Syarah Fadhlul Islam#6: Masuk Islam

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 29 July 2025
Dibaca: 1616
  • Syarah Fadhlul Islam

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

✒┃ Materi : Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Setiap SELASA ba'da Maghrib - Isya'
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.



Pertemuan #6: Bab Masuk Islam

10. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:

باب الدخول في الإسلام

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَٰمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS Ali Imran ayat 85).

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰمُ ۗ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.

Selengkapnya: Syarah Fadhlul Islam#6: Masuk Islam

Kitab Tauhid Bab 35 | Hadits 3-4: Sabar adalah Wajib dan Bagian dari Keimanan

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 29 July 2025
Dibaca: 2136
  • Kitab Tauhid

بسم الله الرحمن الرحيم

🎙Bersama: Al Ustadz Fuad Efendi Lc.,M.H حفظه الله تعالى
📘 Materi : Termasuk Iman Kepada Allah; Sabar Dengan Takdir-Nya
🗓 Hari : Selasa, 4 Safar 1447 / 29 Juli 2025
🕰 Waktu: Ba'da Maghrib - Isya'
🕌 Tempat: Masjid Jajar Surakarta



Bab 35: Termasuk Iman Kepada Allah; Sabar dengan Takdir-Nya (Dalil ke-3 dan ke-4)

Telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya:

  • Sabar kepada Takdir Allah ﷻ adalah bagian dari iman kepada Allah ﷻ dan merupakan cabang dari iman Kepada Allah ﷻ.
  • Sabar adalah kesempurnaan tauhid.
  • Tidak sabar kepada takdir Allah ﷻ adalah haram, dan akan mengurangi kesempurnaan tauhid.
  • Dalil 1: Surat At-Taghabun ayat 11 tentang musibah dan keimanan dan dalil 2: HR.Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu tentang larangan mencela keturunan dan meratapi mayit.
  • Iman adalah pekerjaan hati, ucapan dan amal perbuatan. Sabar adalah amalan, yaitu meninggalkan sesuatu (meratapi) dengan sengaja karena Allah ﷻ.

Selengkapnya: Kitab Tauhid Bab 35 | Hadits 3-4: Sabar adalah Wajib dan Bagian dari Keimanan

Cara Syaithan Menggoda Manusia: Sihir dan Perdukunan

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 29 July 2025
Dibaca: 3001
  • Cara Setan Menggoda Manusia

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian 'Adawatusy Syaithan Lil Insan Kama Ja'at Fil Qur'an
Karya: Dr. Abdul Aziz bin Shalih Al-Ubaid
🎙 Bersama Ustadz Abu Haidar As-Sundawy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
📌 Masjid An-Naafi Dago Pakar Bandung
🗓 Bandung, 4 Safar 1447 / 29 Juli 2025



Cara-cara Syaitan Menggoda Manusia

Telah berlalu pembahasan cara syaithan menggoda manusia (link arsip: https://tinyurl.com/yc8e3xej ), yaitu:

  1. Was-was (Bisikan Jahat).
  2. Lupa.
  3. Janji Palsu dan Angan-angan.
  4. Memberikan ancaman dan menakut-nakuti.
  5. Menghiasi Kemaksiatan.
  6. Menghalangi (Manusia) dari Jalan Allah ﷻ.
  7. Menyuruh Berbuat Maksiat.
  8. Menggoda Secara Bertahap (Tadarruj)
  9. Gangguan (Kesurupan).
  10. Mabuk dan Judi
  11. Menimbulkan Permusuhan diantara Manusia
  12. Tergelincir (dalam Kesalahan).
  13. Talbis (Perancuan).
  14. Kolaborasi Syaitan dan Manusia.

15. MENGAJARI PARA TUKANG SIHIR DAN DUKUN

Untuk bisa menyesatkan banyak manusia, maka syaithan mengajari dua jenis manusia yang dengan perantara keduanya kekufuran dan syirik terhadap Allah ﷻ bisa ditegakkan. Dan kedua jenis manusia tersebut adalah:

Pertama: Para tukang sihir.

Yang demikian itu karena syaithan mengetahui dampak sihir terhadap manusia dan kemapuannya untuk memecah-belah dan mencerai-beraikan kesatuan mereka. Karenanya, dia mengajari mereka ilmu sihir sehingga mereka menjadi kafir, menyesatkan orang-orang selain mereka dan memecah belah mereka. Allah ﷻ berfirman:

وَٱتَّبَعُوا۟ مَا تَتْلُوا۟ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَٰنُ وَلَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُوا۟ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَٰرُوتَ وَمَٰرُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِۦ ۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا۟ لَمَنِ ٱشْتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنْ خَلَٰقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.(QS. Al-Baqarah 102).

Selengkapnya: Cara Syaithan Menggoda Manusia: Sihir dan Perdukunan

  • Adabul Mufrad Bab 234-236 | Hadits no. 515-521 | Keutamaan Menjenguk Orang Sakit dan Mendo'akannya
  • Al-Wajiz: Kitab Nikah - Bab Talak
  • ad-Daa' wad Dawaa' #3: Do'a adalah Obat
  • Tafsir Surat Luqman Ayat 16-17
  • Riyadush Shalihin Bab 215: Keutamaan Siwak dan Sunnah-sunnah Fitrah
  • Kitabul Jami' #3: Hadits 2 - Pandanglah Orang yang di Bawahmu dalam Masalah Dunia
  • Syarhus Sunnah#6: Jalan yang Lurus: Mengikuti Jama'ah, Mengikuti Sunnah, dan Meninggalkan Bid'ah
  • Ushulus Sunnah - Imam Ahmad #2 | Bab ke-1: Berpegang Teguh Kepada Ajaran Sahabat

Halaman 124 dari 346

  • 119
  • 120
  • 121
  • 122
  • 123
  • 124
  • 125
  • 126
  • 127
  • 128