بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kajian Kitab: Pokok-pokok Aqidah (Ushulus Sunnah) Imam Ahmad
Pemateri: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawiy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Pertemuan 13: Rabu, 30 Rabi’ul Akhir 1447 / 22 Oktober 2025
Tempat: Masjid Al-Aziz - Jl. Soekarno Hatta no. 662 Bandung.
POKOK-POKOK SUNNAH MENURUT IMAM AHMAD BIN HANBAL RAHIMAHULLAH
- 📖 Imam Abu ‘Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal berkata:
- 📃 Penjelasan:
Ushulus Sunnah - Imam Ahmad #13 | Bab-11: Beriman Munculnya Dajjal
📖 Imam Abu ‘Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal berkata:
وَالإِيمَانُ أَنَّ المَسِيحَ الدَّجَّالَ خَارِجٌ، مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ، وَالأَحَادِيثُ الَّتِي جَاءَتْ فِيهِ، وَالإِيمَانُ بِأَنَّ ذَلِكَ كَائِنٌ، وَأَنَّ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ يَنْزِلُ فَيَقْتُلُهُ بِبَابِ لُدٍّ.
(23) Beriman bahwa Al-Masih Ad-Dajjal akan keluar dan tertulis di dahinya kafir, dan (mengimani pula) hadits-hadits lain tentangnya, dan beriman bahwa hal itu pasti terjadi, dan (24) Isa putra Maryam akan turun lalu membunuhnya di pintu Lud.
📃 Penjelasan:
Sesungguhnya masalah Dajjal termasuk pembahasan penting yang wajib diketahui oleh seorang muslim karena beberapa sebab:
- Masalah ini termasuk cabang iman kepada hari akhir yang merupakan rukun iman. Ia termasuk tanda-tanda hari kiamat yang telah dijelaskan hadits-hadits Nabi ﷺ yang mutawatir.
- Masalah ini termasuk masalah Ghaib yang tidak bisa dicerna dengan akal
Diantara sifat orang yang bertakwa adalah percaya (beriman) dengan hal-hal yang ghaib yang tidak bisa dicerna dengan akal.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 3:
ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ. ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib.
3. Adanya kelompok-kelompok yang mengingkarinya.
Seperti halnya Jahmiyah, Mu'tazilah dan Aqlaaniyyun.
Imam Ahmad dalam musnadnya 1/24, Ad-Dani dalam Al-Fitan 2/23 dan dihasankan Al-Albani dalam Qishotul Masih hal.30 dari Umar bin Khoththob beliau berkata:
أَلاَ وَ إِنَّهُ سَيَكُوْنُ مِنْ بَعْدِكُمْ قَوْمٌ يُكَذِّبُوْنَ بِالرَّجْمِ وَ الدَّجَّالِ وَ الشَّفَاعَةِ وَ بِعَذَابِ اْلقَبْرِ وَبِقَوْمٍ يُخْرَجُوْنَ مِنَ اْلنَّارِ بَعْدَمَا امْتُحِشُوْا
Ketauhilah bahwa akan ada suatu kaum setelah kalian yang mendustakan hukum rajam, dajjal, syafa’at, adzab kubur dan suatu kaum yang dikeluarkan dari neraka setelah hitam kelam.
4. Pembahasan yang sangat penting hingga para Nabi mengingatkannya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ اْلأَعْوَرَ الْكَذَّابَ، أَلَا إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ، وَمَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ: ك ف ر.
“Tidak ada seorang nabi pun, kecuali dia telah mengingatkan umatnya dari si buta sebelah yang pendusta (Dajjal). Ketahuilah, sesungguhnya dia buta sebelah, dan sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah; di antara kedua matanya tertulis ka-fa-ra.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 7131; dan Muslim, no. 2933.
Demikian juga para ulama sepanjang masa, sehingga Abdur Rahman al-Muharibi pernah berkata setelah meriwayatkan suatu hadits berkaitan tentang Dajjal:
يَنْبَغِيْ أَنْ يُدْفَعَ هَذَا الْحَدِيْثُ إِلَى الْمُؤَدِّبِ حَتَّى يُعَلِّمَهُ الصِّبْيَانَ فِيْ الْكُتَّابِ
Hendaknya hadits ini diserahkan kepada seorang pendidik agar dia mengajarkannya kepada anak-anak dalam dunia kurikulum. [Lihat Sunan Ibnu Majah: 4077]
Para ulama menasihatkan untuk sering menasihati umat dengan mengingatkan tentang fitnah Dajjal sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun sering mengingatkan para sahabatnya tentang Dajjal. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لاَ يَخْرُجُ الدَّجَّالُ حَتَّى يَذْهَلَ النَّاسُ عَنْ ذِكْرِهِ وَحَتَّى تَتْرُكَ الأَئِمَّةُ ذِكْرَهُ عَلَى الْمَنَابِرِ
“Dajjal tidak akan keluar sehingga manusia lupa mengingatnya dan para imam (khotib) tidak menyampaikan tentangnya di atas mimbar.” (HR. Abdullah bin Ahmad).
