TELAH DATANG ZAMANNYA (2/9): Ilmu dipelajari dari Ahli Bidaah

3,193
by admin, 10 years ago
267 54
"Sesungguhnya sebagian tanda-tanda hari kiamat, ilmu dipelajari dari asaghir" (H/R Ibn Mubarak dan At-Tabrani) Asaghir = Ahli Bidaah Pembahasan : 1. Apa yang dimaksudkan bidaah? 2. Siapakah ahli bidaah? Dalam hadits-hadits shahih Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam pun telah memperingatkan kita agar waspada dan menjauhkan diri dari bidah, serta beliau menjelaskan bahwa bidah itu sesat. Hal itu dimaksudkan menjadi peringatan bagi umatnya agar mereka menjauhinya dan tidak mengerjakannya, karena bidah itu mengandung bahaya yang sangat besar. Antara lain, diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwa Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda (artinya): "Barangsiapa mengada-adakan (sesuatu hal baru) dalam urusan (agama) kami, yang bukan merupakan ajarannya, maka akan ditolak". Dalam riwayat Muslim disebutkan (artinya): "Barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak kami perintahkan, maka (perbuatan) itu tertolak". Diriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Jabir Radhiyallahu Anhu, katanya (artinya): "Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam pernah menasehati kami dengan nasehat yang amat menyentuh, hati menjadi bergetar dan air mata berlinang karenanya. Maka kami berkata kepada beliau : "Wahai Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam, seakan-akan nasehat ini seperti nasehat orang yang akan berpisah, maka wasiatkanlah kepada kami". Beliau pun bersabda : "Aku wasiatkan kepada kalian agar selalu bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Taala, serta patuh dan taat. Walaupun orang yang memerintah kalian itu seorang hamba (budak). Karena, sesungguhnya barangsiapa di antara kalian masih hidup akan menjumpai banyak perselisihan. Maka berpegang teguhlah kalian pada sunnahku dan sunnah para khulafa rasyidin yang mendapat petunjuk sesudahku. Peganglah dan gigitlah dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah hal-hal baru (dalam agama), karena setiap hal baru itu bidah, dan setiap bidah adalah sesat"." (Hadits riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Dan masih banyak hadits-hadits yang semakna dengan ini. Para sahabat Radhiyallahu Anhum dan salaf shaleh juga telah memperingatkan kita agar waspada terhadap bidah serta menjauhinya. Hal itu, tiada lain, karena bidah merupakan tindakan menambahi agama dan syariat yang tidak diperkenankan oleh Allah Subhanahu wa Taala, yaitu kaum Yahudi dan Nasrani, dalam tindakan mereka menambahi agama dan mengadakan hal-hal baru yang tidak ada dasar perintahnya dari Allah Subhanahu wa Taala. Selain itu, berbuat bidah berarti menuduh agama Islam kurang lengkap dan tidak sempurna. Ini jelas merupakan kebatilan besar dan kemungkaran keji, serta bertentangan dengan firman Allah Azza wa Jalla (artinya): " Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu,". (Al-Maidah : 3). Juga bertentangan dengan hadits-hadits Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam yang memperingatkan kita dari perbuatan bidah dan agar menjauhinya.