Kategori Aqidah

Masalah-masalah ilmiyah yang berasal dari Allah dan RosulNya, yang wajib diyakini oleh setiap muslim
Kajian Bertema Aqidah

بسم الله الرحمن الرحيم

📚┃Materi : "115 Hadits Tentang Syarat, Pengahalang, Dan Sebab Masuk Surga" karya  Ustadz Muslim Al Atsary Hafidzahullah
♻ Insya Allah Rutin Dibahas Setiap Hari Sabtu Malam Ahad "Pekan Ke-2"
🎙┃Pemateri : Ustadz Agus Setiawan, S.H. حفظه الله تعالى (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari)
🗓┃Hari & Tanggal : Sabtu, 21 Rajab 1447 / 10 Januari 2026
🕰┃Waktu : Ba'da Maghrib - Isya'
🕌┃Tempat : Masjid Bahaudin Nur Hidayah. Dusun I, Singopuran, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.


Kesombongan, Penghalang Masuk Surga

📗 Hadits Abdullah bin Mas’ûd Radhiyallahu’anhu 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ  لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ : إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ.

Dari Abdullah bin Mas’ûd, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan seberat biji sawi di dalam hatinya.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya semua orang senang bajunya bagus, sandalnya bagus, (apakah itu kesombongan?”) Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya Allâh Maha Indah dan menyintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”. 

📖HR. Muslim, no. 147/91; Ibnu Hibban, no.5466. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani.

 

Hakekat Kesombongan

Kesombongan (al-kibr) adalah melihat diri sendiri melebihi al-haq (kebenaran) dan al-khalq (makhluk; orang lain). Jadi, orang yang sombong melihat dirinya di atas orang lain dalam sifat kesempurnaan.

Kesombongan ada dua yaitu kesombongan terhadap al-haq (kebenaran), dan kesombongan terhadap al-khalq (makhluk/manusia).

Seorang manusia, tatkala melihat dan menganggap dirinya besar atau mulia, dia akan menganggap orang lain kecil dan merendahkannya. Dia akan memandang al-haq (kebenaran) akan menghancurkan kedudukannya dan mengecilkan posisinya. Dan dia melihat manusia lainnya seolah-olah binatang, karena dianggap bodoh dan hina. [Lihat at-Tawâdhu’ fî Dhauil Qur’ânil Karîm was Sunnah ash-Shahîhah, hlm. 35, karya syaikh Salîm bin ‘Ied al-Hilâli]

Pakaian sebagai Bentuk Kehormatan Diri

Berpakaian dalam Islam, menurut Mālik, adalah bagian dari ḥifẓ al-‘irdh — menjaga kehormatan. Dalam Al-Muwaṭṭa’, beliau menukil hadits Rasulullah ﷺ:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: “إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ.”

(Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”)

Imām Mālik menjelaskan bahwa keindahan dalam berpakaian tidak dilarang, selama tidak menimbulkan kesombongan. Pakaian yang bersih, sopan, dan pantas adalah bentuk penghormatan terhadap nikmat Allah. Namun, ketika pakaian menjadi sarana pamer, maka nilainya justru jatuh.

Beliau sering mengingatkan murid-muridnya agar tidak terjebak dalam kemewahan yang merusak hati. Ia berkata, “Barang siapa memakai pakaian untuk menonjolkan dirinya, maka Allah akan menampakkannya dalam kehinaan pada hari kiamat.”

Pesan ini menegaskan bahwa berpakaian bukan untuk menarik pujian manusia, melainkan untuk menjaga martabat dan menunjukkan rasa syukur.

