Niatilah untuk Menuntut Ilmu Syar'i

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.”
(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)
Kajian Aqidah

بسم الله الرحمن الرحيم

📚 Kajian Kitab Fawaid Syarah Al-Arba'in An-Nawawiyah Karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Muhsin Rahimahullah
🎙┃ Ustadz Mohammad Alif, Lc., M.Pd حفظه الله تعالى
🗓️┃Jum'at, 01 Mei 2026 / 13 Dzulqa’dah 1447 H
🕰️┃ Ba'da Maghrib
🕌┃ Masjid Al-Qomar Jl. Slamet Riyadi No. 414 Rel Bengkong Purwosari, Solo
📖┃ Daftar Isi:



 📖 Hadits ke-8: Perintah Bersyahadat dan Masuk Islam

الحَدِيْثُ الثَّامِنُ

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالَى. رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.

Hadits Kedelapan

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka telah melakukan hal itu, akan terjagalah darah-darah dan harta-harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam, sedangkan perhitungan mereka diserahkan kepada Allah Ta'ala.”

📗 HR. Bukhari, no. 25 dan Muslim, no. 22.

💡 Faedah Hadits:

  1. Salah satu syarat Islam adalah mengucapkan dua kalimat syahadat.
  2. Memerangi kaum musyrik tidak akan berhenti sampai mereka mengucapkan syahadat.
  3. Bolehnya memerangi orang-orang yang meninggalkan shalat dan membayar zakat.
    Note: Inilah yang dilakukan Abu Bakar As-Sidiq Radhiyallahu’anhu yang memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat.
  4. Islam melindungi jiwa dan harta benda.
  5. Hukum syar'i ditegakkan berdasarkan hukum lahiriah, dan hanya Allah ﷻ mengetahui apa yang tersembunyi.
  6. Orang-orang yang mengucapkan syahadat, melaksanakan shalat, dan membayar zakat bertanggung jawab atas hak-hak Islam seperti pembalasan (qishash), hukuman yang ditetapkan, dan sanksi lainnya.
  7. Menahan diri dari menyatakan ahli bid'ah sebagai kafir, asalkan mereka bertauhid dan mematuhi hukum-hukum Islam.

💡 Kaidah nabawiyah:

وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى

Hisab (perhitungan) mereka (hukum bathin) diserahkan kepada Allah Ta'ala.

*****

📖 Hadits ke-9: Kerjakan Ibadah Semampunya

الحَدِيْثُ التَّاسِعُ

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَانِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: "مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأَتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلَافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ" مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Hurairah ‘Abdurrahman bin Shakr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Apa saja yang aku larang, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyak bertanya dan menyelisihi perintah nabi-nabi mereka.”

📗 HR. Bukhari, no. 7288 dan Muslim, no. 1337.

💡 Faedah Hadits:

  1. Perintah untuk mengerjakan perintah dan menjauhi larangan.
  2. Larangan lebih keras daripada perintah, karena larangan tidak mengizinkan pelaksanaan sebagian pun darinya (tidak ada ruhsah), sedangkan perintah bergantung pada kemampuan. (Sesuai Surat At-Taghabun ayat 16, : Fattaqullaha mastatha'tum, artinya "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu").
  3. Seseorang yang tidak mampu memenuhi suatu kewajiban, atau sebagian darinya, dibebaskan dari apa yang tidak mampu dilakukannya, sebagaimana firman Allah Ta’ala, [لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا] Allah tidak membebani suatu jiwa melebihi kemampuannya.
  4. Larangan untuk mengajukan pertanyaan secara berlebihan dengan cara yang keras kepala, dibuat-buat, atau menimbulkan perselisihan mengenai hal-hal ghaib atau yang diragukan (syubhat). Namun, seseorang harus bertanya tentang apa yang menimpa seseorang dalam hal agamanya atau urusan duniawinya.
    - Tafsiran lainnya adalah larangan mengemis padahal dia mampu untuk bekerja atau berusaha.
    - "Bertanyalah pada ahlinya" adalah perintah yang berakar dari perintah agama (QS. An-Nahl: 43) untuk bertanya kepada orang berilmu jika tidak mengetahui sesuatu.
  5. Peringatan bagi umat ini agar tidak menyelisihi kepada Nabinya, sebagaimana yang terjadi pada umat-umat sebelum mereka, agar mereka tidak binasa seperti mereka binasa.

💡 Kaidah nabawiyah:

مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَااسْتَطَعْتُمْ

Apa yang Aku larang darimu, jauhilah; dan apa yang Aku perintahkan darimu, lakukanlah semampumu.

*****

📖 Hadits ke-10: Makanan, minuman, pakaian, dan pekerjaan halal akan berpengaruh pada doa kita.

الحَدِيْثُ العَاشِرُ

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا} وَقَالَ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الذِّيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ ومشربه حرام وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ.رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Hadits Kesepuluh

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul.

Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.’ (QS. Al-Mu’minun: 51).

Dan Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.’ (QS. Al-Baqarah: 172).

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.”

✍️ [HR. Muslim, no. 1015]

💡 Faedah Hadits:

  1. Sedekah yang diberikan dari sumber yang haram tidak diterima oleh Allah ﷻ.
  2. Perintah untuk mengabdikan amal dengan ikhlas karena Allah Yang Maha Kuasa.
  3. Anjuran untuk berinfak dari sumber yang halal dan larangan berinfak dari sumber yang haram.  Dan kebolehan makan makanan yang baik.
  4. Jika seseorang makan makanan yang baik dengan tujuan untuk mendapatkan kekuatan dalam ketaatan dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka ia akan mendapatkan pahala.
  5. Hadits ini menjelaskan syarat dan penghalang terkabulnya berdo'a.
  6. Salah satu alasan diterimanya do'a adalah dengan makan makanan yang halal dan menghindari makanan yang haram.
  7. Dianjurkan untuk mengangkat tangan ke langit ketika hendak berdo'a.
  8. Disyariatkan untuk mengulang dalam berdo'a dan berdzikir dengan menyebut Rububiyah Allah ﷻ.
  9. Kebolehan makan makanan yang baik ada dalam syariat umat-umat terdahulu.

Faedah: Hadits ini adalah bantahan bagi orang-orang sufi yang mengharamkan dirinya dari makanan tertentu tanpa perintah syariat, seperti puasa mutih. Dan kalau sudah pada maqom tertentu tidak menjalankan syariat, seperti tidak shalat, puasa dan ibadah lainya, seperti nabi Khidzir.

💡 Kaidah nabawiyah:

إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً

Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib).

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم