kategori-buku

Etika Imam dan Makmum didalam Shalat

07 Okt 2010

Etika Imam dan Makmum didalam Shalat
Pengarang: Syaikh Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qohthoni
Penerbit: PUSTAKA IBNU UMAR
Berat: 0,6 kg

Sekilas isi buku:

Bagi mereka yang sudah mencintai shalat berjamaah, maka hendaklah mereka memperhatikan etika imam dan makmum dalam shalat berjamaah. Pembahasan ini kami ambil dari karya besar Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qahthani, yakni Shalaatul MukMin: Mafhuumun, wa Fadhaa-Ilu, wa Aadaabun, wa Anwaa 'un, wa Ahkaamun, wa Kaifiyyatun fii Dhau-il Kitaabi was Sunnah, dan kami terjemahkan dari Juz: pembahasan ke duapuluh lima mengenai Imamah, yakni: al-Babtsul Khaamisu wal Isyruuna: al-Imaamah fish Shalaat.

etikaimamdanmakmumdidalamshalatPengertian imam dan imaamah, keutamaan imam dalam shalat dan ilmu, meminta menjadi imam, yang paling layak untuk menjadi imam, macam-macam imaamah dalam shalat, kapan saat makmum berdiri untuk shalat berjamaah, tentang barisan (shaff) shalat dan perhatian terhadapnya, syarat-syarat dan kemestian dalam iqtidaav (mengikuti imam), adab imam dalam shalat, dan etika makmum dalam shalat.

Semoga mereka yang telah meyakini pentingnya shalat dan memahami kewajiban berjamaah, akan lebih sempurna dengan mempelajari topik-topik yang sangat penting di atas, seputar adab shalat berjama'ah, khususnya etika imam dan makmum. Beliau banyak memanfaatkan keputusan dan tarjiih (penguatan terhadap satu pendapat atau keputusan hukum) dari guru beliau, al-Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimakumullah.

Dalam penshahihan hadits, beliau banyak berpedoman kepada karya-karya Syaikh al-Albani rahimakullah, di samping ulama-ulama yang lainnya. Kami berharap semoga Allah Taala menjadikan upaya ini diberkahi dan menjadi sebuah amal yang ikhlas, aamiin.

Meneladani Manasik Haji dan Umrah Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam

01 Okt 2010
Penulis : Mubarak bin Mahfudh Bamuallim, Lc
Penerbit  : Pustaka Imam Syafii
Deskripsi : XXIII + 341 halaman B/W

"Haji mabrur, tidak ada balasan yang pantas baginya selain Surga." (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Buku ini membantu siap saja yang ingin mengerjakan ibadah haji dengan benar sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam.

manasikDemikianlah kutipan sabda Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Haji seseorang dikatakan mabrur atau maqbul apabila ia melaksanakannya sesuai dengan petunjuk Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Pertanyaannya, berapa banyak kaum Muslimin yang telah diberikan kesempatan menunaikan haji mengindahkannya? Mungkinkah kita akan meraih Surga-Nya apabila kita mempraktikkan ibadah ini tanpa memahami hakikatnya? Mengerti tata caranya? Sungguh, tidak sedikit umat Islam yang belum mengetahui hal ini, termasuk mereka yang setiaptahunnya pergi ke Tanah Suci, Makkah al-Mukar-ramah, baik untuk melaksanakan kewajiban agung ini maupun sekadar mengerjakan umrah.

Di dalamnya dijelaskan keutamaan haji dan umrah beserta dalil-dalilnya ; menerangkan tata cara haji Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam berdasarkan riwayat Jabir bin ‘Abdullah; mengutip nasihat dan bimbingan tiga ulama besar abad ke-1415 H, yakni Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz, Muhammad Nashiruddin al-Albani, dan Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin; menjabarkan riwayat-riwayat yang menegaskan keutamaan Madinah an-Nabawiyyah; menyebutkan macam-macam kesabaran dalam ibadah haji dan umrah; mengupas berbagai bid’ah dan kekeliruan seputarhaji dan umrah serta yang kerap terjadi ketika jamaah haji mengunjungi kota Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam dan tidak lupa pula penulis melampirkan pada beberapa halaman terakhir, berbagai do’a dari al-Qur-an dan as-Sunnah guna memudahkan siapa saja yang sedang menunaikan haji, yang ingin mempraktikkannya.

