بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
📚┃ Materi : Sirah Nabawiyah: Bertaubatlah seperti Ka'ab bin Malik Radhiyallahu’anhu (Kitab Ar-Rahiq Al-Maktum - Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury Rahimahullah)
🎙┃ Pemateri : Ustadz Iqbal Muammar Rosyad, M.Pd. hafizhahullah.
🗓️┃ Hari, Tanggal : Ahad, 19 April 2026 M / 1 Dzulqa’dah 1447 H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Safira Residence Singopuran
Taubat bukan sekadar ucapan istighfar. Ia butuh keberanian, pengorbanan, dan kesabaran panjang. Kisah Ka’ab bin Malik, menunjukkan bagaimana penyesalan yang jujur bisa mendatangkan kegembiraan saat Allah menerima taubat mereka.
Kisah taubat Kaab bin Malik atas kesalahan beliau tidak ikut dalam perang Tabuk memberikan banyak pelajaran berharga bagi kaum muslimin. Bagi yang membaca dengan seksama, bercampur aduk perasaan yang timbul: keharuan, perasaan iba, dan juga turut berbahagia di akhirnya. Teladan mulia dari bimbingan Nabi dan para Sahabatnya.
Ka'ab bin Malik Radhiyallahu’anhu adalah salah satu sahabat terkemuka dari kalangan Anshar (suku Khazraj) yang ikut serta dalam Baiat Aqabah kedua.
Tatkala perang Tabuk usai, dengan membawa 30 ribu pasukan, Rasulullah ﷺ jika pulang dari safar beliau melakukan shalat dua raka’at di Masjid beliau. Shalat ini bisa diniatkan shalat mutlak yang menunjukkan rasa syukur kepada Allah ﷻ.
Selengkapnya: Bertaubatlah seperti Ka'ab bin Malik Radhiyallahu’anhu
بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃ Materi : Sirah Nabawiyah - Ada Dusta antara Tabuk dan Madinah (Kitab Ar-Rahiq Al-Maktum - Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury Rahimahullah)
🎙┃ Pemateri : Ustadz Iqbal Muammar hafizhahullah.
🗓┃ Hari/Tanggal : Sabtu, 11 April 2026 M / 22 Syawal 1447 H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Safira Residence Singopuran
Melanjutkan pembahasan perang terakhir Rasulullah ﷺ, yaitu Perang Tabuk. Meskipun pasukan Romawi telah terdesak dan tercerai-berai, tetapi banyak pelajaran yang bisa diambil dari perang ini.
Semua perang yang dilakukan pasukan kaum muslimin adalah baik, baik dalam keadaan menang maupun kalah.
Sebagaimana banyak pelajaran dari perang Uhud, meskipun kalah dalam peperangan tersebut.
Imam At-Thabari Rahimahullah, dalam kitab sejarahnya yang monumental Tarikh al-Rusul wa al-Muluk (Tarikh At-Thabari), menarasikan pertempuran-pertempuran Umat Islam untuk menunjukkan bahwa kemenangan atau kekalahan adalah bagian dari sunnatullah yang bertujuan untuk membentuk mental, ketaatan, dan keikhlasan kaum muslimin. Kemenangan menuntut syukur, sementara kekalahan menuntut sabar dan evaluasi diri.
بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃ Materi : Sirah Nabawiyah - Perang Hunain [Kitab "Arrahiq Al Makhtum" - Syaikh Syafiyur Rahman Al Mubaraktury رحمه الله تعالى]
🎙┃ Pemateri : Ustadz Iqbal Muammar hafizhahullah.
🗓┃ Hari/Tanggal : Ahad, 18 Januari 2026 M / 29 Rajab 1447 H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Safira Residence Singopuran
Perang Hunain juga merupakan salah satu perang yang diabadikan oleh al-Qur`an dalam surat At-Taubah.
Sebagian mufassirin menyebut bahwa surat At-Taubah masih gandeng dengan surat Al-Anfal, maka tidak ada basmalah. Dan surat Al-Anfal mengabadikan perang Badar. Maka, Ibnul Qayyim rahimahullah menyebut perang Badar hingga Hunain.