Kitab Tauhid Bab 35 | Besarnya Pahala sesuai Besarnya Ujian

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 13 August 2025
Dibaca: 2598
  • Kitab Tauhid

بسم الله الرحمن الرحيم

🎙Bersama: Al Ustadz Fuad Efendi Lc.,M.H حفظه الله تعالى
📘 Materi : Termasuk Iman Kepada Allah; Sabar Dengan Takdir-Nya
🗓 Hari : Selasa, 18 Safar 1447 / 12 Agustus 2025
🕰 Waktu: Ba'da Maghrib - Isya'
🕌 Tempat: Masjid Jajar Surakarta



Bab 35: Termasuk Iman Kepada Allah; Sabar dengan Takdir-Nya

Telah berlalu pembahasan mengenai bab ini:

  • Sabar kepada Takdir Allah ﷻ adalah bagian dari iman kepada Allah ﷻ dan merupakan cabang dari iman Kepada Allah ﷻ.
  • Sabar adalah kesempurnaan tauhid.
  • Tidak sabar kepada takdir Allah ﷻ adalah haram, dan akan mengurangi kesempurnaan tauhid.
  • Dalil ke-1: Surat At-Taghabun ayat 11 tentang musibah dan keimanan.
  • Dalil ke-2: HR.Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu tentang larangan mencela keturunan dan meratapi mayit.
  • Iman adalah pekerjaan hati, ucapan dan amal perbuatan. Sabar adalah amalan, yaitu meninggalkan sesuatu (meratapi) dengan sengaja karena Allah ﷻ.
  • Dalil ke-3: Apabila Allah ﷻ menghendaki kebaikan pada seorang hamba-Nya, maka ia percepat hukuman baginya di dunia. Yaitu bersabar atas datangnya musibah. (HR Tirmidzi dan Hakim).
  • Dalil ke-4: Sesungguhnya besarnya balasan itu sesuai dengan besarnya ujian. (HR Tirmidzi).
  • Sebab-sebab Penggugur dosa-dosa.

Dalil ke-5: Besarnya Pahala sesuai Besarnya Ujian (Penutup).

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلاَءِ، وَإِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخَطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“Sesungguhnya besarnya balasan itu sesuai dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum, maka Ia akan mengujinya, barangsiapa yang ridha akan ujian itu maka baginya keridhaan Allah, dan barangsiapa yang marah/benci terhadap ujian tersebut, maka baginya kemurkaan Allah.” - (Hadits hasan menurut Tirmidzi).

Sisi pendalilan dari hadits ini adalah:

  1. Sabar itu bagian dari keimanan dan dia penyempurna keimanan yang wajib hukumnya. Sabda Nabi ﷺ : Dan barangsiapa yang tidak ridha, maka Allahpun tidak akan ridha kepadanya.

Dan keridhaan adalah tingkatan yang lebih tinggi daripada kesabaran. Yaitu menerima Ujian dengan senang hati. Dan keridhaan memiliki pahala yang besar. Siapa yang sabar maka Allah ﷻ akan mencintainya dan setiap yang dicintai-Nya maka itu adalah bagian dari ibadah.

  1. Sabda Nabi ﷺ : barangsiapa yang marah/benci terhadap ujian tersebut, maka baginya kemurkaan Allah ﷻ.

Allah ﷻ menghukum orang yang marah kepada takdirNya, ini menunjukkan bahwa Allah ﷻ membencinya karena tidak sabar (marah terhadap takdir), dan sabar hukumnya wajib. Maka, kesabaran adalah bagian dari keimanan dan dia adalah penyempurna keimanan.

Selengkapnya: Kitab Tauhid Bab 35 | Besarnya Pahala sesuai Besarnya Ujian

Mulakhas Fiqhi#1: Kitab Jual Beli | Transaksi dan Syarat-syaratnya

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 13 August 2025
Dibaca: 2957
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
 
📚┃Materi : "Fiqh Muamalah" - Kitab : Al Mulakhas Al Fiqhiy
✍🏼Karya : Syaikh Shalih Bin Fauzan Al-Fauzan حفظه الله تعالى
🎙┃Pemateri : Ustadz Muhammad Hamid Alwi, Lc حفظه الله تعالى
▪ Pembina Yayasan Al Mahir Attarbawiyah
▪ Mudir Pondok Pesantren Joglo Qur'an Boyolali
🗓┃Hari & Tanggal : Setiap Hari Selasa , 18 Shafar 1447/12 Agustus 2025
🕰┃Waktu : Ba'da Maghrib - Isya'
🕌┃Tempat : Masjid Al Mubarok - Kampung Gondang Wetan Jl.Bangau I, Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kodepos 57139

Fiqh Muamalah#1


Video Kajian: KPMI Solo Raya    


Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya, Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu.

