Agar Selamat di Alam Kubur

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 03 May 2025
Dibaca: 5292

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian Serial Berita dari Alam Kubur
🎙️ Bersama Ustadz Abu Haidar As-Sundawy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
📌 Masjid Muadz bin Jabal Bojongkulur Gunung Putri Bogor
🗓️ Bogor, 5 Dzulqa’dah 1446 / 3 Mei 2025


Agar Selamat di Alam Kubur

Kajian kali ini adalah lanjutan dari pertemuan sebelumnya tentang Berita dari Alam Kubur.

Orang-orang yang bisa selamat dari siksa dan adzab kubur adalah orang-orang yang berusaha bersungguh-sungguh mempersiapkan diri menghadapi alam kubur. Sehingga, jika kematian menjemputnya dia akan siap.

Persiapan yang harus dilakukan adalah:

  1. Bertaubat dari dosa-dosa.
  2. Tunaikan hak-hak orang lain, seperti halnya kita pernah merampas hak dan kehormatan orang lain, hutang atau bentuk kedzaliman lainya.
  3. Memperbanyak amal-amal Shalih. Karena amal-amal Shalih dapat menjaga dahsyatnya fitnah kubur.

Selengkapnya: Agar Selamat di Alam Kubur

Wasiat Sughro Ibnu Taimiyyah #3: Iringi perbuatan buruk dengan Perbuatan Baik

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 01 May 2025
Dibaca: 2957
  • Wasiat Sughro Ibnu Taimiyyah

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian Kitab: Wasiat Sughro Ibnu Taimiyah
Pemateri: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawiy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Pertemuan 3: 3 Dzulqa’dah 1446 / 30 April 2025
Tempat: Masjid Al-Aziz - Jl. Soekarno Hatta no. 662 Bandung.



1. Wasiat Terbaik Untuk Agama dan Dunia

1. Wasiat Taqwa (Telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya).

2. Iringi perbuatan buruk dengan Perbuatan baik (hasanah)

  • Imam Ibnu Taimiyyah 𝓡𝓪𝓱𝓲𝓶𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱 berkata:

Lalu sabda Nabi ﷺ: “dan iringi perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka perbuatan baik itu akan menghapus perbuatan buruk tersebut,” mengisyaratkan bahwa seorang dokter jika menjumpai pasiennya terkena penyakit yang membahayakannya maka ia akan memerintahkannya untuk melakukan terapi untuk penyembuhannya. Dosa bagi setiap hamba, seakan perkara yang pasti terjadi.

📃 Penjelasan:

Hasanah dalam hadits mengandung dua makna:

  1. Taubat - Iringi perbuatan buruk dengan taubat. Maka, dosa-dosa akan diampuni. Rasulullah ﷺ bersabda, "Taubat menghapus dosa-dosa, seolah-olah ia tidak pernah berdosa." (HR. Bukhari dan Muslim).
  2. Amal-amal kebaikan selain taubat.
    Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Hud ayat 114:

إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

Selengkapnya: Wasiat Sughro Ibnu Taimiyyah #3: Iringi perbuatan buruk dengan Perbuatan Baik

Jihad Fi Sabilillah : Syarat dan Kaidahnya

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 30 April 2025
Dibaca: 6110
  • Fiqh

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian Ilmiah Pekan Ke-5 Masjid Al Ikhlas

📚 Tema Kajian : Jihad Fi Sabilillah : Syarat dan Kaidahnya
🎙┃Pemateri : Ustadz Mohammad Alif, Lc. حفظه الله تعالى. Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
🗓┃Hari & Tanggal : Hari Selasa, 29 April 2025
⏰┃Waktu : Ba'da Maghrib s.d. Selesai
🕌┃Tempat : Masjid Al-ikhlas. Jl. Adi Sucipto No.88b, Kelurahan Jajar , Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta



Ini adalah pembahasan yang sangat penting dalam masalah jihad, yaitu memahami bahwa jihad yang disyariatkan dalam Islam adalah yang sesuai dengan kaidah-kaidah dan syarat-syarat yang dijelaskan dalam Al-Qur’an maupun sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta atsar para Salafush Shalih. Karena sebagian orang terlalu bersemangat tentang masalah jihad dan sebagian meremehkan.

Ada tiga golongan manusia dalam memandang masalah jihad:

  1. Ghuluw dalam bab jihad, hingga tidak memperdulikan syarat-syaratnya dan Kaidah jihad.
  2. Menjauh dari jihad, tidak mau mendengar bahkan tidak terbersit sedikitpun untuk berjihad. Padahal Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ, وَلَمْ يُحَدِّثْ نَفْسَهُ بِهِ, مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ

"Barangsiapa meninggal dunia sementara dia belum pernah berperang atau meniatkan diri untuk berperang, maka dia mati di atas satu cabang dari kemunafikan."

  1.  Golongan pertengahan, memiliki tujuan mulia dalam jihadnya dan dibimbing oleh syariat. Karena mereka yakin ini adalah kewajiban dan puncaknya keislaman seseorang, yang dilandaskan pada syariat.

Selengkapnya: Jihad Fi Sabilillah : Syarat dan Kaidahnya

  • Cara Setan Menggoda Manusia: Membisikkan Janji Palsu dan Angan-angan
  • Agungnya Shalat #1
  • Hadits Arba'in ke-3: Penjelasan tentang Rukun Islam
  • Wasiat Sughro Ibnu Taimiyah #2: Wasiat Taqwa
  • Wasiat Sughro Ibnu Taimiyah #1: Pembuka dan Pertanyaan Abul Qōsim Al-Maghribī
  • Khutbah Id: Hakikat Idul Fitri
  • Khutbah Jum'at: Refleksi Akhir Ramadhan
  • Bertakwa dan Berhias Akhlak Mulia

Halaman 162 dari 346

  • 157
  • 158
  • 159
  • 160
  • 161
  • 162
  • 163
  • 164
  • 165
  • 166