Khulasatul Kalam: Hadits-hadits Seputar Shalat Jenazah dan Pengurusannya

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 20 January 2026
Dibaca: 344
  • Fiqh

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

📗┃Kajian Kitab: Khulashatul Kalam 'alaa Umdatul Ahkam  ┃  Download Kitab
✍┃Karya: Syaikh Abdullah Alu Bassam Rahimahullah
🗓┃Hari/Tanggal: Selasa, 1 Sya'ban 1447 / 20 Januari 2026
🎙┃Bersama Ustadz Mohammad Alif, Lc. M.Pd  𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱  - Staff Pengajar Ma'had Imam Bukhari Solo
🕌┃Tempat: Masjid Al-Ikhlash Jl. Adi Sucipto - Kerten Solo
📖 ┃Daftar Isi:

  1. بَابٌ فَى الْكَفَنِBab: Kain Kafan
    1. 📖 Hadits ke-155: Sifat Kain Kafan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
 


 


بَابٌ فَى الْكَفَنِ
Bab: Kain Kafan

📖 Hadits ke-155: Sifat Kain Kafan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Dari Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُفِّنَ فِي ثَلَاثَةِ أَثْوَابٍ يَمَانِيَةٍ بِيضٍ سَحُولِيَّةٍ مِنْ كُرْسُفٍ لَيْسَ فِيهِنَّ قَمِيصٌ وَلَا عِمَامَةٌ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (ketika wafat) dikafani jasadnya dengan tiga helai kain yang sangat putih terbuat dari katun dari negeri Yaman dan tidak dikenakan padanya baju dan serban (tutup kepala).” (HR. Bukhari no. 1264 dan Muslim no. 941)

Selengkapnya: Khulasatul Kalam: Hadits-hadits Seputar Shalat Jenazah dan Pengurusannya

Kitab Tauhid Bab 43 | Orang Yang Tidak Puas Terhadap Sumpah dengan Nama Allah ﷻ

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 20 January 2026
Dibaca: 1819
  • Kitab Tauhid

بسم الله الرحمن الرحيم

🎙Bersama: Al Ustadz Fuad Efendi Lc.,M.H حفظه الله تعالى
📘 Materi : Kitab Tauhid Bab 43 | Orang Yang Tidak Puas Terhadap Sumpah dengan Nama Allah - Pertemuan 1 dan 2
🗓 Hari : Selasa, 1 Sya’ban 1447 / 20 Januari 2026
🕰 Waktu: Ba'da Maghrib - Isya'
🕌 Tempat: Masjid Jajar Surakarta
📖 Daftar Isi:

  1. Bab 43 | Orang Yang Tidak Puas Terhadap Sumpah dengan Nama Allah #1
  2. Pendahuluan


Bab 43 | Orang Yang Tidak Puas Terhadap Sumpah dengan Nama Allah #1

مَاجَاءُ فِيمَنْ لَمْ يَقْنَعْ بِالْحَلْفِ بااَللَّهِ

Orang Yang Tidak Puas Terhadap Sumpah dengan Nama Allah

Pendahuluan

Maksud dari bab ini adalah tentang seorang yang tidak mau menerima atau puas dengan sumpah orang lain kepadanya, meskipun orang tersebut telah bersumpah dengan nama Allah ﷻ. Sikap seperti ini adalah sikap yang mencoreng kemurnian tauhid seseorang. Sikap yang tepat bagi seseorang jika ada orang lain yang telah bersumpah dengan nama Allah ﷻ, maka dia harus terima sumpah tersebut sebagai bentuk pengagungannya terhadap Allah ﷻ. Adapun Jika dia tidak menerima sumpah dengan nama Allah tersebut tanpa sebab, maka itu menunjukkan tauhidnya bermasalah dan pengagungannya terhadap Allah kurang.

Pembahasan kita pada bab ini adalah juga tentang bagaimana mencapai kemurnian tauhid. Sebagaimana kita ketahui bahwa barangsiapa ang memiliki tauhid yang sempurna, maka dia akan masuk surga tanpa azab dan tanpa hisab. Oleh karena itu seorang hendaknya berusaha menjaga kemurnian tauhidnya sebisa mungkin. Jika seseorang merasa bahwa ada sedikit noda pada tauhidnya, maka hendaknya dia segera mencari tahu dan membersihkannya. Di antara hal yang dapat mengotori kemurnian tauhid adalah seorang tidak menerima sumpah orang lain yang diucapkan dengan nama Allah .

