بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kajian Kitab: Pokok-pokok Aqidah (Ushulus Sunnah) Imam Ahmad
Pemateri: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawiy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Pertemuan 5: 20 Safar 1447 / 13 Agustus 2025
Tempat: Masjid Al-Aziz - Jl. Soekarno Hatta no. 662 Bandung.
POKOK-POKOK SUNNAH MENURUT IMAM AHMAD BIN HANBAL RAHIMAHULLAH
Daftar Isi:
Tidak ada Qiyas dalam Aqidah & Sunnah Tidak Boleh Dibantah dengan Permisalan, Akal dan Hawa Nafsu
Imam Abu ‘Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal berkata:
وَلَيْسَ فِي السُّنَّةِ قِيَاسٌ، وَلَا تُضْرَبُ لَهَا الأَمْثَالُ، وَلَا تُدْرَكُ بِالعُقُولِ وَلَا الأَهْوَاءِ، إِنَّمَا هِيَ الِاتِّبَاعُ وَتَرْكُ الهَوَى.
(6) Tidak ada analogi (qiyas) dalam Sunnah. (7) Sunnah tidak boleh dibantah dengan permisalan dan tidak boleh dibantah dengan akal dan hawa nafsu. Akan tetapi Sunnah disikapi dengan ittiba (diikuti dan diterima) dan meninggalkan hawa nafsu.
Maksud beliau tidak ada qiyas (analogi) dalam masalah akidah karena aqidah itu bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi ﷺ bukan berdasarkan akal. Akal sifatnya terbatas dan akal digunakan untuk memahami sumber dalil yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah bukan menghakimi keduanya.
Jadi maksud beliau adalah qiyas (analogi) yang batil, seperti menganalogikan Allah ﷻ dengan makhluk.
Demikian juga menganalogikan hukum dunia dengan alam barzakh. Seperti orang-orang zindiq yang manganalogikan dengan alam dunia, sehingga mereka tidak percaya dengan azab kubur.
Maka, selama sudah ada ada dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah, maka tidak ada analogi-analogi yang melibatkan akal yang memiliki keterbatasan, tugas kita hanya sami'na wa atha'na.
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kajian Kitab: Pokok-pokok Aqidah (Ushulus Sunnah) Imam Ahmad
Pemateri: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawiy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Pertemuan 4: 13 Safar 1447 / 6 Agustus 2025
Tempat: Masjid Al-Aziz - Jl. Soekarno Hatta no. 662 Bandung.
POKOK-POKOK SUNNAH MENURUT IMAM AHMAD BIN HANBAL RAHIMAHULLAH
Daftar Isi:
Telah berlalu pembahasan mengenai:
Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya, Ustadz menjelaskan pentingnya ilmu sebagaimana hujan menyuburkan tanaman maka ilmu berfungsi menghidupkan iman. Maka, do'a diantara keduanya terdapat persamaan:
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً،...
Ya Allâh! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat...
اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat...
Keduanya diminta untuk mendatangkan manfaat bagi kita.
Selengkapnya: Ushulus Sunnah - Imam Ahmad #4 | Bab ke-2: Sumber Akidah adalah Hadits Rasulullah ﷺ
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kajian Kitab: Pokok-pokok Aqidah (Ushulus Sunnah) Imam Ahmad
Pemateri: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawiy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Pertemuan 3: 4 Safar 1447 / 30 Juli 2025
Tempat: Masjid Al-Aziz - Jl. Soekarno Hatta no. 662 Bandung.
POKOK-POKOK SUNNAH MENURUT IMAM AHMAD BIN HANBAL RAHIMAHULLAH
Telah berlalu pembahasan mengenai:
Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk terus mempelajari kitab-kitab aqidah, karena sangat penting untuk mempelajarinya, beberapa faedah dalam mempelajari kitab aqidah antara lain:
Janganlah engkau jadikan hatimu seperti busa dalam menampung segala yang datang dan syubhat-syubhat, ia menyerapnya sehingga yang keluar dari busa tadi adalah syubhat-syubhat yang diserapnya tadi. Namun jadikanlah hatimu itu seperti kaca yang kokoh dan rapat (air tidak dapat merembes ke dalamnya) sehingga syubhat-syubhat tersebut hanya lewat di depannya dan tidak menempel di kaca. Dia melihat syubhat-syubhat tersebut dengan kejernihannya dan menolaknya dengan sebab kekokohannya. Karena kalau tidak demikian, apabila hatimu menyerap setiap syubhat yang datang kepadanya, maka hati tersebut akan menjadi tempat tinggal bagi segala syubhat.
_____________________
📖 Miftah Daris Sa’adah (I/443) oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah, tahqiq Syaikh ‘Ali bin Hasan al-Halabi.