Keistimewaan lain dari buku ini adalah terletak pada bentuknya yang mungil sehingga mudah dibawa ke mana saja.

Fatwa-fatwa Terlengkap seputar Terorosme, Jihad & Mengkafirkan Muslim

01 Okt 2010
Penulis : Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri
Penerbit  : Darulhaq
Deskripsi : xi + 796 hal. (HC)

Tidaklah sifat lemah lembut ada pada sesuatu kecuali niscaya akan meng-hiasinya, dan tidaklah sifat itu dicabut dari sesuatu kecuali niscaya akan memper-buruknya, demikian Rasulullah SAW bersabda. Kelemahlembutan adalah senjata hebat yang harus dimiliki setiap muslim dalam menyeru umat kepada syariat Allah. Sifat lemah lembut inilah yang telah menjadikan Islam bisa diterima di seluruh penjuru bumi.

fatwa-terorisTerorisme sama sekali tidak diajarkan oleh Islam. Tidak satu pun dari kalangan ulama Islam yang berilmu luas, yang dikenal kejujurannya dalam memperjuangkan Islam, mengajarkan cara-cara teror untuk mencapai suatu tujuan. Terorisme dalam berbagai bentuknya; pengeboman, penculikan, sabotase, bom mobil, perusakan, bom bunuh diri, adalah kebatilan dan kezhaliman meski diikrarkan oleh sekelompok orang sebagai jihad. Dengan dalih dan logika apa pengeboman -bukan pada masa perang- bisa dibenarkan? Dan agama mana yang menganggap teror sebagai jihad? Benar, Jihad tetap berlaku sampai hari Kiamat, sebagaimana telah dibakukan oleh ulama-ulama Ahlus Sunnah dalam kitab-kitab akidah mereka. Akan tetapi harus di bawah bendera dan komando amir kaum muslimin yang ditaati, begitu sambungan ungkapan tersebut. Menaati pemimpin adalah prinsip dasar dalam sistem masyarakat Islam. Barang-siapa keluar dari ketaatan terhadap pemimpin, berarti dia telah menanggalkan lehernya dari ikatan Islam. Jihad bukan tindakan perorangan atau kelompok tertentu, bukan pula semangat buta untuk membasmi musuh.

Jihad adalah pilihan terakhir dari sebuah proses Iqamatul Hujjah kepada manusia. Dan itu memiliki syarat-syarat yang harus terpenuhi, di antara-nya al-Istitha'ah (kemampuan). Kebijakan mengenai al-Istitha'ah ini sepe-nuhnya berada di tangan pemimpin. Dalam buku ini pembaca bisa mendalami: Siapa yang pantas dijadikan sebagai ulama. Kewajiban untuk mendengar dan menaati pemimpin. Larangan memberontak kepada para pemimpin. Torisme bukan Jihad. Hakikat Usamah bin Laden dan Aiman azh-Zhawahiri. Kewajiban mengikuti manhaj as-Salaf ash-Shalih.
 
Selamat membaca!