Selengkapnya: Kitab Tauhid Bab 43 | Orang Yang Tidak Puas Terhadap Sumpah dengan Nama Allah ﷻ

Tadabbur Surat Jin #1 | Tafsir Ayat 1-3

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 20 January 2026
Dibaca: 352
  • Tafsir Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم

📚 ┃Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr Al-Qur`ān Al-Karīm
🎙┃ Ustadz Abdul Fattach, S.Pd.i حفظه الله تعالى - Staff Pengajar Ponpes Al-Madinah Surakarta
🗓┃Pertemuan 1: Kamis, 15 Januari 2026 / 26 Rajab 1447 H
🕰┃ Ba'da Isya [19:30-20:30]
🕌┃ Masjid Ponpes Joglo Qur'an - Boyolali



Tadabbur Surat Jin #1 | Ayat 1-3

قُلْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَنَّهُ ٱسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَقَالُوٓا۟ إِنَّا سَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًا

1. Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,

  • Tafsir: Katakan -wahai Rasul- kepada umatmu, “Allah telah mewahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin di lembah an-Nakhlah telah mendengar bacaan Al-Qur`ānku, ketika mereka kembali kepada kaum mereka, mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah mendengarkan perkataan yang dibacakan, keterangan dan kefasihan lafalnya sangat menakjubkan.

يَهْدِىٓ إِلَى ٱلرُّشْدِ فَـَٔامَنَّا بِهِۦ ۖ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدًا

2. (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami,

  • Tafsir: Ucapan yang kami dengar ini menunjukkan kepada keyakinan, ucapan, dan perbuatan yang benar, sebab itu kami mengimaninya dan sekali-kali kami tidak akan menyekutukan Tuhan kami yang menurunkannya dengan seorang pun.

وَأَنَّهُۥ تَعَٰلَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا ٱتَّخَذَ صَٰحِبَةً وَلَا وَلَدًا

3. dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.

  • Tafsir: Kami beriman bahwa Dia Yang Mahatinggi keagungan dan kekuasaan-Nya tidak mempunyai istri maupun anak sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang musyrik.

وَأَنَّهُۥ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى ٱللَّهِ شَطَطًا

4. Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,

  • Tafsir: Sesungguhnya Iblis telah mengatakan perkataan yang menyimpang terhadap Allah -Subḥānahu-, yaitu dengan menisbahkan adanya istri dan anak kepada-Nya.

وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن تَقُولَ ٱلْإِنسُ وَٱلْجِنُّ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا

5. dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.

  • Tafsir: Sesungguhnya Kami dahulu mengira bahwa orang-orang yang musyrik dari golongan manusia dan jin tidak berkata bohong ketika mereka mengklaim bahwa Allah mempunyai istri dan anak, sehingga kami membenarkan ucapan mereka karena taklid terhadap mereka'.

وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ ٱلْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

6. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

  • Tafsir: Sesungguhnya dahulu di zaman jahiliah ada beberapa laki-laki dari golongan manusia meminta perlindungan kepada sekelompok laki-laki dari golongan jin saat mereka singgah di suatu tempat yang angker. Salah seorang di antara mereka berkata, “Aku berlindung kepada penguasa lembah ini dari kejahatan kaumnya yang bodoh.” Maka, hal ini menambah rasa takut segolongan dari manusia terhadap segolongan jin.

وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا۟ كَمَا ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَبْعَثَ ٱللَّهُ أَحَدًا

7. Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun,

  • Tafsir: Sesungguhnya manusia menyangka sebagaimana kalian -wahai para jin- juga menyangka bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seseorang setelah kematiannya untuk perhitungan amalnya dan pembalasan.

📃 Penjelasan:

  1. Ayat 1: Al-Qur'an adalah kalamullah wahyu kepada Nabi ﷺ yang disampaikan oleh malaikat Jibril. Karena ada yang mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah makhluk, yang fitnah ini ada pada zaman Imam Ahmad rahimahullah hingga beliau dipenjara.
  • Surat ini membicarakan makhluk Allah ﷻ: Jin, yaitu makhluk yang terbuat dari api yang merupakan keturunan dari iblis. Ada tiga golongan yang Allah ﷻ ciptakan :
    - Malaikat dari cahaya
    - Iblis dari api
    - Manusia dari tanah
  • Meskipun demikian, tidak semua jin adalah kafir. Dalil yang menunjukkan bahwa jin keturunannya iblis:

وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ اَمْرِ رَبِّهٖۗ اَفَتَتَّخِذُوْنَهٗ وَذُرِّيَّتَهٗٓ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِيْ وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّۗ بِئْسَ لِلظّٰلِمِيْنَ بَدَلًا ۝٥٠

(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam!” Mereka pun sujud, tetapi Iblis (enggan). Dia termasuk (golongan) jin, kemudian dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai penolong selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Dia (Iblis) seburuk-buruk pengganti (Allah) bagi orang-orang zalim. (QS Kahfi ayat 50).

