Risalah Ila Ahli Qaseem: Tiga Perkara Penyebab Tegaknya Khilafah

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 24 Juni 2025
Dibaca: 1193
  • manhaj

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

📚┃Materi : رسالة إلى أهل القصيم | "Risalah Ila Ahli Qaseem" #39 | Surat Untuk Para Penduduk Qasim
✍🏼┃Karya : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab رحمه الله تعال
🎙┃Pemateri : Ustadz Adi Abdul Jabbar حفظه الله تعالى | (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari)
🗓┃ Hari, Tanggal : Selasa, 24 Juni 2025 M / 28 Dzulhijjah 1446
🕌┃Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Adi Sucipto Jajar Solo.


Tiga Perkara Penyebab Tegaknya Khilafah

Melanjutkan pembahasan mengenai Kepemimpinan dalam Islam. Dalam pertemuan sebelumnya telah dibahas mengenai kewajiban mendengar dan taat kepada pemimpin kaum Muslimin.

Prinsip ini bukan semata-mata urusan politik, tetapi merupakan bagian dari akidah dan ibadah yang bersumber langsung dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad ﷺ.

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemimpin) di antara kalian.” (QS. An-Nisā’: 59)

Poin penting pertemuan sebelumnya adalah sebagai berikut :

  • Ketaatan kepada pemimpin adalah bagian dari akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, selama dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
  • Pemberontakan dilarang keras karena membawa kerusakan besar bagi umat.
  • Kepemimpinan yang kuat dan menjaga stabilitas lebih diutamakan daripada keshalihan pribadi semata.
  • Menjaga persatuan umat di bawah pemimpin yang sah adalah bentuk penjagaan terhadap dakwah Islam dan keberlangsungan umat.
  • Taat bukan berarti membenarkan segala keburukan, tetapi membatasi tindakan demi kemaslahatan yang lebih besar. [Selengkapnya: muslimsolo.id]

Khilafah akan tegak dengan tiga perkara:

1. Pilihan yang disepakati oleh orang-orang pilihan. Dimana mereka memiliki ilmu dan ibrah. Jika ahli ilmu telah memilihnya dan dibaiat, maka wajib bagi semua orang untuk mentaatinya seperti halnya Khilafah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang dipilih tokoh sahabat.

Tidak semua kaum muslimin ikut memilih, seperti yang terjadi sekarang, cukup Ahlul halli Wal 'aqdi yaitu orang-orang yang cukup ilmu dan kemampuan untuk memilih sesuai syariát. Memilih dengan pemilu, hakikatnya bukan aturan dalam islam. Ahlul halli wal aqdi (أهل الحل والعقد) adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada sekelompok orang yang memiliki otoritas untuk membuat keputusan penting, terutama dalam masalah kepemimpinan dan urusan umat.

Selengkapnya: Risalah Ila Ahli Qaseem: Tiga Perkara Penyebab Tegaknya Khilafah

Cara Syaithan Menggoda Manusia: Mabuk dan Judi

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 24 Juni 2025
Dibaca: 2377
  • tazkiyatun nufus
  • Cara Setan Menggoda Manusia

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian 'Adawatusy Syaithan Lil Insan Kama Ja'at Fil Qur'an
Karya: Dr. Abdul Aziz bin Shalih Al-Ubaid
🎙 Bersama Ustadz Abu Haidar As-Sundawy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
📌 Masjid An-Naafi Dago Pakar Bandung
🗓 Bandung, 28 Dzulhijjah 1446 / 24 Juni 2025



Cara Syaithan Menggoda Manusia: Mabuk dan Judi

Telah berlalu pembahasan cara syaithan menggoda manusia (link arsip: https://tinyurl.com/yc8e3xej ), yaitu:
1. Was-was (Bisikan Jahat).
2. Lupa.
3. Janji Palsu dan Angan-angan.
4. Memberikan ancaman dan menakut-nakuti.
5. Menghiasi Kemaksiatan.
6. Menghalangi (Manusia) dari Jalan Allah ﷻ.
7. Menyuruh Berbuat Maksiat.
8. Menggoda Secara Bertahap (Tadarruj)
9. Gangguan (Kesurupan).

Khamr (minuman keras) dan judi termasuk salah satu faktor utama penyebab terjadinya permusuhan dan kebencian di antara kaum mukminin. Dan ini merupakan tuntutan syaithan yang besar karena dengannya masyarakat, negara dan keluarga akan terpecah belah. Oleh karena itu Allah ﷻ telah memperingatkan kita untuk tidak mengkonsumsi keduanya, dan menjelaskan kepada kita bahwa kedua hal tersebut termasuk perbuatan syaithan yang terkutuk.

Allah ﷻ berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. إِنَّمَا يُرِيدُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ ٱلْعَدَٰوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ فِى ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ...

