kategori-buku

Mengenal Kitab Riyadhus Shalihin

09 Sep 2011

kitab_riyadhus_shalihinSesungguhnya Alloh telah mengutus Rasul-Nya Muhammad dengan membawa petunjuk dan menurunkan kepadanya Al Quran pedoman hidup umat yang kekal sampai hari kiamat serta memberikan tafsir Al Quran dan yang semisalnya bersama Al Quran tersebut, sehingga Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam baik berupa ucapan atau perbuatan adalah penjelas Al Quran dan penunjuk makna-maknanya.

Demikian juga para sahabat Rasulullah telah menghafal, mempelajari dan menulis Al Quran dan As Sunnah sedangkan Alloh telah bertanggung jawab dalam menjaga kitab-Nya yang mulia dan menjadikan orang-orang yang menjaga dan memperhatikan As Sunnah An Nabawiyah sejak masa Rosululloh sampai sekarang hingga hari kiamat nanti.

Dengan taufik dari Alloh, Sunnah Rosululloh menjadi pusat perhatian para ulama di setiap masa dan tempat sehingga sempurnalah penjagaan, taqyiid dan penulisannya dalam kitab musnad, shihah, sunan dan mu’jam-mu’jam. Di antara para ulama yang memberikan perannya dalam menjaga dan menulis As Sunnah adalah Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawy ad-Dimasyqy (631-676 H) yang termasuk dalam jajaran ulama besar di abad ke-7 hijriah, beliau memiliki hasil karya yang banyak lagi bermanfaat dalam pembahasan yang beraneka ragam, karya-karya beliau telah mendapatkan pujian dan sanjungan serta perhatian yang besar dari para ulama sehingga mereka mempelajari, mengambil faedah dan menukil dari karya-karya beliau tersebut.

Selengkapnya: Mengenal Kitab Riyadhus Shalihin

Koreksi Aqidah Anda Tentang Mayit

22 Apr 2011

koreksiJudul Asli : Ar-Rad 'Ala Faishal Muraad 'Ali Ridhaa fiima Kitabihi 'an Sya'nil Amwaati wa Ahwaalihim
Penulis : Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan
Penerbitan Asli : Darul 'Ashimah, Riyadh
Penerjemah : Abu Muhammad Miftah
Murajaah : Al-Ustadz 'Abdul Mu'thi Al-Maidani
Cetakan : Pertama, April 2007 M/Rabi'uts Tsani 1248 H
Penerbit : Gema Ilmu
Ukuran : 14 cm x 21 cm
Jumlah Halaman : 44

Sinopsis:

Menziarahi orang-orang yang telah meninggal, termasuk hak orang-orang yang telah meninggal yang disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Hal ini agar manusia mengambil pelajaran dan nasehat, serta agar mereka mendoakan orang yang meninggal dari kaum muslimin.

Di sisi lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang umatnya berdoa (meminta) kepada orang-orang mati, melarang berdoa kepada Allah di sisi kuburan, melarang salat di sisi kuburan mereka, memberi penerangan, membangun, mengecat dengan kapur, memberi tulisan, dan melarang iktikaf di sisi kuburan mereka.

Larangan-larangan ini bertujuan untuk menjaga tauhid dari kesyirikan dan sarana-sarana kesyirikan, serta dari bidah-bidah dan khurafat yang memang tidak diijinkan oleh Allah.

Namun sungguh disayangkan masih ada saja orang yang meyakini bahwa mayit di dalam kuburnya mengetahui keadaan orang yang masih hidup. Bahkan, dianggap rohnya memiliki kekuatan yang luar biasa jika dibandingkan dengan kekuatan manusia.

Selengkapnya: Koreksi Aqidah Anda Tentang Mayit

Menyelami Keindahan Jannah

22 Des 2010

47-15

(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring... (Muhammad:15)

Cover-Jannah_copyJudul asli: Al Jannah
Penulis : Syaikh Muhammad Isham bin Mar'I rahimahullah
Fisik : Buku sedang, softcover, 100 halaman
 

Jannah Alloh 'azzawajalla, istilah yang tidak asing lagi dalam benak kita, di dalamnya terdapat seluruh kenikmatan, kebaikan dan kebahagiaan. Tiada kesedihan, kekecewaan dan keburukan, hingga mencapai kenikmatan tertinggi di dalamnya yaitu melihat Alloh 'azzawajalla, Rabb semesta alam tanpa hijab.

Dalam ayal kita, Jannah adalah tempat meraup segala macam kenikmatan, hingga ada yang menyebutnya 'Dunia Kenikmatan Abadi'. Pada beberapa konteks dijelaskan bahwa Jannah adalah kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh kasat mata, terdengar oleh telinga dan terbersit dalam benak manusia. Namun sesederhana itukah?

Selengkapnya: Menyelami Keindahan Jannah

Al Ibanah : Kupas Tuntas Penyimpangan Aqidah Al Asy'ariyah

04 Des 2010

al-ibanah

Al Ibanah : Kupas Tuntas Penyimpangan Aqidah Al Asy'ariyah
Judul asli : Al-Ibaanah 'An Ushulud Diyaanah
Penulis : Imam Abul Hasan Al Asy'ari
Taqdim : Syaikh Hammad bin Muhammad Al Anshari, Syaikh Isalamil Al Anshari, Syaikh Abdul Aziz bin Baaz
Fisik : buku ukuran sedang, softcover, 242 hal
Penerbit : pustaka at Tibyan

ibanah-book

Mayoritas kaum muslimin yang berada di berbagai belahan negeri Islam menisbatkan aqidah mereka kepada Abul Hasan Al-Asy'ary. Namun sangat disayangkan, mereka tidak mengenal sedikitpun tentang Abul Hasan dan juga tidak mengetahui aqidah terakhir yang beliau yakini yang menjadikan diri beliau termasuk dalam deretan imam-imam yang menjadi panutan. Kami ingin menerangkan kepada mereka hakikat sebenarnya tentang imam yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang-orang yang menisbatkan diri mereka kepada beliau dan berpegang dengan aqidah beliau berdasarkan literatur muktabar yang telah diteliti.

