10 Amalan agar Kita bersama Rasulullah ﷺ di Surga

Informasi Artikel ini:
Penulis: Ustadz Najmi Umar Bakkar
Dipublikasikan: 28 November 2018
Dibaca: 13089
10 amalan(1). Mutaba’ah (mengikuti) dan taat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
 
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama (di akhirat) dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya" (QS. An-Nisaa’ [4]: 69)
 
(2). Mencintai Nabi Muhammad ﷺ
 
"Kami tidak pernah bergembira tentang sesuatu melebihi kegembiraan kami terhadap sabda Nabi ﷺ : "Engkau Akan Bersama Dengan Siapa Yang Engkau Cintai". Anas berkata : "Aku mencintai Nabi ﷺ, Abu Bakar dan Umar. Dan aku berharap akan bersama mereka dengan sebab kecintaanku kepada mereka, meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka" (HR. Bukhari no. 3688 dan Muslim no. 2639, hadits dari Anas bin Malik)
 
(3). Melaksanakan rukun Islam dan tidak durhaka kepada kedua orang tua
 
"Seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata : "Wahai Rasulullah, aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan selain Allah dan sesungguhnya engkau adalah utusan Allah. Aku shalat 5 waktu, menunaikan zakat hartaku dan berpuasa di bulan Ramadhan". Maka Nabi ﷺ bersabda : "Barangsiapa yang mati atas dasar ini, maka ia akan bersama dengan para Nabi, para shiddiqin, dan para syuhada pada Hari Kiamat seperti ini - sambil mengacungkan 2 jari - selagi ia tidak durhaka kepada kedua orang tuanya" (HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, hadits dari 'Amr bin Murrah al-Juhani, Shahiihut Targhiib no. 2515)
 
(4). Memperbanyak shalat sunnah
 
"Aku pernah bermalam bersama Rasulullah ﷺ, lalu aku menyiapkan air wudhu dan keperluannya. Lalu beliau bersabda kepadaku : "Mintalah sesuatu !". Maka aku menjawab : "Aku meminta kepadamu agar aku bisa bersamamu di Surga". Beliau menjawab : "Ada lagi selain itu ?". Aku katakan : "Itu saja ya Rasulullah". Maka beliau bersabda : "Maka bantulah aku atas dirimu itu dengan memperbanyak sujud (shalat)" (HR. Muslim no. 489, dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami)

Selengkapnya: 10 Amalan agar Kita bersama Rasulullah ﷺ di Surga

Mengenal Telaga Milik Nabi Shallallahu’alaihi wasallam

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 17 November 2018
Dibaca: 14968

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah

Al-Haudh Telaga NabiAdalah seperti yang disebutkan oleh penulis kitab Syarah Al Aqidah Al Waasithiyyah (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah) dengan perkataan Beliau :

وَفِي عَرَصَات الْقِيَامَةِ الْحَوْضُ الْمَوْرُودُ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

Dan dalam ‘Arshaatil qiyamah (padang mahsyar hari kiamat) terdapat Al Haudh (telaga) milik Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang akan didatangi manusia.

Al ‘Urshaatu adalah jamak dari ‘urshah, secara bahasa artinya tempat yang luas di antara bangunan. Yang dimaksud di sini adalah padang mahsyar hari kiamat.

Al Haudhu makna asalnya adalah kumpulan air, dan yang dimaksud di sini adalah telaga Nabi shallallahu’alaihi wasallam.

Pembicaraan tentang telaga Nabi shallallahu’alaihi wasallam ini ada beberapa perkara:

Al Haudh telah ada wujudnya sekarang ini.

Karena telah tsabit dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam, Beliau pernah berkhutbah kepada para shahabatnya pada suatu hari:

“Dan sesungguhnya aku demi Allah Ta’ala telah melihat kepada telagaku sekarang ini”. (HR. Al Bukhari Muslim)1

Dan juga telah tsabit dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam, Beliau berkata :

“Dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)2

Dan kemungkinan telaga tersebut ada di tempat tersebut (di bawah mimbar Beliau -pent). Akan tetapi kita tidak menyaksikannya karena ini adalah perkara ghaib. Atau kemungkinan lain bahwasanya mimbar Beliau akan diletakkan di atas telaga pada hari kiamat nanti.

