#Kajian 4: Bahjah Quluubil Abror
بسم الله الرحمن الرحيم
📘 | Materi : Kitab Bahjatu Qulūbil abrār wa Quratu ‘uyūnil Akhyār fī Syarhi Jawāmi’ al Akhbār - Syaikh Abdurrahman bin Naashir As Sa'di Rahimahumullah
🎙| Bersama: Ustadz Abu Faza Ridwan Lc., M.H Hafidzahullah
🗓 | Hari : Rabu, 26 Jumadil Akhir 1447 / 17 Desember 2025
🕰 | Waktu: Ba'da Maghrib - Isya'
🕌 | Tempat: Masjid Al-Ikhlas Adi Sucipto.
📖 | Daftar Isi:
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang telah membukakan bagi kita berbagai sebab dan jalan hidayah. Dengan nikmat-Nya, kita dimudahkan untuk mengenal kebaikan, mempelajari agama, serta menghadiri majelis-majelis ilmu. Semoga Allah menjadikan ilmu yang kita pelajari sebagai sebab kebaikan bagi diri kita, keluarga kita, dan orang-orang di sekitar kita.
Di antara nikmat yang sangat besar adalah nikmat ilmu agama. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barang siapa yang Allah kehendaki mendapatkan kebaikan, niscaya Allah akan memahamkannya tentang agama.”
Sumber: HR. al-Bukhari, no. 71; juga diriwayatkan oleh Muslim, no. 1037, dengan redaksi yang sedikit berbeda.
Menuntut ilmu bukanlah perkara yang sia-sia. Perjalanan menuju majelis ilmu, kesungguhan mendengarkan penjelasan, mencatat pelajaran, dan berusaha mengamalkannya merupakan bagian dari ikhtiar seorang hamba untuk memperoleh hidayah Allah.
Pada kesempatan ini, pembahasan dilanjutkan dari kitab Bahjah Qulub al-Abrar wa Qurratu ‘Uyun al-Akhyar fi Syarh Jawami‘ al-Akhbar, karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa‘di rahimahullah. Kitab ini memuat hadis-hadis pilihan yang menjadi dasar untuk memahami berbagai cabang ilmu agama.
Pembahasan berfokus pada dua hadis penting: hadis tentang niat yang diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu dan hadis tentang tertolaknya amalan yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ, yang diriwayatkan dari Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Kedua hadis ini merupakan dua kaidah besar dalam menilai amalan seorang muslim. Hadis pertama berkaitan dengan niat dan keadaan batin, sedangkan hadis kedua berkaitan dengan kesesuaian amalan lahiriah terhadap syariat.
#Kajian 3: Bahjah Quluubil Abror
بسم الله الرحمن الرحيم
📘 | Materi : Kitab Bahjatu Qulūbil abrār wa Quratu ‘uyūnil Akhyār fī Syarhi Jawāmi’ al Akhbār - Syaikh Abdurrahman bin Naashir As Sa'di Rahimahumullah
🎙| Bersama: Ustadz Abu Faza Ridwan Lc., M.H Hafidzahullah
🗓 | Hari : Rabu, 12 Jumadil Akhir 1447 / 03 Desember 2025
🕰 | Waktu: Ba'da Maghrib - Isya'
🕌 | Tempat: Masjid Al-Ikhlas Adi Sucipto.
📖 | Daftar Isi:
Melanjutkan pembahasan hadits pertama dan kedua pada pertemuan yang lalu
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولْ : إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ . متفق علیه.
Dari ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.”
Selengkapnya: Bahjah Qulubil Abrar #3: Hadits ke-1 dan 2 | Hakekat Niat dan Riya' dalam Beramal
#Kajian 2: Bahjah Quluubil Abror
بسم الله الرحمن الرحيم
📘 | Materi : Kitab Bahjatu Qulūbil abrār wa Quratu ‘uyūnil Akhyār fī Syarhi Jawāmi’ al Akhbār - Syaikh Abdurrahman bin Naashir As Sa'di Rahimahumullah
🎙| Bersama: Ustadz Abu Faza Ridwan Lc., M.H Hafidzahullah
🗓 | Hari : Rabu, 5 Jumadil Akhir 1447 / 26 November 2025
🕰 | Waktu: Ba'da Maghrib - Isya'
🕌 | Tempat: Masjid Al-Ikhlas Adi Sucipto.
📖 | Daftar Isi:
Melanjutkan pembahasan hadits pertama dan kedua pada pertemuan yang lalu
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولْ : إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ . متفق علیه.
Dari ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.”
Selengkapnya: Bahjah Qulubil Abrar #2: Hadits ke-1 dan 2 | Barometer Amalan Bathin dan Dzahir