Syarah Fadhlul Islam#7: Larangan Berbuat Bid'ah dan Tiga Hal yang Dibenci Allah ﷻ

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 06 August 2025
Dibaca: 2804
  • Syarah Fadhlul Islam

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

✒┃ Materi : Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Setiap SELASA ba'da Maghrib - Isya'
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.


 


Pertemuan#7: Larangan Berbuat Bid'ah dan Tiga Hal yang Dibenci Allah ﷻ

12. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:

وعن عائشة رضي الله عنها أن رسول الله ﷺ قال:

Dari Aisyah Radhiyallahu’anha bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد أخرجاه، وفي لفظ: من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد.

"Barangsiapa mengada-adakan ajaran baru di dalam perkara (agama) kami ini, yang bukan darinya, maka ia tertolak."  [Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim].

وفي لفظ:

Dalam sebuah lafazh,

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد.

"Barangsiapa mengerjakan suatu amal yang tidak dilandasi oleh perkara (Agama) kami, maka (amal) itu tertolak."  [Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 7280].

Selengkapnya: Syarah Fadhlul Islam#7: Larangan Berbuat Bid'ah dan Tiga Hal yang Dibenci Allah ﷻ

Khulashatul Kalam: Larangan Mendatangi Masjid Bagi yang Berbau Tidak Sedap | Bacaan Tasyahud dan Shalawat

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 05 August 2025
Dibaca: 3002

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian Kitab: Khulashatul Kalam alaa Umdatul Ahkam
Karya: Syaikh Abdullah Alu Bassam Rahimahullah
Hari/Tanggal: Selasa, 11 Safar 1446 / 5 Agustus 2025
Bersama Ustadz Mohammad Alif, Lc 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱  - Staff Pengajar Ma'had Imam Bukhari Solo
Tempat: Masjid Al-Ikhlash Jl. Adi Sucipto - Kerten Solo


٢٤. بَاب ما جَاء في الثوم والبصل ونحوهما

Bab-24: Tentang Makan Bawang Putih, Bawang Merah dan Semisalnya

Hadits ke-1/114: Pemakan Bawang Dilarang di Masjid.

الحديث الأول:

١١٤. عن جَابِرِ بْنِ عَبْدِ الله رَضىَ الله عَنْهُمَا عَنْ النَّبي صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلمَ قالَ:

"مَنْ أكَل ثُوماً أوْ بَصَلاً فَلْيَعْتَزِلنا - أوْ ليعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا- ليْقْعُدْ في بَيتهِ".

وَأُتي بقِدْرٍ فيه خَضِراتٌ من بُقُولٍ فَوَجَدَ لها ريحاً، فسأل، فَأُخْبِرَ بِمَاَ فِيهَا من البُقُولِ، فَقَال: " قرِّبُوهَا " إِلى بَعْض أصحَابِهِ. كان معه- فَلَمَّا رَآهُ كَرِهَ أكلهَا قال: "كُل فإنّي أنَاجي من لا تُنَاجى ".

Dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu, Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah, hendaklah meninggalkan kami (atau hendaklah dia meninggalkan masjid kami) dan tinggallah di rumahnya".

Didatangkan kepada Rasulullah ﷺ satu bejana (yang biasa dibuat masak) di dalamnya terdapat Sayur-sayuran dari Kubis, kemudian Rasulullah ﷺ mendapati bau dan bertanya. (Salah seorang shahabat) memberitahu apa yang ada dalam bejana adalah Kubis maka Rasulullah ﷺ bersabda kepada sebagian shahabatnya: "Dekatkan itu"! Setelah Rasulullah melihatnya, Beliau ﷺ tidak suka memakannya dan bersabda: "Makanlah! Sesungguhnya aku akan bermunajat yang tidak sama dengan munajatnya orang lain”. (Hal ini merupakan kekhususan Beliau ﷺ -pent).

Selengkapnya: Khulashatul Kalam: Larangan Mendatangi Masjid Bagi yang Berbau Tidak Sedap | Bacaan Tasyahud dan...

Kitab Tauhid Bab 35 | Sebab-sebab Penggugur Dosa

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 05 August 2025
Dibaca: 3577
  • Kitab Tauhid

بسم الله الرحمن الرحيم

🎙Bersama: Al Ustadz Fuad Efendi Lc.,M.H حفظه الله تعالى
📘 Materi : Termasuk Iman Kepada Allah; Sabar Dengan Takdir-Nya
🗓 Hari : Selasa, 11 Safar 1447 / 5 Agustus 2025
🕰 Waktu: Ba'da Maghrib - Isya'
🕌 Tempat: Masjid Jajar Surakarta



Bab 35: Termasuk Iman Kepada Allah; Sabar dengan Takdir-Nya

Telah berlalu pembahasan mengenai bab ini:

  • Sabar kepada Takdir Allah ﷻ adalah bagian dari iman kepada Allah ﷻ dan merupakan cabang dari iman Kepada Allah ﷻ.
  • Sabar adalah kesempurnaan tauhid.
  • Tidak sabar kepada takdir Allah ﷻ adalah haram, dan akan mengurangi kesempurnaan tauhid.
  • Dalil ke-1: Surat At-Taghabun ayat 11 tentang musibah dan keimanan.
  • Dalil ke-2: HR.Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu tentang larangan mencela keturunan dan meratapi mayit.
  • Iman adalah pekerjaan hati, ucapan dan amal perbuatan. Sabar adalah amalan, yaitu meninggalkan sesuatu (meratapi) dengan sengaja karena Allah ﷻ.
  • Dalil ke-3: Apabila Allah ﷻ menghendaki kebaikan pada seorang hamba-Nya, maka ia percepat hukuman baginya di dunia. Yaitu bersabar atas datangnya musibah. (HR Tirmidzi dan Hakim).
  • Dalil ke-4: Sesungguhnya besarnya balasan itu sesuai dengan besarnya ujian. (HR Tirmidzi).

Sebab-sebab Penggugur Dosa

Tiga hal yang berkaitan dengan sebab-sebab penggugur dosa:

  1. Dari sebab hamba itu sendiri.
  2. Dari sebab hamba yang lainnya.
  3. Dari Allah ﷻ.

Selengkapnya: Kitab Tauhid Bab 35 | Sebab-sebab Penggugur Dosa

  • Adabul Mufrad Bab 237-244 | Hadits no. 522-531 | Hadits Nabi ﷺ bagi Orang Sakit dan Orang yang Menjenguk
  • Al-Wajiz | Kitab Nikah - Bab Khulu' dan Iddah
  • Fiqh Manhaji: Pembagian Jenis Air [Air Mutanajis] dan Masalah Bejana dari Emas dan Perak
  • Riyadush Shalihin Hadits#1203-1205 | Sunnah-sunnah Fitrah
  • Ciri Manhaj Salaf: Menjaga Persatuan dan Keteguhan di Atas Kebenaran
  • Dakwah Tauhid di Persimpangan Harapan dan Tantangan
  • Membela Sunnah, Merawat Islam, dan Menyatukan Barisan di Era Keterasingan
  • Ushulus Sunnah - Imam Ahmad #3 | Larangan Duduk-duduk dengan Ahlul Bid'ah dan Mendebat Mereka

Halaman 120 dari 346

  • 115
  • 116
  • 117
  • 118
  • 119
  • 120
  • 121
  • 122
  • 123
  • 124