1. Dalil tentang Dajjal Mutawatir
Hadits-hadits tentang Dajjal derajatnya mutawatir, hingga sebagian ulama mengumpulkannya dalam sebuah kitab seperti Abdul Ghani Al-Maqdisi memiliki Kitab Akhbar Al-Dajjal, Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di memiliki Kitab Fitnatu Dajjal, demikian juga Syaikh Al-Albani menulis Kitab Qishatul Masiih Dajjal.
Syaikh Al-Albani Rahimahullah mengatakan saya dapati hadits-hadits mengenai keluarnya Dajjal lebih dari 40 jalur hingga derajatnya Mutawatir.
Dalam Ta’liq Syarh Aqidah Thohawiyyah hal. 501, Syaikh al-Albani mengatakan suatu perkataan yang sangat berharga sekali, berikut teks ucapan beliau:
وَاعْلَمْ أَنَّ أَحَادِيْثَ الدَّجَّالِ وَنُزُوْلِ عِيْسَى مُتَوَاتِرَةٌ يَجِبُ الإِيْمَانُ بِهَا وَلاَ تَغْتَرَّ بِمَنْ يَدَّعِيْ فِيْهَا أَنَّهَا أَحَادِيْثُ آحَادٌ فَإِنَّهُمْ جُهَّالٌ بِهَذَا الْعِلْمِ وَلَيْسَ فِيْهِمْ مَنْ تَتَبَّعَ طُرُقَهَا وَلَوْ فَعَلَ لَوَجَدَهَا مُتَوَاتِرَةً كَمَا شَهِدَ بِذَلِكَ أَئِمَّةُ هَذَا الْعِلْمِ كَالْحَافِظِ ابْنِ حَجَرٍ وَغَيْرِهِ. وَمِنَ الْمُؤْسِفِ حَقًّا أَنْ يَتَجَرَّأَ الْبَعْضُ عَلَى الْكَلاَمِ فِيْمَا لَيْسَ مِنْ اخْتِصَاصِهِمْ, لاَ سِيَّمَا وَالأَمْرُ دِيْنٌ وَعَقِيْدَةٌ.
Ketahuilah bahwa hadits-hadits tentang Dajjal dan turunnya Isa bin Maryam telah mencapai derajat mutawatir yang wajib diimani. Janganlah anda tertipu dengan anggapan sebagian kalangan yang menyatakan bahwa haditsnya hanyalah ahad sebab mereka adalah manusia yang jahil tentang ilmu hadits. Tak ada dari kalangan mereka yang mau menelitinya. Seandainya mereka benar-benar mau menelitinya, niscaya mereka akan mendapatinya mutawatir sebagaimana ditegaskan oleh para pakar ilmu hadits seperti Ibnu Hajar dan lainnya. Sungguh amat disayangkan ketika sebagian manusia lancang berbicara tentang sesuatu yang bukan bidangnya. Lebih-lebih masalah ini berkaitan tentang aqidah dan agama.
Hal ini diperkuat dengan Ijmak para ulama seperti dinukil Qadhi bin Iyadh dan lainya, tidak ada yang mengingkarinya kecuali kelompok Jahmiyah dan Mu'tazilah.
Maka, jangan terperdaya dengan penampilan Sunnah tetapi pemahamanannya seperti mereka. Yang menjadi patokan bukan namanya, tetapi hakikatnya.
Oleh karena itu wajib mengimani keluarnya Dajjal di akhir zaman dan turunnya Isa bin Maryam, di akhir zaman.
Jangan sampai seperti, seorang pemuja akal, Ustadz Al-Maududi -semoga Allah mengampuninya- berkata dalam Rosail wa Masail hal. 57 cet th 1351 H: “Rasulullah menganggap bahwa Dajjal akan keluar di masa beliau atau dekat dengan masa beliau. Namun, anggapan ini telah lewat 1350 tahun silam lamannya dan beberapa abad yang panjang, tetapi toh Dajjal juga belum keluar. Maka anggapan Nabi itu tidak benar”!!! Na'udzubillahmindalik.
