وَمِنَ الْإِيْمَانِ بِالْيَوْمِ الْآخِرِ: الْإِيْمَانُ بِكُلِّ مَا أَخْبرَ بِهِ النَّبِيُُّ ﷺ مِمَّا يَكُوْنُ بَعْدَ الْمَوْتِ(١)، فَيُؤْمِنُوْنَ بِفِتْنَةِ لْقَبْرِ، وَبِعَذَابِ الْقَبْرِ، وَنَعِيْمِهِ (٢)، فَأَمَّاالْفِتْنَةُ فَإِنَّ النَّاسَ يُفْتَنُوْنَ(٣) فِي قُبُوْرِهِمْ(٤)، فَيقَالُ لِلرَّجُلِ(٥): مَنْ رَبُّكَ(١)؟ وَمَا دِيْنُكَ(٧)؟ وَمَنْ نَِبِيِّكَ(٨)؟ فَيَثَبِتُ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيًّا وَفِي الْآخِرَةِ(٩)، فَيقُولُ الْمُؤْمِنُ: رَبِّيَ الله، وَالْإِسْلَامُ دِينِني، وَمُحَمَّدٌ نَبِيِّيْ(١٠) وَأَمَّا الْمُرْتَابُ فَيَقُوْلُ: هَاه هَاة؛ لَا أَدْرِيْ، سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُوْلُوْنَ شَيِئًا فَقُلْتُهُ(١١)، فَيَضْرَبُ(١٢) بِمِرْزَبَةٍ مِنْ حَدِيْدٍ(١٣)، فَيَصِيْحُ ضيْحَةً يَسْمَعُهَا كُلُّ شَيْءٍ(١٤)؛ إِلَّا الْإِنْسَانَ وَلَّوْ سَمِعَهَا الْإِنْسَانُ لَصُعِقَ(١٥).
PASAL
Termasuk iman kepada Hari Akhir adalah: beriman kepada seluruh apa yang diberitakan Nabi ﷺ yang akan terjadi setelah kematian.(1) Mereka beriman kepada fitnah, azab dan nikmat kubur(2). Adapun fitnah, maka manusia akan diuji(3) di dalam kubur mereka(4), maka seorang laki-laki akan ditanya,(5) "Siapa tuhanmu?(6) Apa agamamu? (7) Dan siapa Nabimu?"(8) Maka, "Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan kalimat tauhid dalam kehidupan di dunia dan di Akhirat."(9) Maka seorang Mukmin menjawab Tuhanku adalah Allah, agamaku Islam dan Nabiku Muhammad.(10) Adapun orang yang ragu-ragu, maka dia menjawab, "Hah .. hah .. aku tidak tahu, aku mendengar orang-orang mengatakan sesuatu, maka aku menirunya,"(11) maka dia dipukul(12) dengan palu dari besi,(13) dia berteriak dengan teriakan yang didengar oleh segala sesuatu(14), kecuali manusia, dan kalau manusia mendengarnya, niscaya dia pingsan(15)
Selengkapnya: Syarah Aqidah Wasithiyah: Beriman Kepada Hari Akhir
بسم الله الرحمن الرحيم
Tabligh Akbar bersama Fadhilatus Syeikh Dr. Abdullah bin Mar’i Hafidzahullah
(Mudir Daarul Hadits Fiyusy, Yaman)
Sesi 2:
✍ Tema: Dakwah Tauhid di Persimpangan Harapan dan Tantangan
⏰ Waktu: Jum'at, 1 Agustus 2025 / 7 Shafar 1447 H (Ba’da Subuh - selesai)
🎙 Penerjemah: Ustadz Hanifa, B.A., M.Pd. Hafidzahullah
🕌 Lokasi: Masjid Al Umar Windan Baru, Windan, Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Jateng.
Setelah salam dan memuji Allâh, segala puji bagi Allah ﷻ Dzat yang wajib disembah dan Nabi ﷺ adalah hambaNya dan Rasul-Nya.
Kita bersyukur atas nikmat dipertemukan dalam majelis ilmu di pagi ini. Kita bersyukur atas limpahan karunia-Nya hingga Allah ﷻ memberikan taufik untuk menjalankan shalat subuh berjama'ah. Dan ini karunia yang besar.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra Ayat 78:
وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
Dan Rasul-Nya telah memberikan penjelasan akan keutamaan Shalat subuh berjama'ah. Seandainya hanya ada satu keutamaan ini saja, maka ini sudah cukup menjadi motivasi kita untuk semangat dalam beramal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِى ذِمَّةِ اللَّهِ
“Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah.
Selengkapnya: Dakwah Tauhid di Persimpangan Harapan dan Tantangan
بسم الله الرحمن الرحيم
Tabligh Akbar bersama Fadhilatus Syeikh Dr. Abdullah bin Mar’i Hafidzahullah
(Mudir Daarul Hadits Fiyusy, Yaman)
Sesi 1:
✍ Tema: Membela Sunnah, Merawat Islam, dan Menyatukan Barisan di Era Keterasingan
⏰ Waktu: Kamis, 31 Juli 2025 / 6 Shafar 1447 H (Ba’da Maghrib - selesai)
🎙 Penerjemah: Ustadz Muhammad Ja’fary, B.A., M.Pd. Hafidzahullah
🕌 Lokasi: Masjid Al Umar Windan Baru, Windan, Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Jateng.
Setelah Salam, Ustadz mengawali kajian dengan bersyukur, Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, aku bersaksi bahwa tiada Illah yang berhak disembah kecuali Allah ﷻ, tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwasannya Nabi ﷺ adalah hamba dan utusanNya.
Semoga Allah ﷻ memberkahi dan memberi kesejahteraan kepada keluarga dan sahabatnya.
Puji syukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala karuniakan kepada kita, Maha suci bagi Allah ﷻ atas nikmat yang besar yang tak terkira jumlahnya, Maha suci bagi Allah ﷻ yang Maha Tinggi dengan segala Puji dan syukur atas anugerah nikmat iman dan Islam. Segala puji bagi Allah ﷻ Rabb semesta alam, mari kita memuji Allâh atas segala kekuasaan Nya.
Kita bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala yang telah mengumpulkan kita untuk bermajelis di masjid Al-Umar yang mulia ini, untuk bersama-sama mencari ilmu mengais warisan Rasulullah ﷺ dan beliau berterima kasih kepada panitia yang telah memberikan kesempatan untuk bertemu di majelis yang mulia ini.
Pada pertemuan ini, tema yang diambil adalah tema yang sangat penting, Membela Sunnah, Merawat Islam, dan Menyatukan Barisan di Era Keterangan.
Selengkapnya: Membela Sunnah, Merawat Islam, dan Menyatukan Barisan di Era Keterasingan
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
📚┃Materi :Jejak Ikhlas #3 (Daurah Camp SAFR)
🎙┃Pemateri : Ustadz Gigih Surya Nugraha, S.H. Hafidzahullah
🗓┃Hari & Tanggal : Ahad, 24 Muharram 1447 H | 20 Juli 2025 M
🕌┃Tempat : Kemuning Resort - Tawangmangu, Karanganyar.
🎞┃Recording Kajian: Muslim Solo Channel
١- باب الإِخلاصِ وإحضار النيَّة في جميع الأعمال والأقوال والأحوال البارزة والخفيَّة
Bab 1. Menghadirkan Niat Dalam Semua Perbuatan Dan Perkataan Yang Terang-terangan Maupun Tersembunyi.
وَعَنْ أَبِي مُوْسَى عَبْدِ اللهِ بْنِ قَيْسٍ الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرَّجُلِ يُقَاتِلُ شَجَاعَةً، وَيُقَاتِلُ حَمِيَّةً وَيُقَاتِلُ رِيَاءً، أَيُّ ذَلِكَ فِي سَبِيْلِ اللهِ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « مَنْ قَاتَلَ لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيْلِ اللهِ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Daripada Abu Musa, Abdullah bin Qais Al-Asy'ari radhiyallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seseorang yang berperang untuk menunjukkan keberanian, berperang dengan semangat fanatisme dan orang yang berperang kerana riya; “Siapakah di antara mereka yang berperang di jalan Allah?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berperang dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah, maka dia berperang pada di jalan Allah.”
[Shahih Al-Bukhari no. 7458. Muslim no. 1904]
Selengkapnya: Jejak Ikhlas #3: Riyadhus Shalihin | Bab Niat Hadits 8-12