Kewajiban Menuntut Ilmu Syar'ie 3

Featured
4,928
by admin, 10 years ago
683 87
Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam mendoakan orang-orang yang mendengarkan sabda beliau dan memahaminya dengan keindahan dan berserinya wajah. Beliau sallallaahu alaihi wa sallam bersabda: Semoga Allah memberikan cahaya pada wajah orang yang mendengarkan sebuah hadis dari kami, lalu menghafalkannya dan menyampaikannya kepada orang lain. Banyak orang yang membawa fiqih namun ia tidak memahami. Dan banyak orang yang menerangkan fiqih kepada orang yang lebih faham darinya. Ada tiga hal yang dengannya hati seorang muslim akan bersih (dari khianat, dengki dan keberkahan), iaitu melakukan sesuatu dengan ikhlas karena Allah, menasihati ulil amri (penguasa), dan berpegang teguh pada jemaah kaum Muslimin, karena doa mereka meliputi orang-orang yang berada di belakang mereka. Beliau bersabda, Barang siapa yang keinginannya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan kekuatannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. Namun barang siapa yang niatnya mencari dunia, Allah akan mencerai-beraikan urusan dunianya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia mendapat dunia menurut apa yang telah ditetapkan baginya. (H/R Ahmad (V/183), ad-Darimi)
 
Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan. [Al-Muthaffifiin: 24]
Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam pernah bersabda, Barang siapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) dengan tujuan mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka ia laksana orang yang berjihad di jalan Allah Taala. Dan barang siapa yang memasukinya dengan tujuan selain itu, maka ia laksana orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya. (H/R Ibnu Hibban (no. 87-at-Taliiqaatul Hisaan), Ibnu Majah (no. 227), Ahmad (II/350, 526-527), Ibnu Abi Syaibah (no. 33061), dan al-Hakim (I/91), dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu) Abu Darda radhiyallaahu anhu mengatakan, Barang siapa berpendapat bahawa pergi mencari ilmu tidak termasuk jihad, sungguh, ia kurang akalnya. (Al-Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 145) Berjihad dengan hujjah (dalil) dan keterangan didahulukan atas jihad dengan pedang dan tombak.
 
Allah berfirman kepada Rasul-Nya shallallaahu alaihi wa sallam agar berjihad dengan Al-Qur-an melawan orang-orang kafir. Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur-an dengan jihad yang besar. [Al-Furqaan: 52]
 
Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam diperintahkan berjihad melawan orang-orang kafir dan munafik dengan cara menyampaikan hujjah (dalil dan keterangan). Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah berkata, Jihad dengan hujjah (dalil) dan keterangan didahulukan atas jihad dengan pedang dan tombak. (Syarah Qashidah Nuuniyyah (I/12) oleh Syaikh Muhammad Khalil Hirras.)
 
Disebutkan dalam Shahiih Muslim, dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallaahu anhu, dari Nabi sallallaahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, Jika seorang manusia meninggal dunia, maka pahala amalnya terputus, kecuali tiga hal: sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak salih yang mendoakannya. (H/R Muslim, no. 1631, Bukhari dalam Adabul Mufrad (no. 38), Abu Dawud (no. 2880), an-Nasa-i (VI/251), at-Tirmizi (no. 1376), Ahmad (II/372), al-Baihaqi (VI/ 278), lafazh ini milik at-Tirmizi. Lihat Irwaa-ul Ghaliil (no. 1580).