Syarah Tsalatsatul Ushul: Tokoh-tokoh Thaghut

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 18 Juni 2025
Dibaca: 2418
  • manhaj

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃ Materi : 3 LANDASAN UTAMA AKIDAH ISLAM (Mengenal Allah, Rasul & Dinul Islam)
Kitab : Tsalatsatul Ushul | Karya : Muhammad bin Abdul Wahab
🎙┃ Pemateri : Ustadz Muhammad Rizqi, Lc, حفظه الله | (Staff pengajar pondok pesantren Imam Bukhori)
🗓┃ Setiap Hari RABU Ba'da Maghrib - Isya'
🕌┃ Tempat : Masjid Umar bin Khaththab (Belakang STMIK AMIKOM Singopuran SKA)

Facebook Live: Masjid Umar bin Khaththab 


Tokoh-tokoh Thaghut

 والطواغيت كثيرة، ورؤوسهم خمسة:  1.  إبليس لعنه الله.   2. ومن عبد وهو راضٍ.    3. ومن دعا الناس إلى عبادة نفسه.    4. ومن ادعى شيئاً من علم الغيب.    5. ومن حكم بغير ما أنزل الله".

Thaghut itu banyak macamnya, tokoh-tokohnya ada lima:

1. Iblis, yang telah dilaknat oleh Allah ﷻ. (Penjelasannya telah berlalu).

Iblis adalah setan yang 'terajam' dan terlaknat, yang terhadapnya Alloh berfirman:

"Sesunguhnya laknat-Ku tetap atasmu hinga Hari Pembalasan" (Shaad: 78)

Dahulunya, iblis itu bersahabat dengan para malalkat dan melakukan perbuatan yang dilakukan oleh para malaikat. Namun ketika iblis mendapat perintah untuk sujud kepada Adam 'alahissalam, tampaklah bahwa pada dirinya terdapat sifat busuk, enggan (durhaka), dan takabur.

Karena ternyata ia enggan (untuk sujud) dan takabur, dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir, akhirnya ia terusir dari rahmat Allah Ta'ala, Allah berfirman,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَٰفِرِينَ

'Ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat (yang di situ terdapat pula iblis), 'Sujudlah kalian kepada Adam!' Maka bersujudlah mereka, kecuali iblis. Ia enggan dan takabur, dan ia termasuk golongan orang-orang kafir'”(Al-Baqarah: 34)

2. Orang yang disembah, sedang ia sendiri rela.

Yaitu orang yang diibadahi (disembah) selain Alloh, sedangkan ia rela untuk disembah selain Allah. Ia termasuk salah satu dari dedengkot thaghut -wal 'iyadzu billah- entah ia disembah semasa hidupnya ataupun sepeninggalnya jika ia mati dalam keadaan rela akan hal itu.

Selengkapnya: Syarah Tsalatsatul Ushul: Tokoh-tokoh Thaghut

Syarah Fadhlul Islam#1: Agama Islam telah Sempurna

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 18 Juni 2025
Dibaca: 4329
  • Syarah Fadhlul Islam

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

✒┃Materi : Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
- Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala [Alumnus LIPIA Jakarta & Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari]
📆┃Setiap SELASA ba'da Maghrib - Isya'
🕌┃Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā - Blimbing 01/04, Blimbing Gatak Sukoharjo



Pertemuan 1: Agama Islam telah Sempurna

1. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:

بسم الله الرحمن الرحيم وبه نستعين

بَابُ فَضْلِ الإِسْلَامِ

Bab: Keutamaan Islam

📃 Penjelasan:

Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah dalam kitab-kitabnya: Tauhid, Ushulul Iman, Fadhlul Islam, Kaba’ir menempuh penulisan yang dilakukan oleh Ahli Hadits yaitu buku-buku tersebut menulis sebuah judul kemudian sesudahnya menulis ayat dan hadits. Yang berisi kesimpulan dari nash yang dijelaskan sesudahnya.

Ini menunjukkan bahwa beliau hanya membawakan ayat-ayat dan hadits-hadits yang telah disampaikan oleh Nabi ﷺ, beliau hanya memberikan judul dari kitab beliau. Maka, tuduhan beliau yang yang mengusung madzhab kelima - Wahabisme, otomatis terbantahkan.

Kelompok (firqah) yang menyimpang sebagaimana diklaim sebagian pihak, mestinya lebih tepat kepada sekte Wahhabiyah yang sudah ada sejak abad ke-3 H di Afrika Utara, dipelopori Abdul Wahhab bin Rustum.

Sementara itu, Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dilahirkan pada 1115 H/1703 M di Jazirah Arab. Bila ditilik dari lahirnya saja sudah berbeda 10 abad.

Selengkapnya: Syarah Fadhlul Islam#1: Agama Islam telah Sempurna

Khulasatul Kalam: Menunggu Dingin untuk Shalat Dzuhur Ketika Cuaca Panas

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 17 Juni 2025
Dibaca: 3739
  • Fiqh

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian Kitab: خلاصة الكلام على عمدة الأحكام
Karya: Syaikh Abdullah Alu Bassam Rahimahullah
Hari/Tanggal: Selasa, 20 Dzulhijjah 1446 / 17 Juni 2025
Bersama Ustadz Mohammad Alif, Lc 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Staff Pengajar Ma'had Imam Bukhari Solo
Tempat: Masjid Al-Ikhlash Jl. Adi Sucipto - Kerten Solo


Video Kajian: Youtube Kajian ke-23


Bab: Menunggu Dingin untuk Shalat Dzuhur Ketika Cuaca Panas

Telah menjadi kebiasaan Nabi ﷺ shalat Zhuhur bersama para shahabatnya, saat musim panas, saat bumi menjadi sangat panas karena terik matahari, ketika para sahabat tidak mampu meletakkan dahi-dahi mereka di atas bumi yang sangat panas, maka mereka menghamparkan baju-bajunya dan sujud di atasnya untuk menghindari panasnya bumi.

Hadits ke-109:

عن عبد الله بن عُمَرَ وأبي هُرَيْرَةَ وأبي ذر رضي الله عنهم عن النبي - صلى الله عليه وسلم - أنه قال: «إذا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بالصلاة. فإن شدة الْحَرِّ من فَيْحِ جَهَنَّمَ».

[صحيح] - [متفق عليه عن أبي هريرة وأبي ذر -رضي الله عنهما-، ورواه البخاري عن ابن عمر -رضي الله عنهما]

Dari Abdullah bin Umar, Abu Hurairah dan Abi Dzar -raḍiyallāhu 'anhum-, dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, bahwasanya beliau bersabda, "Apabila cuaca sangat panas, maka akhirkan salat Zuhur sampai waktu dingin, karena panas yang sangat terik itu merupakan hembusan hawa panas neraka Jahanam."

[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Bukhari - Muttafaq 'alaih]

📃 Penjelasan:

Dua hal utama yang menjadi poin hadits ini:

  1. Dianjurkan mengakhirkan shalat dzuhur sampai keadaan dingin ini menunjukkan rahmat Allah ﷻ 
  2. Hendaknya disaat shalat menjauhi Perkara-perkara yang melalaikan agar shalatnya tenang dan khusyu. 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu berkata, ahlul hadits lebih menyukai mengakhirkan shalat dzuhur secara mutlak baik Jama'ah atau sendirian. 

Ruh dan inti dari shalat adalah khusyuk dan hadirnya hati. Oleh sebab itu, disunnahkan bagi orang yang hendak melaksanakan shalat mengosongkan diri dari amalan-amalan lain yang menyibukkan, dan melakukan amalan yang dapat mengantarkan hadirnya hati. Maka Pembuat syariat memberikan keutamaan untuk mengakhirkan shalat Zhuhur ketika cuaca sangat panas sampai agak dingin, agar cuaca panas itu tidak mengganggu kekhusyukannya.

Dengan demikian, terdapat kemudahan dalam agama ini bagi mereka yang keluar (untuk shalat) di masjid-masjid di bawah terik matahari. Dari makna-makna yang mulia tersebut, disyariatkan mengakhirkan shalat dari awal waktunya. Sehingga hadits ini mengkhususkan (baca: mengecualikan) hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan shalat di awal waktu.

Faedah lainya yang perlu diperhatikan:

1. Kebersihan lantai. Terutama karpet yang bau dan kotor. 
2. Kebersihan toilet. 
3. Keadaan fasilitas seperti AC atau kipas angin. 
4. Kondisi speakernya. 

Selengkapnya: Khulasatul Kalam: Menunggu Dingin untuk Shalat Dzuhur Ketika Cuaca Panas

  • Aqidah Wasitiyah: Beriman Bahwasannya Al-Qur’an adalah Kalamullah bukan Makhluk
  • Al-Qur’an Al-Karim adalah Sumber Mata Air Penyucian Jiwa
  • Iman dan Mentaati Nabi Muhammad ﷺ Merupakan Syarat dan Sebab Masuk Surga
  • Shalat Jum'at dan Jama'ah adalah Syiar Islam yang Agung
  • Agama adalah Nasihat: Nasihat kepada Allah ﷻ
  • Ciri Manhaj Salaf: Syiar yang selalu Didakwahkan adalah Ittibâ kepada Nabi ﷺ
  • Ahadits Ishlahul Qulub: Hati adalah Bejana
  • Misteri Kematian [Pengantar]

Halaman 140 dari 338

  • 135
  • 136
  • 137
  • 138
  • 139
  • 140
  • 141
  • 142
  • 143
  • 144