Atau melalui cara yang lebih halus, dengan cara mentahrif (merubah makna), mereka mengatakan betul hadits-hadits tentang keluarnya Dajjal di akhir zaman dan turunnya Isa bin Maryam mutawatir, tetapi maknanya bukan itu, tetapi maknanya adalah khurafat, kemungkaran, dan turunnya Isa diartikan menjadi kebenaran atau keadilan.
Inilah senjata ahlul bid'ah: mementahkan hadits atau merubah maknanya, intinya tidak percaya keluarnya Dajjal di akhir zaman dan turunnya Isa bin Maryam.
2. Tentang Dajjal
1. Penamaan
Dajjal artinya pendusta, dan disebut dengan أَعْوَرُ atau buta sebelah.
Dajjal disebut juga Masih Ad-Dajjal, tetapi bermakna kebalikannya
2. Agama Dajjal: Yahudi.
Dajjal dilahirkan dari bangsa manusia bukan dari jin.
3. Ciri-ciri Dajjal:
Secara fisik:
- Buta sebelah kanan dan sebelah kiri menonjol.
- Pemuda pendek besar.
- Rambutnya Keriting tebal
- Kulit merah kecokelatan
- Tidak punya keturunan
- Kendaraannya keledai
Secara perangai :
- Pembohong ulung
- Fasik dan kafir
- Pemarah
- Tanda-tanda keluar Dajjal:
- Ketika terjadi kekacauan dan peperangan.
- Lemahnya agama
- Banyaknya keterbalikan seperti Tauhid dianggap syirik, sunnah dianggap bid'ah dan lainnya.
- Paceklik dan kekeringan selama 3 tahun berturut-turut.
5. Datangnya Dajjal
Dari arah timur, yaitu Khurasan. Daerah antara Syam (Libanon, Suriah, Palestina & Yordania) dan Irak.
6. Tempat-tempat yang Dilalui Dajjal
Semuanya akan dilalui kecuali Mekah dan Madinah. Kecepatannya seperti hujan yang diterpa angin.
7. Lamanya Dajjal Tinggal
Tinggalnya di muka bumi selama 40 hari. Hanya saja satu hari pertama lamanya satu tahun. Hari kedua lamanya seukuran satu bulan, hari yang ketiga lamanya seukuran satu pekan, dan hari-hari berikutnya sama seperti hari kita sekarang.
Hingga para sahabat Nabi ﷺ bertanya bagaimana shalat hari pertama, yang menandakan perhatian shalat dan ibadah para sahabat.
8. Kehebatan Dajjal
- Mampu menjangkau seluruh bumi selama 40 hari.
- Bisa menghidupkan orang-orang yang mati.
- Membawa surga dan neraka di tangannya, yang maknanya kebalikannya. Surganya Dajjal adalah neraka dan nerakanya Dajjal adalah surga.
- Bisa mengeringkan kebun yang subur dan lainnya.
Maka, jangan dekati Dajjal tapi jauhilah.
9. Pengikut Dajjal
- Orang-orang Yahudi (Terbanyak dari Ashbahan) Sabda Nabi ﷺ : Akan mengikuti Dajjal tujuh puluh ribu Yahudi Ashbahan, mereka mengenakan jubah. [HR. Muslim: 2944].
- Para wanita, berdasarkan hadits riwayat Imam Ahmad 7/190 dengan sanad shahih dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Dajjal akan turun ke Mirqonah (nama sebuah lembah) dan mayoritas pengikutnya adalah kaum wanita, sampai-sampai ada seorang yang pergi ke isterinya, ibunya, putrinya, saudarinya dan bibinya kemudian mengikatnya karena khawatir keluar menuju Dajjal”.
- Kelompok Khawarij. Berdasarkan sabda Nabi:
يَنْشَأُ نَشْأٌ يَقْرَأُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيْهِمْ, كُلَّمَا خَرَجَ فَرْقٌ قُطِعَ حَتَّى يَخْرُجَ فِيْ أَعْرَاضِهِمْ الدَّجَّالُ
Akan muncul suatu kelompok yang membaca Al-Qur’an tetapi tidak sampai pada tenggorokan mereka. Setiap kali muncul, mereka dibasmi habis hingga keluar pada pasukan besar mereka Dajjal. [Hasan. HR. Ibnu Majah: 174 dan dihasankan al-Albani dalam Ash-Shahihah: 2455.]