Ensiklopedi Adab Islam

03 Sep 2010
Judul asli : Mausu'atul Aadab Al Islamiyyah
Penyusun : Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada
Penerbit : Pustaka Imam Syafii
Halaman : Jilid 1 : XVIII + 441 Lembar B/W - Jilid 2 : XVIII + 474 Lembar B/W
ISBN : 978-979-3536-86-6 / Set  - 978-979-3536-87-3 / Jilid 1 - 978-979-3536-88-0 / Jilid 2



“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)


ensiklopedi_adab_islam_334x448Seluruh syariat Islam, baik yang hukumnya wajib, sunnah, mustahab, maupun mubah baik yang berhubungan secara vertikal, antara hamba dengan Penciptanya, maupun secara horizontal, antar sesama hamba, berfungsi untuk menjaga hubungan baik dengan Pencipta dan dengan sesama mereka secara beradab. Apabila seorang hamba telah memberikan hak-hak dan melaksanakan kewajiban-kewajiban kepada Penciptanya dan kepada sesama hamba, berarti dia tergolong hamba yang beradab. Sebaliknya, apabila dia tidak melaksanakan hal-hal tersebut, maka dia digolongkan ke dalam golongan hamba yang tidak beradab. Semua itu telah diatur sedemikian rupa oleh syari'at Islam.

Seorang Muslim yang telah melaksanakan adab-adab tersebut sesuai dengan syari'at Islam berarti ia telah beradab dengan adab islami. Dalam hal ini, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam adalah teladan bagi setiap Muslim dalam beradab islami. Setiap hari selama 24 jam, beliau selalu menjaga hubungan baik dengan Penciptanya dan dengan sesama hamba. Mulai dari masalah kecil keseharian, seperti tidur, mandi, makan, minum, dan lain-lain, hingga yang besar, seperti mengatur negara, berperang, berdamai, dan lain-lain mulai dari urusan ukhrawi ibadah hingga urusan duniawi. Dengan demikian, tampaklah suatu peradaban yang indah, harmonis, demokratis, tertib, rapi, manusiawi, sekaligus bersifat ilahiyah yang jauh dari kesan kekerasan, kekejaman, diskriminasi, dan kesan-kesan negatif lainnya.

Yang perlu digarisbawahi dalam hal ini ialah bahwa semua itu hanya ada di dalam agama Islam sehingga Islam layak disebut sebagai agama yang berperadaban dan penganutnya adalah manusia-manusia yang berperadaban tinggi (masyarakat madani).Lantas, dari manakah kesan terorisme dan teroris didapatkan? Ataukah stigma seperti itu sengaja dipropagandakan oleh musuh-musuh Islam untuk memojokkannya? Anda tidak perlu berpikir ulang untuk menemukan jawaban yang tepat atas pertanyaan-pertanyaan tersebut setelah membaca buku Ensiklopedi Adab Islam ini.

Selamat membaca!

Kitab Tauhid 2

02 Sep 2010
Judul Asli : At-Tauhid Lish Shafill Tsani Al-'Ali
Penulis : Tim Ahli Ilmu Tauhid
Edisi Indonesia : Kitab Tauhid 2
Penerjemah : Agus Hasan Bashori, Lc
Penerbit : Darul Haq - Jakarta
Deskripsi : xii +196 hal.
 
tauhid2Tauhid adalah kunci dari makna hidup. Bahkan untuk bertauhid kepada Allah saja, sehingga manusia dan jin diciptakan. Karena itu, tanpa memahami hakikat tauhid dan merealisasikannya, hidup manusia -betapapun berlimpah materi dan jabatan duniawi- akan sia-sia belaka. Maka mempelajari tauhid secara berkesinambungan adalah sesuatu yang niscaya dan harus. Buku di tangan pembaca ini adalah satu seri dari buku-buku bertemakan tauhid yang kami persiapkan sebagai panduan belajar otodidak tauhid untuk umat Islam pada umumnya.

Dan secara khusus, KITAB TAUHID 2 ini bisa dijadikan sebagai materi pelajaran tauhid di Madrasah Aliyah kelas dua atau yang sederajat. Sungguh, semakin intens dan tekun kita mempelajari tauhid, kita akan semakin memahami hakikat dan makana hidup yang dianugerahkan Allah kepada kita. Semoga.

 

Subcategories