Kembali kepada Islam (3 of 3)

1,801
by admin, 10 years ago
161 33
Bersamaan dengan itu kita harus mengingkari, menolak dan meninggalkan seluruh sesembahan selain Allah. Sebagaimana Allah ta'ala Bersamaan dengan itu kita harus mengingkari, menolak dan meninggalkan seluruh sesembahan selain Allah. Sebagaimana Allah ta'ala berfirman, "Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut (apa saja yang disembah selain dari Allah) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus." [Al-Baqarah: 256] Adapun kalimat Muhammad Rasulullah memiliki kandungan agar kita membenarkan seluruh berita yang disampaikan oleh beliau, mentaati beliau dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya dan beribadah kepada Allah dengan tuntunan yang telah beliau ajarkan kepada umatnya. Selain itu, kalimat ini berkonsekuensi agar kita mengingkari, menolak dan meninggalkan segala bentuk peribadahan kepada Allah yang dilakukan dengan perkara-perkara bid'ah (perkara baru dalam agama yang tidak pernah dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya) Imam Malik rahimahullah berkata, "Barangsiapa membuat perkara baru di dalam Islam yang dia anggap sebagai kebaikan, berarti dia telah menyangka bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhianati risalah. Karena Allah telah berfirman, "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu.." Maka apa saja yang bukan merupakan agama pada hari itu, pada hari ini pun bukan merupakan agama." Dari sini kita ketahui bahwa Islam yang hakiki adalah dengan merealisasikan dua syahadat ini, melaksanakan tauhid dengan menjauhi syirik dan ittiba' (meneladani, mengikuti dan mencontoh) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan menjauhi perkara bid'ah. Sebagaimana dikatakan oleh para ulama bahwa Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah dengan tauhid, tunduk kepada-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari kesyirikan, bid'ah dan para pelakunya.