Siapa Abul  Hasan Al-Asy'ary?
Beliau adalah Ali bin Ismail bin Ishaq bin Salim bin Ismail bin Abdullah bin Musa bin Abi Burdah bin Abu Musa Al-Asy'ary -rahimahulloh-
Lahir pada tahun 260 H. Identitas ini disebutkan oleh :
Abul Qasim Ali bin Hasan bin Hibatullah bin 'Asaakir Ad-Dimasyqy [imam ibnu asaakir asy syafii]  dalam kitabnya Tabyiinul Kidzbil Muftari Fima Nusiba Ila Abil  Hasan Al-Asy'ary, Khathib Al-Baghdady dalam kitab Tarikh Baghdaady, Ibnu Khalkan dalam Wafayaatul A'ay an, Adz-Dzahaby dalam Tarikh Islam, Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah dan Thabaqaatul Asy-Syaafi'iyah, Taajuddin As-Subki dalam ThabaqaatulAsy-Syaafl'iyah Kubra, Ibnu Farhun Al-Maaky dalam Dibadzul Madzhab Fi Al-A'yaanil AhliI Madzhab, Murtadha Az-Zubaidy dalam Itthaafus Saadatul Mutqin bt Syarh Asrar Ihya 'Ulumuddtn, Ibnul Ammar Al-Hanbali dalam Syadzraat Adz-Dzahab fi Al-A'yaani min Dzahab dan lain-lain.

Imam Abul Hasan Al-Asy'ary datang ke kota Baghdad dan mengambil hadits dari Al-Hafizh Zakariya bin Yahya As-Saajy [Salah seorang murid Imam Ahmad bin Hanbal] salah seorang imam hadits dan fiqh, dari Abi Khalifah Al-Jumahi, Sahl bin Sarh, Muhammad bin Ya'qub al-Muqry dan Abdurrahman bin Khalaf Al-Bashry. Beliau banyak meriwayatkan dari mereka dalam kitab tafsir beliau berjudul Al-Mukhtazin. Beliau juga mengambil ilmu kalam dari gurunya yaitu suami ibunya yang bernama Abi Ali Al-Jubba'i, salah seorang tokoh Mu'tazilah.

Abu Bakar Ahmad bin Ali bin Tsabit yang dikenal dengan sebutan Al-Khathib Al-Baghdady wafat tahun 463 H dalam tarikhnya yang terkenal, tarikh al Baghdadi  juz 10 halaman 346 berkata, "Abul Hasan Al-Asy'ary adalah pemilik berbagai kitab yang membantah kaum mulhid dan lain-lainnya dari kalangan Mu'tazilah, Rafidhah, Jahmiyah, Khawarij dan berbagai kelompok bid'ah lainnya.".... kemudian beliau mengatakan, "Pada waktu itu kaum Mu'tazilah sedang berjaya hingga Alloh Subhanahu Wa Ta'ala  memunculkan Abul Hasan Al-Asy'ary yang akhirnya menghujat mereka hingga tak berkutik."
Ibnu Farhun berkata dalam kitab Ad-Dibaj, "Abu Muhammad bin Abi Zaid Al-Qiruwany dan imam-imam lainnya memberi pujian terhadap Abul Hasan Al-Asy'ary."

Selengkapnya: Al Ibanah : Kupas Tuntas Penyimpangan Aqidah Al Asy'ariyah

Adabul Mufrod

21 Nov 2010

Penulis : Imam Al-Bukhari
Halaman : 496 Halaman
Jenis Cover : Hard Cover
Ukuran : 24,5 cm

Sinopsis :

adabul-mufradRasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diutus Allah Ta'ala kepada seluruh umat manusia untuk menyempurnakan akhalak yang mulia. Kehadirannya di tengah-tengah mereka senantiasa membawa contoh terbaik untuk diteladani. Bagi Rasulullah, bangun dan tidurnya, diam dan bicaranya, serta senyum dan marahnya, semuanya menyiratkan pelajaran mendalam yang bertabur aroma wangi kemuliaan.

Buku ini merupakan kumpulan dari ribuan hadits akhlak yang disusun oleh penulisnya sesuai dengan kesamaan tema dan sebab kejadian yang melatarbelakanginya. Di antara yang menjadi kelebihan buku ini adalah, status hadits-haditsnya telah dikoreksi dan dikomentari oleh seorang ulama yang berkompeten di bidangnya.

 


Imam Al- Bukahri - yang memiliki nama lengkap Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizhah, adalah seorang ulama besar di bidang hadits yang suka berkelana demi menuntut ilmu. Ia terkenal dengan kekuatan hafalan, kecerdasan, dan banyak karyanya. Lahir di Bukhara, sebuah kota tua di wilayah Khurasan pada tahun 194 H dan meninggal dunia tahun 256 H.

download-ebook

Subcategories