Hukum Muzik, Nyanyian dan Nasyid (Senandung Syaitan) (7/9)

1,362
by admin, 10 years ago
106 20
Menjadi Kera dan Babi Lantaran Senandung Syaitan ------------------------------------------------------------------------ Syariat Islamiyah sejak zaman para sahabat telah mengharamkan semua jenis lagu dan nyanyian serta alat-alat muzik, kerana ia termasuk (lahwal hadits) perkataan yang tidak berguna yang telah dibawakan dalil tentang pengharamannya. Antaranya dalil-dalilnya ialah sabda Rasulullah sallallahu alaihi wa-sallam: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan para penyanyi hamba (budak penyanyi), hasil dari penjualannya, mengajarkan menyanyi dan mendengar nyanyiannya. Lalu baginda membacakan ayat: (Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna)" (Dikeluarkan oleh Ibnu Mardawweih dalam "Ad-Durr al-Mantsur") Allah Azza wa-Jalla telah memerintahkan orang-orang yang beriman agar meninggalkan (lahwal hadits) perkataan yang tidak berguna sebagaimana firman-Nya: Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau (perkataan yang tidak berguna) (QS: Al-Anam, 70) DALIL-DALIL PENGHARAMAN LAGU DAN MUZIK "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan minuman yang memabukkan, judi, gendang dan segala yang memabukkan adalah haram" ( H/R Abu Daud, Al-Baihaqi, Ahmad, Ibnu Hibban dan At-Tabari) "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamar (yang memabukkan), perjudian, gendang, minuman yang memabukkan dan setiap yang memabukkan adalah haram" (H/R Abu Daud, Al-Baihaqi, Ahmad, At-Tahawi) "Sesungguhnya Tuhanku telah mengharamkan ke atasku arak, perjudian, gendang dan mandolin (sejenis gitar kecil)" (H/R Al-Baihaqi, Ahmad) "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan ke atas umatku minuman keras, perjudian, mizr (jenis minuman yang memabukkan), gendang, mandolin serta menambah bagiku kewajipan solat witir" (H/R Ahmad, At-Tabrani dalam Al-Mujamul Kabir") "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan ke atasku minuman keras, gendang dan hindarilah minuman yang memabukkan, sesungguhnya ia adalah sepertiga minuman keras di dunia" (H/R Ahmad, At-Tabrani, Al-Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah)