بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
🎙 Ustadz Dr. Ariful Bahri, MA 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
🗓 Senin, 2 Juni 2025 / 6 Dzulhijjah 1446
📍 Masjid Cahaya Sunnah Boyolali
Malam Pertama di Alam Barzakh
Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah ﷻ berikan kepada kita terutama nikmat kesehatan dan kesempatan berkumpul menuntut ilmu. Karena kita tidak selamanya di dunia ini...
Rasulullah ﷺ pernah mengabarkan usia kebanyakan umatnya berkisar antara 60-70 tahun.
أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ
“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampui umur tersebut” (HR. Ibnu Majah).
Kita tahu, amalan yang kita lakukan belum ditampakkan Allah ﷻ apakah diterima atau tidak, akan tetapi salah seorang ulama salaf mengatakan,
من ثواب الحسنة الحسنة بعدها ، ومن جزاء السيئة السيئة بعدها
Diantara ganjaran amal shalih adalah amal shalih setelahnya. Dan diantara ganjaran dosa adalah dosa setelahnya.
Saat seorang semakin giat melakukan amal ibadah, setelah melakukan suatu ibadah, itulah diantara tanda amal ibadah sebelumnya diterima.
kajianبِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kajian Bersama Ma'had Sabilurrasyad
🎙 Bersama Ustadz Abu Haidar As-Sundawy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
📌 Masjid Mahad Sabilurrasyad Soreang
🗓 Bandung, 1 Dzulhijjah 1446 / 28 Mei 2025
Ilmu Tanpa Amal
Telah dijelaskan bahwa kita wajib mengamalkan ilmu. Mestinya orang yang sudah berilmu, dia akan sholeh. Ilmunya melahirkan amalan yang menjadikannya beriman dan beramal shalih, tetapi ternyata tidak semua yang berilmu shaleh.
Tidak semua yang berilmu tetapi tidak mendapatkan hidayah, berkata Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Miftah Daris Saadah : Ilmu tidak serta merta melahirkan hidayah, bahkan ada orang berilmu yang sesat. Padahal tahu akan bahayanya kesesatan tersebut, orang yang berilmu tapi fasik, orang yang berilmu tapi dzalim, dan bertolak belakang dengan Ilmu. Tokoh kesesatan adalah iblis. Dia tahu Allah ﷻ itu ada, Esa dan Pencipta, tahu akan azab di neraka. Bahkan iblis meminta untuk ditangguhkan hingga kiamat. Iblis kufur inad, yaitu menentang Allah ﷻ.
Selain itu kaum 'Aad - Tsamud, mereka paham akan ilmu. Tapi lebih memilih kesesatan.
Surat Fussilat Ayat 17:
وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَٰهُمْ فَٱسْتَحَبُّوا۟ ٱلْعَمَىٰ عَلَى ٱلْهُدَىٰ فَأَخَذَتْهُمْ صَٰعِقَةُ ٱلْعَذَابِ ٱلْهُونِ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, makna ayat ini adalah kami telah jelaskan kepada mereka kebenaran ayat-ayat-Nya tetapi mereka lebih memilih kesesatan, maka kufurnya mereka bukan karena kebodohan tapi karena penentangan (kufur inad). Termasuk dalam hal ini adalah Fir'aun yang menentang Nabi Musa.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 102:
قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَآ أَنزَلَ هَٰٓؤُلَآءِ إِلَّا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ بَصَآئِرَ وَإِنِّى لَأَظُنُّكَ يَٰفِرْعَوْنُ مَثْبُورًا
Musa menjawab: "Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir'aun, seorang yang akan binasa".
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kajian Akbar bersama DKM Al-Ikhlash - Muslim Solo Raya
Solo, 20 Dzulqa’dah 1446 / 18 Mei 2025
Bersama Ustadz Abu Qotadah Al-Atsary 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Tempat: Masjid Ibaadurrahmaan Goro Assalaam
Jl. A. Yani No.308, Gumpang Lor, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57169
Untuk Apa Kita Belajar?
Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya, Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita terutama nikmat kesehatan dan kesempatan untuk menuntut ilmu.
Kenapa kita mesti belajar dan untuk apa kita belajar? Pertanyaan yang singkat dan simpel, tetapi perlu jawaban yang panjang untuk menjelaskannya. Banyak diantara kita yang masih belum paham akan tujuan kita belajar, salah satu indikatornya, banyak yang terbebani tatkala kita belajar.
Kajian Kitab Syarhus Sunnah