaf qudum atau thawaf umrah, yaitu me-masukkan kain ihram penutup pundak dari bagian bawah ketiak kanan, lalu ujungnya diletakkan di atas pundak kiri, dengan demikian pundak kanan-nya terbuka. Berdasarkan hadits Ya'la bin Umayyah Radhiallaahu anhu :

           "Bahwasanya Nabi Shalallaahu alaihi wasalam melaksanakan thawaf sambil ber-idhthiba'."


      "Aku melihat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ketika tiba di Makkah, apabila telah mengusap Hajar Aswad, permulaan thawafnya (yakni) beliau berlari-lari kecil sebanyak tiga putaran pertama dari tujuh putaran thawaf."

      "Aku melihat 'Umar bin al-Khaththab Radhiallaahu anhu mencium Hajar Aswad dan ber-kata: 'Kalau saja bukan karena aku melihat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.'"
      "Aku melihat 'Umar bin al-Khaththab mencium Hajar Aswad dan beliau sujud diatasnya, lalu beliau kembali menciumnya dan sujud diatasnya lagi, kemudian berkata: 'Beginilah aku melihat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .'"

      "Nabi Shalallaahu alaihi wasalam melakukan thawaf di Baitul-lah dengan menunggang seekor unta, setiap kali tiba di Hajar Aswad beliau memberikan isyarat kepadanya dengan sesuatu yang ada padanya dan beliau bertakbir."

      Dari 'Abdullah bin 'Umar Radhiallaahu anhu, ia berkata:

      "Bahwasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam apabila thawaf di Baitullah, thawaf yang pertama (thawaf qudum,-Pent), beliau berlari-lari kecil pada tiga putaran dan berjalan (biasa) pada empat putaran (terakhir,-Pent) dari Hijr ke Hijr."

      "Aku tidak pernah melihat Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mengusap bagian dari Baitullah (Ka'bah, -Pent), kecuali dua rukun Yamani."

      "Ya Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa api Neraka."


      "Rasulullah tiba (di Makkah,-Pent) lalu melakukan thawaf mengelilingi Baitullah tujuh kali, kemudian shalat di belakang maqam Ibrahim dua rakaat dan thawaf antara Shafa dan Marwah, dan (Ibnu 'Umar) berkata: 'Sesungguh-nya pada (diri) Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terdapat suri teladan yang baik bagi kamu.'"

      Dua point terakhir ini berdasarkan hadits Jabir Radhiallaahu anhu ketika menceritakan tentang sifat/cara haji Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :

      "Bahwasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ketika sampai di maqam Ibrahim  beliau membaca...

      "Aku pernah thawaf bersama 'Abdullah bin 'Amr, maka ketika selesai menger-jakan thawaf 7 putaran, kami shalat dibelakang Ka'bah, lalu kukatakan (padanya): 'Tidakkah engkau mohon perlindungan kepada Allah dari siksaan api Neraka?' Ia berkata: 'Aku berlin-dung kepada Allah dari siksaan api Neraka.' Lalu dia ('Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash, -Pent) terus berjalan kemudian mengusap Hajar Aswad, lalu berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu (Ka'bah,-Pent) serta menempelkan dada dan kedua tangannya serta pipinya padanya (pada dinding Ka'bah,-Pent), lalu ia ber-tutur: 'Beginilah aku melihat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berbuat.'"

      "Air zam-zam (akan bermanfat) sesuai dengan apa yang diniati ketika di-minum."