Bismillah
📚┃Materi : KUMPULAN HADIST AKHLAK (Syarah Kitab Ahadits Akhlak, Karya Syaikh Abdurrozzaq Bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr)
🎙┃Pemateri : Ustadz Ja'far Ad Demaky,S.Ag حفظه الله تعالى (Pengajar Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo )
🗓| Hari: Senin, 25 Mei 2026 / 8 Dzulhijjah 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid Al Kautsar Puri Gading - Jl. Puri Gading Raya Perum Puri Gading, Dusun I, Grogol, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
📖|Daftar Isi:
أحاديث الأخلاق - كَفَالَةُ الْیَتِیمِ
Ahaditsul Akhlak - Bab 8: Mengkafil (Menyantuni) AnakYatim
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, semoga Allah meridainya, dari Nabi Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallam, yang bersabda:
خَيْرُ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُحْسَنُ إِلَيْهِ، وَشَرُّ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُسَاءُ إِلَيْهِ
“Rumah terbaik di antara kaum Muslimin adalah rumah yang anak yatimnya diperlakukan dengan baik, dan rumah terburuk di antara kaum Muslimin adalah rumah yang anak yatimnya diperlakukan dengan buruk.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (Diriwayatkan oleh Ibn Majah (3679) dan al-Tabarani dalam al-Awsat (4785).).
Selengkapnya: Ahaditsul Akhlak #22 | Bab 8 | Mengkafil (Meyantuni) Anak Yatim #2
Bismillah
📚┃Materi : KUMPULAN HADIST AKHLAK (Syarah Kitab Ahadits Akhlak, Karya Syaikh Abdurrozzaq Bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr)
🎙┃Pemateri : Ustadz Ja'far Ad Demaky,S.Ag حفظه الله تعالى (Pengajar Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo )
🗓| Hari: Senin, 11 Mei 2026 / 23 Dzulqa'idah 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid Al Kautsar Puri Gading - Jl. Puri Gading Raya Perum Puri Gading, Dusun I, Grogol, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
📖|Daftar Isi:
أحاديث الأخلاق - كَفَالَةُ الْیَتِیمِ
Ahaditsul Akhlak - Bab 8: Mengkafil (Menyantuni) AnakYatim
Di antara keutamaan hukum Islam dan kesempurnaan akhlak yang dituntutnya adalah kepedulian terhadap anak yatim, yaitu anak yang kehilangan ayahnya sebelum mencapai usia baligh. Tidak ada lagi status yatim piatu setelah baligh. Termasuk dalam kategori ini juga adalah anak yang tidak diketahui asal-usulnya, karena ia dianggap yatim piatu karena kehilangan kedua orang tuanya. Sesungguhnya, ia lebih membutuhkan pertolongan daripada anak yang diketahui asal-usulnya karena ia tidak memiliki kerabat yang dapat dimintai pertolongan di saat membutuhkan. Oleh karena itu, siapa pun yang mensponsori anak yang tidak diketahui asal-usulnya akan menerima pahala yang sama dengan mereka yang mensponsori anak yatim.
Allah Yang Maha Kuasa telah menyebutkan anak yatim dalam Kitab-Nya di lebih dari dua puluh tempat, menyerukan kebaikan terhadapnya dan memperingatkan agar tidak menindasnya, merampas hartanya, atau merampas hak-haknya. Allah Yang Maha Kuasa berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. (QS. Al-Baqarah ayat 83).
Selengkapnya: Ahaditsul Akhlak #21 | Bab 8 | Mengkafil (Meyantuni) Anak Yatim #1