بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃Materi : Kitab Adabul Mufrad | Hadits: https://shamela.ws
🎙┃ Pemateri : Ustadz Yunan Hilmi, Lc Hafizhahullah (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhori)
🗓┃ Hari/ Tanggal : Senin, 2 Februari 2026 M / 14 Sya’ban 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Adi Sucipto Jajar Solo.
📖┃Daftar Isi:
٢٨٣ - بَابُ مَنْ دَعَا بِطُولِ الْعُمُرِ
652. Qutaibah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-Laits mengabarkan kepada kami dari Yazid bin Abi Habib, dari Abul Hasan maula Ummu Qais binti Mihshan:
٦٥٢ - عَنْ أُمِّ قَيْسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا: " مَا قَالَتْ: طَالَ عُمْرُهَا؟ "، وَلَا نَعْلَمُ امْرَأَةً عُمِّرَتْ مَا عُمِّرَتْ. ضعيف
Dari Ummu Qais bahwa Nabi ﷺ bersabda kepadanya: "Tidakkah ia mengucapkan (ketika berdo'a agar) umurnya panjang?" Padahal, kami tidak mengetahui seorang wanita yang dikaruniai umur panjang seperti dirinya.
📖 lsnadnya dha'if. Karena Abul Hasan Maula Ummu Qais majhul. Diriwayatkan Ahmad (6/356) dan An-Nasa’i; Kitab Al-Janaa'iz. Bab Ghaslul Mayyit bil Hamim (1881).
Selengkapnya: Adabul Mufrad Bab 283-287 | Hadits no. 652-661 | Beberapa Macam Do'a dan Adab-adabnya
بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃Materi : Syarah Kitab Riyadush Shalihin. Hadits: https://shamela.ws/
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 23 Januari 2026 M / 4 Sya'ban 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo
[٦ - كتابُ حمد الله تعالى وشكره] - Keenam: Kitab Memuji Allah dan Mensyukurinya
Syukur adalah ungkapan pujian dan pengakuan yang keluar melalui lisan seorang hamba atas tampaknya nikmat Allah, diikuti dengan rasa cinta, ridha, dan qana'ah (kepuasan) melalui hatinya, serta ketundukan dan kepatuhan melalui anggota-anggota tubuhnya.
Pujian adalah sanjungan dalam bentuk ucapan kepada yang disanjungnya dengan sifat-sifat Dzat-Nya Yang Mahatinggi serta karunia-Nya kepada seluruh makhluk.
Ahli ilmu dan para ulama membicarakan perbedaan keduanya. Mereka berkata, bahwasanya syukur lebih umum dalam segi macam dan sebab-sebabnya, tapi lebih khusus dalam segi hubungannya. Sedang pujian adalah sebaliknya. Maksudnya, syukur dapat terwujud dengan hati, ucapan, dan dengan perbuatan.
Dengan kata lain, syukur terjadi dengan ucapan, perbuatan, dan niat. Hubungan syukur adalah nikmat yang bukan sifat-sifat Dzat. Oleh karena itu, tidak dapat dikatakan: "Kita bersyukur kepada Allah atas kehidupan-Nya, pendengaran-Nya, penglihatan-Nya, dan ilmu-Nya."
Dia terpuji karenanya,' sebagaimana Dia terpuji karena kebaikan dan keadilan-Nya. Sesungguhnya syukur itu terlaksana karena limpahan kebaikan dan nikmat.
Segala yang berhubungan dengan syukur berhubungan pula dengan pujian, bukan sebaliknya. Demikian juga, segala yang terjadi dengan pujian, maka terjadi pula dengan syukur, dan bukan sebaliknya. Sebab, syukur terjadi dengan anggota badan, sedang pujian terjadi dengan hal dan ucapan.
*****
Selengkapnya: Riyadush Shalihin Bab-242 | Hadits#1393-1396 | Keutamaan Pujian dan Syukur
بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃Materi : Syarah Kitab Riyadush Shalihin. Hadits: https://shamela.ws/
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 16 Januari 2026 M / 27 Rajab 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo
[كتابُ العِلم] ٢٤١- بابُ فضل العلم
١٤/١٣٨٩- وعنِ ابن مسْعُودٍ، رضي اللَّه عنْهُ، قالَ: سمِعْتُ رَسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ: "نَضَّرَ اللَّه امْرءاً سمِع مِنا شَيْئاً، فبَلَّغَهُ كَمَا سَمعَهُ فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أوْعى مِنْ سَامِع ". رواهُ الترمذيُّ وقال: حديثٌ حَسنٌ صَحيحٌ.
1389. Dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu’anhu, ia menuturkan: "Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: 'Semoga Allah ﷻ memperbagus (akhlak dan kedudukan) seseorang yang mendengar sesuatu (hadits) dari kami lalu menyampaikannya sebagaimana yang ia dengar. Adakalanya orang yang disampaikan kepadanya suatu hadits lebih mengerti daripada orang yang mendengarnya secara langsung.'
(HR. At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits hasan shahih."
Selengkapnya: Riyadush Shalihin Bab-241 | Hadits#1389-1392 | Keutamaan Ilmu
بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃Materi : Kitab Adabul Mufrad | Hadits: https://shamela.ws
🎙┃ Pemateri : Ustadz Yunan Hilmi, Lc Hafizhahullah (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhori)
🗓┃ Hari/ Tanggal : Senin, 12 Januari 2026 M / 23 Rajab 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Adi Sucipto Jajar Solo.
📖┃Daftar Isi:
٢٨١ - بَابُ مَنْ ذُكِرَ عِنْدَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ
647. 'Ali mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin 'Abdirrahman, maula keluarga Thalhah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Kuraib Abu Risydin, dari lbnu Abbas:
٦٤٧ - عَنْ جُوَيْرِيَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ بْنِ أَبِي ضِرَارٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا، وَكَانَ اسْمُهَا بَرَّةَ، فَحَوَّلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمَهَا، فَسَمَّاهَا جُوَيْرِيَةَ، فَخَرَجَ وَكَرِهَ أَنْ يَدْخُلَ وَاسْمُهَا بَرَّةُ، ثُمَّ رَجَعَ إِلَيْهَا بَعْدَمَا تَعَالَى النَّهَارُ، وَهِيَ فِي مَجْلِسِهَا، فَقَالَ: " مَا زِلْتِ فِي مَجْلِسِكِ؟ لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لَوْ وُزِنَتْ بِكَلِمَاتِكِ وَزَنَتْهُنَّ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ - أَوْ مَدَدَ - كَلِمَاتِهِ"
Dari Juwairiyah binti Al-Harits bin Abi Dhirar, bahwa Nabi ﷺ (suatu kali) keluar dari rumahnya. Dulu namanya Barrah, lalu Nabi ﷺ mengganti namanya dengan Juwairiyah. Beliau keluar karena tidak suka beliau masuk sedangkan namanya adalah Barrah. Beliau kembali menemuinya setelah hari bertambah siang, sementara ia masih tetap berada di tempat duduknya. Rasulullah ﷺ bertanya, "Engkau masih berada di tempat dudukmu? Setelah meninggalkanmu, aku telah mengucapkan empat kalimat sebanyak tiga kali yang sekiranya ditimbang dengan kalimat-kalimatmu niscaya (bandingannya) akan sama, (yaitu) 'Subhaanallaahi wa bihamdihi 'adada khalqihi wa ridhaa nafsihi wa zinata 'arsyihi wa midaada -atau madada- kalimaatihi' (Mahasuci Allah, hamba memuji-Nya, pujian sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebesar ridha diri-Nya, seberat timbangan 'arsy-Nya dan sebanyak tinta (tulisan) Kalam-Nya).'
📖 Diriwayatkan Muslim: Kitab Adz-Dzikr wad Du'aa' Bab At-Tasbiih Awwalan nahaar wa 'indan naum (79). Dan di Kitab Al-Aadaab Bab lstihbaab taghyiiril ismil qabiihi ilaa hasan (16).