💡 FAWAID HADITS:

Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:

  1. Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- telah menjelaskan agama dengan lengkap dan sempurna.
  2. Kesombongan walaupun seberat debu, termasuk penghalang masuk surga.
  3. Kesombongan itu asalnya ada dalam hati, kemudian akan nampak pada perkataan dan perbuatan.
  4. Kesukaan pada pakaian yang bagus dan sandal yang bagus, bukan kesombongan.
  5. Alloh itu Jamiil (Maha indah) dan mencintai keindahan.
  6. Kesombongan adalah menolak kebenaran, dan merendahkan orang.
  7. Kesombongan ada yang menyebabkan kekafiran, sehingga pelakunya tidak akan masuk sorga selamanya. Dan ada yang tidak menyebabkan kekafiran, sehingga pelakunya tidak akan masuk sorga sementara waktu.

Inilah sedikit penjelasan tentang hadits yang agung ini. Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.

*****

PEMIMPIN YANG CURANG PENGHALANG MASUK SORGA

📗 Hadits Ma'qil bin Yasar Al-Muzaniy Radhiyallahu’anhu

عَنِ الْحسَنِ، قَالَ: عَادَ عُبَيْدُ اللهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْمُزَبِيَّ في مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِیهِ، قَالَ مَعْقِلُ: إِنِي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِي حَيَاةً مَا حَدَّثْتُكَ، إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللهُ رَعِيَّةً، يَمُوثُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشُّ لِرَعِيَّتِهِ، ِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجُنَّةَ"

Dari Al-Hasan, dia berkata: Ubaidullah bin Ziyad (gubernur Iraq) menjenguk Ma'qil bin Yasar Al-Muzaniy pada waktu sakitnya yang dia meninggal padanya. Ma'qil berkata:

"Saya akan menyampaikan hadits kepadamu, yang saya telah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Jika saya tahu bahwa saya masih akan hidup, saya tidak akan menyampaikan hadits ini kepadamu. Sesungguhnya saya telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada seorang hamba, yang Allah berikan kekuasaan memimpin rakyat, pada hari dia mati dia berbuat curang kepada rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan surga untuknya".

📖HR. Bukhori, no. 7151; Muslim, no. 227/142; Ahmad, no. 20291; Ibnu Hibban, no. 4495; ini lafazh selain Bukhori.

💡 FAWAID HADITS:

Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:

  1. Menjenguk orang sakit adalah kewajiban dan hak sesama Muslim.
  2. Ma'qil bin Yasar Al-Muzaniy, seorang sahabat Nabi, memberikan nasehat dengan bijak kepada gubernur Ubaidullah bin Ziyad yang dikenal bersikap keras.
  3. Semua manusia pasti akan mengalami kematian. Maka bekal apa yang telah kita siapkan?
  4. Kewajiban seorang pemimpin untuk bersikap tulus berbuat kebajikan bagi rakyat.
  5. Bahaya berbuat curang kepada rakyat.
  6. Allah mengharamkan surga sementara untuk pemimpin yang curang, jika dia seorang muslim.
  7. Beriman kepada sorga dan neraka, serta pengaruhnya.

Inilah sedikit penjelasan tentang hadits yang agung ini. Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

  • Media
    Sarana belajar Agama Islam melalui video dan audio kajian dari Asatidz Indonesia yang bermanhaj salaf...
    Ebook
    Bahan bacaan penambah wawasan berupa artikel online maupun e-book yang bisa diunduh. Ebook Islami sebagai bahan referensi dalam beberapa topik yang insyaAllah bermanfaat.
  • image
    Abu Hazim Salamah bin Dînâr Al-A’raj berkata, “Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka hal tersebut adalah ujian/petaka.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyâ dalam Asy-Syukr Lillâh]
    image
    ‘Ammâr bin Yâsir radhiyallâhu ‘anhumâ berkata,“Ada tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya, sungguh dia telah mengumpulkan keimanan: inshaf dari jiwamu, menebarkan salam kepada alam, dan berinfak bersama kefakiran.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry secara Mu’allaq dan Al-Baihaqy]

Share Some Ideas

Punya artikel menarik untuk dipublikasikan? atau ada ide yang perlu diungkapkan?
Kirim di Sini