Agama adalah Nasihat: Nasihat kepada Rasul-Nya

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 27 Juni 2025
Dibaca: 2387

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian Masjid Al-Ukhuwah - Rodja
🎙 Bersama Ustadz Abu Haidar As-Sundawy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
🗓 Bandung, 1 Muharram 1447 / 27 Juni 2025



Agama adalah Nasihat: Nasihat kepada Rasulullah ﷺ

Melanjutkan pembahasan Agama adalah nasihat.

عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْمٍ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِي رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat", Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya.”  [HR. Muslim, no. 55]

Nasihat adalah memberi nush kepada orang lain. Nush adalah seseorang menginginkan kebaikan bagi saudaranya, mengajak untuk melakukan kebaikan, menjelaskan dan memberikan dorongan untuk melakukan kebaikan tersebut.

  1. Nasehat kepada Allah ﷻ maknanya menunaikan hak-hak Allah baik itu hak yang wajib maupun yang sunnah, marah jika hak-hak Allah ﷻ dilanggar dan membela Syari'at Nya dan mendakwahkannya.
  2. Nasihat bagi kitab Allah mencakup:
  • Membela Al-Qur’an dari yang menyelewengkan dan mengubah maknanya,
  • Membenarkan setiap yang dikabarkan tanpa ada keraguan.
  • Menjalankan setiap perintah dalam Al-Qur’an.
  • Menjauhi setiap larangan dalam Al-Qur’an.
  • Mengimani bahwa hukum yang ada adalah sebaik-baik hukum, tidak ada hukum yang sebaik Al-Qur’an.
  • Mengimani bahwa Al-Qur’an itu kalamullah (firman Allah) secara huruf dan makna, bukan makhluk.

Kemudian, Nasihat kepada Rasulullah ﷺ adalah melakukan kebaikan kepada beliau dengan cara-cara yang disyariatkan, bersikap dengan sebaik baik sikap kepada beliau dan nasehat ini mencakup beberapa poin:

Selengkapnya: Agama adalah Nasihat: Nasihat kepada Rasul-Nya

Bulan Muharram: Antara Keramat dan Syariat

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 26 Juni 2025
Dibaca: 5187
  • aqidah
  • puasa asyura
  • 10 muharam

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

📚┃Tema Kajian: "Bulan Muharram; Antara Keramat dan Syariat"
🎙┃Pemateri : Ustadz Agus Setiawan, S.H. حفظه الله تعالى - Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
🗓┃Hari & Tanggal : Hari Kamis, 26 Juni 2025 / 1 Muharram 1447
⏰┃Waktu : Ba'da Maghrib s.d. Selesai
🕌┃Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Jl. Adi Sucipto No.88b, Kelurahan Jajar , Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57144



Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya, Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala karuniakan hingga kita bisa hadir dalam majelis ilmu.

Hendaknya kita meniatkan datang ke majelis ilmu atas niat karena Allah ﷻ dengan mengikhlaskan kepada-Nya.

Pembahasan kali ini adalah hal yang berkaitan dengan tahun baru 1 Muharram 1447H.

1. Muharram dalam Tradisi Jawa

1.1 Kalender Jawa

Kalender Jawa juga memiliki 12 bulan: Sura, Sapar, Mulud, Bakdamulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Dulkangidah, dan Besar.

Menurut sejarah merupakan penggabungan dua kalender yaitu saka Hindu dan kalender Islam.

Diketahui, penggabungan kalender ini dilakukan sejak dinasti Mataram, Sultan Agung Hanyokrokusumo, tepatnya pada 1 Suro 1555 Saka atau 1 Muharram 1043H. Saat itu, masyarakat Jawa mengadopsi kalender Islam untuk menyatukan nilai-nilai Islam dan kejawen. Agar masyarakat tidak terpecah, agar Islam dan Hindu bersatu.

Kata ‘suro’ berasal dari kata ‘Asyura’ dalam bahasa Arab yang artinya adalah sepuluh. Dalam lidah masyarakat Jawa, kata Asyura ini kemudian dilafalkan menjadi ‘suro’ yang dikenal sebagai malam sakral hingga saat ini.