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu...” (QS. Al-Ma'idah: 90-91)

Jadi, kedua hal tersebut (khamr dan judi) adalah penyebab terjadinya permusuhan, kebencian dan kedengkian di antara manusia. Dan sebagai penjelasannya sebagai berikut:

Selengkapnya: Cara Syaithan Menggoda Manusia: Mabuk dan Judi

Adabul Mufrad | Bab 226: Kafarah Orang Sakit | Bab 227: Menjenguk Orang Sakit di Tengah Malam

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 23 Juni 2025
Dibaca: 2806
  • Hadits
  • Adabul Mufrad

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃Materi : Kitab Adabul Mufrad
🎙┃ Pemateri : Ustadz Yunan Hilmi, Lc Hafizhahullah (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhori)
🗓┃ Hari, Tanggal : Ahad , 23 Juni 2025 M / 27 Dzulhijjah 1446
🕌┃Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Adi Sucipto Jajar Solo.



Bab 226: Kafarah Orang Sakit

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَالِمٍ، عَنْ مُحَمَّدٍ الزُّبَيْدِيِّ قَالَ: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَامِرٍ، أَنَّ غُطَيْفَ بْنَ الْحَارِثِ أَخْبَرَهُ، أَنَّ رَجُلًا أَتَى أَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ، وَهُوَ وَجِعٌ، فَقَالَ: كَيْفَ أَمْسَى أَجْرُ الْأَمِيرِ؟ فَقَالَ: هَلْ تَدْرُونَ فِيمَا تُؤْجَرُونَ بِهِ؟ فَقَالَ: بِمَا يُصِيبُنَا فِيمَا نَكْرَهُ، فَقَالَ: إِنَّمَا تُؤْجَرُونَ بِمَا أَنْفَقْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَاسْتُنْفِقَ لَكُمْ، ثُمَّ عَدَّ أَدَاةَ الرَّحْلِ كُلَّهَا حَتَّى بَلَغَ عِذَارَ الْبِرْذَوْنِ، وَلَكِنَّ هَذَا الْوَصَبَ الَّذِي يُصِيبُكُمْ فِي أَجْسَادِكُمْ يُكَفِّرُ اللَّهُ بِهِ مِنْ خَطَايَاكُمْ . ضعيف

491. Ishaq bin al-'Ala mengabarkan kepada kami, ia berkata,' Amr bin al-Harits mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdullah bin Salim mengabarkan kepada kami dari Muhammad az-Zubaidi, ia berkata:  Sulaiman bin “Amir mengabarkan kepada kami bahwa Ghuthaif bin al-Harits mengabarkan, seseorang menemui Abu “Ubaidah bin al-Jarrah ketika ia sakit. Ia berkata, “Bagaimana pahala pemimpin negara?” Ia berkata, “Apakah kalian tidak tahu atas perbuatan apa kalian diberi pahala?” Ia lalu berkata, “Atas sesuatu yang tidak kita sukai yang menimpa kita.” Lalu ia berkata, “Kalian diberi pahala atas apa yang kalian infakkan di jalan Allah. yang dibelanjakan untuk diri kalian di jalan Allah, kemudian ia menghitung perangkat pelana, tak terkecuali tali kendali pedati. Akan tetapi, dengan derita dan sakit ini yang menimpa tubuh kalian, Allah mengampuni dosa-dosa kalian.”

  • Isnadnya dha'if. Ishaq bin al-Ala', ia adalah Ibnu Ibrahim bin al-'Ala', Syaikhnya penulis, dan ia seorang shaduq namun banyak keliru.

📃 Kadungan Hadits:

  1. Anjuran agar menjenguk orang sakit dan mengunjungi saudara seagama.
  2. Sakit adalah penghapus dosa dan sebab mendapatkan ampunan dosa.
  3. Banyak hadits shahih yang jelas sekali menunjukkan bahwa seseorang akan mendapatkan pahala ketika mengalami musibah. Namun barangkali hadits-hadits tersebut belum terdengar oleh Abu 'Ubaidah sehingga ia menyangka bahwa pahala tersebut tidak diperoleh kecuali jika disertai dengan kesabaran dalam musibah.

Selengkapnya: Adabul Mufrad | Bab 226: Kafarah Orang Sakit | Bab 227: Menjenguk Orang Sakit di Tengah Malam

  • Masalah Nusyuz pada Suami - Isteri
  • Agama adalah Nasihat: Nasihat kepada Kitab-Nya
  • Tafsir Surat Al-Muzammil ayat 1-9
  • Hadits: Dunia dibandingkan Akhirat | Bersegera dalam Mengurus Jenazah
  • Mana Baktimu Kepada Orang Tuamu
  • Al Qaul Al Mubin fi Huquqi An Nabiyyil Amin: Haramnya Menyelisihi Sunnah Nabi ﷺ dan Syari'atnya
  • Riyadush Shalihin Bab 210-212: Keutamaan Shalat Malam [Qiyamullail]
  • Keistimewaan Hari Jum’at

Halaman 143 dari 346

  • 138
  • 139
  • 140
  • 141
  • 142
  • 143
  • 144
  • 145
  • 146
  • 147