Riyadush Shalihin Bab 215: Keutamaan Siwak dan Sunnah-sunnah Fitrah

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 25 July 2025
Dibaca: 2822
  • Riyadush Shalihin

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃ Materi : Syarah Kitab Riyadush Shalihin.
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jumat , 25 Juli 2025 M / 30 Muharram 1447
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo



٢١٥- باب فضل السِّواك وخصال الفطرة
Bab 215: Keutamaan Siwak dan Sunnah-sunnah Fitrah

١/١١٩٦- عَنْ أَبي هُريرَةَ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ أَنَّ رَسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ: "لَوْلا أَنْ أَشُقَّ عَلى أُمَّتي أَوْ عَلى النَّاسِ لأمرْتُهُمْ بِالسِّواكِ معَ كلِّ صلاةٍ" متفقٌ عَلَيْهِ.

1196. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: “Andaikan aku tidak khawatir memberatkan ummatku atau memberatkan orang-orang, pasti akan kuperintahkan mereka bersiwak pada setiap kali hendak shalat.” (Mutrafaq'alaih).

📃 Pengesahan hadits: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (11/374 - Fath) dan Muslim (252).

🏷 Kandungan hadits:

  1. Siwak (bersikat gigi) tidak wajib hukumnya. Seandainya hal itu wajib, tentu Rasulullah ﷺ akan memerintahkan mereka, baik itu memberatkan ummat maupun tidak.
  2. Menunjukkan besarnya perhatian dan rasa kasih sayang Nabi ﷺ kepada ummatnya.
  3. Disunnahkan bersiwak (gosok gigi) ketika hendak mengerjakan shalat atau saat hendak mendekatkan diri kepada Allah. Pada kondisi seperti itulah sangat diperlukan kebersihan yang sempurna, sebagai ungkapan derajat kemuliaan ibadah yang dilakukan.
  4. Hadits ini menjadi acuan dalil kaidah ushul: “Perintah itu menunjukkan wajib karena dua hal:
    a. Hadits tersebut meniadakan perintah bersamaan dengan penetapan adanya anjuran, seandainya hadits tersebut hanya sekedar menunjukkan anjuran semata-mata, tentu tidak boleh ada peniadaan.
    b. Perintah itu memberatkan mereka. Yang demikian itu, jika perintah itu jelas menunjukkan kewajibannya karena perintah yang mandub (sunnah) tidak memberatkan, sebab boleh ditinggalkan.”

Selengkapnya: Riyadush Shalihin Bab 215: Keutamaan Siwak dan Sunnah-sunnah Fitrah

Kitabul Jami' #3: Hadits 2 - Pandanglah Orang yang di Bawahmu dalam Masalah Dunia

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 24 July 2025
Dibaca: 3947
  • Syarah Kitabul Jami'

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

📚┃Tema Kajian: "Syarah Kitabul Jami' - Ustadz Dr. Firanda Andirja Hafidzahullah"
🎙┃Pemateri : Ustadz Agus Setiawan, S.H. حفظه الله تعالى | Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
🗓┃Hari & Tanggal : Hari Kamis, 24 Juli 2025 / 28 Muharram 1447
⏰┃Waktu : Ba'da Maghrib s.d. Selesai
🕌┃Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Jl. Adi Sucipto No.88b, Kelurahan Jajar , Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57144


Hadits Ke-2: Pandanglah Orang yang di Bawahmu dalam Masalah Dunia

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي اللّه عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صلّى اللّه عليه وسلّم اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

Dari Abū Hurairah radhiallahu ‘anhu ia berkata, Rasūlullāh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah kepada yang di bawah kalian dan janganlah kalian melihat yang di atas kalian, sesungguhnya hal ini akan menjadikan kalian tidak merendahkan nikmat Allāh yang Allāh berikan kepada kalian.” (HR Muslim No. 2963)

📃 Penjelasan:

Hadits ini mengajarkan kepada kita agar dalam masalah dunia hendaknya kita melihat ke bawah. Bagaimanapun kekurangan yang ada pada diri kita dalam masalah dunia, pasti masih ada orang lain yang lebih parah daripada kita. Lihatlah kita sekarang dalam keadaan sehat, alhamdulillāh. Kalau kita melihat ke bawah, betapa banyak orang yang sakit, banyak orang yang terkapar di tempat tidur tidak bisa bergerak karena sakit.

Selengkapnya: Kitabul Jami' #3: Hadits 2 - Pandanglah Orang yang di Bawahmu dalam Masalah Dunia

Syarhus Sunnah#6: Jalan yang Lurus: Mengikuti Jama'ah, Mengikuti Sunnah, dan Meninggalkan Bid'ah

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 24 July 2025
Dibaca: 2317
  • Syarhus Sunnah

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

🎙Bersama: Al Ustadz Abu Adib حفظه الله تعالى
📘 Kitab : Syarhus-Sunnah Al Barbahari - Download Matan KitabTerjemah Matan KitabSyarah Syaikh Fauzan
🗓 Hari : 27 Muharram 1447 / 23 Juli 2025
🕰 Waktu: Setiap Rabu, ba'da maghrib - isya
🕌 Tempat: Masjid Jajar Surakarta



Pertemuan#6: Jalan yang Lurus: Mengikuti Jama'ah, Mengikuti Sunnah, dan Meninggalkan Bid'ah.

  • Syaikh Al-Barbahari berkata: (وهم أهل السُّنَّة والجماعة) ( Dan mereka adalah para ahli Sunnah wal Jama'ah )

📃 Penjelasan:

Para sahabat Muhammad dan orang-orang setelah mereka. Orang-orang yang mengikuti mereka dengan benar adalah para ahli Sunnah, artinya: orang-orang yang berada di jalan yang benar, yaitu Sunnah yang dijelaskannya dalam kitab ini.

Mereka adalah jama'ah yang benar. Adapun berkumpulnya orang lain dalam perkara-perkara batil, mereka tidak disebut jama'ah, meskipun jumlahnya banyak:

تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَقَّ [الحشر: ١٤ ]

Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. [Al-Hasyr: 14]

Selengkapnya: Syarhus Sunnah#6: Jalan yang Lurus: Mengikuti Jama'ah, Mengikuti Sunnah, dan Meninggalkan Bid'ah

  • Ushulus Sunnah - Imam Ahmad #2 | Bab ke-1: Berpegang Teguh Kepada Ajaran Sahabat
  • Risalah Ila Ahli Qaseem: Setiap Perkara yang Baru dalam Agama adalah Bid'ah
  • Kitab Tauhid Bab 35: Sabar adalah Wajib dan Bagian dari Keimanan
  • Syarah Fadhlul Islam#5: Kewajiban Mengikuti Jalan Lurus dan as-Sunnah
  • Cara Syaithan Menggoda Manusia: Kolaborasi Syaitan dan Manusia
  • Jejak Ikhlas #3: Riyadhus Shalihin | Bab Niat Hadits 8-12
  • Jejak Ikhlas #2: Riyadhus Shalihin | Bab Niat Hadits 1-7
  • Jejak Ikhlas #1: Pentingnya Ikhlas dan Faedah-faedahnya

Halaman 126 dari 345

  • 121
  • 122
  • 123
  • 124
  • 125
  • 126
  • 127
  • 128
  • 129
  • 130