Selengkapnya: Bulan Muharram: Antara Keramat dan Syariat

Wasiat Sughro Ibnu Taimiyah #7: Pekerjaan Paling Utama

Informasi Artikel ini:
Penulis: admin-alquransunnah
Dipublikasikan: 26 Juni 2025
Dibaca: 3062
  • Wasiat Sughro Ibnu Taimiyyah

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian Kitab: Wasiat Sughro Ibnu Taimiyah - Terjemahan Matan
Pemateri: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawiy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Pertemuan 7: 29 Dzulhijjah 1446 / 25 Juni 2025
Tempat: Masjid Al-Aziz - Jl. Soekarno Hatta no. 662 Bandung.



Telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya: Lihat di Sini

  1. Wasiat Terbaik Untuk Agama dan Dunia.
  •  Wasiat Taqwa.
  • Iringi perbuatan buruk dengan Perbuatan baik (hasanah).

- Faktor-faktor Penghapus Dosa: Taubat, Istighfar dan Amal Shalih.
- Penyakit hati yang menimpa penuntut ilmu.
- Musibah menghapus dosa-dosa.

  • Wasiat untuk Berakhlak Mulia.

2. Amal Terbaik setelah Shalat Fardhu.

Imam Ibnu Taimiyyah 𝓡𝓪𝓱𝓲𝓶𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱 berkata:

3. Pekerjaan yang Paling Utama

Adapun pekerjaan paling utama adalah tawakal kepada Allah, yakin Allah mencukupi, dan berbaik sangka kepada-Nya. Selayaknya orang yang mengais rezeki untuk menuju Allah dan berdoa kepadanya, seperti yang yang disabdakan Nabi-Nya (dalam hadits qudsi):

«يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ، إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ، يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ، إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ»

“Wahai hamba-Ku, setiap kalian lapar kecuali yang Kuberi makan maka mintalah makan kepada-Ku pasti Kuberi makan. Wahai hamba-Ku, setiap kalian telanjang kecuali siapa yang kuberi pakaian maka mintalah pakaian kepada-Ku pasti Kuberi pakaian.” [HR. Muslim no. 2577]

Begitu pula hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi dari Anas Radhiyallohu'anhu, ia berkata: Rosulullah ﷺ bersabda:

«لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ كُلَّهَا حَتَّى شِسْعَ نَعْلِهِ إذَا انْقَطَعَ، فَإِنَّهُ إنْ لَمْ يُيَسِّرْهُ لَمْ يَتَيَسَّرْ»

“Hendaknya seorang dari kalian meminta Allah segala kebutuhannya sampai tali sandalnya yang terputus, karena jika tidak Allah mudahkan, tidak akan terlaksana.” [HR. At-Tirmidzi 5/583 dan Abu Ya’la no. 3403 dengan sanad shohih sesuai syarat Muslim. Lafazh (فَإِنَّهُ...) adalah tambahan dari ucapan Aisyah yang shohih dalam Musnad Abu Ya’la.]

Selengkapnya: Wasiat Sughro Ibnu Taimiyah #7: Pekerjaan Paling Utama

  • Syarhus Sunnah #2: Peringatan untuk Bersyukur atas Nikmat Islam dan Berusaha Istiqamah di Dalamnya
  • Semangat Salaf dalam Meraih Surga
  • Risalah Ila Ahli Qaseem: Tiga Perkara Penyebab Tegaknya Khilafah
  • Cara Syaithan Menggoda Manusia: Mabuk dan Judi
  • Adabul Mufrad | Bab 226: Kafarah Orang Sakit | Bab 227: Menjenguk Orang Sakit di Tengah Malam
  • Masalah Nusyuz pada Suami - Isteri
  • Agama adalah Nasihat: Nasihat kepada Kitab-Nya
  • Tafsir Surat Al-Muzammil ayat 1-9

Halaman 120 dari 324

  • 115
  • 116
  • 117
  • 118
  • 119
  • 120
  • 121
  • 122
  • 123
  • 124