Jika Bisa Dipermudah maka Jangan Dipersulit

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 25 January 2026
Dibaca: 1675
  • Akhlak

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃ Materi : Jika Bisa Dipermudah maka Jangan Dipersulit (Amalan Dzahir dari Beningnya Hati)
🎙┃ Pemateri : Ustadz Mishbah Abu Zakariya hafizhahullah.
🗓️┃ Hari, Tanggal : Ahad, 25 Januari 2026 M / 5 Sya’ban 1447 H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Safira Residence Singopuran


Daftar Isi 



Akhlak Mulia sebab Masuk Surga

Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya, Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu setelah Shalat Subuh Berjama'ah.

Setiap manusia tidak akan pernah mampu hidup sendiri, setiap hari tentu ada interaksi dengan orang lain, baik muamalah maliyah maupun muamalah umum lainnya seperti dalam hal jual beli, hutang ataupun hak dan kewajiban seorang muslim lainnya.

Setiap amalan memerlukan kebersihan hati, karena amalan dzahir mencerminkan kebersihan hati. Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Selengkapnya: Jika Bisa Dipermudah maka Jangan Dipersulit

Hadzihi Aqidatuna#7 | Beriman Adanya Syafa'at

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 23 January 2026
Dibaca: 137
  • Hadzihi Aqidatuna

بسم الله الرحمن الرحيم

📚┃Materi : "Haadzihi 'Aqidatunaa"
✍🏼┃Karya : Abu Umair Majdi bin Arafat Al-Mishri Hafidzahullah
🎙┃Pemateri : Ustadz Mohammad Alif, Lc, M.Pd Hafidzahullah (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari)
🗓┃Hari & Tanggal : Hari Jum'at,  23 Januari 2026 M / 4 Sya'ban 1447 H
🕰┃Waktu : Ba'da Maghrib - Isya'
🕌┃Tempat : Masjid Al-Qomar - Jl. Slamet Riyadi No. 414 Rel Bengkong Purwosari, Solo, Jawa Tengah 57142


Inilah Aqidah Kami - Pertemun#7 [Beriman Adanya Syafa'at]

Keyakinan akan syafaat pada Hari Kiamat, bahwa itu benar sebagaimana yang telah disampaikan dan ditegaskan oleh Nabi (shalawat dan salam kepadanya), dan bahwa itu diperuntukkan bagi orang-orang Islam. Adapun bagi orang-orang kafir, Allah ﷺ berfirman:

فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشّٰفِعِيْنَۗ ۝٤٨

Maka, tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari para pemberi syafaat. [Al-Muddaththir: 48].

Syafa’at hanya akan terjadi dengan izin Allah dan ridha-Nya baik kepada pemberi syafaat maupun kepada orang yang diberi syafa’at. Allah ﷻ berfirman:

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُوْنَۙ اِلَّا لِمَنِ ارْتَضٰى وَهُمْ مِّنْ خَشْيَتِهٖ مُشْفِقُوْنَ ۝٢٨

Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang ada di hadapan mereka (malaikat) dan yang ada di belakang mereka. Mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang Dia ridai dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. [Al-Anbiya: 28].

Selengkapnya: Hadzihi Aqidatuna#7 | Beriman Adanya Syafa'at

Riyadush Shalihin Bab-242 | Hadits#1393-1396 | Keutamaan Pujian dan Syukur

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 23 January 2026
Dibaca: 238
  • Riyadush Shalihin

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃Materi : Syarah Kitab Riyadush Shalihin. Hadits: https://shamela.ws/
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 23 Januari 2026 M / 4 Sya'ban 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo


  Daftar Isi:

  1. Pendahuluan


  [٦ - كتابُ حمد الله تعالى وشكره] - Keenam: Kitab Memuji Allah dan Mensyukurinya

Pendahuluan

Syukur adalah ungkapan pujian dan pengakuan yang keluar melalui lisan seorang hamba atas tampaknya nikmat Allah, diikuti dengan rasa cinta, ridha, dan qana'ah (kepuasan) melalui hatinya, serta ketundukan dan kepatuhan melalui anggota-anggota tubuhnya.

Pujian adalah sanjungan dalam bentuk ucapan kepada yang disanjungnya dengan sifat-sifat Dzat-Nya Yang Mahatinggi serta karunia-Nya kepada seluruh makhluk.

Ahli ilmu dan para ulama membicarakan perbedaan keduanya. Mereka berkata, bahwasanya syukur lebih umum dalam segi macam dan sebab-sebabnya, tapi lebih khusus dalam segi hubungannya. Sedang pujian adalah sebaliknya. Maksudnya, syukur dapat terwujud dengan hati, ucapan, dan dengan perbuatan.

Dengan kata lain, syukur terjadi dengan ucapan, perbuatan, dan niat. Hubungan syukur adalah nikmat yang bukan sifat-sifat Dzat. Oleh karena itu, tidak dapat dikatakan: "Kita bersyukur kepada Allah atas kehidupan-Nya, pendengaran-Nya, penglihatan-Nya, dan ilmu-Nya."

Dia terpuji karenanya,' sebagaimana Dia terpuji karena kebaikan dan keadilan-Nya. Sesungguhnya syukur itu terlaksana karena limpahan kebaikan dan nikmat.

Segala yang berhubungan dengan syukur berhubungan pula dengan pujian, bukan sebaliknya. Demikian juga, segala yang terjadi dengan pujian, maka terjadi pula dengan syukur, dan bukan sebaliknya. Sebab, syukur terjadi dengan anggota badan, sedang pujian terjadi dengan hal dan ucapan.

*****

Selengkapnya: Riyadush Shalihin Bab-242 | Hadits#1393-1396 | Keutamaan Pujian dan Syukur

  • Mendidik Anak - Tiket Menuju Surga #3: Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak #1
  • Tadabbur Surat Jin #2 | Tafsir Ayat 4-7
  • Ahadits Ishlahul Qulub: Istiqamahnya Hati
  • Ushulus Sunnah - Imam Ahmad #20 | Bab 18: Hukum Mencela Sahabat Nabi ﷺ
  • Mukhtashar fii Khuluqil Muslim#20/21:  Akhlak Muslim dalam Berdakwah kepada Allah ﷻ
  • Syarah Fadhlul Islam#27: Penjelasan Mengenai Agama yang Lurus [Tafsir Surat Ar-Rum ayat 30]
  • Khulasatul Kalam: Hadits-hadits Seputar Shalat Jenazah dan Pengurusannya
  • Kitab Tauhid Bab 43 | Orang Yang Tidak Puas Terhadap Sumpah dengan Nama Allah ﷻ

Halaman 8 dari 324

  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12