وَخَلَقَ الْجَاۤنَّ مِنْ مَّارِجٍ مِّنْ نَّارٍۚ ۝١٥

Dia juga telah menciptakan jin dari nyala api tanpa asap. (QS. Ar-Rahman ayat 16).

Walhamdulillah, Allah ﷻ menciptakan manusia normal tidak bisa melihat jin. Jika tidak, maka manusia akan selalu ketakutan, karena gangguan mereka. Dalil utama manusia tidak bisa melihat jin pada wujud aslinya adalah Al-Qur'an surat Al-A'raf ayat 27, yang menyatakan:

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ

"Sesungguhnya ia (iblis/setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka".

Ini menunjukkan ketidakmampuan manusia melihat jin pada bentuk aslinya. Maka, orang yang mampu melihat jin (seperti indigo) bukanlah kelebihan, tetapi gangguan jin.

  • Jin juga paham adab membaca Al-Qur’an dan ada pendakwah dari golongan jin, dapat dilihat dalam surat Al-Ahqaf Ayat 29-32:

وَاِذْ صَرَفْنَآ اِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْاٰنَۚ فَلَمَّا حَضَرُوْهُ قَالُوْٓا اَنْصِتُوْاۚ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا اِلٰى قَوْمِهِمْ مُّنْذِرِيْنَ ۝٢٩ قَالُوْا يٰقَوْمَنَآ اِنَّا سَمِعْنَا كِتٰبًا اُنْزِلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰى مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِيْٓ اِلَى الْحَقِّ وَاِلٰى طَرِيْقٍ مُّسْتَقِيْمٍ ۝٣٠ يٰقَوْمَنَآ اَجِيْبُوْا دَاعِيَ اللّٰهِ وَاٰمِنُوْا بِهٖ يَغْفِرْ لَكُمْ مِّنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ ۝٣١ وَمَنْ لَّا يُجِبْ دَاعِيَ اللّٰهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِى الْاَرْضِ وَلَيْسَ لَهٗ مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءُۗ اُولٰۤىِٕكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ۝٣٢

(Ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Nabi Muhammad) sekelompok jin yang mendengarkan (bacaan) Al-Qur’an. Ketika menghadirinya, mereka berkata, “Diamlah!” Ketika (bacaannya) selesai, mereka kembali kepada kaumnya sebagai pemberi peringatan. Mereka berkata, “Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan setelah Musa sebagai pembenar (kitab-kitab) yang datang sebelumnya yang menunjukkan pada kebenaran dan yang (membimbing) ke jalan yang lurus. Wahai kaum kami, penuhilah (seruan Nabi Muhammad) yang mengajak pada (agama) Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menyelamatkanmu dari azab yang pedih. Siapa yang tidak memenuhi (seruan Nabi Muhammad) yang mengajak pada (agama) Allah tidak kuasa (melepaskan diri dari siksa Allah) di bumi dan tidak ada para pelindung baginya selain Allah. Mereka itu berada dalam kesesatan yang nyata.”

Sesuai dengan ayat 204 dalam surat Al-A'raf:

وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ۝٢٠٤

Jika dibacakan Al-Qur’an, dengarkanlah (dengan saksama) dan diamlah agar kamu dirahmati.

  • Bacaan Al-Qur'an adalah bacaan yang menakjubkan.
  1. Ayat 2: Al-Qur'an merupakan kitab suci yang menunjukkan jalan kebenaran.
  • Wajibnya beriman dengan Al-Qur’an.
  • Larangan untuk melakukan kesyirikan.
  1. Ayat 3: Penetapan Tauhid Rububiyah yaitu Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak dan Asma' wa shifat yaitu sifat Al-'ulu. 

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

  • Al-Wajiz | Kitab Al-Buyu' (Jual Beli) | Bab Riba #2
  • Sirah Nabawiyah: Hikmah Perang Hunain #1
  • Bekal Terbaik Menjelang Ajal Tiba | Ustadz Ammi Nur Baits Hafidzahullah
  • Ramadhan : Apa yang di Siapkan? ┃ Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A hafizhahullah
  • Ad-Daa' wa Dawaa' #13: Dampak-dampak Buruk Kemaksiatan terhadap Umat-umat Terdahulu #2
  • Riyadush Shalihin Bab-241 | Hadits#1389-1392 | Keutamaan Ilmu
  • Tadabbur Surat Nuh Ayat 28
  • Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah: Rukun Iman dan Tauhid Rububiyah

Halaman 11 dari 324

  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15