وأعتقد أن الإيمان قول باللسان، وعمل بالأركان، واعتقاد بالجنان، يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية، وهو بضع وسبعون شعبة، أعلاها: شهادة أن لا إله إلا الله، وأدناها: إماطة الأذى عن الطريق.
Saya meyakini bahwa iman adalah perkataan dengan lisan, perbuatan dengan anggota badan, dan keyakinan dengan hati. Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Iman memiliki sekitar tujuh puluh cabang, yang tertinggi adalah bersaksi bahwa tiada Illah yang haq yang wajib disembah selain Allah, dan yang terendah adalah menyingkirkan sesuatu yang membahayakan dari jalan.
Inilah Aqidah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah yang sejalan dengan para ulama Ahlussunnah, sehingga terbantahkan bahwa beliau membawa keyakinan yang berbeda atau madzhab baru dalam agama.
Inilah awal pembahasan tentang keimanan, yang banyak sekali disebutkan di dalam Al-Qur’an, bahkan Allah memuji para ahlinya dan menjanjikan surga serta pahala yang besar.
Iman merupakan salah satu tingkatan agama, karena agama memiliki tiga tingkatan, sebagaimana dalam hadits Jibril: Islam, iman, dan ihsan.
Islam terdiri dari lima rukun: bersaksi bahwa tiada Illah yang haq yang wajib disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan menunaikan haji ke Baitullah. Semua ini merupakan amalan-amalan dzahir yang nampak.
Iman terdiri dari enam rukun, sebagaimana sabda Nabi ﷺ : “Iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari akhir, dan iman kepada takdir, baik dan buruk.” Dan keimanan merupakan amalan-amalan bathiniyah yang tersembunyi.
بسم الله الرحمن الرحيم
📚┃Materi:"Al Qaul Al Mubin fi Huquqi An Nabiyyil Amin"
✍🏼┃Karya: Ustadz Mohammad Alif, Lc Hafidzahullah
🎙┃Pemateri: Ustadz Mohammad Alif, Lc Hafidzahullah (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari)
🗓┃Hari & Tanggal: Hari Jum'at, 22 Agustus 2025/ 28 Shafar 1447 H
🕰┃Waktu: Ba'da Maghrib - Isya'
🕌┃Tempat: Masjid Al-Qomar - Jl. Slamet Riyadi No. 414 Rel Bengkong Purwosari, Solo, Jawa Tengah 57142
Telah berlalu pembahasan mengenai hak-hak Nabi ﷺ, yaitu:
باب التحذير من الغلو في النبي ﷺ
Bab: Peringatan dari Sikap Ghuluw [Berlebih-lebihan] kepada Nabi ﷺ
1. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِن قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَن سَوَاءِ السَّبِيلِ [المائدة: ٧٧]
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus". [QS. Al-Maidah ayat 77].
2. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ [النساء:١٧١].
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. [QS. An-Nisa’ ayat 171].
بسم الله الرحمن الرحيم
📚┃Materi:"Al Qaul Al Mubin fi Huquqi An Nabiyyil Amin"
✍🏼┃Karya: Ustadz Mohammad Alif, Lc Hafidzahullah
🎙┃Pemateri: Ustadz Mohammad Alif, Lc Hafidzahullah (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari)
🗓┃Hari & Tanggal: Hari Jum'at, 15 Agustus 2025/ 21 Shafar 1447 H
🕰┃Waktu: Ba'da Maghrib - Isya'
🕌┃Tempat: Masjid Al-Qomar - Jl. Slamet Riyadi No. 414 Rel Bengkong Purwosari, Solo, Jawa Tengah 57142
Telah berlalu pembahasan mengenai hak-hak Nabi ﷺ, yaitu:
باب التصديق بكل ما أخبر به النبي ﷺ
Bab: Membenarkan Apa yang telah Dikabarkan Nabi ﷺ
1. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى. اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ
“Dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut keinginannya. Tidak lain (Al-Qur’an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm: 3-4)
2. Hadits Nabi ﷺ:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ كُنْتُ أَكْتُبُ كُلَّ شَيْءٍ أَسْمَعُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيدُ حِفْظَهُ فَنَهَتْنِي قُرَيْشٌ وَقَالُوا أَتَكْتُبُ كُلَّ شَيْءٍ تَسْمَعُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَشَرٌ يَتَكَلَّمُ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَا فَأَمْسَكْتُ عَنْ الْكِتَابِ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَوْمَأَ بِأُصْبُعِهِ إِلَى فِيهِ فَقَالَ اكْتُبْ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا يَخْرُجُ مِنْهُ إِلَّا حَقٌّ] سنن أبي داوود# ٣٦٤٩ [
Dari [Abdullah bin 'Amru] ia berkata: “Dahulu aku menulis segala sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah agar aku dapat menghafalkannya. Maka orang-orang Quraisy pun menegurku dan mengatakan: “Apakah kamu menulis seluruh yang kamu dengar dari Rasulullah, sedangkan dia adalah manusia yang terkadang berbicara sambal marah dan ridha.” Setelah itu, akupun berhenti menulis. Lalu aku menceritakan hal ini kepada Rasulullah. Maka beliau berisyarat dengan jarinya ke mulutnya, seraya bersabda: “Tulislah, demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, tidak ada yang keluar dari mulutku kecuai kebenaran.” - [H.R. Abu Dawud no. 3646 dan dishahihkan oleh Al-Albani.]