3. Agar Terhindar dari Dajjal Kecil dan Dajjal Besar
Karena Dajjal ada 2:
- Dajjal kecil : Para pembohong
- Dajjal besar: Yang akan keluar di akhir zaman
Munculnya dajjal-dajjal kecil pendusta telah dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam akan kemunculannya, dimana beliau bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلاَثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ
“Kiamat tidak akan terjadi hingga para dajjal pendusta muncul, jumlah mereka hampir mendekati 30 dan semuanya mengaku sebagai Rasul Allah.” (HR. Bukhari)
Berikut beberapa Faktor penyelamat dari fitnah Dajjal:
1. Memperkokoh Iman
Membekali diri dengan Islam, iman dan tauhid terutama tauhid asma wa sifat sehingga seorang mengetahui bahwa Dajjal hanyalah manusia biasa yang buta padahal Allah tidak buta. Dia juga yakin bahwa hamba tidak mungkin melihat Allah sampai meninggal dunia, sedangkan Dajjal dapat dilihat manusia ketika muncul akhir zaman.
- Pertarungan antara Dajjal dan seorang mukmin.
Dalam riwayat Imam Muslim (2938) dari hadits Abu Sai’id al-Khudri terdapat kisah menarik tentang pertarungan antara Dajjal dengan seorang mukmin, ringkasnya:
Hadits ini menunjukkan pentingnya aqidah dan manhaj yang kokoh dalam hati. Perhatikanlah, bagaimana pemuda tersebut tetap kokoh seperti gunung sekalipun harus menanggung penganiayaan Dajjal yang begitu sadis!
2. Menjauh dari Dajjal dan tidak mendekatinya
Salah satu pokok akidah adalah tidak duduk-duduk dengan ahli bid’ah dan menjauhinya. Jangan coba-coba dalam masalah akidah.
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ, فَوَاللهِ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَأْتِيْهِ وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَيَتَّبِعُهُ مِمَّا يَبْعَثُهُ مِنَ الشُّبُهَاتِ
Dari Imran bin Hushain رضي الله عنه berkata: Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: Barangsiapa yang mendengar Dajjal, maka hendaknya dia menjauh darinya. Demi Allah, sesungguhnya seseorang datang menghampirinya dengan anggapan bahwa dirinya beriman, lalu dia mengikuti Dajjal karena terbius oleh syubhat-syubhatnya. [Shahih. HR. Ahmad 4/43, 441, Abu Dawud 4319, al-Hakim 4/531 dan dishahihkan al-Albani dalam al-Misykah 5488.]
3. Banyak berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal
Terutama ketika dalam shalat:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ :قَالَ رَسُوْلُ اللهِ إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُوْلُ اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
Jika salah seorang diantara kalian duduk dalam tasyahud akhir, maka hendaklah dia berlindung kepada Allah dari empat perkara. Hendaknya dia berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka Jahannam, siksa kubur, fitnah hidup dan mati serta jeleknya fitnah Dajjal. [HR. Muslim 588].
4. Menghafal sepuluh ayat pertama surat Al-Kahfi
عَنْ أَبِيْ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم قَالَ : مَنْ حَفِظَ عَشَرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
Dari Abu Darda’ a bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari surat Al-Kahfi, maka dia akan dijaga dari fitnah Dajjal. [HR. Muslim 809.]
Maka surat Al-Kahfi adalah surat yang penting dan selayaknya dibaca tiap Jum'at, ada beberapa pelajaran di dalamnya, antara lain menjelaskan tentang:
- Fitnah agama: Kisah ashabul kahfi
- Fitnah Harta: kisah pemilik kebun
- Fitnah ilmu: kisah petualangan nabi Musa dan Khidzir
- Fitnah kekuasaan: kisah tentang Dzulqarnain
5. Tinggal di kota Mekkah dan Madinah.
يَجِيْئُ الدَّجَّالُ فَيَطَأُ الأَرْضَ إِلاَّ مَكَّةَ وَالْمَدِيْنَةَ, فَيَجِدُ بِكُلِّ نَقْبٍ مِنْ نَقَابِهَا صُفُوْفًا مِنَ الْمَلاَئِكَةِ
Tatkala Dajjal datang, dia menjajaki seluruh bumi kecuali kota Mekkah dan Madinah. Dia menjumpai pada setiap gang/lorong terdapat para malaikat yang berbaris. [HR. Bukhari Muslim].