Sebagai pembuka Ustadz, mengawali dengan menjelaskan pentingnya mempelajari kaidah-kaidah dasar dalam ilmu fiqh seperti yang telah dilakukan oleh para ulama salaf dahulu. Dengannya, mereka mampu menganalisa masalah-masalah fiqh kontemporer, dan ini hanya bisa dilakukan dengan cara mengikuti para ulama.

BAB TENTANG: HUKUM JUAL BELI

Dalam al-Qur’an dan Sunnah, Allah dan Rasul-Nya telah menjelaskan hukum-hukum dalam bermuamalah mengingat besarnya hajat manusia terhadap hal itu. Manusia memerlukan makanan yang membuat tubuhnya menjadi kuat, juga pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan lain-lain yang menjadi kebutuhan primer maupun sekunder dalam kehidupan, (dan itu hanya bisa diperoleh lewat jual-beli).

Sebab itulah jual beli diperbolehkan dalam al-Qur’an, Sunnah, ijima’ dan qiyas. Allah ﷻ berfirman:

وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ

“Allah telah menghalalkan jual beli…” (QS. Al-Baqarah: 275).

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا۟ فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ ۚ

“Tidak ada dosa atas kalian untuk mencari karunia dari Rabb kalian” . (QS. Al Baqarah: 198)

Selengkapnya: Mulakhas Fiqhi#1: Kitab Jual Beli | Transaksi dan Syarat-syaratnya

Kitabul Jami' #5: Hadits 4 – Larangan Berbisik Antara Dua Orang Ketika Sedang Bertiga

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 12 August 2025
Dibaca: 2661
  • Syarah Kitabul Jami'

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

📚┃Tema Kajian: "Syarah Kitabul Jami' - Ustadz Dr. Firanda Andirja Hafidzahullah"
🎙┃Pemateri : Ustadz Agus Setiawan, S.H. حفظه الله تعالى | Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
🗓┃Hari & Tanggal : Hari Kamis, 12 Agustus 2025 / 18 Shafar 1447
⏰┃Waktu : Ba'da Maghrib s.d. Selesai
🕌┃Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Jl. Adi Sucipto No.88b, Kelurahan Jajar , Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57144


Hadits ke-4: Larangan Berbisik Antara Dua Orang ketika Sedang Bertiga

وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ – رضي الله عنه -قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم: «إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً, فَلَا يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ الْآخَرِ, حَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ; مِنْ أَجْلِ أَنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ.

Dari Ibnu Mas’ūd radhiallahu ‘anhu beliau berkata: Rasūlullāh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian bertiga, maka janganlah dua orang berbicara/berbisik-bisik berduaan sementara yang ketiga tidak diajak sampai kalian bercampur dengan manusia. Karena hal ini bisa membuat orang yang ketiga tadi bersedih.” - (HR. Imām Bukhāri dan Imām Muslim dan lafazhnya adalah terdapat dalam Shahīh Muslim).

📃 Penjelasan:

Hadits yang mulia ini menunjukkan salah satu sisi keagungan Islam. Hadits ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur segala hal sampai pada hal-hal yang bahkan dianggap sepele, seperti adab makan, adab minum, dan lain-lain, termasuk di antaranya adab bergaul.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat Ku, dan telah Ku-ridhoi islam itu jadi agama bagimu.” [Al-Maidah/5: 3]

Selengkapnya: Kitabul Jami' #5: Hadits 4 – Larangan Berbisik Antara Dua Orang Ketika Sedang Bertiga

  • Cara Syaithan Menggoda Manusia: Propaganda Suara Syaitan
  • Sebab - Sebab Keamanan Negeri
  • Ad-Daa wa Dawaa’ #4: Waktu-waktu Terkabulnya Do’a
  • Hadits Arba'in ke-23: Sarana-sarana Menuju Kebaikan
  • Dosa Meninggalkan Shalat
  • Riyadush Shalihin Bab-216 Hadits#1207-1210 | Peneguhan Wajibnya Zakat dan Keutamaannya
  • Tanda-tanda Hati yang Keruh
  • Ushulus Sunnah - Imam Ahmad #4 | Bab ke-2: Sumber Akidah adalah Hadits Rasulullah ﷺ

Halaman 116 dari 346

  • 111
  • 112
  • 113
  • 114
  • 115
  • 116
  • 117
  • 118
  • 119
  • 120