ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
🎙Bersama: Al Ustadz Abu Adib حفظه الله تعالى
📘 Kitab : Syarhus-Sunnah Al Barbahari - Download Matan KitabTerjemah Matan Kitab Syarah Syaikh Fauzan
🗓 Hari : 22 Dzulhijjah 1446 / 18 Juni 2025
🕰 Waktu: Setiap Rabu, ba'da maghrib - isya
🕌 Tempat: Masjid Jajar Surakarta
Pertemuan#1: Mukadimah
Ustadz mengawali kajian dengan nasehat agar ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat, yang menjadikan bertambahnya takwa dan takutnya kepada Allah ﷻ.
Ibnul Qoyyim rohimahullahu Ta’ala Berkata dalam Al Fawaid, hlm. 148,
Termasuk tanda tanda kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba :
Jangan terlalu pede kita mampu menjawab pertanyaan Munkar dan Nangkir di alam Kubur, sementara kita masih jauh dari pemahaman dan pengalaman sunnah-sunnah Rasulullah.
Maka, dengan memohon pertolongan Allah ﷻ, kita akan memulai pembahasan kitab Syarhus Sunnah ini dengan bantuan ahlinya, Syarah Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Rahimahullah.
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
Mukadimah Pembahasan Syarah Kitabul Jami' - Dr. Firanda Andirja Hafidzahullah
Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi ﷺ Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat Sunnah, hingga saat ini kita masih termasuk golongan yang mengikuti kebenaran.
Dari Umar bin Khatab Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الحَقِّ، حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ
“Selalu akan ada kelompok dari umatku akan membela kebenaran hingga datang hari kiamat.” (HR. Muslim no. 1921).
Satu hal yang menjadi catatan penting di awal kajian adalah, ketakwaan bukan hanya mengikuti hak-hak Allah ﷻ saja, seperti haji, sedekah, shalat, membaca Al-Qur’an dan lainya, sementara tidak memperhatikan hubungan dengan sesama manusia, yaitu akhlak.
Maka, takwa mencakup semua yang diperintahkan Allah ﷻ seperti akhlak yang mulia dan semua yang dilarang Allah ﷻ seperti akhlak yang buruk.
بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
Facebook Live: Masjid Umar bin Khaththab
Tokoh-tokoh Thaghut
والطواغيت كثيرة، ورؤوسهم خمسة: 1. إبليس لعنه الله. 2. ومن عبد وهو راضٍ. 3. ومن دعا الناس إلى عبادة نفسه. 4. ومن ادعى شيئاً من علم الغيب. 5. ومن حكم بغير ما أنزل الله".
Thaghut itu banyak macamnya, tokoh-tokohnya ada lima:
1. Iblis, yang telah dilaknat oleh Allah ﷻ. (Penjelasannya telah berlalu).
Iblis adalah setan yang 'terajam' dan terlaknat, yang terhadapnya Alloh berfirman:
"Sesunguhnya laknat-Ku tetap atasmu hinga Hari Pembalasan" (Shaad: 78)
Dahulunya, iblis itu bersahabat dengan para malalkat dan melakukan perbuatan yang dilakukan oleh para malaikat. Namun ketika iblis mendapat perintah untuk sujud kepada Adam 'alahissalam, tampaklah bahwa pada dirinya terdapat sifat busuk, enggan (durhaka), dan takabur.
Karena ternyata ia enggan (untuk sujud) dan takabur, dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir, akhirnya ia terusir dari rahmat Allah Ta'ala, Allah berfirman,
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَٰفِرِينَ
'Ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat (yang di situ terdapat pula iblis), 'Sujudlah kalian kepada Adam!' Maka bersujudlah mereka, kecuali iblis. Ia enggan dan takabur, dan ia termasuk golongan orang-orang kafir'”(Al-Baqarah: 34)
2. Orang yang disembah, sedang ia sendiri rela.
Yaitu orang yang diibadahi (disembah) selain Alloh, sedangkan ia rela untuk disembah selain Allah. Ia termasuk salah satu dari dedengkot thaghut -wal 'iyadzu billah- entah ia disembah semasa hidupnya ataupun sepeninggalnya jika ia mati dalam keadaan rela akan hal itu.
Halaman 147 dari 346