Telaga tersebut dialiri oleh dua saluran air dari Al Kautsar.

Kautsar yaitu sungai yang amat besar yang diberikan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam di surga. Yang keduanya turun ke dalam telaga tersebut.3

Zaman Al Haudh ini adalah sebelum melintas Ash Shirat,

Karena keadaan yang menuntut demikian. Yaitu sesungguhnya manusia itu sangat membutuhkan kepada minuman ketika di padang mahsyar hari kiamat sebelum melintas di Ash Shirat.4

Yang akan mendatangi telaga tersebut adalah orang yang beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, yang mengikuti syariat Beliau shallallahu’alaihi wasallam. Adapun orang yang enggan dan sombong, tidak mau mengikuti syariat Beliau shallallahu’alaihi wasallam akan ditolak dari telaga tersebut.5

Selengkapnya: Mengenal Telaga Milik Nabi Shallallahu’alaihi wasallam

Empat Dosa Besar yang Mengundang Laknat Allah

Informasi Artikel ini:
Penulis: Abdullah Imam, LC
Dipublikasikan: 16 November 2018
Dibaca: 7470

Inilah 4 orang yang dijauhkan dari rahmat Allah.

Inilah 4 orang yang dimurkai Allah.

Inilah 4 orang yang dilaknati Allah.

Siapakah mereka?

4 Dosa yang Dilaknat AllahAbu Thufail ‘Amir bin Watsilah berkata:

كُنْتُ عِنْدَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسِرُّ إِلَيْكَ قَالَ فَغَضِبَ وَقَالَ مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسِرُّ إِلَيَّ شَيْئًا يَكْتُمُهُ النَّاسَ غَيْرَ أَنَّهُ قَدْ حَدَّثَنِي بِكَلِمَاتٍ أَرْبَعٍ قَالَ فَقَالَ مَا هُنَّ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ قَالَ قَالَ لَعَنَ اللَّهُ مَنْ لَعَنَ وَالِدَهُ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ غَيَّرَ مَنَارَ الْأَرْضِ

“Aku berada di samping Ali bin Abi Thalib lalu datanglah seseorang seraya berkata, ‘Apa yang pernah Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ rahasiakan untukmu? ” Ali pun marah lalu berkata, ‘Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ tidak pernah merahasiakan kepadaku sesuatu yang tidak beliau sampaikan kepada manusia. Hanya saja beliau pernah mengabarkanku tentang empat perkara. “

Laki-laki itu berkata, “Apa itu wahai Amirul Mukminin? ” Ali pun menjawab, “Rasulullah bersabda, ‘Allah melaknat orang yang melaknat kedua orangtuanya, Allah melaknat orang yang menyembelih sesuatu kepada selain Allah, Allah melaknat orang yang melindungi muhdits dan Allah melaknat orang yang mengubah tanda batas tanah. ” (HR. Muslim no. 3657 Maktabah Syamilah)

Selengkapnya: Empat Dosa Besar yang Mengundang Laknat Allah

  • 28 Amalan Penghapus Dosa
  • Kapan Disyariatkan Membaca Basmalah?
  • Kisah Dusta yang Menimpa Aisyah radhiyallahu ‘anha
  • Bohong, Sifat yang Hina di Masyarakat Jahiliyah
  • Syubhat-syubhat Seputar Demonstrasi
  • Gempa Bumi dan Amalan Ketika Terjadi
  • Tiga Poros Kehidupan: Syukur, Sabar, dan Istighfar
  • Enam Hadits Lemah dan Palsu Tentang Keutamaan Amalan di Bulan Muharram

Halaman 193 dari 338

  • 188
  • 189
  • 190
  • 191
  • 192
  • 193
  • 194
  • 195
  • 196
  • 197