بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Hadits ke-26: Rukun Islam Cukup Menjadi Sebab Masuk Surga
📗 Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
أَنَّ أَعْرَابِيًّا أَتَى النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ دُلَّنِى عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ دَخَلْتُ الْجَنَّةَ . قَالَ « تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ الْمَكْتُوبَةَ ، وَتُؤَدِّى الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ ، وَتَصُومُ رَمَضَانَ » . قَالَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ أَزِيدُ عَلَى هَذَا . فَلَمَّا وَلَّى قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى هَذَا »
“Ada seorang Arab Badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku amal yang jika aku lakukan, aku dapat masuk surga.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau menyembah Allah semata, tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun juga; engkau mengerjakan shalat wajib; engkau menunaikan zakat yang wajib; juga engkau berpuasa di bulan Ramadhan.”
Arab Badui tersebut berkata, “Demi Dzat yang jiwaku berada pada tangan-Nya, aku tidak akan menambahkan selain itu.”
Ketika orang tersebut berbalik pulang, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang senang melihat seseorang dari ahli surga, maka lihatlah orang ini.”
(HR. Bukhori, no. 1397; Muslim, no. 15/14; Ahmad, no. 8515)
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
📚┃Materi : Kesempurnaan Tawakal - Faedah dari Hadist bulan Shafar
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu.
🗓┃ Hari, Tanggal : Sabtu, 01 Agustus 2026 M / 18 Shafar 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid Al-Ikhlas Safira Residence Singopuran Kartasura
Beberapa hadits yang menjelaskan masalah thiyarah, penyakit menular, kalimat yang baik (al-fa'lu) dan kesialan bulan Shafar:
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« لاَ عَدْوَى ، وَلاَ طِيَرَةَ ، وَيُعْجِبُنِى الْفَأْلُ » . قَالُوا وَمَا الْفَأْلُ قَالَ « كَلِمَةٌ طَيِّبَةٌ »
“Tidak dibenarkan menganggap penyakit menular dengan sendirinya (tanpa ketentuan Allah) dan tidak dibenarkan beranggapan sial. Sedangkan al fa’lu membuatku takjub.” Para sahabat bertanya, “Apa itu al fa’lu?” “Kalimat yang baik (thoyyib)”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 5776 dan Muslim no. 2224).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
لا عَدْوَى ولا طِيَرَةَ، ولا هامَةَ ولا صَفَرَ
“Tidak ada penyakit menular, tidak ada dampak dari thiyarah (anggapan sial), tidak ada kesialan karena burung hammah, tidak ada kesialan para bulan Shafar” (HR. Bukhari no. 5757, Muslim no.2220).
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
📚┃ Materi : Pelajaran Aqidah dari Ayat Kursi
🎙┃ Pemateri : Ustadz Ahmad Fathin, BA. Hafizhahullah
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Ba'da Maghrib], 17 April 2026 M / 28 Syawal 1447 H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 255:
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
Ayat ini sudah sering kita baca dalam sehari semalam: Pada pagi dan petang, sesudah shalat dan ketika hendak tidur. Pertanyaannya, sudahkah kita memahami dan merenungkannya disaat membaca kalimat yang agung ini? Inilah yang hendaknya kita tadabburi.
بسم الله الرحمن الرحيم
Tidak Masuk Surga, Mengaku Anak Orang yang Bukan Bapaknya
BAB-19. MENGAKU ANAK ORANG YANG BUKAN BAPAKNYA, TIDAK AKAN MASUK SORGA
📖 HADITS SA'AD BIN ABI WAQQOSH
عَنْ سَعْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ سَمِعْتُ النَّيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ (مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرٍ أَبِيهِ، وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِیهِ، فَالْجْنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌُ)
Dari Sa'ad rodhiyallohu 'anhu, dia berkata: "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengaku sebagai anak seseorang yang bukan bapaknya, sedangkan dia tahu bahwa dia bukan bapaknya, maka surga haram untuknya".
(HR. Bukhari, no. 6767; Muslim, no. 63)
عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّهُ سَيِعَ التَّبيَّ ، يَقُولُ: (لَيْسَ مِنْ رَجُلٍ ادَّعَى لِغَيْرِ أَبِيهِ - وَهُوَ يَعْلَمُهُ - إِلَّا كَفَرَ)
Dari Abu Dzarr rodhiyallohu 'anhu, bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorangpun mengaku sebagai anak seseorang yang bukan bapaknya, sedangkan dia tahu, kecuali dia telah berbuat kekafiran".
(HR. Bukhari, no. 3508; Muslim, no. 61)
Selengkapnya: Tidak Masuk Surga, Mengaku Anak Orang yang Bukan Bapaknya