ad-Daa' wad Dawaa' #15-16: Dampak-dampak Buruk Kemaksiatan terhadap Hati dan Jazad

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 18 April 2026
Dibaca: 527
  • ad-Daa' wad Dawaa'

بسم الله الرحمن الرحيم

📚 Ad-Daa wa Dawaa' #15
🎙┃ Ustadz Abdul Fattach, S.Pd.i حفظه الله تعالى
🗓┃Ahad, 12 April 2026 / 23 Syawal 1447 H
🕰┃ Ba'da Subuh
🕌┃ Masjid Al-Ikhlash Safira Residence Kartasura

  1. Pertemuan 12 April 2026 / 23 Syawal 1447 H
    1. 1. Terhalangnya ilmu.
    2. 2. Terhalangnya rizki.


Ad-Daa wa Dawaa' #15: Dampak-dampak Buruk Kemaksiatan terhadap Hati dan Jazad

Pertemuan 12 April 2026 / 23 Syawal 1447 H

Maksiat-maksiat itu memiliki pengaruh buruk yang tercela yang dapat membahayakan hati dan badan di dunia dan akhirat di mana tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, di antaranya:

1. Terhalangnya ilmu.

Karena ilmu adalah cahaya yang Allah susupkan ke dalam hati, maka kemaksiatan akan memadamkan cahaya itu.

2. Terhalangnya rizki.

Di dalam al-Musnad, dari hadits Tsauban Radhiyallahu’anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

"Sesungguhnya seorang hamba itu benar-benar terhalangi rizkinya disebabkan dosa yang dilakukannya." [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, no. 90, 4022 dan lihat al-Musnad, 5/277, 280, 282].

Sebagaimana takwa mendatangkan rizki, maka meninggalkan takwa akan mendatangkan kemiskinan. Karena itu, rizki tidak dapat dilapangkan oleh suatu usaha sebagaimana yang dapat dilakukan dengan amal shalih dan meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan.

Selengkapnya: ad-Daa' wad Dawaa' #15-16: Dampak-dampak Buruk Kemaksiatan terhadap Hati dan Jazad

Pelajaran Aqidah dari Ayat Kursi

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 17 April 2026
Dibaca: 296
  • aqidah

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

📚┃ Materi : Pelajaran Aqidah dari Ayat Kursi
🎙┃ Pemateri : Ustadz Ahmad Fathin, BA. Hafizhahullah
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Ba'da Maghrib], 17 April 2026 M / 28 Syawal 1447 H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo



Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 255:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

Ayat ini sudah sering kita baca dalam sehari semalam: Pada pagi dan petang, sesudah shalat dan ketika hendak tidur. Pertanyaannya, sudahkah kita memahami dan merenungkannya disaat membaca kalimat yang agung ini? Inilah yang hendaknya kita tadabburi.

Selengkapnya: Pelajaran Aqidah dari Ayat Kursi

Riyadush Shalihin Bab-44 | Hadits#348-349 | Kriteria Imam Shalat dan Perintah Meluruskan Shaf Shalat

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 17 April 2026
Dibaca: 220
  • Riyadush Shalihin

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃Materi : Syarah Kitab Riyadush Shalihin. Hadits: https://shamela.ws/
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 17 April 2026 M / 28 Syawal 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo


  Daftar Isi:

  1. Bab 44: Menghormati Para Ulama, Orang Tua, Orang-Orang Terhormat, Mendahulukan Mereka Atas Yang Lainnya, Menjunjung Tinggi Mejelis Mereka, Serta Memperlihatkan Kedudukan Mereka


٤٤ ـ باب توقير العلماء والكبار وأهل الفضل وتقديمهم على غيرهم، ورفع مجالسهم، وإظهار مرتبيهم

Bab 44: Menghormati Para Ulama, Orang Tua, Orang-Orang Terhormat, Mendahulukan Mereka Atas Yang Lainnya, Menjunjung Tinggi Mejelis Mereka, Serta Memperlihatkan Kedudukan Mereka

Sepatutnya kita menghormati para ulama serta orang orang yang menjunjung tinggi Al-Qur’an dan as-Sunnah, yang menempuh jalannya kaum Salafush Shalih baik dalam pemahaman, keyakinan, tingkah laku dan ibadah; bukan menghormati para pengikut hawa nafsu dan bid'ah. Diharuskan juga menghormati orang-orang tua serta memuliakan orang-orang Muslim yang telah lanjut Usia. Demikian juga dengan orang-orang dermawan, berperangai mulia, dan pemberani yang mengajarkan akhlak mulia kepada manusia dengan perbuatan mereka. Ada yang mengatakan: “Keutamaan yang ada pada diri orang orang mulia itu hanya diketahui oleh orang yang mempunyai keutamaan.”

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِࣖ

“Katakanlah: “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orangorang yang tidak mengetahui?" Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az Zumar (391: 9)

Selengkapnya: Riyadush Shalihin Bab-44 | Hadits#348-349 | Kriteria Imam Shalat dan Perintah Meluruskan Shaf Shalat

  • Tadabbur Surat Al-Muzzammil #1 | Tafsir Ayat 1-11
  • Kitabul Jami' #11: Hadits ke-11 | Adab-Adab Minum
  • Hakikat Hijrah
  • Mandzumah Haiyyah#4: Makna Kebahagiaan
  • Ahaditsul Akhlak #19: Hak-hak Tetangga [Bagian-2]
  • Tidak Masuk Surga, Mengaku Anak Orang yang Bukan Bapaknya
  • Sirah Nabawiyah: Berpalingnya Kaum Munafik dari Syari'at Rasulullah ﷺ dalam Perang Tabuk
  • Riyadush Shalihin Bab-42/43 | Hadits#344-347 | Keutamaan Bebuat Baik kepada Orang Lain dan Ahlul Bait

Halaman 17 dari 346

  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21