ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
📚┃Materi :Jejak Ikhlas #2 (Daurah Camp SAFR)
🎙┃Pemateri : Ustadz Gigih Surya Nugraha, S.H. Hafidzahullah
🗓┃Hari & Tanggal : Sabtu, 23 Muharram 1447 H | 19 Juli 2025 M
🕌┃Tempat : Kemuning Resort - Tawangmangu, Karanganyar.
🎞┃Recording Kajian: Muslim Solo Channel
١- باب الإِخلاصِ وإحضار النيَّة في جميع الأعمال والأقوال والأحوال البارزة والخفيَّة
Bab 1. Menghadirkan Niat Dalam Semua Perbuatan Dan Perkataan Yang Terang-terangan Maupun Tersembunyi.
وَعَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ بْنِ نُفَيْلِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى بْنِ رِيَاحِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ قُرْطِ بْنِ رَزَاحِ بْنِ عَدِيِّ بْنِ كَعْبِ بْنِ لُؤَيِّ بْنِ غَالِبٍ الْقُرَشِيِّ الْعَدَوِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: « إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُه لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِامْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ » مُتَّفَقٌ عَلَى صِحَّتِهِ.
Daripada Amirul Mukminin Abu Hafash Umar bin Al-Khaththab bin Nufail bin Abdil Uzzah bin Riyah bin Abdillah bin Quth bin Razah bin Adiy bin Ka'ab bin Luay bin Ghalib Al-Quraisyiy Al-Adawi radhiyallahu anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Segala amalan perbuatan tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan (balasan) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya dinilai mengikut niatnya menuju kepada Allah dan Rasul-Nya, barangsiapa yang hijrah kerana untuk mendapatkan dunia atau kerana wànita yang akan dia nikahi, maka hijrahnya sesuai dengan yang diniatkan.”
[Shahih Al-Bukhari no. 1. dan Muslim no. 1907]
Selengkapnya: Jejak Ikhlas #2: Riyadhus Shalihin | Bab Niat Hadits 1-7
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
📚┃Materi :Jejak Ikhlas #1 (Daurah Camp SAFR)
🎙┃Pemateri : Ustadz Gigih Surya Nugraha, S.H. Hafidzahullah
🗓┃Hari & Tanggal : Sabtu, 23 Muharram 1447 H | 19 Juli 2025 M
🕌┃Tempat : Kemuning Resort - Tawangmangu, Karanganyar.
🎞┃Recording Kajian: Muslim Solo Channel
Pentingnya Ikhlas dan Faedah-faedahnya
Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi ﷺ, Ustadz mengawali kajian dengan menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan hingga bisa bertemu dalam Daurah di alam terbuka.
Pertemuan ini akan dimanfaatkan dengan mengupas hadits-hadits mengenai Ikhlas yang ada dalam kitab Riyadhus Shalihin, dimana Imam An-Nawawi Rahimahullah menempatkan Bab Ikhlas ini dalam bahasan awal kitab.
Ikhlas, Syarat Diterimanya Amalan
Kenapa kita harus ikhlas? Karena Allah ﷻ memerintahkan untuk itu. Terlalu banyak dalil yang berkenaan dengan ikhlas. Antara lain:
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus
فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَٰلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا
Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.
Para ulama menjelaskan ayat-ayat ini dalam kaitannya dengan syarat-syarat amal. Yaitu ikhlas karena Allah ﷻ dan muttaba'ah yaitu mengikuti contoh Nabi ﷺ.
Selengkapnya: Jejak Ikhlas #1: Pentingnya Ikhlas dan Faedah-faedahnya
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
📚┃Tema Kajian: "Bulan Muharram; Antara Keramat dan Syariat"
🎙┃Pemateri : Ustadz Agus Setiawan, S.H. حفظه الله تعالى - Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
🗓┃Hari & Tanggal : Hari Kamis, 26 Juni 2025 / 1 Muharram 1447
⏰┃Waktu : Ba'da Maghrib s.d. Selesai
🕌┃Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Jl. Adi Sucipto No.88b, Kelurahan Jajar , Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57144
Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya, Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala karuniakan hingga kita bisa hadir dalam majelis ilmu.
Hendaknya kita meniatkan datang ke majelis ilmu atas niat karena Allah ﷻ dengan mengikhlaskan kepada-Nya.
Pembahasan kali ini adalah hal yang berkaitan dengan tahun baru 1 Muharram 1447H.
1. Muharram dalam Tradisi Jawa
Kalender Jawa juga memiliki 12 bulan: Sura, Sapar, Mulud, Bakdamulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Dulkangidah, dan Besar.
Menurut sejarah merupakan penggabungan dua kalender yaitu saka Hindu dan kalender Islam.
Diketahui, penggabungan kalender ini dilakukan sejak dinasti Mataram, Sultan Agung Hanyokrokusumo, tepatnya pada 1 Suro 1555 Saka atau 1 Muharram 1043H. Saat itu, masyarakat Jawa mengadopsi kalender Islam untuk menyatukan nilai-nilai Islam dan kejawen. Agar masyarakat tidak terpecah, agar Islam dan Hindu bersatu.
Kata ‘suro’ berasal dari kata ‘Asyura’ dalam bahasa Arab yang artinya adalah sepuluh. Dalam lidah masyarakat Jawa, kata Asyura ini kemudian dilafalkan menjadi ‘suro’ yang dikenal sebagai malam sakral hingga saat ini.
بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
Kaidah Dan Prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Dalam Mengambil Dan Menggunakan Dalil
Kaidah 1 s/d 5
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
“Dan apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah ia. Dan apa-apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” [Al-Hasyr/59: 7]