Niatilah untuk Menuntut Ilmu Syar'i

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.”
(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)
Kajian Aqidah

بسم الله الرحمن الرحيم

📚┃Materi : “Mengevaluasi Peran Ayah Bunda Dalam Pendidikan Anak”
🎙┃Pemateri : Ustadz Dr. Sufyan Bin Fuad Baswedan. Lc, M.A. حفظه الله تعالى
🗓┃Hari & Tanggal : Jum'at, 7 Jumadil Akhir 1447 H | 28 November 2025 M
🕰┃Waktu : 13.00 - 15.00 WIB
🕌┃Tempat : Masjid Ibaadurrahmaan Goro Assalaam. Jl. A. Yani No.308, Gumpang Lor, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
📖┃Daftar Isi :

 



Mendidik Anak, Tiket Menuju Surga

Pertemuan#2: Kewajiban Orang Tua dalam Mendidik Anak

Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas mengenai Tanggung jawab orang tua dalam pendidikan anak dan keutamaan mendidik anak perempuan, dimana dijelaskan bahwa Islam datang menghapus paradigma Jahiliyyah: Aib mempunyai anak perempuan.

Di mana, di masa itu memiliki anak perempuan adalah ujian. Dan ini menjadi takdir buat Nabi ﷺ yang memiliki anak perempuan, sementara anak laki-laki satu-satunya pun meninggal diwaktu kecil, sehingga menjadi bahan olok-olok kaum musyrikin (yang terputus) hingga Allah ﷻ membalasnya dengan surat Al-Kautsar ayat 3: "Sesungguhnya yang membenci kamu, dialah yang terputus".

Ustadz, mengulang bahasan agar lebih mudah dipahami:

Bab 1: Kewajiban Orang Tua Dalam Mendidik Anak

1. Hakikat Tanggung Jawab Pendidikan dalam Islam

Allah ﷻ memikulkan tanggung jawab pendidikan anak baik laki-laki maupun perempuan kepada orang tua agar mereka mampu mewujudkan tujuan penciptaan manusia. Allah ﷻ berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri dan keluarga kalian dari api Neraka yg bahan bakarnya adalah manusia dan batu" (At Tahrim: 6).

Allah ﷻ juga memerintahkan orang tua untuk menegakkan pendidikan ibadah,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ

“Perintahkanlah keluargamu untuk shalat, dan bersabarlah dalam mengajak mereka" (Thaha: 132).

Juga Firman-Nya:

وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا

"Hendaklah mereka khawatir dan takut bila meinggaikan generasi yg lemah sepeninggal mereka. Maka hendaklah mereka bertakwa kpd Allah dan mengatakan perkataan yg lurus” (An Nisa': 9)

Ayat-ayat ini menegaskan bahwa pendidikan adalah amanah besar yang harus ditunaikan oleh setiap orang tua.

Kemudian, dalam pendidikan anak kita perlu memahami kapan anak-anak berusia baligh.

  1. Ihtilaam (mimpi basah): Yaitu keluarnya mani dari kemaluan, baik dalam kondisi tidur atau dalam kondisi terjaga (tidak tidur).
  2. Tumbuhnya rambut kasar di sekitar kemaluan.
  3. Genap berusia lima belas tahun (menurut kalender hijriyah) (Lihat Hadits Nafi' HR. Bukhari 2664 dan Muslim no. 1490)
  4. Bagi perempuan: Haid dan Hamil.

Maka, setelah berumur 10 tahun, hendaklah sudah mengajarkan Dasar-dasar syari'at untuk beribadah seperti wudhu, shalat, membaca Al-Fatihah dan Al-Qur'an, adab dan akhlak dan lainnya.

2. Orang Tua sebagai Pemimpin dalam Keluarga

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْأَخِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْهُمْ.

“Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan ditanya tentang penghuni rumahnya.. (HR. Bukhari no. 2554 dan Muslim no. 1829)

3. Ancaman Bagi Orang yang Mengabaikan Amanah

Rasulullah ﷺ memperingatkan keras :

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللهُ رَعِيَّةً، يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ، إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

“Setiap hamba yang diberi amanah untuk mengurus suatu kaum lalu ia mati dalam keadaan menipu mereka, maka Allah haramkan surga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan betapa beratnya amanah pendidikan anak.

