بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim, no. 1598).
Laknat maknanya dijauhkan dari rahmat Allah ﷻ. Padahal rahmat-Nya sangat kita butuhkan.
Selain Allah memiliki sifat rahmat (kasih sayang) yang sempurna sesuai dengan kemuliaan-Nya, Dia juga menciptakan kasih sayang. Allah ciptakan kasih sayang menjadi 100 bagian. Antar bagian jaraknya seperti antara langit dengan bumi.
Satu bagian dari 100 rahmat itu ditebarkan di dunia, sehingga para makhluk saling mengasihi satu sama lain. Sedangkan 99 bagian yang tersisa Allah simpan untuk di akhirat.
Selengkapnya: Al-Wajiz | Kitab Al-Buyu' (Jual Beli) | Bab Riba #2
بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃ Materi : Sirah Nabawiyah - Perang Hunain [Kitab "Arrahiq Al Makhtum" - Syaikh Syafiyur Rahman Al Mubaraktury رحمه الله تعالى]
🎙┃ Pemateri : Ustadz Iqbal Muammar hafizhahullah.
🗓┃ Hari/Tanggal : Ahad, 18 Januari 2026 M / 29 Rajab 1447 H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Safira Residence Singopuran
Perang Hunain juga merupakan salah satu perang yang diabadikan oleh al-Qur`an dalam surat At-Taubah.
Sebagian mufassirin menyebut bahwa surat At-Taubah masih gandeng dengan surat Al-Anfal, maka tidak ada basmalah. Dan surat Al-Anfal mengabadikan perang Badar. Maka, Ibnul Qayyim rahimahullah menyebut perang Badar hingga Hunain.
بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃ Materi : Bekal Terbaik Menjelang Ajal Tiba
🎙┃ Pemateri : Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA. hafizhahullah (ANB Channel).
🗓️┃ Hari/ Tanggal : Sabtu, 17 Januari 2026 M / 28 Rajab 1447
🕌┃ Tempat : Masjid Baabussalam Mojolegi Boyolali
Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu. Apalagi dilakukan setelah maghrib menjelang Isya, yang pahalanya seperti pahala Ribath.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya dia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ألا أدلكم على ما يمحو الله به الخطايا ويرفع به الدرجات؟ » قالوا : بلى يا رسول الله، قال: « إسباغ الوضوء على المكاره وكثرة الخطا إلى المسجد وانتظار الصلاة بعد الصلاة فذلكم الرباط فذلكم الرباط فذلكم الرباط
“Apakah kalian mau aku tunjukkan amalan yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat? Mereka menjawab, “Mau , wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda, “Menyempurnakan wudhu’ pada saat-saat yang tidak disukai, memperbanyak langkah kaki menuju ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Yang demikian itulah ar Ribath” (HR. Muslim)
Menyempurnakan wudhu’, berjalan kaki menuju masjid, merindukan datangnya waktu shalat merupakan jihad fi sabiilillah. Karena seorang muslim -ketika melakukan hal-hal tersebut- berjuang dengan gigih melawan nafsunya. Karena melawan hawa nafsu bukan perkara ringan, maka Rasulullah menyerupakannya dengan “ar ribath” yang pada asalnya merupakan istilah di dalam medan jihad. Maka, para salaf dahulu disaat puasa Ramadhan, lebih menyukai tinggal di masjid setelah shalat, untuk menjaga puasa mereka.
Selengkapnya: Bekal Terbaik Menjelang Ajal Tiba | Ustadz Ammi Nur Baits Hafidzahullah
Halaman 12 dari 324