بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kajian Bersama Ma'had Sabilurrasyad
🎙️ Bersama Ustadz Abu Haidar As-Sundawy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
📌 Masjid Mahad Sabilurrasyad Soreang
🗓️ Bandung, 16 Dzulqa’dah 1446 / 14 Mei 2025
Mengamalkan Al-Qur’an
Mengamalkan Al-Qur’an termasuk kedalam tilawah Al-Qur’an, tetapi yang dimaksud adalah tilawah hukmiyah. Yaitu, membenarkan seluruh kabar informasi yang ada di dalam Al-Qur’an baik masuk akal atau tidak, menyaksikan atau tidak, terjangkau dengan panca indera atau tidak, selama informasi diterangkan, wajib kita percaya dan ikuti hukum-hukumnya. Seperti kejadian hari akhirat, surga dan neraka, kisah para nabi dan rasul, dan lainnya.
Tilawah hukmiyah ada dua poin:
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Shad Ayat 29:
كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Biografi Sahabat Hudzaifah Radhiyallahu’anhu
Alhamdulillah. Dia adalah seorang Sahabat Nabi Ṣallallāhu ʿAlaihi wa Sallam yang mulia, Hudzaifah bin H̱isl —atau ada yang mengatakan H̱usail— bin Jabir bin Amru bin Rabīʿah bin Jarwah bin al-H̱ārits bin Māzin bin Qaṯīʿah bin Abbas, al-Abbasī al-Qaṯīʿī. Dia adalah orang yang memberikan sumpah setianya kepada bani Abdul Asyhal dari kaum Anshar.
Ibunya adalah seorang wanita Anshar dari suku Aus dari bani Bani Abdul Asyhal, yang bermana ar-Rabaḅ binti Kaʿab bin Abdil Asyhal. Selesai kutipan dari al-Istīʿāb fī Maʿrifati al-Aṣẖāb (1/98-99)
❀•◎•❀
Pada perang Uhud, Hudzaifah bersama ayahnya Al Yaman turut berperang. Hudzaifah mendapatkan ujian yang amat berat pada peristiwa itu, dan ia dapat keluar dari peperangan dalam kondisi selamat.
Sedangkan ayahnya telah gugur sebagai syahid dalam perang tersebut. Akan tetapi ia gugur bukan karena sabetan pedang musyrikin akan tetapi karena sabetan pedang muslimin. Ini menjadi sebuah kisah yang akan kami angkat pada bagian berikut:
Imam Bukhari (4065) meriwayatkan dari Aisyah —Semoga Allah Meridainya— yang mengatakan bahwa ketika kaum musyrikin dapat dikalahkan perang Uhud, Iblis berteriak, “Wahai hamba-hamba Allah, di belakang kalian!” Lantas pasukan barisan depan mereka berbalik ke arah belakang sehingga mereka bertubrukan dengan pasukan barisan belakang (Mereka menyangka bahwa barisan itu adalah barisan musuh). Hudzaifah mengamati para pasukan dan ternyata mendapati ada ayahnya, al-Yaman, seketika ia berteriak, “Wahai hamba-hamba Allah! Ayahku! Ayahku!” Demi Allah, mereka tidak terkendali sehingga dia terbunuh. Akhirnya, Hudzaifah berkata, “Semoga Allah Mengampuni kalian.”
Ibnu Ishaq berkata, “ʿAṣhim bin Umar bin Qatadah menceritakan kepadaku dari Mahmud bin Labid yang berkata bahwa H̱usail bin Jabir tertikam pedang-pedang pasukan muslimin hingga tewas karena mereka tidak mengenalinya. Hudzaifah berkata, ‘Ayahku!’ Mereka berkata, ‘Demi Allah, seandainya kami mengenalinya (tentu tidak membunuhnya). Mereka benar (tidak mengenalinya).’ Hudzaifah berkata, ‘Semoga Allah Mengampuni kalian, sungguh, Dia adalah Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.’ Rasulullah Ṣallallāhu ʿAlaihi wa Sallam berkehendak membayar diyatnya lalu Hudzaifah menyedekahkan uang diyat tersebut kepada kaum muslimin, sehingga hal itu menambah kemuliaannya di sisi Rasulullah Ṣallallāhu ʿAlaihi wa Sallam.” (Sīrah Ibni Hisyam, 2/86)
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kajian 'Adawatusy Syaithan Lil Insan Kama Ja'at Fil Qur'an
Karya: Dr. Abdul Aziz bin Shalih Al-Ubaid
🎙️ Bersama Ustadz Abu Haidar As-Sundawy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
📌 Masjid An-Naafi Dago Pakar Bandung
🗓️ Bandung, 15 Dzulqa’dah 1446 / 13 Mei 2025
Cara Syaithan Menggoda Manusia: Menghalangi (Manusia) dari Jalan Allah
Telah berlalu pembahasan cara syaithan menggoda manusia yaitu:
1. Was-was (Bisikan Jahat).
2. Lupa.
3. Janji Palsu dan Angan-angan.
4. Memberikan ancaman dan menakut-nakuti.
5. Menghiasi Kemaksiatan.
Cara Keenam: Menghalangi (Manusia) dari Jalan Allah
Sebagaimana syaithan telah bersumpah untuk menjadikan anak cucu Adam memandang indah kemaksiatan, dia juga bersumpah untuk memalingkan mereka dari al-haqq (kebenaran) yang datang dari Allah ﷻ karena dia bisa masuk melalui jalan darah ke tubuh manusia. Maka jika dia mendapati seseorang sedang mendatangi maksiat, syaithan pun berusaha memperindah maksiat tersebut kepadanya, dan jika dia mendapati seseorang sedang mendatangi amal ibadah, syaithan pun berusaha membuat orang tersebut merasa berat dan membencinya. Sehingga akan tercapai baginya dua sasaran sekaligus atau salah satunya.
Allah ﷻ telah memperingatkan kita dari trik-trik (jebakan syaithan Ini), Allah ﷻ berfirman:
وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS Zukhruf: 62)
Selengkapnya: Cara Setan Menggoda Manusia: Menghalangi (Manusia) dari Jalan Allah
Halaman 149 dari 337