بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
Kaidah Dan Prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Dalam Mengambil Dan Menggunakan Dalil
Kaidah 1 s/d 5
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
“Dan apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah ia. Dan apa-apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” [Al-Hasyr/59: 7]
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
🎙Bersama: Al Ustadz Abu Adib حفظه الله تعالى
📘 Kitab : Syarhus-Sunnah Al Barbahari - Download Matan KitabTerjemah Matan Kitab Syarah Syaikh Fauzan
🗓 Hari : 22 Dzulhijjah 1446 / 18 Juni 2025
🕰 Waktu: Setiap Rabu, ba'da maghrib - isya
🕌 Tempat: Masjid Jajar Surakarta
Pertemuan#1: Mukadimah
Ustadz mengawali kajian dengan nasehat agar ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat, yang menjadikan bertambahnya takwa dan takutnya kepada Allah ﷻ.
Ibnul Qoyyim rohimahullahu Ta’ala Berkata dalam Al Fawaid, hlm. 148,
Termasuk tanda tanda kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba :
Jangan terlalu pede kita mampu menjawab pertanyaan Munkar dan Nangkir di alam Kubur, sementara kita masih jauh dari pemahaman dan pengalaman sunnah-sunnah Rasulullah.
Maka, dengan memohon pertolongan Allah ﷻ, kita akan memulai pembahasan kitab Syarhus Sunnah ini dengan bantuan ahlinya, Syarah Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Rahimahullah.
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
Mukadimah Pembahasan Syarah Kitabul Jami' - Dr. Firanda Andirja Hafidzahullah
Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi ﷺ Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat Sunnah, hingga saat ini kita masih termasuk golongan yang mengikuti kebenaran.
Dari Umar bin Khatab Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الحَقِّ، حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ
“Selalu akan ada kelompok dari umatku akan membela kebenaran hingga datang hari kiamat.” (HR. Muslim no. 1921).
Satu hal yang menjadi catatan penting di awal kajian adalah, ketakwaan bukan hanya mengikuti hak-hak Allah ﷻ saja, seperti haji, sedekah, shalat, membaca Al-Qur’an dan lainya, sementara tidak memperhatikan hubungan dengan sesama manusia, yaitu akhlak.
Maka, takwa mencakup semua yang diperintahkan Allah ﷻ seperti akhlak yang mulia dan semua yang dilarang Allah ﷻ seperti akhlak yang buruk.
Halaman 139 dari 338