Kewajiban Menuntut Ilmu Syar'ie 1

Featured
9,406
by admin, 11 years ago
1540 146

Kewajiban Menuntut Ilmu Syar'ie (Ustaz Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, Dia akan menjadikannya faham tentang agamanya. Sesungguhnya aku hanyalah yang membahagikan dan Allah-lah yang memberi. Dan ummat ini akan senantiasa tegak di atas perintah Allah, tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datangnya keputusan Allah (hari Kiamat). (H/R Ahmad (I/306, II/234, IV/92, 95, 96), Bukhari (no. 71, 3116, 7312), dan Muslim (no. 1037), lafaz ini milik Bukhari dari Sahabat Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallaahu anhuma.)

Imam al-Auzai (157 H) rahimahullaah mengatakan: Ilmu adalah apa yang berasal dari para Shahabat Nabi shallallaahu alaihi wa sallam. Adapun yang datang bukan dari seseorang dari mereka, maka itu bukan ilmu. (Jaami Bayaanil Ilmi wa Fadhlihi (I/618, no. 1067)) Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullaah mengatakan, Ilmu adalah mengetahui sesuatu dengan pengetahuan yang sebenarnya.

KEUTAMAAN ILMU SYARI DAN MEMPELAJARINYA

Allah Taala telah memuji ilmu dan pemiliknya serta mendorong hamba-hamba-Nya untuk berilmu dan membekali diri dengannya. Demikian pula Sunnah Nabi shallallaahu alaihi wa sallam yang suci. Allah Taala berfirman, Allah menyatakan bahawasanya tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. [Ali Imran: 18]

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu: Berilah kelapangan dalam majlis, maka lapangkanlah nescaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, nescaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [Al-Mujaadilah : 11]

Rasulullah sallallahu alaihi wa salam bersabda: Sesungguhnya Allah mengangkat dengan Al-Quran beberapa kaum dan Allah pun merendahkan beberapa kaum dengannya. (H/R Muslim, no. 817)

Allah pun telah berfirman tentang Nabi Yusuf alaihis salaam: ...Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki, dan di atas setiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Mengetahui. [Yusuf: 76]

Allah Taala berfirman: ... Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur-an) dan hikmah (As-Sunnah) kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu sangat besar. [An-Nisaa: 113] [7] Allah berfirman: ... Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama. [Faathir: 28] Allah berfirman: ...

Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur-an) dan hikmah (As-Sunnah) kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Kurnia Allah yang dilimpahkan kepadamu sangat besar. [An-Nisaa: 113]

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: Ketahuilah, sesungguhnya aku diberikan Al-Kitab (Al-Qur-an) dan yang sepertinya (As-Sunnah) bersamanya... (H/R Ahmad (IV/131), Abu Dawud (no. 4604), Ibnu Hibban (no. 12) dan lainnya, dari Miqdam bin Madi Kariba radhiyallaahu anhu.)

Dalam ash-Shahiihain dari hadits Muawiyah bin Abi Sufyan (wafat th. 78 H) radhiyallaahu anhu, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya. (H/R Ahmad (I/306, II/234, IV/92, 95, 96), al-Bukhari (no. 71, 3116, 7312), dan Muslim (no. 1037), dari Shahabat Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallaahu anhuma.)