Madrasah Orientalis (2 of 2)

4,296
by admin, 10 years ago
600 87
Madrasah Orientalis Pengiriman para pelajar ke negeri kafir yang disanalah para pelajar kaum muslimin di cuci otak-otak mereka lalu jika mereka pulang mereka sebarkan racun-racun itu kepada kaum muslimin. Dengan menyelinapnya para orientalis di bawah simbol-simbol penelitian ilmiah. Sesunggunya para orientalis-orientalis itu merupakan antek-antek/tangan-tangan Yahudi dan Nashrani. Beliau bersabda : "Akan muncul dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam, barangsiapa yang menerima seruan mereka maka mereka akan menjerumuskannya ke dalam jahannam". Hudzaifah bertanya : "Wahai Rasululah sebutkan cirri mereka ?" Rasulullah menjawab : "Mereka dari golongan kita dan berbicara dengan lisan-lisan kita". [a]. "Yaitu dari kaum kita dan yang berbicara dengan bahasa kita serta dari agama kita. Di dalamnya ada isyarat bahwa mereka itu dari orang seperti kita juga". [b]. Ad-Dawudi berkata : "Mereka itu dari keturunan Adam". [c]. Al-Qoobisy berkata : Maknanya, secara dhohir mereka itu dari agama kita tapi secara batin mereka menyelisihi (agama kita)". Mereka menampakkan kesungguhan dalam memberi solusi, dan maslahat bagi umat. Tapi mereka menipu umat dengan gaya bahasa mereka, dan hati-hati mereka menginginkan untuk menjalankan misi-misi tuan-tuan mereka dari kalangan Kristen dan Yahudi. Allah berfirman. "Tidak akan redha orang-orang Yahudi dan Narani hingga kalian mengikuti agama mereka" [Al-Baqarah : 120] Siapa Jama'ah Kaum Muslimin ? Sebagiannya menganggap bahwa kelompoknya itulah yang dinamakan jama'ah kaum muslimin dan pendirinya adalah imam kaum muslimin yang wajib di bai'at atau disumpah setia. Dan sebagiannya lagi mengkafirkan kaum muslimin (partai-partai politik atas nama Islam). Sebenarnya mereka hanya jama'ah atau kelompok-kleompok kaum muslimin, karena kaum muslimin sekarang tidak memiliki jama'ah ataupun imam/pemimpin. Tinggalkan Kelompok-Kelompok Sempalan Itu Hadits di atas memerintahkan kita untuk meninggalkan semua kelompok-kelompok sesat ketika terjadi fitnah dan kejelekan serta disaat tidak ada jama'ah kaum musilimin dan imam mereka. Kelompok-kelompok sempalan ini yang menyeru manusia kepada kesesatan, bersatu di atas kemungkaran dan di atas hawa nafsu atau berkumpul diatas pemikiran-pemikiran kufur seperti libaralisme, demokrasi atau bersatu berdasarkan fanatik golongan dan lain sebagainya. Inilah kelompok-kelompok sesat untuk dijauhi karena menjerumuskan manusia ke dalam neraka jahanam dengan sebab ajaran mereka yang bukan dari Islam. "Hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang menyeru kepada kebaikan dan menyeru kepada yang baik dan melarang dari yang mungkar. Dan merekalah orang-orang yang beruntung" [Ali-Imran : 104] Jalan Keluar Tinggalkan semua kelompok sempalan yang menyeru ke neraka jahannam meskipun sampai menggigit akar pohon hingga ajal menjemput. [1]. Ini adalah perintah untuk berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah serta pemahaman salafush shalih. Sebagaimana hal ini dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits Al-Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu 'anhu. "Dan barangsiapa yang hidup di antara kalian maka dia akan melihat perselisihan yang banyak sekali, maka berhati-hatilah kalian dari perkara-perkara yang baru dalam agama karena itu kesesatan. Dan barangsiapa diantara kalian yang mendapatkan hal ini maka wajib bagi kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa 'ar-rasyidin, gigitlah erat-erat dengan gigi geraham kalian". (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah) Gigit akar pohon ketika terjadi perpecahan sambil menjauhi semua kelompok sesat. Dan didalam hadits Al-Irbadh beliau memerintahkan untuk berpegang teguh dengan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih radhiyallahu anhum, ketika munculnya kelompok-kelomok sesat dan ketika tidak adanya jama'ah kaum muslimin serta imam mereka. [2]. Perintah menggigit akar pohon dalam hadits Hudzaifah maknanya adalah istiqomah atau tetap dalam sabar dalam memegang kebenaran dan dalam meninggalkan semua kelompok sesat yang menyelisihi kebenaran. Atau maknanya bahwa pohon Islam akan diguncang dengan angin kencang hingga merontokkan semua ranting dan cabangnya, tidak ada yang tersisa melainkan akarnya yang masih tegar. Karena itulah wajib bagi setiap muslim untuk memegang erat akar tersebut dan mengorbankan semua yang berharga dalam dirinya karena akar tersebut akan tumbuh dan tegar kembali. [3]. Ketika itu juga wajib bagi setiap muslim untuk menolong dan membantu kelompok (yang berpegang teguh dengan sunnah tersebut, -pent) dari setiap fitnah yang mengancam. Karena kelompok ini yang selalu tampak diatas kebenaran hingga akhirnya mereka membunuh Dajjal. [Ringkasan Al-Qaulul Mubin Fii Jama'atil Muslimin, Syeikh Salim]