Ilmu Syar’i adalah cahaya penerang bagi kehidupan seorang hamba di dunia menuju ke alam akhirat. Maka, barangsiapa menuntut ilmu syar’i dengan niat ikhlas karena Allah dan dengan tujuan agar meraih keridhoan-Nya semata, niscaya ia tidak akan berhenti dan bosan dari menuntut ilmu syar’i sebelum kematian menjemputnya.
» Allah Ta’ala berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ اليَقِي
Artinya: “Beribadahlah engkau kepada Allah hingga datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr).
Oleh karenanya, Nabi shallallahu alaihi wasallam senantiasa mengambil ilmu dan menerima wahyu dari Allah semenjak diangkat oleh Allah sebagai Nabi dan Rasul-Nya hingga Beliau wafat.
» Hal ini sebagaimana hadits yg diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata; “Sesungguhnya Allah Ta’ala menurunkan wahyu-Nya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam secara berturut-turut hingga Beliau wafat. Dan kebanyakan wahyu itu diturunkan Allah pada hari Beliau wafat.” (HR. imam Al-Bukhari Dan Muslim).
» Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah selalu membawa Pena Dan tinta (untuk mencatat hadits dan faedah ilmiyah, pent) meskipun Beliau telah lanjut usia. Maka Ada seseorang yg bertanya kepadanya: “sampai kapankah engkau berbuat demikian?” Beliau jawab: “Hingga aku masuk ke liang kubur.”. (Lihat Manaaqibu Ahmad karya Ibnul Jauzi hal.31, dan Talbiisu Ibliis, karya Ibnul Jauzi hal.400).
Gharib Jamal, salah satu peletak batu pertama bank Islam dalam makalahnya Al-Masharif wa Buyut At-Tamwil (hal. 45) menerangkan bahwa bank Islam adalah setiap lembaga yang bergerak di bidang perbankan yang berkomitmen menjauhi sistem pembungaan ribawi.
Dr. Abdullah As-Sa'idi menyebutkan definisi yang lebih detail: "Lembaga perbankan berorientasi bisnis yang dibangun di atas syariat Islam." (Ar-Riba, 2/1021)
Menilik definisi di atas, bisa kita simpulkan bahwa bank-bank syariah memiliki ruang gerak yang cukup luas:
a. Sistem bagi hasil (profit sharing)
Di dalamnya terdapat masalah musyarakah (partnership, project financing participation), mudharabah (trust financing, trust investment), muzara'ah (harvest yield profit sharing), dan musaqah (plantation management fee based an certain portion of yield).
b. Sistem jual beli (sale and purchase)
Di dalamnya terdapat masalah
Tidak sedikit orang tua bahkan guru di sekolah, baik langsung maupun tidak langsung, sadar atau tidak sadar, telah memposisikan anak seperti malaikat yang tidak berdosa dan tidak memiliki hawa nafsu.
Di sekolah, sudah biasa anak laki-laki dan perempuan berada dalam satu kelas, bahkan ada yang dengan sengaja diatur satu bangku. Keadaan ini diperparah oleh cara berdandan siswa yang menampilkan sebagian auratnya, apalagi didukung oleh paras yang cantik dan cakep alias ganteng. Inilah fakta yang banyak terjadi di banyak sekolah, baik sekolah yang berlabel Islam terlebih lagi sekolah umum, mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
ANTARA KELAS CAMPUR DENGAN PRESTASI BELAJAR
Penelitian terbaru menunjukkan, lebih dari 700.000 pelajar perempuan di Inggris yang belajar di sekolah khusus perempuan lebih cerdas dibandingkan pelajar di sekolah campuran (pria dan wanita).
Penelitian yang dilakukan atas nama The Good School Guide didapati, sebagian besar dari 71.286 perempuan yang mengikuti program sekolah menengah (The General Certificate Secondary Education [GCSE]) di sekolah sesama perempuan antara tahun 2005 dan 2007 lebih baik hasilnya. Sementara itu, lebih dari 647.942 perempuan yang ikut ujian di sekolah campuran (pria/wanita) 20% lebih buruk daripada yang diharapkan.
Anak laki-laki dengan tingkat kecerdasan (IQ) yang sama lebih meningkat prestasi belajarnya di dalam kelas sejenis (laki-laki saja) daripada mereka berada dalam kelas campur laki-laki dan perempuan.
Halaman 220 dari 345