4. Anak Saleh Sebagai Investasi Akhirat

Anak saleh merupakan tabungan terbesar seorang hamba setelah kematiannya. Nabi ﷺ bersabda :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia meninggal, terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631)

*****

Bab 2: Keutamaan Mendidik Anak Perempuan dalam Islam

1. Perhatian Khusus Syariat Terhadap Anak Perempuan

Pendidikan anak perempuan mendapat perhatian besar dalam syariat, karena mereka adalah calon ibu dan istri yang akan membentuk generasi berikutnya.

Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ ابْتُلَى مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ كُنَّ لَهُ سِتْرَامِنَ النَّارِ

“Barangsiapa diuji dengan memiliki anak-anak perempuan, maka mereka akan menjadi penghalangnya dari api Neraka.” (HR. Bukhari)

2. Pahala Besar bagi Orang Tua yang Membesarkan Anak Perempuan

Anas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan :

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ

“Siapa yang menanggung nafkah dua anak perempuan hingga baligh, maka ia akan datang bersamaku di hari kiamat seperti ini.” Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengah. (HR. Muslim)

Dalam riwayat At-Tirmidzi : “...maka ia akan masuk surga bersamaku seperti kedua jari ini.”

Dalam riwayat Ibnu Hibban : “Siapa yang menanggung dua atau tiga anak perempuan atau saudari perempuan hingga mereka menikah atau sampai ia wafat, maka ia bersamaku di surga seperti dua jari ini.”

3. Contoh Keteladanan: Pengorbanan Ibu dan Besarnya Balasan

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan kisah wanita miskin yang berbagi kurma dengan kedua putrinya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنْ النَّارِ

“Allah telah mewajibkan surga baginya atau membebaskannya dari api Neraka.” (HR. Muslim)

Hadis ini menggambarkan betapa mulianya pengorbanan seorang ibu terhadap anak-anaknya.

4. Menanggung dan Membesarkan Putri sebagai Penghalang Neraka

Kaidah Umum: Menurut Ibnu Hibban Rahimahullah: Semua dalil yang Allah ﷻ menjanjikan masuk surga atau Ancaman masuk neraka, maka harus dikaitkan dengan dalil yang lain.

Contoh hadits:

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, dia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ وَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa memiliki tiga orang anak perempuan, lalu dia bersabar dalam menghadapinya serta memberikan pakaian kepadanya dari hasil usahanya, maka anak-anak itu akan menjadi dinding pemisah baginya dari siksa Neraka.” [HR. Al-Bukhari dalam kitab al-Adaabul Mufrad dan hadits ini shahih]

Dalam riwayat Jabir radhiyallahu ‘anhu :

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ يُؤْوِيْهِنَّ وَيَكْفِيْهِنَّ وَيَرْحَمْهُنَّ فَقَدْ وَجَبَتْ لَهُ الجنة البَتَّةَ فقال رجل مِن بعض القوم وثِنْتَيْنِ يا رسول الله قال وثِنْتَيْنِ.

“Siapa yang memiliki tiga putri, ia lindungi, ia cukupi, dan ia sayangi, maka ia pasti masuk surga.” Ketika seseorang bertanya, “Bagaimana kalau dua?”

Nabi menjawab, “Dua juga.” (HR. Ahmad)

Apakah otomatis masuk surga? Tentu tidak, maka harus dikaitkan dengan dalil yang lain, seperti apakah dia muslim atau kafir, Apakah dia tidak ada kedzaliman, dan alasan lainnya.

5. Hikmah Mengapa Anak Perempuan Mendapat Keutamaan Khusus

Keutamaan besar yang diberikan kepada orang tua yang mendidik anak perempuan memiliki beberapa hikmah:
a. Kondisi mereka yang sering membutuhkan biaya lebih besar.
b. Tradisi jahiliyah yang dulu merendahkan anak perempuan, sehingga syariat datang untuk memuliakannya.
c. Kesalehan anak perempuan berarti kesalehan umat, sebab mereka adalah madrasah pertama bagi generasi berikutnya.
d. Mereka adalah separuh umat dan melahirkan separuh sisanya.

6. Keutamaan Bagi Yang Memiliki Satu Putri

Hadis-hadis tersebut tidak hanya berlaku bagi yang memiliki dua atau tiga putri. Dalam riwayat sahih
disebutkan :

....قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ: وَوَاحِدَةٌ؟ قَالَ نَعَمْ.

“(Kami bertanya) Wahai Rasulullah, bagaimana jika hanya satu? Beliau menjawab, ‘Satu pun demikian.’” (HR. Thabrani, sanad hasan li ghairih)

Modul Daurah: Download di sini...

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم