بسم الله الرحمن الرحيم
📚 ┃Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr Al-Qur`ān Al-Karīm
🎙┃ Ustadz Abdul Fattach, S.Pd.i حفظه الله تعالى - Staff Pengajar Ponpes Al-Madinah Surakarta
🗓┃Pertemuan 1: Kamis, 16 Oktober 2025 / 24 Rabi'ul Akhir 1447 H
🕰┃ Ba'da Isya [19:30-20:30]
🕌┃ Masjid Ponpes Joglo Qur'an - Boyolali
Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu, semoga dengannya Allah ﷻ akan mengampuni dosa-dosa kita.
Berkumpulnya kita di sini adalah berkumpulnya Orang-orang yang shaleh karena hanya orang-orang yang baik yang akan berkumpul dalam majelis ilmu. Dengannya akan mendatangkan banyak kebaikan baik dunia maupun akhirat.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan:
مجالسة الصالحين تحولك من ستة إلى ستة:
١- من الشك إلى اليقين
٢- ومن الرياء إلى الإخلاص
٣- ومن الغفلة إلى الذكر
٤- ومن الرغبة في الدنيا إلى الرغبة في الآخرة
٥- ومن الكبر إلى التواضع
٦- ومن سوء النية إلى النصيحة
“Bermajelis dengan orang shalih itu akan merubahmu dari enam perkara kepada enam (kebaikan).
Demikian juga bergaul dengan orang yang shalih adalah obat bagi penyakit hati. Ibrahim Al Khawwash rahimahullah berkata:
• قال إبراهيم الخواص: دَوَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةُ أَشْيَاءَ: قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ وَخَلَاءُ الْبَطْنِ وَقِيَامُ اللَّيْلِ وَالتَّضَرُّعُ عِنْدَ السَّحَرِ وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِينَ
📁 حلية الأولياء ١٠/٣٢٧ | الكتاب: الأذكار: أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف
Obatnya hati ada 5 perkara: Membaca Al Qur'an dengan merenungi maknanya, kosongnya perut, shalat malam, merendahkan diri berdzikir di waktu menjelang shubuh, dan bergaul dengan orang-orang saleh.
📚 Hilyatul Auliya': 10/327 | Juga disebutkan Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Al-Adzkâr.
Selengkapnya: Tadabbur Surat Al-Ma'arij #1 | Tafsir Ayat 1-18
بسم الله الرحمن الرحيم
📚 ┃Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr Al-Qur`ān Al-Karīm
🎙┃ Ustadz Abdul Fattach, S.Pd.i حفظه الله تعالى - Staff Pengajar Ponpes Al-Madinah Surakarta
🗓┃Pertemuan 4: Kamis, 9 Oktober 2025 / 17 Rabi'ul Akhir 1447 H
🕰┃ Ba'da Isya [19:30-20:30]
🕌┃ Masjid Ponpes Joglo Qur'an - Boyolali
Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu, semoga dengannya Allah ﷻ akan mengampuni dosa-dosa kita.
Allah ﷻ berfirman di depan Malaikat untuk para penuntut ilmu,
اشهَدُوا أُنِّي قًدْ غَفَرْتُ لَهُمْ ذُنُوبَهُمْ
“Persaksikanlah, sungguh Aku telah mengampuni dosa-dosa mereka.” - HR. Ibnu Hibban No. 1887, dan dinyatakan sahih oleh Al-Arnauth.
Meskipun seseorang yang datang untuk keperluan tertentu, tidak ikut khusus untuk menuntut ilmu. Mereka pun mendapat ampunan, karena mereka juga teman-teman duduk dalam majelis ilmu. Subhaanallah...
Besarnya Pahala membaca Al-Qur’an
Kita lihat HADITS ‘UQBAH BIN ‘AMIR AL-JUHANI radhiyallaahu ‘anhu
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِى الصُّفَّةِ فَقَالَ: « أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ فَيَأْتِىَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ؟ » فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ نُحِبُّ ذَلِكَ. قَالَ: « أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإِبِلِ »
Dari Uqbah bin Amir radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah ﷺ keluar menemui kami di shuffah (serambi masjid), lalu beliau bertanya, ‘Siapakah diantara kalian yang suka pergi setiap hari ke pasar Buth-han atau lembah Al-‘Aqiq, lalu dia pulang dengan membawa dua ekor onta betina yang berpunuk besar, tanpa melakukan satu dosa atau memutuskan tali silaturahmi?’
Kami menjawab, ‘Ya Rasulullah, kami semua menyukai hal itu.’
Rasululullah ﷺ bersabda, “Mengapa salah seorang dari kalian tidak pergi ke masjid lalu mempelajari atau membaca dua ayat al-Qur’an, (itu) lebih baik baginya dari pada dua ekor onta betina, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor onta betina, dan begitu pula membaca empat ayat lebih baik baginya daripada empat ekor onta betina, dan seterusnya sejumlah ayat yang dibaca (lebih baik dari) sejumlah yang sama dari unta-unta.”([HR. Muslim, no. 803])
Selengkapnya: Tadabbur Surat Al-Ḥāqqah - Bagian 4 [Tafsir Ayat 37-52]
بسم الله الرحمن الرحيم
📚 ┃Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr Al-Qur`ān Al-Karīm
🎙┃ Ustadz Abdul Fattach, S.Pd.i حفظه الله تعالى - Staff Pengajar Ponpes Al-Madinah Surakarta
🗓┃Pertemuan 3: Kamis, 2 Oktober 2025 / 10 Rabi'ul Akhir 1446 H
🕰┃ Ba'da Maghrib - Isya
🕌┃ Masjid Ponpes Joglo Qur'an - Boyolali
Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim.
Standar cinta kepada Allah Adalah cinta kepada Al-Qur’an:
“Barang siapa ingin mengetahui bahwa ia cinta kepada Allah Ta’ala, maka hendaklah mengukur dirinya dengan Al-Qur’an. Jika ia cinta kepada Al-Qur’an, berarti cinta kepada Allah, karena Al-Qur’an adalah kalam Allah Ta’ala.” (Atsar Ibnu Mas’ud RadhiyAllahu ‘Anhu dalam Syu'ab al-Iman -Imam Al-Baihaqi 3/394 Hadits#1861)
Selengkapnya: Tadabbur Surat Al-Ḥāqqah - Bagian 3 [Tafsir Ayat 19-36]
بسم الله الرحمن الرحيم
📚 ┃Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr Al-Qur`ān Al-Karīm
🎙┃ Ustadz Abdul Fattach, S.Pd.i حفظه الله تعالى - Staff Pengajar Ponpes Al-Madinah Surakarta
🗓┃Pertemuan 2: Kamis, 25 September 2025 / 3 Rabi'ul Akhir 1446 H
🕰┃ Ba'da Maghrib - Isya
🕌┃ Masjid Ponpes Joglo Qur'an - Boyolali
Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim.
Sungguh, bersyukurlah bagi kalian para penghafal Al-Qur’an dan yang mengamalkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُرَيْدَةَ الأَسْلَمِيِّ ، عَنْ أَبِيْهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَتَعَلَّمَهُ وَعَمِلَ بِهِ أُلْبِسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَاجًا مِنْ نُورٍ ضَوْءُهُ مِثْلُ ضَوْءِ الشَّمْسِ، وَيُكْسَى وَالِدَيْهِ حُلَّتَانِ لاَ يَقُومُ بِهِمَا الدُّنْيَا فَيَقُولانِ : بِمَا كُسِيْنَا ؟ فَيُقَالُ : بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ .
Dari Abdulloh bin Buraidah Al-Aslamiy, dari bapaknya radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan kepadanya sebuah mahkota yang terbuat dari nur (cahaya), sinarnya seperti sinar matahari. Kedua orang tuanya akan dipakaikan sepasang pakaian yang tiada bandingannya di dunia ini. Orang tuanya akan bertanya, “Mengapa kami diberi pakaian ini?” Maka dijawab, “Disebabkan anakmu berpegang dengan Al-Qur’an”.
📖 HR. Al-Hakim, no. 2086; dan dia menshohihkannya. Syaikh Al-Albani berkata: “Hasan lighoirihi”. Lihat: Shohih At-Targhib, no. 1434.
Maka, meskipun di dunia kita tidak mampu membahagiakan orang tua dari segi materi, tetapi di akhirat kita akan membanggakan kedua orang tua kita dengan sebab pengagungan kita terhadap Al-Qur’an.
Selengkapnya: Tadabbur Surat Al-Ḥāqqah - Bagian 2 [Tafsir Ayat 13-18]
بسم الله الرحمن الرحيم
📚 ┃Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr Al-Qur`ān Al-Karīm
🎙┃ Ustadz Abdul Fattach, S.Pd.i حفظه الله تعالى - Staff Pengajar Ponpes Al-Madinah Surakarta
🗓┃Pertemuan 1: Kamis, 18 September 2025 / 25 Rabi'ul Awal 1446 H
🕰┃ Ba'da Maghrib - Isya
🕌┃ Masjid Ponpes Joglo Qur'an - Boyolali
Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)
Dan pahala amalan yang wajib tidak bisa dikalahkan dengan amalan-amalan yang sunnah. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘Anhuma berkata,
تذاكر العلم بعض ليلة أحب إلي من إحيائها
“Belajar beberapa saat di malam hari, lebih aku sukai dari pada menghabiskan seluruh malam untuk shalat.” (Mushannaf Abdurrazaq, 11/253).
عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا أَبَا ذَرٍّ، لَأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللهِ، خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ مِائَةَ رَكْعَةٍ، وَلَأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ، عُمِلَ بِهِ أَوْ لَمْ يُعْمَلْ، خَيْرٌ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ أَلْفَ رَكْعَةٍ»
Dari Abu Dzarr radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata: Rosululloh ﷺ bersabda kepadaku: “Hai Abu Dzar, engkau pergi di waktu pagi lalu mempelajari satu ayat dari kitab Allah lebih baik bagimu dari pada engkau shalat sebanyak seratus raka’at. Dan engkau pergi di waktu pagi untuk mempelajari satu bab ilmu, kemudian diamalkan ataupun tidak diamalkan, lebih baik dari pada engkau shalat sebanyak seribu raka’at.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah, no. 219, dari Al-‘Abbas bin Abdillah Al-Wasithiy, dari Abdulloh bin Gholib Al-‘Abbaadaniy, dari Abdullah bin Ziyad Al-Bahrooniy, dari ‘Ali bin Zaid, dari Sa’id bin Al-Musayyib, dari Abu Dzarr. Hadits ini lemah, sebab memiliki beberapa cacat.
Imam Al-Mundziri rahimahullaah membawakan hadits ini di dalam At-Targhib wat Tarhib, lalu berkata: “Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad yang hasan”.
Selengkapnya: Tadabbur Surat Al-Ḥāqqah - Bagian 1 [Tafsir Ayat 1-12]