Kita berdo’a kepada Allah agar menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang beriman dan meneguhkan kita semua hingga maut menjemput kita. Amiin.
4. Turunnya Isa bin Maryam
Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ، لَيُوْشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيْكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ عَليهِ السَّلام حَكَمًا عَدْلاً، فَيَكْسِرَ الصَّلِيْبَ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيْرَ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ، وَيَفِيْضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ.
“Dan demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sudah dekat saatnya di mana akan turun pada kalian (‘Isa) Ibnu Maryam Alaihissallam sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah (upeti/pajak), dan akan melimpah ruah harta benda, hingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya.” [HR Bukhari Muslim]
Banyak ahlul bid'ah yang menolak hadits di atas, mereka beralasan dengan status hadits mudhtharib, Ahad atau mentahrif maknanya.
5. Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah terhadap Nabi Isa alaihi salam
1. Nabi Isa adalah hamba-Nya. Siapa yang meyakini Isa adalah Tuhan atau anak Tuhan, maka dia kafir.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Ma’idah Ayat 73:
لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ ثَالِثُ ثَلَٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّآ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا۟ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
2. Nabi Isa adalah salah satu nabi dan Rasul dengan Injil sebagai hukum.
3. Isa alaihi salam dilahirkan Maryam tanpa ayah sebagai ujian bagi manusia. Ada tiga golongan dalam menyikapi nabi Isa:
- Berlebihan dengan menganggapnya sebagai Tuhan atau anak Tuhan (Nasrani)
- Merendahkan kedudukannya sebagai anak zina (Yahudi).
- Pertengahan, yaitu Islam. Isa alaihi salam adalah hamba-Nya dan Nabi-Nya.
4. Nabi Isa tidak dibunuh tetapi diangkat ke langit. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an,
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (157) بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا (158) وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا (159)
“Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An-Nisa’: 157-159)
Maka, saat Isra Mi'radj, nabi Isa bertemu Nabi ﷺ di langit kedua dan nanti akan turun di akhir zaman.
Nabi Isa bertemu Imam Mahdi di Damaskus, Suriah, tepatnya di dekat Menara Putih (Al-Minārah Al-Bayḍāʼ) di sebelah timur. Pertemuan ini akan terjadi setelah Nabi Isa turun ke bumi menjelang hari kiamat dan bergabung dengan pasukan Imam Mahdi untuk menghadapi Dajjal.
- Lokasi: Di Menara Putih, yang berada di sisi timur Damaskus.
- Waktu pertemuan: Terjadi saat fajar, setelah Nabi Isa turun ke bumi.
- Konteks pertemuan: Setelah turun, Nabi Isa akan bergabung dengan pasukan Muslim yang dipimpin Imam Mahdi untuk memerangi Dajjal dan membunuhnya di pintu Lud (Palestina).
- Shalat : Menurut beberapa riwayat, Nabi Isa akan menjadi makmum di belakang Imam Mahdi saat salat berjemaah.
5. Kaidah-kaidah Penting dalam Memahami Hadits-hadits Akhir Zaman
- Mencukupkan dengan dalil-dalil yang shahih saja. Al-Qur'an dan Hadits shahih.
- Harus selektif tentang keshahihan hadits dan makna yang benar.
- Hukum asalnya, memahami nash secara dhahirnya.
- Tidak boleh takaluf dalam menilai suatu kejadian dikaitkan dengan hadits-hadits akhir zaman, yang akhirnya cocoklogi.
- Harus melihat sifat-sifat sempurna yang ada dalam nash.
- Merujuk kepada ulama dalam menentukan suatu hukum.
- Tidak menyibukkan dengan mempraktekkan nash-nash akhir zaman dengan kondisi sekarang.
- Tidak boleh menentukan Tanggal dan waktu tertentu dalam menentukan tanda-tanda hari kiamat.
- Mengikuti urutan waktu tanda kiamat sesuai dengan nash dan tidak memaksakan urutan waktu tanpa dalil.
- Wajib bagi kita membahas masalah ini bebas dari belenggu hawa nafsu.
Ya Allah, lindungilah kami dari fitnah Dajjal yang begitu dahsyat dan jadikanlah kami hamba yang mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan bekal iman yang kokoh. Wabillahit taufiq.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم