Ushulus Sunnah - Imam Ahmad #20 | Bab 18: Hukum Mencela Sahabat Nabi ﷺ

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 22 January 2026
Dibaca: 1576
  • Ushulus Sunnah

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian Kitab: Pokok-pokok Aqidah (Ushulus Sunnah) Imam Ahmad
Pemateri: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawiy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Pertemuan 20: Rabu, 2 Sya'ban 1447 / 21 Januari 2026 
Tempat: Masjid Al-Aziz - Jl. Soekarno Hatta no. 662 Bandung.



POKOK-POKOK SUNNAH MENURUT IMAM AHMAD BIN HANBAL RAHIMAHULLAH

Daftar Isi:

  1. Ushulus Sunnah - Imam Ahmad #20 |  Bab-18: Hukum Mencela Sahabat
    1. 📖 Imam Abu ‘Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal berkata:

Ushulus Sunnah - Imam Ahmad #20 |  Bab-18: Hukum Mencela Sahabat

📖 Imam Abu ‘Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal berkata:

وَمَنِ انْتَقَصَ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، أَوْ أَبْغَضَهُ بِحَدَثٍ كَانَ مِنْهُ، أَوْ ذَكَرَ مَسَاوِئَهُ؛ كَانَ مُبْتَدِعًا حَتَّى يَتَرَحَّمَ عَلَيْهِمْ جَمِيعًا، وَيَكُونَ قَلْبُهُ لَهُمْ سَلِيمًا.

(50) Siapa yang merendahkan salah satu Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam atau membencinya dikarenakan sebuah peristiwa atau menyebut-nyebut keburukannya maka ia seorang mubtadi. Akan tetapi selayaknya ia mendoakan rahmat untuk mereka dan hatinya bersih dari membenci mereka.

Selengkapnya: Ushulus Sunnah - Imam Ahmad #20 | Bab 18: Hukum Mencela Sahabat Nabi ﷺ

Mukhtashar fii Khuluqil Muslim#20/21:  Akhlak Muslim dalam Berdakwah kepada Allah ﷻ

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 21 January 2026
Dibaca: 357
  • Akhlak

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

Kajian Mukhtashar fii Khuluqil Muslim#20/21 | Oleh: Sulthan Bin Abdullah Al-‘Umary Hafidzahullah
Download Kitab: s-alamri.com

🎙| Bersama: Al Ustadz Abu Adib Hafidzahullah
🗓 | Hari/Tanggal: Rabu, 25 Rajab1447 / 14 Januari 2026 dan 2 Sya'ban 1447 / 21 Januari 2026
🕰 | Waktu: ba'da maghrib - isya
🕌 | Tempat: Jajar Islamic Center Surakarta



Daftar Isi:

  1. Akhlak seorang Muslim dalam Berdakwah kepada Allah Ta’aala
    1. Pertemuan #20: 25 Rajab1447 / 14 Januari 2026

خَلْقُ اَلْمُسْلِمِ فِي اَلدَّعْوَةِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى

Akhlak seorang Muslim dalam Berdakwah kepada Allah Ta’aala

Pertemuan #20: 25 Rajab1447 / 14 Januari 2026

Allah ﷻ berfirman dalam surat Yusuf ayat 108:

قُلْ هَٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى ۖ وَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah berkata, makna bashirah - بَصِيرَةٍ adalah:

  1. Mendakwahkan dengan ilmu, yakin akan kebenaran berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah.
  2. Sampaikan dengan cara atau ushlub yang baik.
  3. Mengetahui mad’u yang akan didakwahi. Demikian yang Rasulullah nasehatkan kepada Mu’adz ibnul Yaman Radhiyallahu’anhu.

Selengkapnya: Mukhtashar fii Khuluqil Muslim#20/21:  Akhlak Muslim dalam Berdakwah kepada Allah ﷻ

Syarah Fadhlul Islam#27: Penjelasan Mengenai Agama yang Lurus [Tafsir Surat Ar-Rum ayat 30]

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 21 January 2026
Dibaca: 206
  • Syarah Fadhlul Islam

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

✒┃ Materi :Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Selasa, 1 Sya’ban 1447 / 20 Januari 2026
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.



Pertemuan#27: Penjelasan Mengenai Agama yang Lurus [Tafsir Surat Ar-Rum ayat 30]

 

📖 56. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:

وقوله تعالى :

Dan Firman-Nya:

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ ۝٣٠ 

 Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam sesuai) fitrah (dari) Allah yang telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (tersebut). Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Selengkapnya: Syarah Fadhlul Islam#27: Penjelasan Mengenai Agama yang Lurus [Tafsir Surat Ar-Rum ayat 30]

  • Khulasatul Kalam: Hadits-hadits Seputar Shalat Jenazah dan Pengurusannya
  • Kitab Tauhid Bab 43 | Orang Yang Tidak Puas Terhadap Sumpah dengan Nama Allah ﷻ
  • Tadabbur Surat Jin #1 | Tafsir Ayat 1-3
  • Al-Wajiz | Kitab Al-Buyu' (Jual Beli) | Bab Riba #2
  • Sirah Nabawiyah: Hikmah Perang Hunain #1
  • Bekal Terbaik Menjelang Ajal Tiba | Ustadz Ammi Nur Baits Hafidzahullah
  • Ramadhan : Apa yang di Siapkan? ┃ Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A hafizhahullah
  • Ad-Daa' wa Dawaa' #13: Dampak-dampak Buruk Kemaksiatan terhadap Umat-umat Terdahulu #2

Halaman 10 dari 324

  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14