بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kajian Kitab: Wasiat Sughro Ibnu Taimiyah - Terjemahan Matan
Pemateri: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawiy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Pertemuan 7: 29 Dzulhijjah 1446 / 25 Juni 2025
Tempat: Masjid Al-Aziz - Jl. Soekarno Hatta no. 662 Bandung.
Telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya: Lihat di Sini
- Faktor-faktor Penghapus Dosa: Taubat, Istighfar dan Amal Shalih.
- Penyakit hati yang menimpa penuntut ilmu.
- Musibah menghapus dosa-dosa.
2. Amal Terbaik setelah Shalat Fardhu.
Imam Ibnu Taimiyyah 𝓡𝓪𝓱𝓲𝓶𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱 berkata:
Adapun pekerjaan paling utama adalah tawakal kepada Allah, yakin Allah mencukupi, dan berbaik sangka kepada-Nya. Selayaknya orang yang mengais rezeki untuk menuju Allah dan berdoa kepadanya, seperti yang yang disabdakan Nabi-Nya (dalam hadits qudsi):
«يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ، إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ، يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ، إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ»
“Wahai hamba-Ku, setiap kalian lapar kecuali yang Kuberi makan maka mintalah makan kepada-Ku pasti Kuberi makan. Wahai hamba-Ku, setiap kalian telanjang kecuali siapa yang kuberi pakaian maka mintalah pakaian kepada-Ku pasti Kuberi pakaian.” [HR. Muslim no. 2577]
Begitu pula hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi dari Anas Radhiyallohu'anhu, ia berkata: Rosulullah ﷺ bersabda:
«لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ كُلَّهَا حَتَّى شِسْعَ نَعْلِهِ إذَا انْقَطَعَ، فَإِنَّهُ إنْ لَمْ يُيَسِّرْهُ لَمْ يَتَيَسَّرْ»
“Hendaknya seorang dari kalian meminta Allah segala kebutuhannya sampai tali sandalnya yang terputus, karena jika tidak Allah mudahkan, tidak akan terlaksana.” [HR. At-Tirmidzi 5/583 dan Abu Ya’la no. 3403 dengan sanad shohih sesuai syarat Muslim. Lafazh (فَإِنَّهُ...) adalah tambahan dari ucapan Aisyah yang shohih dalam Musnad Abu Ya’la.]
Selengkapnya: Wasiat Sughro Ibnu Taimiyah #7: Pekerjaan Paling Utama
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
🎙Bersama: Al Ustadz Abu Adib حفظه الله تعالى
📘 Kitab : Syarhus-Sunnah Al-Barbahari | Ta'liq oleh: Syaikh Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
Download Matan KitabTerjemah Matan Kitab Syaarah Kitab - Syaikh Fauzan
🗓 Hari : 29 Dzulhijjah 1446 / 25 Juni 2025
🕰 Waktu: ba'da maghrib - isya
🕌 Tempat: Jajar Islamic Center Surakarta
Pertemuan#2: Peringatan untuk Bersyukur atas Nikmat Islam dan Berusaha Istiqamah di Dalamnya
Ini adalah satu penegasan atau pengakuan darimu bahwa kita diberi Islam ini, merupakan fadhilah dari Allah ﷻ yang telah Allah berikan hidayah kepada Islam ini berupa bimbingan ketetapan, istiqamah dan teguh di atasnya.
Bukan karena usaha dan kekuatan kita. Nikmat Islam adalah taufik dari Allah kepada kita sehingga kita lahir dalam keadaan Islam karena orang tua kita Islam. Jika kita dari keturunan kafir, maka akan lain cerita kita. Hidayah Islam adalah hidayah taufik dari Allah ﷻ.
📃 Penjelasan:
Andaikan kita tidak mendapatkan hidayah, maka kita tidak akan mendapatkan kenikmatan surga yang kita dambakan. Karena tidak ada yang dapat masuk surga kecuali karena iman dan Islam, maka kita syukuri Islam ini dengan kita pelajari islam dan menjaganya dengan mentaati perintah Allah ﷻ dan diberi keistiqomahan di dalamnya. Agar Allah ﷻ berikan hidayah Islam hingga maut menjemput kita.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 102:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim”. (Qs. Al-Imran: 102)
بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃Materi : Semangat Salaf dalam Meraih Surga
🎙┃ Pemateri : Ustadz Mohammad Alif, Lc Hafizhahullah (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhori)
🗓┃ Hari, Tanggal : Selasa , 24 Juni 2025 M / 28 Dzulhijjah 1446
🕌┃Tempat : Masjid Miftahul Jannah - Bacem Sukoharjo.
Setelah memuji Allâh dan bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan Ustadz mengawali kajian dengan menjelaskan makna salaf.
Merekalah generasi terbaik dan Allah ﷻ meridhoi mereka. Semangat dan cita-cita mereka dapat kita lihat dari sejarah perjuangan mereka.
Beberapa dalil yang menjelaskan pentingnya memiliki cita-cita yang tinggi.
فَٱصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْعَزْمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ
Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar...
Maka bersabarlah (wahai rasul) atas apa yang menimpamu berupa gangguan dari kaummu yang mendustakanmu sebagaimana para rasul ulul azmi sebelummu bersabar. Mereka (menurut pendapat yang masyhur) adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan kamu salah satu dari mereka.
Maka, kita diperintah untuk bersabar dalam ketaatan, Sabar dalam meninggalkan larangan dan sabar dalam menerima ujian.
۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
Hai orang-orang beriman, berlomba-lombalah kalian dalam beramal shalih agar kalian dapat meraih ampunan dari Tuhan atas dosa-dosa kalian, dan masuk surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang Allah siapkan bagi orang-orang yang mentaati perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Halaman 142 dari 346