Membela Sunnah, Merawat Islam, dan Menyatukan Barisan di Era Keterasingan

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 01 August 2025
Dibaca: 3472
  • aqidah

بسم الله الرحمن الرحيم

Tabligh Akbar bersama Fadhilatus Syeikh Dr. Abdullah bin Mar’i Hafidzahullah
(Mudir Daarul Hadits Fiyusy, Yaman)

Sesi 1:
✍ Tema: Membela Sunnah, Merawat Islam, dan Menyatukan Barisan di Era Keterasingan
⏰ Waktu: Kamis, 31 Juli 2025 / 6 Shafar 1447 H (Ba’da Maghrib - selesai)
🎙 Penerjemah: Ustadz Muhammad Ja’fary, B.A., M.Pd. Hafidzahullah
🕌 Lokasi: Masjid Al Umar Windan Baru, Windan, Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Jateng.



Setelah Salam, Ustadz mengawali kajian dengan bersyukur, Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, aku bersaksi bahwa tiada Illah yang berhak disembah kecuali Allah ﷻ, tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwasannya Nabi ﷺ adalah hamba dan utusanNya.

Semoga Allah ﷻ memberkahi dan memberi kesejahteraan kepada keluarga dan sahabatnya.

Puji syukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala karuniakan kepada kita, Maha suci bagi Allah ﷻ atas nikmat yang besar yang tak terkira jumlahnya, Maha suci bagi Allah ﷻ yang Maha Tinggi dengan segala Puji dan syukur atas anugerah nikmat iman dan Islam. Segala puji bagi Allah ﷻ Rabb semesta alam, mari kita memuji Allâh atas segala kekuasaan Nya.

Kita bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala yang telah mengumpulkan kita untuk bermajelis di masjid Al-Umar yang mulia ini, untuk bersama-sama mencari ilmu mengais warisan Rasulullah ﷺ dan beliau berterima kasih kepada panitia yang telah memberikan kesempatan untuk bertemu di majelis yang mulia ini.

Pada pertemuan ini, tema yang diambil adalah tema yang sangat penting, Membela Sunnah, Merawat Islam, dan Menyatukan Barisan di Era Keterangan.

Selengkapnya: Membela Sunnah, Merawat Islam, dan Menyatukan Barisan di Era Keterasingan

Ushulus Sunnah - Imam Ahmad #3 | Larangan Duduk-duduk dengan Ahlul Bid'ah dan Mendebat Mereka

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 30 July 2025
Dibaca: 5511
  • Ushulus Sunnah

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian Kitab: Pokok-pokok Aqidah (Ushulus Sunnah) Imam Ahmad
Pemateri: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawiy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Pertemuan 3: 4 Safar 1447 / 30 Juli 2025
Tempat: Masjid Al-Aziz - Jl. Soekarno Hatta no. 662 Bandung.



POKOK-POKOK SUNNAH MENURUT IMAM AHMAD BIN HANBAL RAHIMAHULLAH

Daftar Isi:

Telah berlalu pembahasan mengenai:

  • Biografi Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah
  • Sanad Kitab: Berasal dari Abdus bin Malik Al Athar termasuk murid terdekat Imam Ahmad.
  • Mengenal nama kitab: makna Ushulus Sunnah.
  • Nama lain akidah dan keistimewaan aqidah Ahli Sunnah wal Jama'ah.
  • Berpegang teguh pada ajaran Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mengikuti mereka.
  • Menjauhi bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.

Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk terus mempelajari kitab-kitab aqidah, karena sangat penting untuk mempelajarinya, beberapa faedah dalam mempelajari kitab aqidah antara lain:

  1. Mengokohkan aqidah kita di atas pondasi yang kuat yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.
  2. Membentengi diri kita dari syubhat-syubhat ahlul bid'ah. Dimana zaman sekarang banyak tersebar di media sosial.
  3. Mempelajari aqidah dengan mudah, karena para ulama membuat kitab-kitab aqidah dengan bahasa yang mudah, berbeda dengan kitab-kitab ahli filsafat.
  4. Menguatkan hubungan antara kita dengan ulama-ulama salaf.
  5. Membentengi para Pemuda di atas akidah yang benar karena kuatnya ghoswul fikr, maka sungguh indah nasehat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu kepada muridnya Ibnul Qayyim al-Jauziyah Rahimahullah:

Janganlah engkau jadikan hatimu seperti busa dalam menampung segala yang datang dan syubhat-syubhat, ia menyerapnya sehingga yang keluar dari busa tadi adalah syubhat-syubhat yang diserapnya tadi. Namun jadikanlah hatimu itu seperti kaca yang kokoh dan rapat (air tidak dapat merembes ke dalamnya) sehingga syubhat-syubhat tersebut hanya lewat di depannya dan tidak menempel di kaca. Dia melihat syubhat-syubhat tersebut dengan kejernihannya dan menolaknya dengan sebab kekokohannya. Karena kalau tidak demikian, apabila hatimu menyerap setiap syubhat yang datang kepadanya, maka hati tersebut akan menjadi tempat tinggal bagi segala syubhat.

_____________________

📖 Miftah Daris Sa’adah (I/443) oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah, tahqiq Syaikh ‘Ali bin Hasan al-Halabi.

Selengkapnya: Ushulus Sunnah - Imam Ahmad #3 | Larangan Duduk-duduk dengan Ahlul Bid'ah dan Mendebat Mereka

Bekal Da'i: Berdakwah dengan Hikmah

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 30 July 2025
Dibaca: 2769

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

📚 Kitab Zadud-Daiyyah ilalloh [Hikmah Nabi dalam Berdakwah]
- Karya : Al-Imam Muhammad bin Shalih Al Utsaimin رحمه الله
🎙 Oleh: Al Ustadz Didik Nugroho حفظه الله تعالى
🗓 Hari : 4 Safar 1447 / 30 Juli 2025
🕰 Waktu: ba'da maghrib - isya
🕌 Tempat: Jajar Islamic Center Surakarta



Bekal Da'i: Berdakwah dengan Hikmah

Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya, Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu, semoga menjadikannya jalan mudah bagi kita menuju surga Allah ﷻ.

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa bekal dakwah adalah :
1. Ikhlas karena Allah ﷻ.
2. Ilmu
3. Sabar

4. Dengan Hikmah

Seorang da’i haruslah menyeru Kepada Allah ﷻ dengan hikmah. Dan alangkah pahitnya orang yang tidak memiliki hikmah.

Dakwah ke jalan Alloh itu haruslah dengan :

  1. hikmah,
  2. mau’izhah hasanah (pelajaran yang baik),
  3. berdebat dengan cara yang lebih baik kepada orang yang tidak zhalim,
  4. kemudian berdebat dengan cara yang tidak lebih baik kepada orang yang zhalim.

Jadi, tingkatan ini ada empat. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 125:

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Selengkapnya: Bekal Da'i: Berdakwah dengan Hikmah

  • Syarah Fadhlul Islam#6: Masuk Islam
  • Kitab Tauhid Bab 35 | Hadits 3-4: Sabar adalah Wajib dan Bagian dari Keimanan
  • Cara Syaithan Menggoda Manusia: Sihir dan Perdukunan
  • Adabul Mufrad Bab 234-236 | Hadits no. 515-521 | Keutamaan Menjenguk Orang Sakit dan Mendo'akannya
  • Al-Wajiz: Kitab Nikah - Bab Talak
  • ad-Daa' wad Dawaa' #3: Do'a adalah Obat
  • Tafsir Surat Luqman Ayat 16-17
  • Riyadush Shalihin Bab 215: Keutamaan Siwak dan Sunnah-sunnah Fitrah

Halaman 123 dari 346

  • 118
  • 119
  • 120
  • 121
  • 122
  • 123
  • 124
  • 125
  • 126
  • 127