Agungnya Shalat #1

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 25 April 2025
Dibaca: 4911
  • Kajian Kitab
  • Shalat
  • Keutamaan Shalat

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian Kitab Al-Qaulul Mubin fi Akhthaa'il Mushallin
🎙️ Bersama Ustadz Abu Haidar As-Sundawy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
📌 Masjid Umar bin Khathab Ma'had Tarbiyah Sunnah Bandung Barat
🗓️ Bandung, 26 Syawal 1446 / 25 April 2025




Agungnya Shalat

Shalat adalah salah satu bentuk ibadah yang special karena shalat adalah perantara komunikasi antara hamba dan Allah ﷻ. Hal ini seperti kedudukan kepala diantara badan kita, jika hilang, maka putuslah kehidupan.

Shalat Ibarat Kepala bagi Jasad

Seperti itulah kedudukan shalat, tanpa shalat agama akan runtuh. Abdullah Ibnu Umar mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لا إيمان لمن لا أمانة له، ولا صلاة لمن لا طهور له، ولا دين لمن لا صلاة له، إنما موضع الصلاة من الدين كموضع الرأس من الجسد

”Tidak ada iman bagi yang tidak amanah, tidak ada shalat bagi yang tidak bersuci, tidak ada agama bagi yang tidak shalat, sesungguhnya kedudukan shalat pada agama adalah seperti kepala pada jasad” (HR.Thabrani).

Selengkapnya: Agungnya Shalat #1

Hadits Arba'in ke-3: Penjelasan tentang Rukun Islam

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 24 April 2025
Dibaca: 17091
  • Hadits

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

🎙Bersama: Al Ustadz Alim Faishal, BA حفظه الله تعالى - Pengajar Ponpes Al-Ukhuwah
📘Tema : Syarah Hadits Arbain An-Nawawi ke-3

🗓 Hari : Kamis, 26 Syawal 1446 / 24 April 2025
🕰 Waktu: ba'da maghrib - isya
🕌  Tempat: Masjid At-Tin Depan Kampus UNS Surakarta



Syarah Hadits Arbain An-Nawawi ke-3
Penjelasan tentang Rukun Islam

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ “

Dari Abu  ‘Abdurrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhuma, ia mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah; menunaikan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji (ke Baitullah); dan berpuasa Ramadhan.”

(HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 8; Muslim, no. 16]

Selengkapnya: Hadits Arba'in ke-3: Penjelasan tentang Rukun Islam

Wasiat Sughro Ibnu Taimiyah #2: Wasiat Taqwa

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 23 April 2025
Dibaca: 3274
  • Wasiat Sughro Ibnu Taimiyyah

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian Kitab: Wasiat Sughro Ibnu Taimiyah
Pemateri: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawiy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Pertemuan 2: 24 Syawal 1446 / 23 April 2025
Tempat: Masjid Al-Aziz - Jl. Soekarno Hatta no. 662 Bandung.


Wasiat Terbaik Untuk Agama dan Dunia

Ibnu Taimiyah menjawab:

الحمد لله رب العالمين 

Segala puji bagi Allah ﷻ Rabb Pencipta seluruh alam.

📃 Penjelasan:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu memulai dengan bacaan hamdalah, karena dua alasan:

  1. Al-Qur'an dimulai dengan alhamdulilahi rabbil 'aalamiin.
  2. Meneladani Rasulullah ﷺ karena apabila beliau berkhutbah dimulai dengan hamdalah seperti pada haji wada' beliau memulai dengan innalhamda lillah...

Jadi apa yang dilakukan Ibnu Taimiyah rahimahullahu adalah meneladani Al-Qur'an dan hadits.

Makna kalimat:

  • Alhamdu الحمد bermakna memuji segala kebaikan Allah ﷻ atas dasar cinta dan pengagungan.
  • Lillah لله bermakna penghususan hanya untuk Allah ﷻ. Hanya Allah ﷻ yang berhak kita puji, karena dua hal:
  1. Kesempurnaan Allah ﷻ dalam rububiyah, uluhiyah dan asma wa Shifatu, dalam syariat-Nya dan hukumNya.
  2. Karena Allah ﷻ banyak memberikan nikmatNya yang kita tidak sanggup menghitungnya.
  • Rabb رَبِّ bermakna yang menciptakan, memberi rezeki, mengatur dan merajai. Dalilnya ada dalam surat Yunus Ayat 31:

قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَمَن يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَمَن يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ ٱللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah "Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?"

Dalam ayat ini, terdapat bukti bahwa orang-orang kafir mengakui tauhid rububiyah.

Selengkapnya: Wasiat Sughro Ibnu Taimiyah #2: Wasiat Taqwa

  • Wasiat Sughro Ibnu Taimiyah #1: Pembuka dan Pertanyaan Abul Qōsim Al-Maghribī
  • Khutbah Id: Hakikat Idul Fitri
  • Khutbah Jum'at: Refleksi Akhir Ramadhan
  • Bertakwa dan Berhias Akhlak Mulia
  • Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
  • Fikih Puasa dalam Madzhab Imam Asy-Syafi’i
  • Cara Setan Menggoda Manusia: Was-was
  • 3. Rumah Tangga adalah Amanah

Halaman 154 dari 337

  • 149
  • 150
  • 151
  • 152
  • 153
  • 154
  • 155
  • 156
  • 157
  • 158