Niatilah untuk Menuntut Ilmu Syar'i

Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œBarangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.โ€
(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)
Kajian Aqidah

Afwan, kami tidak melayani debat dalam masalah agama, selain masih awam juga terlarang, silakan baca keterangan lebih lanjut dalam artikel yang dikumpulkan dari beberapa sumber berikut:

Larangan Berdebat dalam Agama

Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah Melarang Perdebatan dan Permusuhan Dalam Agama.

Karena Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wasallam telah melarang dari hal tersebut. Dalam Ash-Shohihain dari Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wasallam, beliau bersabda :

ุงูู‚ู’ุฑูŽุฃููˆู’ุง ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ู…ูŽุง ุงุฆู’ุชูŽู„ูŽููŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‚ูู„ููˆู’ุจููƒูู…ู’ ููŽุฅูุฐูŽุง ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽูู’ุชูู…ู’ ููŽู‚ููˆู’ู…ููˆู’ุง ุนูŽู†ู’ู‡ู

โ€œBacalah Al-Qur`an selama hati-hati kalian masih bersatu, maka jika kalian sudah berselisih maka berdirilah darinyaโ€.

Dan dalam Al-Musnad dan Sunan Ibnu Majah โ€“dan asalnya dalam Shohih Muslim- dari โ€˜Abdullah bin โ€˜Amr :

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุฎู’ุชูŽุตูู…ููˆู’ู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ููŽูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽูู’ู‚ูŽุฃู ูููŠ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ุญูุจู‘ู ุงู„ุฑู‘ูู…ู‘ูŽุงู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุถูŽุจูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ุจูู‡ูŽุฐูŽุง ุฃูู…ูุฑู’ุชูู…ู’ ุŸ! ุฃูŽูˆู’ ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ุฎูู„ูู‚ู’ุชูู…ู’ ุŸ ุชูŽุถู’ุฑูุจููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽู‡ู ุจูุจูŽุนู’ุถู!! ุจูู‡ูŽุฐูŽุง ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽุชู ุงู„ู’ุฃูู…ูŽู…ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’

โ€œSesungguhnya Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wasallam pernah keluar sedangkan mereka (sebagian shahabat-pent.) sedang berselisih tentang taqdir, maka memerahlah wajah beliau bagaikan merahnya buah rumman karena marah, maka beliau bersabda : โ€œApakah dengan ini kalian diperintah?! Atau untuk inikah kalian diciptakan?! Kalian membenturkan sebagian Al-Qurโ€™an dengan sebagiannya!! Karena inilah umat-umat sebelum kalian binasaโ€.

Bahkan telah datang hadits (yang menyatakan) bahwa perdebatan adalah termasuk dari siksaan Allah kepada sebuah ummat. Dalam Sunan At-Tirmidzy dan Ibnu Majah dari hadits Abu Umamah radhiallahu โ€˜anhu, beliau berkata : Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda :

ู…ูŽุง ุถูŽู„ู‘ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู‡ูุฏู‹ู‰ ูƒูŽุงู†ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃููˆู’ุชููˆู’ุง ุงู„ู’ุฌูŽุฏูŽู„ูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ : ู…ูŽุง ุถูŽุฑูŽุจููˆู’ู‡ู ู„ูŽูƒูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฌูŽุฏูŽู„ุงู‹

โ€œTidaklah sebuah kaum menjadi sesat setelah mereka dulunya berada di atas hidayah kecuali yang suka berdebat, kemudian beliau membaca (ayat) โ€œMereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah sajaโ€โ€.

Imam Ahmad rahimahullah berkata : โ€œPokok-pokok sunnah di sisi kami adalah berpegang teguh dengan apa yang para shahabat Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam berada di atasnya dan mencontoh mereka. Meninggalkan semua bidโ€™ah dan semua bidโ€™ah adalah sesat. Meninggalkan permusuhan dan (meninggalkan) duduk bersama orang-orang yang memiliki hawa nafsu. Dan meninggalkan perselisihan, perdebatan dan permusuhan dalam agamaโ€.

Perdebatan Yang Tercela:
Yaitu semua perdebatan dengan kebatilan, atau berdebat tentang kebenaran setelah jelasnya, atau perdebatan dalam perkara yang tidak diketahui oleh orang-orang yang berdebat, atau perdebatan dalam mutasyabih (1) dari Al-Qurโ€™an atau perdebatan tanpa niat yang baik dan yang semisalnya.

Perdebatan Yang Terpuji:
Adapun jika perdebatan itu untuk menampakkan kebenaran dan menjelaskannya, yang dilakukan oleh seorang โ€˜alim dengan niat yang baik dan konsisten dengan adab-adab (syarโ€™iy) maka perdebatan seperti inilah yang dipuji. Allah Taโ€™ala berfirman :

ุงุฏู’ุนู ุฅูู„ูŽู‰ ุณูŽุจููŠู„ู ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุจูุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉู ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู ูˆูŽุฌูŽุงุฏูู„ู’ู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู‘ูŽุชููŠ ู‡ููŠูŽ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู

โ€œSerulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baikโ€. (QS. An-Nahl : 125)

Dan Allah Taโ€™ala berfirman :

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุฌูŽุงุฏูู„ููˆุง ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุจูุงู„ู‘ูŽุชููŠ ู‡ููŠูŽ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู

โ€œDan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baikโ€. (QS. Al-โ€˜Ankabut : 46)

Dan Allah Taโ€™ala berfirman :

ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุงู†ููˆุญู ู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุฏูŽู„ู’ุชูŽู†ูŽุง ููŽุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู’ุชูŽ ุฌูุฏูŽุงู„ูŽู†ูŽุง ููŽุฃู’ุชูู†ูŽุง ุจูู…ูŽุง ุชูŽุนูุฏูู†ูŽุง ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ููŠู†ูŽ

โ€œMereka berkata: โ€œHai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benarโ€. (QS. Hud : 32)

Contoh-Contoh Perdebatan Syarโ€™i:
Allah Taโ€™ala mengkhabarkan tentang perdebatan Ibrahim โ€˜alaihis shalatu wassalam melawan kaumnya dan (juga) Musa โ€˜alaihis shalatu wassalam melawan Firโ€™aun.

Dan dalam As-Sunnah disebutkan tentang perdebatan antara Adam dan Musa โ€˜alaihimas shalatu wassalam. Dan telah dinukil dari salafus shaleh banyak perdebatan yang semuanya termasuk perdebatan yang terpuji yang terpenuhi di dalamnya (syarat-syarat berikut) :
1.ย ย  ย Ilmu (tentang masalah yang diperdebatkan-pent.).
2.ย ย  ย Niat (yang baik-pent.).
3.ย ย  ย Mutabaโ€™ah.
4.ย ย  ย Adab dalam perdebatan.
___________
(1)ย ย  ย Yaitu ayat-ayat yang kurang jelas maknanya pada sebagian orang karena adanya beberapa kemungkinan makna.